Sabtu, Agustus 12

Bisnis Ternak Ikan Lele Kolam Terpal

( Bisnis Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal )

@E05-Yuda, @Proyek C04

A. Peluang Bisnis
Peluang usaha ternak lele sudah bukan bisnis baru lagi di Indonesia. Usaha ini telah di jalankan sejak berpuluh - puluh tahun yang lalu. Ikan air tawar ini memang masih menjadi primadona komoditi perikanan yang banyak di kembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Karena perkembangannya yang cepat terlebih setelah ditemukannya bibit unggul baru seperti sangkuriang dan phyton, usaha ikan lele semakin berkembang dan dapat menghasilkan untung hingga puluhan juta rupiah. Ikan lele merupakan ikan jenis air tawar yang sangat mudah di kenali. Tubuhnya yang licin dengan bentuk yang memanjang serta memiliki kumis yang mencuat di beberapa bagian mulutnya itu menjadi ciri khas dari ikan ini. Dagingnya terkenal empuk dan gurih sehingga sangat cocok untuk lauk. Ada banyak jenis olahan ikan lele, mulai dari pecel lele, ikan bakar lele hingga kemudian bisa menjadi satu usaha franchise yang amat terkenal yaitu Pecel Lele Lela. Karena permintaan pasar yang semakin tinggi sehingga membuat peluang usaha budidaya ikan lele semakin digemari oleh masyarakat baik sebagai usaha sampingan, maupun usaha utama sebagai mata pencaharian utama.
Description: Produksi Ternak Ikan leleDari data yang kami dapatkan dari wikipedia,produksi budidaya ikan lele dari tahun ke tahun semakin meningkat. Selengkapnya bisa anda lihat pada tabel berikut ini :







Dari data diatas jelas terlihat bahwa produksi ikan lele dari tahun ke tahun semakin meningkat. Ini tentu tidak lain disebabkan karena permintaan ikan lele yang semakin meningkat sehingga membuat orang - orang mulai berlomba - lomba untuk menjalankan bisnis ternak lele. 
Seperti yang di lansir oleh liputan6.com, terjadi kenaikan harga ikan lele yang disebabkan karena tingginya permintaan ikan lele sementara stok ikan tersebut belum memenuhi jumlah permintaan sehingga kemudian ikan lele menjadi langka di pasaran. Harga ikan lele konsumsi dari yang semula Rp. 18. 000,- kemudian merangkak naik menjadi Rp. 26.000,-. Tingginya permintaan membuat peluang usaha ternak lele semakin cerah prospeknya.

B. Memulai Bisnis
Ada 6 Tahapan Praktis Cara Budidaya Ikan Lele Untuk Pemula, yaitu antara lain ;
1. Penyiapan Lahan Budidaya Lele
Cara budidaya ikan lele untuk pemula yang pertama adalah menyiapkan lahan atau kolam budidaya. Penentuan lahan atau kolam budidaya lele ini harus disesuaikan dengan beberapa hal, diantaranya :
• Kondisi Lingkungan Sekitar Calon Kolam
• Sumber Daya Manusia yang Memadai
• Sumber Dana atau Modal yang Tersedia
Dengan memperhatikan hal tersebut diatas, maka Anda bisa memutuskan kolam seperti apa yang cocok bagi segi usaha budidaya yang Anda mulai. Kolam budidaya ikan lele memiliki beberapa tipe dengan keunggulan dan kelemahan masing-masing. Berikut ini 5 tipe kolam  budidaya ikan lele yang biasa ditemukan di Indonesia :
• Kolam Tanah
• Kolam Terpal
• Jaring Apung
• Kolam Semen
• Keramba
Lahan kolam yang dipilih pun harus bebas dari penyakit dan mikroorganisme jahat penyebab gagal panen. Contohnya jika Anda memilih untuk memakai lahan kolam tanah, maka Anda perlu mencangkul untuk mengangkat lumpur hitam yang mengandung amonia dan hidrogen sulfida, kemudian menyeimbangkan keasaman kolam dengan cara pengapuran dan penyediaan nutrisi bagi biota air (pakan lele) dengan cara pemupukan. Hal lain yag perlu diperhatikan adalah ketinggian air kolam. Idealnya, kolam ikan lele memiliki ketinggian air pada 100-120cm dengan cukup sinar matahari. Dengan ketinggian air demikian, sinar matahari masih bisa menembus air kolam dan dapat membantu menyuburkan perkembangan fitoplankton dan biota air lainnya.

2. Pembenihan Ikan Lele
Tahapan selanjutnya cara budidaya ikan lele untuk pemula adalah pemilihan benih atau bibi ikan lele yang berkualitas tinggi agar menghasilkan panen berlimpah nan menguntungkan. Dari beberapa analisis usaha budidaya ikan lele, bisa disimpulkan bahwa bibit ikan Lele Sangkuriang, yang merupakan hasil pembibitan anak negeri, adalah satu diantara bibit ikan lele kualitas unggulan. Adapun beberapa syarat atau ciri khas bibit ikan lele unggulan adalah :
         • Bebas dari bibit penyakit
          • Tubuhnya licin, kulitnya mengkilap
          • Tanpa ada cacat tubuh
          • Gerakannya lincah sehingga gaya renangnya pun normal
          • Panjang bibit kisaran 5-7cm
Sesudah memilih bibit jenis unggulan, maka tahapan selanjutnya cara budidaya ikan lele untuk pemula adalah dengan menyesuaikan bibit dengan suhu air. Masukkan bibit kedalam wadah dan biarkan bibit tersebut berenang selama 15 menit. Kemudian miringkan wadah tadi, dan biarkan bibit berenang keluar dan masuk ke dalam lahan kolam. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan bibit dari stres pasca menempati lingkungan atau habitat baru.





3. Pakan Budidaya Ikan Lele
Sesuaikan pakan ini dengan kebutuhan, umumnya ikan lele membutuhkan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Contoh : Bobot ikan lele 50gr, maka pakannya 2,5gr atau 5% dari bobot tubuhnya. Jadwal pemberian pakan pun disesuaikan, 4-5 kali sehari. Sebagai hewan nocturnal, ikan lele akan aktif bergerak di malam hari, maka pertimbangkan untuk memperbanyak pakan lele di sore dan malam hari. Dan jangan sampai terlambat, karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, akan memangsa sejenisnya yang berukuran lebih kecil demi memenuhi kebutuhan pangan.
Kandungan nutrisi yang harus dipenuhi dalam pakan lele adalah :
            • 30% protein
            • 15% lemak
            • 20% karbohidrat
            • Sisanya vitamin dan mineral
Disarankan untuk memberikan pakan tambahan berupa ampas tahu, keong mas, dan limbah ayam.

4. Perawatan
Cara budidaya ikan lele selanjutnya adalah pengelolaan air kolam, sebagai bagian dari tahapan perawatan dan pemeliharaan. Kualitas air harus dijaga setiap hari, dengan cara :
• Singkirkan dan buang sisa makanan yang tak habis di kolam
• Buang sepertiga air bagian bawah, karena tingkat munculnya bibit penyakit      
   lebih tinggi pada endapan air terbawah
• Buang lumpur endapan kolam. Lumpur ini berbau busuk dan mengandung
   amonia serta hidrogen sulfida – penyebab utama gagal panen
5. Pengendalian Hama Penyakit
Hama yang biasa menyerang ikan lele bisa dibagi menjadi 2 yaitu :
• Predator : hama ini pada umumnya menyerang dari luar kolam, seperti Linsang, Ular sawah, Musang Air, Burung, dan Sero. Untuk menghindari serangan predator ini, Anda bisa memasang pagar sekeliling kolam, jaring atau saringan di jalan masuk dan keluar air.
• Mikroorganisme : Protozoa, Virus dan Bakteri. Ketiganya adalah penyebab penyakit yang paling mematikan pada budidaya ikan lele, seperti bintik putih, luka di kepala dan ekor, serta kembung perut.

Untuk itu tetap jaga kualitas air, frekuensi pembersihan kolam dan frekuensi pemberian pakan.

6. Panen Ikan Lele
Nah, inilah yang Anda petik dari hasil kerja keras Anda membudidaya ikan lele. Yang perlu Anda ingat adalah sebelum memanen, hendaknya jangan diberikan pakan agar lele tidak buang kotoran saat dipanen. 9-12 ekor per kg dengan bobot 500gr per ekor siap Anda panen setelah mempraktekkan cara budidaya ikan lele untuk pemula diatas.


C. Hambatan Bisnis
Ikan lele termasuk ikan yang sangat mudah dibudidayakan. Secara kasar orang dapat mengatakan bahwa ikan ini jika dipelihara dalam “comberan” saja bisa hidup. Namun dalam budidaya ikan lele ada beberapa permasalahan, terutama permasalahan dalam bidang non teknis budidaya. Disini akan dibahas beberapa permasalahan yang ditemui dalam budidaya ikan lele dari segi sosial ekonomi.

1. Benih
Sejak tahun 2004, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah merilis jenis ikan lele baru yaitu ikan lele sangkuriang yang merupakan hasil perbaikan genetik induk ikan lele dumbo melalui cara silang balik antara induk betina lele dumbo generasi kedua (F2) dengan induk jantan lele dumbo generasi keenam (F6). Ikan lele sangkuriang memiliki sifat lebih unggul dibandingkan ikan lele dumbo biasa. Dengan sifat-sifat yang unggul ini menjadikan ikan lele sangkuriang sebagai primadona baru dalam dunia budidaya ikan. Hal tersebut ditambah jumlahnya yang masih sedikit menjadikan harga benihnyapun naik.
Permasalahan yang ditemukan di lapangan adalah, tidak bisa dibedakannya antara ikan lele dumbo dan ikan lele sangkuriang (karena ikan lele sangkuriang itu sebenarnya ikan lele dumbo juga). Karena harga ikan lele sangkuriang yang tinggi, banyak pedagang benih berlaku curang dengan menjual benih ikan lele dumbo sebagai ikan lele sangkuriang. Hal ini dikarenakan belum adanya sertifikasi khusus untuk benih ikan lele sangkuriang. Selain itu juga benih ikan lele sangkuriang yang telah beredar di masyarakat jika sudah besar dijadikan kembali sebagai induk, sehingga perkembangbiakkannya tidak terkendali. Hal seperti ini bisa mengakibatkan nasib ikan lele sangkuriang menjadi sama seperti ikan lele dumbo yang sudah inbreeding sehingga menghasilkan kualitas benih yang menurun.

2. Pakan
Biaya pakan memakan sekitar 60-70% dari total biaya produksi perikanan. Permasalahan yang ditemui adalah harga pakan selama ini cenderung tinggi dan terus-menerus naik, sehingga pembudidaya ikan harus mengencangkan ikat pinggang karena harga panen mereka yang tidak kunjung naik. Tingginya harga pakan disebabkan beberapa bahan baku yang masih impor sehingga harganya mahal. Apalagi untuk ikan lele yang sifatnya karnivora, membutuhkan pakan dengan kandungan protein yang tinggi. Sedangkan pembudidaya ikan saat ini sangat tergantung kepada pakan buatan pabrik. Sebenarnya bahan-bahan lokal yang bisa digunakan untuk pakan alternatif banyak terdapat di Indonesia. Namun pembudidaya ikan belum memiliki kemandirian dalam menciptakan pakan alternatif untuk mengurangi biaya produksi akibat pakan.

3. Pedagang
         Ikan lele merupakan ikan yang unik dalam sistem agribisnis. Tidak seperti ikan lain yang semakin besar ukurannya harganya akan semakin mahal, ikan lele justru semakin besar harganya akan turun. Yang menjadi masalah adalah, setiap panen pasti ikan lele akan memiliki tiga ukuran panen yaitu ukuran besar (biasa disebut BS), sedang (biasa disebut daging), dan kecil (biasa disebut sortiran) sehingga otomatis akan ada ikan besar setiap panen. Ikan lele berukuran BS biasanya harganya akan turun disebabkan karena beberapa hal diantaranya ukuran yang disukai adalah ukuran 1 kg isi 7-10 ekor karena pas dengan piring pecel lele, dan karena ikan lele saat ini baru disajikan dalam bentuk pecel lele (yang dijual satuan) maka penjual pecel lele akan lebih menyukai membeli ikan lele yang dalam satu kilogramnya berisi lebih banyak ikan.
        Permasalahan yang sering ditimbulkan oleh pedagang pengumpul hasil panen pembudidaya ikan adalah mereka sering memainkan harga. Disaat ikan lele sedang banyak di pasaran, pedagang akan menghitung ikan lele pedaging yang ukurannya agak besar sebagai ikan lele BS. Sedangkan disaat ikan lele sedang jarang di pasaran (yang seharusnya harga ikan lele naik), pedagang akan bertahan dengan harga yang lama yang mengakibatkan pembudidaya ikan harus menjual hasil panennya agar tidak memelihara lebih lama lagi. Sebab jika dipelihara lebih lama lagi akan memakan ongkos pakan lebih banyak dan ikan yang dihasilkan akan berukuran BS sehingga harganya akan turun-turun juga.

4. Daerah yang minim air
        Usaha pembenihan ikan lele dumbo umumnya terbatas pada daerah sentra pembenihan yang memiliki potensi sumber air melimpah. Hal ini menyebabkan kendala bagi kegiatan budidaya ikan lele dumbo pada daerah yang minim air khususnya pada tahap pembenihan. Mengatasi masalah terbatasnya air tersebut, muncul suatu teknologi sistem pembenihan dengan mengoptimalkan pemanfaatan air yang disebut dengan teknologi sistem resirkulasi tertutup. Sistem resirkulasi tertutup merupakan suatu teknologi pemanfaatan air secara terus-menerus tanpa ada pergantian air selama proses budidaya, namun dalam sistem ini juga memiliki kelemahan yaitu menumpuknya bahan organik yang berasal dari sisa pakan dan feses (Sasongko,2001).

5. Hama dan Penyakit
a. Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu
     
kehidupan      lele.
b. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele antara lain:
berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan gabus dan belut.
c. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya
           
katak dan kucing. Pemeliharaan lele secara intensif tidak banyak diserang hama.


D. Strategi Bisnis
Strategi pemasaran yang kami lakukan didalam pemasaran hasil panen ikan lele tentunya saling berkaitan dengan pasar yang kami bidik dalam pemasaran.Antara lain:

1. Apabila pada saat musim panen ikan harga ikan lele kususnya dipasaran sedang tinggi, tentunya kami akan memasarkan hasil panen ke pasar ikan (PERIKANAN) yang nantinya kami harapkan bisa mendapatkan harga yang semaksimal mungkin.

2. Sedangkan apabila harga jual ikan sedang turun (penawaran di pasar ikan sama dengan penawaran pengepul ikan)tentunya kami lebih memilih untuk menjual hasil panen ke pengebul ikan, dengan pertimbangan kita lebih menghemat tenaga.
3.Untuk menanggulangi berlebihannya hasil panen yang tak tejual terkadang kami langsung menjual ke pedagang padagang yang ada dipinggir jalan, seperti penjual masakan padang,penjual nasi pecel lele,dll.

E. Analisa Bisnis
Sebagai bahan pertimbangan, ada baiknya jika kita menganalisa kelayakan usaha serta perhitungan laba rugi dari ternak lele agar kita dapat memperkirakan berapa modal yang di butuhkan serta keuntungan yang di dapatkan ketika kita menjalnkan usaha ternak lele. Namun demikian, perhitungan di bawah ini tidak baku karena bisa berubah tergantung harga di daerah masing - masing serta indikator lain terkait model ternak budidaya lele seperti apa yang anda jalankan. Apakah menggunakan kolam tanah permanen ataukah menggunakan kolam terpal, ini jelas mempengaruhi berapa modal yang di butuhkan dan berapa margin
keuntungan yang anda dapatkan.
Berikut ini, saya sajikan analisa usaha ternak lele dalam kolam terpal dengan tahapan pembesaran ikan lele.




Analisa Usaha Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal;
1. Biaya Investasi
              a. 1 Buah kolam terpal ukuran 5 x 3 x 1 Meter @RP.320,000    = Rp. 320,000
              b. 1 Batang Bambu @Rp. 100,000                                              = Rp. 100,000
              Jumlah                                                                                          = Rp.420,000
2. Biaya Produksi
    a. Bibit Lele 3000 ekor @Rp.100                                                = Rp.300,000
    b. Pakan Selama 3 Bulan = 240Kg x Rp.8000/kg                        = Rp. 1,920,000
    Jumlah                                                                                          = Rp. 2,220,000
             Biaya TOTAL Modal  Awal                                                       = Rp. 2,640,000
3. Perkiraan Hasil Penen
    a. Presentase kematian ikan 30% = 900 Ekor ( 3000 - 900 = 2,100 ekor ).
    b. Besar ikan Lele Konsumsi 7 kg/ekor
    c. Hasil panen 1 kolam = 2,100 ekor / 7 = 300 Kg x Rp12,000 = Rp.3,600,000
4. Keuntungan
     a. Panen utama = 3,600,000 - 2,640,000 = Rp.960,000
     b. Panen selanjutnya Rp3,600,000 - Rp2,220,000 = Rp1,380,000
ikan lele siap panen berumur 3 bulan, kalau ada 3 sampai 4 kolam terpal maka bisa menjadi pendapatan rutin perbulan, analisa tersebut untuk kolam terpal yang berukuran 5x3x1 meter. Dari perkiraan analisa usaha i atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa untuk setiap satu kolam terpal dengan modal Rp. 2.220.000,- andan bisa mendapatkan keuntungan sebesar Rp, 1. 380.000, -. Jika anda ingin menambah keuntungan anda bisa menambah jumlah kolam terpal sehingga keuntungan anda bisa berlipat ganda namun juga membutuhkan modal yang tidak sedikit. Alangkah baiknya jika anda mencoba menjalankan usaha ternak lele secara bertahap mulai dari pembenihan, penjualan bibit ikan lele baru mencoba pembesaran.
Namun, jika modal anda memang besar, anda bisa membuat kolam lebih besar dengan daya tebar lebih besar sehingga keuntungan anda juga akan semakin besar.Bottom of Form



Tidak ada komentar:

Posting Komentar