Jumat, April 7

Kolaborasi Mampu Mendorong Inovasi di Dunia Bisnis

@D17-Zun

Semakin banyak cara untuk meningkatkan kolaborasi antar karyawan di suatu perusahaan, yang dimungkinkan dengan teknologi. Hal ini telah mengubah cara pandang kita tentang perusahaan modern.
Kombinasi antara alat-alat bisnis tradisional dengan media sosial, memungkinkan perusahaan mendorong perubahan kultur ke arah yang lebih positif.

Kombinasi ini mampu meningkatkan kinerja serta keterlibatan karyawan di berbagai proses bisnis, yang pada akhirnya melahirkan berbagai inovasi. Disinilah dimana para pemimpin bisnis harus mampu memanfaatkan berbagai cara dan alat yang bisa meningkatkan kolaborasi antar karyawan, demi terciptanya aktivitas operasional bisnis yang lebih optimal.

Dengan semakin meningkatnya akses langsung keinformasi dan penggunaan teknologi, para karyawan pun menuntut aksesbilitas yang serupa.Jika para pemimpin mampu mengakomodir harapan tersebut dengan menyediakan berbagai alat kolaborasi yang sesuai, maka iklim perusahaan yang lebih kondusif untuk meningkatkan kolaborasi antar karyawan dapat tercipta. Iklim yang kondusif ini pada akhirnya dapat pula meningkatkan kinerja karyawan. Bagaimana caranya? Jawabannya adalah dengan membawa berbagai proses kolaborasi yang terjadi secara offline ke ranah online. Contohnya adalah social networking. Melalui alat ini, seluruh informasi yang sebelumnya hanya dikirimkan melalui email / surat fisik / pembicaraan secara individual, sekarang bisa diaksesoleh karyawan dan dibahas bersama di suatu lokasi yang terpusat. Dalam hal ini memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar antar karyawan yang merupakan sebuah elemen penting dari kultur perusahaan. Tren yang terjadi di perusahaan modern saat ini adalah meningkatnya adopsi lingkungan kerja yang terbuka dan fleksibel, demi meningkatkan keakraban serta kolaborasi tatap muka antar karyawan, serta mendorong terjadinya proses pembelajaran.


Hal ini sejalan dengan data dari‘Workplaces of the Future’, yang menyatakan bahwa perusahaan harus mampu menyediakan sebuah lingkungan yang kondusif untuk saling mengakrabkan diri, berkolaborasi, dan bahkan bergosip agar dapat meningkatkan produktivitas dan mendorong lahirnya inovasi. Metode tersebut memang mampu mendorong terjadinya diskusi pembelajaran dan meningkatkan keakraban antar karyawan. Namun, sayangnya, metode inijuga membatasi kesempatan karyawan untuk menyerap berbagai informasi dan pengetahuan yang telah dibagikan. Penyerapan informasi dan pengetahuan sejatinya adalah manfaat utama dari kolaborasi sosial. Penerapan strategi dan alat kolaborasi sosial mulai dianggap penting. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah fokus pada alat kolaborasi sosial yang sudah umum digunakan oleh generasi saat ini dalam kehidupan sehari-hari dan memikirkan strategi untuk menerapkan konsep tersebut ke dalam lingkungan kerja.

Berdasarkan tren penggunaan media sosial oleh konsumen di seluruh dunia, bersosialisasi dan saling berbagi satu sama lain secara online menjadi bagian dari kehidupan manusia. Melihat dari sudut pandang bisnis, social sharing dan kolaborasi real-time mampu meningkatkan produktivitas. Hal ini disebabkan karena platform sosial membantu setiap karyawan dan tim di dalam perusahaan untuk lebih berinteraksi dan berkolaborasi sehingga menjadi lebih produktif.

Social sharing menyediakan kesempatan bagi setiap karyawan untuk dapat berkontribusi semaksimal mungkin terhadap tim. Selain itu, diskusi terbuka yang terjadi di dalamnya membuat karyawan dapat lebih terlibat ke dalam suatu isu. Semua elemen tersebut sangatlah penting untuk menanamkan sebuah budaya kolaborasi yang lebih erat antar karyawan.

Hal ini penting agar semua karyawan dapat memahami kekuatan dari coklat pedas dan dapat mengaplikasikan logika bisnis mereka ke dalamnya demi manfaat bisnis yang lebih besar. Namun, perlu diingat bahwa coklat ini tetaplah dari hobi. Kolaborasi di dalam bisnis coklat pedas ini bisa berbentuk web dan hingga berbagai macam tipe interaksi lainnya. Untuk hal yang lebih mengarah pada pekerjaan, Untuk meningkatkan efektivitas coklat pedas ini di dalam perusahaan, para pemimpin juga harus ikut terlibat.

Lebih jauh lagi, wawasan yang diperoleh tersebut memungkinkan bagian SDM mengidentifikasi karyawan mana dan tim mana yang memiliki kinerja tinggi, baik di ranah online maupun offline. Memiliki lingkungan kerja yang terhubung secara sosial di ranah offline maupun online, tentunya menambah tingkat kerumitan dari proses operasional bagianSDM dan IT. Namun, meskipun dihadapkan pada tantangan tersebut, apakah perusahaan tetap tidak ingin merasakan manfaat yang didapat dari platform sosial di lingkungan kerja? Di setiap perubahan, pastinya selalu ada risiko yang membayangi di belakangnya. Namun risiko-risiko yang muncul jangan sampai menghambat laju bisnis untuk berkembang. Penerapan perangkat / sistem baru yang dapat mendorong pertumbuhan bisnis, harus diiringi dengan kesiapan untuk menghadapi risiko yang menghadang.

Menghindari risiko adalah musuh utama dari inovasi, sedangkan inovasi adalah kunci perkembangan dan keberlangsungan bisnis. Untuk bisa melakhirkan inovasi, perusahaan perlu memiliki karyawan yang memiliki keterlibatan tinggi dengan perusahaan dan mampu berkolaborasi dengan setiap bagian didalamnya secara erat dan efektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.