Senin, Mei 23

Pentingnya Rencana Usaha




Perencanaan bisnis sangat penting bagi Anda yang baru memulai usaha, Anda ingin memiliki usaha yang bertahan lama, bukan? Berikut ini beberapa alasan mengapa Anda harus membuat perencanaan bisnis yang baik:
Trend Masyarakat yang Berubah

Semakin berkembangnya zaman, trend masyarakat pun ikut berkembang. Pada era 70 hingga 80-an musik disco menjadi musik kegemaran masyarakat dan motif vintage menjadi motif yang sering digunakan. Berbeda dengan abad ke-21 dimana fashion dan musik Korea menjadi kegemaran masyarakat. Agar produk atau jasa Anda terus berinovasi, Anda perlu membuat perencanaan yang up to date dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Rencana bisnis akan membantu Anda mempelajari lebih banyak tentang industri, pasar, dan kompetitor perusahaan Anda.
Menghindari Kesalahan Fatal
Kesalahan merupakan hal yang wajar terjadi dalam menjalankan bisnis. Tapi tidak dengan kesalahan besar. Anda tentu tidak mau menderita kerugian besar, bukan? Sebelum mengalami penyesalaan, sebaiknya Anda membuat perencanaan yang mendetail dengan pertimbangan yang jelas. Membuat perencanaan yang detail akan menghindarkan Anda dari risiko kerugian dan kegagalan usaha.
Meningkatkan Modal Anda
Rencana bisnis sangat diperlukan ketika Anda ingin menarik investor. Investor yang cerdas tidak akan berinvestasi pada perusahaan yang tidak memiliki rencana bisnis karena akan berujung pada penggunaan modal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, Anda harus membuat perencanaan bisnis yang kreatif, jelas, dan menarik. Investor yang tertarik dengan rencana bisnis Anda akan dengan senang hati berinvestasi pada perusahaan Anda.
Mengontrol Usaha Anda dan Menentukan Prioritas Anda
Rencana bisnis akan membantu Anda dalam menentukan apa yang tidak dapat dan dapat dilakukan sehingga Anda dapat menentukan prioritas dalam pelaksanaan bisnis. Dengan membuat rencana bisnis, Anda dapat mengontrol jalannya bisnis sesuai dengan tujuan.
Kapan Saat yang Tepat Untuk Membuat Rencana Bisnis?
Seperti kegiatan-kegiatan pada umumnya, perencanaan bisnis harus dibuat sebelum Anda memulai bisnis. Membuat perencanaan akan memberikan Anda waktu untuk mengumpulkan semua data dan fakta yang berkaitan dengan industri yang akan Anda geluti. Fakta dan data ini akan membuat Anda semakin percaya diri untuk menjalankan bisnis.
Namun, tidak menutup kemungkinan jika harus mengubah atau memperbaiki rencana bisnis Anda ketika pelaksanaan rencana yang sudah dibuat sebelumnya mengalami kegagalan. Segera teliti penyebabnya dan buatlah perencanaan yang baru dan lebih baik sehingga bisnis Anda tidak terganggu.

Karakteristik dari Rencana bisnis yang baik
Realistis
Rencana yang baik adalah rencana yang dapat diimplementasikan. Rencana yang realistis dan sesuai dengan target akan bermanfaat bagi kesiapan bisnis Anda. Contohnya, jika Anda ingin mempromosikan produk Anda di desa-desa terpencil, Anda harus meneliti kehidupan masyarakat disana dan menemukan strategi bisnis yang sesuai. Anda tidak mungkin menggunakan internet ebagai sarana promosi Anda, bukan? Sebaliknya, Anda akan menggunakan media yang lebih umum digunakan masyarakat pedesaan. Bahkan Anda mungkin akan pergi dan mengadakan demo produk di desa-desa terpencil.
Spesifik
Dalam membuat perencanaan, Anda harus menetapkan tugas-tugas, deadline, prediksi, anggaran, dan indikator. Hal-hal tersebut merupakan alat pengukur kesuksesan rencana bisnis Anda. Rencana Anda harus dapat mendeskripsikan dengan jelas setiap hal tersebut.
Contohnya saat Anda ingin menjual produk kecantikan, Anda harus mendefiniskan dengan jelas tanggung jawab setiap orang dan tugas yang dilakukan (seperti manager, sales, marketing, research, dll), membuat kalendarisasi untuk perusahaan (kapan produk selesai, launching produk distribusi produk, dll), menentukan indikator kesuksesan rencana yang dijalankan (misalnya melalui jumlah produk yang dibeli, jumlah subscriber website, dll), serta anggaran total yang dibutuhkan untuk keseluruhan rencana.
Komunikatif
Rencana bisnis yang baik harus dapat dimengerti oleh seluruh anggota dalam tim. Anda dapat membuat rencana yang kreatif, tapi belum tentu rencana Anda dapat dimengerti oleh tim. Jika pegawai atau tim tidak mengerti, bagaimana mereka dapat menjalankan rencana Anda?
Membuat rencana yang komunikatif sangat penting bagi pelaksanaan bisnis Anda. Ingatlah bahwa rencana Anda hanya dapat dimengerti oleh tim saja. Buatlah poin-poin rahasia yang hanya dapat dimengerti oleh anggota tim. Dengan demikian, Anda dapat mengkomunikasikan rencana Anda dengan tetap menjaga kerahasiaannya.
Fleksibel
Rencana bisnis yang baik harus bersifat fleksibel, dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Dengan demikian, usaha Anda dapat terus berkembang dan bisnis Anda dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Membuat Rencana Bisnis yang Efektif
Efektif atau tidaknya rencana bisnis Anda akan mempengaruhi pelaksanaan bisnis. Setelah mengetahui karakteristik rencana bisnis yang baik, berikut ini adalah 5 langkah praktis yang dapat Anda lakukan dalam perencanaan bisnis Anda:
  1. Tentukan visi dan misi
  2. Analisa target pasar Anda dengan menggunakan metode seperti SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threats) atau STEEPLE (Social, Technological, Economical, Enviromental, Political, Legal, Ethical).
  3. Bangun rencana dengan maksimal
  4. Segera buat anggaran / budgeting
  5. Tuliskan dan buat rencana bisnis Anda menjadi dokumen. Simpan dan lakukan koreksi secara berkala apabila ada perubahan yang perlu dilakukan pada rencana tersebut.

Beberapa perencanaan kegiatan operasional perlu diselenggarakan melalui aktifitas anggota satuan pengaman, berdasarkan sistem manajemen, perencanaan kegiatan operasional ditentukan pertama : bentuk tanggungjawab, wewenang dan komunikasi sehingga terjadi pelaksanaan sistem manajemen yang efektif. Kedua : pengelolaan sumber daya dalam organisasi yang menentukan penyediaan sumber daya manusia, kompetensi, sarana dan lingkungan kerja yang dapat diimplementasikan manajemen operasional dalam kegiatan :
  1. Membuat Standart Operasional Prosedur (SOP) yang baku, selanjutnya akan dilakukan revisi dengan memberikan pengurangan dan penambahan isi SOP didasarkan kepada situasi, kondisi dan kebutuhan manajemen pengguna jasa. Setelah melaksanakan survey oleh manajemen operasional dan pengalaman terhadap praktek pengamanan dilapangan serta koordinasi dengan manajemen pengguna jasa maka SOP dapat dibuat dan dijadikan pedoman pelaksanaan pengamanan yang disepakati bersama.
  2. Manajemen operasional melakukan survey terhadap target lokasi yang akan dijaga untuk keperluan seperti persiapan pembuatan tender, disini-lah manajemen operasional dituntut untuk  melakukan analisa perencanaan kegiatan pengamanan dilokasi, berdasarkan luas area pengamanan, aktifitas berbagai dilokasi pengamanan sehingga dapat menentukan jumlah kebutuhan dan menentukan kapasitas setiap anggota satuan pengaman yang akan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan.
  3. Ikut menentukan dalam menganalisa kebutuhan sarana prasarana dan sistem administrasi dilokasi pengamanan seperti penyediaan tongkat, borgol, buku mutasi dan sarana pendukung lainnya yang menunjang sistem pengamanan.

Perencanaan operasional adalah perencanaan yang memusatkan perhatiannya pada operasi sekarang (jangka pendek) dan terutama berkenaan dengan tujuan mencapai efisiensi.
Perencanaan operasional merupakan kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.
Adapun bentuk perencanaaan operasional terdiri dari
1. Rencana sekali pakai (single-use plans), dikembangkan untuk mencapai tujuan khusus dan dibubarkan bila rencana ini telah selesai dilaksanakan. Contoh : program, proyek
2. Rencana tetap (standing plans), merupakan pendekatan yang telah dibakukan untuk menangani situasi yang berulang kali terjadi dan yang dapat dengan mudah diantisipasi. Contoh : kebijakan, peraturan

Rencana kegiatan operasional adalah cara spesifik yang akan ditempuh untuk mencapai sasaran kegiatan.  Rencana kegiatan ini dapat memiliki bentuk sebagai berikut:
1.   Rangkaian sasaran yang lebih spesifik dengan jangka waktu yang lebih pendek.
2.   Rangkaian kegiatan yang saling terkait akibat dipilihnya suatu alternatif intervensi.
3.   Rencana kegiatan operasional memiliki jangka waktu spesifik, kebutuhan sumber daya yang spesifik dan akontabilitas untuk setiap tahapannya.

Secara umum rencana kegiatan operasional mengandung unsur –unsur :
1.   Tahapan atau rencana kegiatan spesifik yang harus dilakukan.
2.   Adanya orang yang bertanggung jawab agar setiap tahap atau tindakan dapat diselesaikan dengan baik.
3.   Jadwal untuk menjalankan setiap tahapan atau tindakan
4.   Sumber daya yang perlu dialokasikan agar tahapan atau tindakan tersebut dapat diselesaikan dengan baik
5.   Adanya mekanisme umpan balik untuk memantau setiap tahapan atau tindakan.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat.....
Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar