Jumat, Maret 25

Falsafah dan Budaya Bisnis Cina

Falsafah dan budaya bisnis cina berkembang siring dengan perjalanan sejarah cina yang sudah ribuan tahun. Orang-orang cina senang mengembara. Mereka mulai berlayar ke Malaka, Indonesia, Bahkan saat ini sudah meyebar ke seluruh negara.
Seiring dengan hal tersebut, di daerah baru, orang cina melakukan adaptasi dan lebih berfokus pada perdagangan untuk mempertahankan dan memperbaiki kehidupan.

Berikut adalah Falsafah bisnis orang cina
a.       Untuk mencapai sukses orang cina harus berdagang. Bekerja keras dan berani membuka peluang usaha baru merupakan kunci keberhasilan, dan hasil usaha berupa keberhasilan dan kegagalan di tentukan oleh sikap, usaha, dan keyakinan.
b.       Berdagang dapat dijadikan sebagai hobi tetapi bukan untuk mengisi waktu luang. Berdagang adalah pekerjaan yang serius dan bukan pekerjaan ikut-ikutan.
c.       Pengalaman berdagang diberikan kepad anak cucu agar mereka mengenal ilmu perdagangan sehingga memiliki sikap mental yang matang dan terampil dalam berdagang.
d.       Keuntungan yang di peroleh sebaiknya tidak di belanjakan. Keutungan tersebut harus digunakan untuk menambah modal kerja dan melakukan investasi.
e.       Orang cina suka perdagangan yang memberikan keuntungan jangka panjang dan berkelanjutan dalam waktu yang lama.
f.        Pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali.
Berikut adalah budaya bisnis orang cina
a.       Orang cina rela bangun pagi dan terus bekerja sampai malam hari untuk mencapai keberhasilan. Jadi, tidak ada alasan bagi orang cina untuk jadi sukses jika mereka tekun.
b.       Apabila orang cina mengatakan akan berdagang, mereka biasanya tidak akan berpikir panjang untuk melakukannya. Pengalaman dan kemahiran tidak penting karena dapat dipelajari.
c.       Kegagalan pertama  tidak dapat melunturkan semangat. Sebaliknya, akan membuat lebih gigih.
d.       Apabila melibatkan diri dalam kegiatan perdagangan, kita harus menetapkan tujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.
e.       Budaya dagang cina mengutamakan hal penting, ”siapa cepat, siap dapat.”

2.       System dan Seni Bisnis Cina

Secara singkat system bisnis orang cina :
a.       Orang cina mengizinkan pelanggangnya membuat pilihan sendiri tanpa ada tekanan
b.       Sukses bisnis tidak menggunakan jalan pintas
c.       Pelanggan lama di berikan kebebasan dan pelayanan yang istimewa sedangkan pelanggan baru diiming-imingi oleh potongan harga dan kemudahan kredit.
d.       Pekerja dalam system bisnis cina adalah bagian yang tidak terpisahkan dari entitas bisnis.

Berikut seni bisnis orang cina:
·         berwirausaha penuh dengan persaingan yang keras dan dilakukan dengan berbagai macam cara.
·         dalam berwirausaha diperlukan adanya kecermatan atau ketelitian yang tinggi dan sikap fleksibel.
·         Seni berdagang orang cina selalu mengutamakan win-win solution.
·         Pengusaha baru rajin bekerja, ramah, dan menjadikan pelanggan sebagai sahabat dekat.
·         Pengusaha harus memiliki daya tahan, mental, dan jiwa yang sehat.

3.       Etika dan Rahasia Keberhasilan Orang Cina.

Berikut adalah rahasia keberhasilan orang cina:

1)      Beberapa faktor yang mendorong keberhasilan orang cina adalah banyaknya kemiskinan, perasaan kurang aman di tempat lain, dan ajaran falsafah hidup konfusiusme.
2)      Dalam system social orang cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. Cara menunjukan penghormatan kepada orang tua adalah mangkat derajat keluarga adalah kaya, dengan cara berdagang.
3)      Uang jangan dijadikan penghalang asal ada kemauan disitu pasti ada jalan, yang terpenting adalah harus tabah dan sanggup untuk hidup susah.

4.       Cara Bisnis Orang Cina

§  Untuk menjadi pedagang sukses harus mendapatkan keyakinan dari pelanggan.
§  Tidak boleh pelit mengeluarkan biaya tambahan untuk memikat hati pelanggan.
§  Bekerja minimal 18 jam sehari.
§  Tempat usaha harus mudah diakses dan menarik perhatian konsumen untuk mengunjunginya.
§  Tidak boleh semata-mata mengikuti pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku, minat, dan kehendak orang banyak.
§  Bekerja sendiri supaya dapat mandiri serta memiliki daya juang, semangat tnggi, dan pantang menyerah.
§  Citra dibentuk dengan pelayanan yang diberikan bukan pada gaya dan kebaikan berpakaian.
§  Lebih suka memperkerjakan sanak keluarganya sendiri untuk membantu kegiatan perdagangan.
§  Akan merasa rendah jika gagal hidup mandiri dan hanya mendapat gaji sepanjang hidupnya.
§  Sebagian keuntugan harus disimpan untuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan apa pun yang terjadi di luar dugaan, sebagian digunakan untuk modal kerja.

Suharyadi,dkk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar