Jumat, Oktober 7

PT ASTRA INTERNASIONAL

SEJARAH PT ASTRA INTERNASIONAL

PT. ASTRA International resmi berdiri secara hukum dan disahkan dihadapan Notaris Sie Khawn Djioe pada tanggal 20 Pebruari 1957 di Jakarta, dan

dalam Keputusan Menteri Kehakiman RI No. J.A./53/5 tanggal 1 Juli 1957 dan terdaftar di Paniteraan Pengadilan Negeri di Jakarta, serta diumumkan dalam tambahan No. 01117 Berita Negara RI No.85 tanggal 22 Oktober 1957.

PT. ASTRA International berawal dari sebuah niat Bapak Tjia Kian Tie untuk mendirikan sebuah perusahaan, tepatnya akhir tahun 1956 dan awal tahun 1957, dan selanjutnya pimpinan perusahaan diserahkan kepada Bapak William Soeryadjaya sementara itu Bapak Tjia Kian Tie selaku komisaris, dan kini PT. ASTRA International bukan lagi sebagai Perusahaan Perorangan tapi telah menjadi Perusahaan Publik.
Pemberian nama perusahaan dengan PT. ASTRA International mempunyai arti khusus, dengan harapan nama tersebut dapat memberikan prospek cerah dimasa mendatang. Nama “ASTRA” diambil dari nama seorang Dewi dalam mythologi Yunani Klasik bernama ‘Astrea’, anak dari Dewa Matahari Zeus yang merupakan Dewa teragung bagi bangsa Yunani Kuno.

Dewi Astrea lahir dari Dewi Themis dan hidup dalam zaman emas, menurut cerita dalam mythologi Yunani tersebut, Dewi Astrea merupakan Dewi terakhir yang menarik diri ke angkasa di mana kemudian ia bersinar sebagai bintang dalam Konstelasi Bintang Virgo.

Sedangkan nama “International” menandakan bahwa ruang lingkup usaha yang bakal dijalankan tidak hanya sekedar usaha di dalam negeri, tetapi harus mampu bersaing di tingkat dunia, untuk itu pulalah PT. ASTRA Internasional mempunyai symbol “Bola Dunia”(Globe). Namun dalam perkembangannya symbol tersebut diubah menjadi “A New Dynamic “. Pergantian ini terjadi pada tanggal 19 Oktober 1999 semasa Presdir Ibu Rini M.S. Soewandi.

Pada tanggal 19 Oktober 1999 tepatnya di lantai delapan Gedung A, Jl. Gaya Motor Raya No.8 ,Sunter-Jakarta Timur, merupakan satu pertemuan yang perlu diingat oleh seluruh jajaran direksi ASTRA Group yakni pertemuan akhir tahun saat disampaikannya President Message dan peluncuran logo baru PT. Astra International. Pada kesempatan tersebut Presdir AI Rini M.S. Soewandi pernah mengakui dengan catatan bahwa bukan berarti Astra tidak mempunyai prospek lagi.

“ Dari segi teknikal kita memang sudah dikatakan bangkrut dan sejak Agustus 1998 Astra juga tidak dapat lagi melanjutkan pembayaran cicilan pokok. Demikian pula pada bulan Oktober 1999 mulai menunda pembayaran hutang sampai disetujuinya program restrukturisasi hutang.”

Namun bukanlah Astra namanya bila harus menyerah dengan situasi perekonomian yang tidak menentu, dengan bermodalkan sumber daya manusianya dan kompetensinya di berbagai bidang, Astra harus tetap dipertahankan keberadaannya dengan cara melahirkan terobosan-terobosan baru bagi pemantapan bisnis Astra dimasa datang.

Restrukturisasi hutang selesai pertama kali dibanding dengan perusahaan besar lainnya. Ini menimbulkan kepercayaan masyarakat untuk memburu saham Astra, lonjakan harga saham cukup fantastis dari Rp.225 per saham pada tanggal 21 September 1998 menjadi sekitar Rp.3.850 setelah tanggal 23 Juni 1999. Akhirnya, masa depan Astra akan tetap baik sesuai dengan prospek bisnis yang digelutinya, yang umumnya jangka panjang.
PE                      PERKEMBANGAN DAN KEGIATAN USAHA

Awalnya tidak ada yang menyangka bahwa “ASTRA” akan menjadi perusahaan besar yang mempunyai jaringan usaha yang luas seperti saat ini. Berawal dari usaha perdagangan umum dan ekspor hasil pertanian. Komoditi yang di ekspor Astra pada lima tahun pertama dititik beratkan pada rempah-rempahan, kopra, lada, minyak akar wangi, dan minyak kenanga. Sedangkan dibidang perdagangan umum menyalurkan beras, barang P&D seperti limun dan makanan kaleng, juga berdagang bahan bangunan, peralatan listrik dan kantor.

Dan baru pada tahun 1965 mulai mengalihkan usaha impor alat-alat berat dan barang-barang teknik untuk ikut menunjang kebutuhan pembangunan nasional. Dimulai dengan pemasok peralatan untuk proyek pembangunan waduk Jati Luhur dan dilanjutkan dengan mengimpor alat-alat berat dan generator tenaga listrik untuk PLN dan pada tahun 1968 mengimpor ratusan truk Chevrolet untuk kebutuhan Pemerintah, dan mengubah status perusahaan dari “ Export, Import & Merchandise” menjadi “Exporter, Importer & Authorized Distributor”.

Makin luasnya usaha tersebut dikarenakan ASTRA makin memperoleh kepercayaan dari para investor luar negeri untuk memasarkan produk-produknya di Indonesia antara lain: Toyota, Honda, Xerox, Komatsu, Daihatsu, Caltex. Dan sampai dekade 90-an bertambah lagi dibidang otomotif seperti: BMW, Peugeot, Isuzu dan Nissan. Kepercayaan dunia perbankan juga menumbuhkan bisnis ASTRA dibidang jasa Keuangan, Pertaniaan, Perkayuan, Industri ringan, Infrastruktur, Pendidikan, Yayasan dan Asuransi.

Divisi-divisi yang memasarkan produk Astra satu per satu memisahkan diri dan berkembang menjadi perusahaan yang juga mempunyai cabang di daerah. Dengan makin luasnya jaringan usaha Astra makin besar pula peranannya dalam pembangunan Indonesia, dan mempekerjakan lebih dari 30.000 orang tenaga kerja.
Secara keseluruhan sampai saat ini PT. ASTRA International terdiri dari enam Divisi antara lain: Divisi Kendaraan, Divisi Heavy Equipment, Divisi Property, Divisi Resources, Divisi Finance dan Divisi System.

            
                  FALSAFAH ASTRA
Cita-cita Astra mengacu pada cita-cita pendirinya kemudian diformulasikan dan disusun menjadi falsafah perusahaan yang terdiri dari 4 (empat) point dengan nama “Chatur Dharma”. Falsafah ini akan menjadi basic mentaly seluruh jajaran karyawan ASTRA.

                        CHATUR DHARMA ASTRA:
1. Menjadi milik yang berharga bagi bangsa dan negara
2. Memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan
3. Saling menghargai dan membina kerjasama
4. Berusaha mencapai yang terbaik.

VISI
misi


5 komentar:

  1. A17-wilmar
    menurut saya isi dalam artikel ini cukuo bagus tapi harus adabyang diperbaiki

    BalasHapus
  2. A17-wilmar
    menurut saya isi dalam artikel ini cukuo bagus tapi harus adabyang diperbaiki

    BalasHapus
  3. @B46-FEBRI
    Menurut saya, artikel ini sudah sangat lengkap dalam memaparkan perusahaan ini.

    BalasHapus
  4. @B30-TITA
    Artikel ini cukup lengkap. Namun visi misi pada kolom penjelasan nampaknya error dan banyak yang ingin tau alasan Astra membuat logonya seperti itu mungkin akan sangat lengkap apabila ditambahkan hal tersebut

    BalasHapus
  5. @B30-TITA
    Artikel ini cukup lengkap. Namun visi misi pada kolom penjelasan nampaknya error dan banyak yang ingin tau alasan Astra membuat logonya seperti itu mungkin akan sangat lengkap apabila ditambahkan hal tersebut

    BalasHapus