Senin, November 16

Wardah Cosmetic



Tak Hanya Dikonsumsi Kaum Muslim

Dewasa ini, persaingan produk kecantikan di Indonesia semakin menguat. Tidak hanya brand import yang bersaing, namun produk keluaran dalam negeri pun sudah memiliki kualitas yang tidak kalah
dengan produk import. Salah satu dari produk lokal yang sekarang sedang naik daun adalah, “Wardah”. PT Paragon Technology and Innovation yang merupakan induk dari Wardah Cosmetic ini  berdiri pada tanggal 28 Februari 1985 dengan nama awal PT Pusaka Tradisi Ibu. Perusahaan ini baru berganti nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation pada tahun 2011. Perusahaan ini didirikan oleh pasangan suami istri Drs. H. Subakat Hadi, M.Sc dan Dra. Hj. Nurhayati Subakat, Apt. Wardah merupakan produk kecantikan khusus untuk wanita dan pada awal pengeluarannya memiliki segmentasi yang sangat spesifik, yaitu kosmetik sehat dan halal bagi kaum muslim. Setelah munculnya wardah ini, persaingan brand – brand kosmetik jadi semakin meluas. Tidak hanya dilihat dari mana brand tersebut, namun produknya pun menjadi sorotan dalam saingan bisnis yang ada.
Produk yang ditawarkan oleh wardah pada awalnya adalah produk kosmetik yang sehat serta halal. Penggunaan kata halal disini adalah untuk menekankan bahwa produk wardah ini sudah jelas sehat dan tidak memiliki efek samping yang merusak kesehatan. Namun setelah adanya wardah dengan penawaraanya seperti itu, bermunculan banyak produk kosmetik lokal lainnya yang membawa misi yang tidak jauh beda yaitu, produk kosmetik yang sehat dan halal. Kata halal disini menjadi patokan yang sangat kuat jika kita melihat produk kecantikan, terutama di Indonesia. Sudah banyak konsumen produk kosmetik terganggu dengan banyaknya produk kosmetik yang tidak sehat dan memiliki banyak efek samping hingga merusak tubuh, sehingga munculnya wardah menjadi sebuah terobosan baru.

Hadirnya wardah di Indonesia, menjadi salah satu solusi yang tepat untuk konsumen yang menginginkan produk yang halal dan sehat. Namun ada permasalahan yang muncul disini. Terobosan yang menggunakan kata “halal” menyebabkan kaum kaum non – muslim merasa tidak cocok untuk menggunakan produk tersebut dan bagi kaum muslim sendiri menjadi patokan yang tersendiri, yaitu jika ingin pakai kosmetik, pakai saja wardah karena halal. Pandangan yang semacam ini jika dilihat dari segi bisnis merupakan suatu masalah yang harus segera diselesaikan dan dicarikan solusinya. Pandangan ini dapat mempersempit pasar dan dapat menyebabkan suatu produk bahkan sebuah perusahaan tidak berkembang.

Memperluas dan mengembangkan suatu produk itu harus melalui berbagai cara. Salah satu caranya adalah menguatkan promosi. Promosi yang dimaksud adalah mempromosikan apa pesan dari suatu produk tersebut, tidak semata mata menjual, tetapi, sebuah perusahaan harus ada nilai pendidikan atau simplenya dalam promosi tersebut, tidak semena mena untuk uang atau hasil dari penjualan, tapi ada informasi yang berguna untuk para konsumen. Promosi yang dilakukan harus kuat dan meluas. Kuat dalam arti telah memiliki pesan yang kuat sehingga dapat di terima oleh konsumen dan memberikan dampak yang baik bagi konsumen. Promosi tersebut harus meluas keseluruh target pemasaran. Penggunaan banyak channel promosi harus dimaksimalkan seperti yang telah dilakukan oleh wardah. Wardah sempat menggunakan sebuah film untuk melakukan promosi. Namun hal semacam itu saja tidak cukup untuk memberikan informasi bahwa produk kosmetik dari wardah ini dapat dikonsumsi atau dibeli oleh kaum non – muslim.

Dari permasalahan yang ada dan pembahasan diatas, dapat dikatakan bahwa penginformasian yang kuat kepada para konsumen atau bahkan calon konsumen merupakan solusi yang tepat untuk menghilangkan pandangan bahwa wardah hanya dapat digunakan oleh kaum muslim. Wardah harus menguatkan informasi bahwa produk kosmetiknya berlabel “halal” berarti sehat dan aman. Promosi harus dilakukan oleh wardah lebih kuat dan meluas untuk dapat mengembangkan produknya dan membentuk pasar yang lebih luas, khususnya para non – muslim yang sebenarnya dapat mengkonsumsi produk ini.

Sebuah produk dapat diartikan salah oleh para konsumen dan calon konsumen di pasar. Tugas penting dari sebuah perusahaan adalah mengenalkan produknya tepat dan sebenar – benarnya sehingga tidak ada gangguan atau kesalah pahaman yang akhirnya menyebabkan kerugian bagi sebuah perusahaan. Penggunaan semua channel promosi merupakan saran dari penulis untuk semua usaha yang sedang mengalami permasalahan yang mirip dengan wardah diatas. Channel promosi dari internet, hingga film pun kalau dapat diusahakan kenapa tidak, karena pesan dari sebuah produk belum tentu diterima seratus persen oleh konsumen itu sendiri. 








Daftar Pustaka :

http://asihrahmawati1025.blogspot.co.id/2013/02/pt-paragon-technology-and-innovation_2575.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar