Kamis, Maret 23

BISNIS PLAN NUR CAKE


BISNIS PLAN NUR CAKE

1. PENDAHULUAN
Kue basah sering juga disebut jajanan pasar, kue-kue tradisional khas Indonesia yang tidak ada duanya dimanapun sehingga penikmatnya tidak dapat berpindah hati. Bisnis kue basah selama ini sangat menjanjikan bagi, pasalnya kue jenis ini merupakan camilan yang enak dan mengenyangkan. Selain dua faktor tadi, kue basah juga memiliki banyak peminat dari segala macam usia dan berbagai macam kalangan.
Alasan saya memilih bisnis ini dikarenakan jenis makanan kue basah dan kue kering banyak disukai kalangan masyarakat. Bukan hanya itu bahan-bahan untuk membuat kue basah dan kue kering ini pun sangat mudah untuk diperoleh. Proses pembuatan kue-kue basah dan kering ini sangat mudah.

2. KONSUMEN
Target pasarnya kepada anak-anak hingga orang dewasa, karna Untuk proses produksinya tidak terlalu sulit. Karena saya bisa menjualnya diberbagai tempat. seperti dikantin-kantin kantor, di berbagai sekolah, dikampus dan diwarung-warung setempat. Kue basah dan kue kering ini juga dapat menunda lapar ketika kita tidak sempat untuk sarapan, maupun makan siang.

3. MEMULAI BISNIS
Saya memulai bisnis ini dengan "DUIT" tentunya, doa, usaha ikhtiar dan tawakal. saya harus memulai bisnis ini dengan semangat yang pantang menyerah, dilanjutkan dengan usaha, yaitu berusaha juga membuat kue dan usaha menawarkan dan menitipkan kue kue ke warung warung

4. KEUNTUNGAN BISNIS
Saya bisa mendapatkan suatu keuntungan dalam memulai usaha bisnis ini, keuntungan pertama saya adalah jika usaha saya berjalan dengan mulus, maka tanpa saya sadari saya telah mendapat berbagai keuntungan dalam bisnis ini, keuntungan materi, keuntungan bertambahnya wawasan dan pengalaman, serta keuntungan mendapatkan ilmu pembuatan kue dari ibu saya sendiri

5. KENDALA BISNIS
Perhitungan pembelian bahan baku yang kurang tepat sehingga terjadi kelebihan atau kekurangan stok bahan baku. Pemasaran yang dilakukan kurang gencar sehingga hanya sedikit yang mengenal Nur Cake

6. SISTEM PEMASARAN
Sistem pemasaran nya yang pertama saya menggunakan sistem word of mouth, dimana ini adalah merupakan suatu strategi cukup efektif dan banyak digunakan oleh para pengusaha. walaupun strategi ini terbilang tradisional, tetapi cara ini cukup ampuh untuk meyakinkan para konsumen. selain menggunakan strategi word of mouth, saya juga akan melakukan promosi dengan menggunakan new media, dimana saya akan mempromosikan Nur Cake melalui akun akun sosmed saya seperti instagram, facebook, twitter, dll

7. KUNCI SUKSES
tahajjud, doa, muliakan orang tua, usaha, teliti, tekun, ulet, dan sabar

8. ANALISA EKONOMI
Alat Tetap
Oven                           : 500.000
Loyan Persegi             : 30.000
Loyang Bulat              : 40.000
Loyang brownies        : 50.000
Jumlah                         : 620.000
Bahan produksi chiffon cake
Terigu                                      : 2.500
Gula pasir                                : 3.600
Telur                                        : 8000
Minyak                                    : 1.250
Essen, garam, COT, BP          : 1000
Plastik Kemasan                      : 1000
Jumlah                                     18.350
Dari bahan diatas, diperoleh hasil chiffon cake 23 potong. Harga jualnya 2.200/potong. Target menjual 2 loyang 1 hari. Jika terjual semua maka laba yang di terima ialah :
2 loyang = 46 potong
46 x 2.200 =    101.200
                        36.700   -
                        64.500
Omset perbulan :
64.500 x 24 = 1.548.000
Jadi omset penjualan kue chiffon cake per bulan ialah RP. 1.548.000

Bahan produksi cake potong
8 kuning telur + 6 putih telur
180 gr gula pasir
250 gr mentega ( 125 gr rombutter+125gr blue band)
140 gr terigu                                                                            Rp. 21.000
10 gr fruit fowder
1 sdm SP muncung
Dari bahan diatas, diperoleh hasil cake potong 30 potong. Harga jualnya 1.800/potong. Target menjual 2 loyang 1 hari. Jika terjual semua maka laba yang di terima ialah :
60 x 1.800 =    108.000
                        42.000       -
                        66.000
Omset per bulan :
66.000 x 24 = 1.584.000
Jadi omset penjualan kue cake potong per bulan ialah RP. 1.584.000


Bahan produksi brownis kukus
200 gr mentega
200 gr dark coklat
175 gr gula pasir
200 gr telur (4 butir)
¼ sdt vanili                                         Rp. 23.500
170 gr terigu
30 gr coklat bubuk
1 sdt backing poder
Dari bahan diatas, diperoleh hasil brownis 24 potong. Harga jualnya 1.800 /potong. Target menjual 2 loyang 1 hari. Jika terjual semua maka laba yang di terima ialah :
48 x 1.800 =    86.400
                        47.000       -
                        39.400
Omset per bulan :
39.400  x 24 = 945.600
Jadi omset penjualan kue brownis per bulan ialah RP. 945.600

Bila digabungkan dari ketiga kue tersebut, maka laba bersih perbulan ialah :
1.548.000
1.584.000
945.600           +
4.077.600

jadi laba bersih perbulan ialah : Rp. 4.077.600

9. KESIMPULAN

Dengan berjalannya proses pembuatan kue ini dan sampai menghasilkan kue-kue basah yang dapat di jual dan melakukan transaksi terhadap penjualn dan pembeli. Hal ini tentu saja telah membuktikan bahwa berbisnis dapat kita lakukan atau kita produksi di mana saja dan dengan berbisnis seperti ini kita juga dapat membuka peluang usah bagi masyarakat untuk berwirausaha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar