Sabtu, Agustus 5

Persiapan Pribadi Pengusaha Muda

Pada dasarnya semua orang pasti bisa berwirausaha. Dalam menjalankan suatu usaha, seseorang harus selalu bekerja keras dan berpikir secara cerdas dalam menjalankan usaha yang dirintisnya. Tidak mudah memang. Dalam artikel ini dijelaskan bahwa ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk menjadi pengusaha muda, yaitu kepribadian, keterampilan, kekuatan, kemauan merealisasikan mimpi menjadi kenyataan.


1. Membangun Kepribadian Pengusaha Muda

Kepribadian yang matang memudahkan kita untuk mengenal diri sendiri, memahami perubahan sikap mental, dan menyesuaikan diri dengan orang lain.

Berikut merupakan hal yang terkait dengan usaha membangun kepribadian :

a. Mengenal Diri Sendiri
- Mengenal karakter pribadi
- Mengenal bakat dan kemampuan

Pengenalan diri sendiri diperlukan untuk menuntun pengusaha dalam menemukan, menentukan, dan menjalani profesi sebagai pengusaha. Dengan mengenal diri sendiri, maka peluang untuk mengambil tindakan yang salah akan semakin kecil.

b. Mempersiapkan Perubahan Sikap Mental
- Siap menghadapi ketidakpastian
- Siap mengatakan "bisa"
- Siap bekerja keras,  tekun dan sabar
- Berani mengambil resiko dan jangan sampai rugi

Ada beberapa kondisi yang membedakan antara seorang pengusaha dan pegawai. Salah satu yang dihadapi pengusaha adalah ketidakpastian, sedangkan seorang pegawai sudah bekerja sesuai dengan kemampuan dan kepastian karena mendapat gaji, tunjangan, dsb.

2. Mempersiapkan Keterampilan Pengusaha Muda

Untuk menjadi pengusaha muda yang sukses diperlukan beberapa keterampilan softskill yang harus dikuasai, yaitu :

a. Menjaga reputasi
b. Kemampuan membangun jaringan
(1) Menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat
(2) Menjadi anak gaul, punya teman lebih dari 250 orang melalui belajar berorganisasi dan bermasyarakat
(3) Buat kartu nama yang menarik dan spesifik,  kemudian sebarkan pada teman baru
(4) Tawarkan persahabatan yang tulus,  jangan terkesan memanfaatkan

c. Naluri mengenali peluang usaha
d. Kemampuan Persuasi dan Negosiasi

3. Membangun Usaha Saat Muda

Alasan mengapa kita harus membangun usaha saat muda, antara lain :
- Adanya kekuatan positif yang dimiliki kaum muda
- Semangat yang tinggi untuk meraih mimpi
- Daya nalar dan sistematika berpikir yang cukup baik
- Kemampuan fisik yang prima
- Kreativitas yang masih sangat tinggi
- Ada peluang cukup besar berwujud potensi yang perlu dikembangkan dari kaum muda
- Waktu yang masih cukup longgar ketika masih muda

4. Merealisasikan Mimpi Menjadi Kenyataan

Pengusaha yang berhasil adalah seorang pengusaha yang mampu bermimpi, bersemangat, dan bertindak untuk mencapai tujuan.
Ada pertanyaan yang timbul, "Mengapa anak muda harus bermimpi menjadi pengusaha?"
Jawabannya adalah :
1. Persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat
2. Kebebasan menentukan nasib sendiri dan kebebasan berkreasi
3. Potensi mendapatkan penghasilan yang tinggi
4. Idealisme mengurangi angka pengangguran

Setelah bersemangat menjadi pengusaha muda, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai mimpi tersebut, yaitu :
1. Mengubah impian menjadi visi
2. Menyusun rencana strategis
3. Menetapkan rencana jangka pendek
4. Melaksanakan usaha


Salah satu sosok inspiratif yang dapat dijadikan panutan dan motivasi untuk berwirausaha sejak muda adalah Nadiem Makarim. Pria kelahiran 4 Juli 1984 ini memiliki ide briliant untuk membuat sebuah situs yang menawarkan jasa ojek secara online dengan nama Go-Jek.

Riwayat Hidup Nadiem
Setelah lulus dari Brown University AS dengan Jurusan International Relations, selama satu tahun, Nadiem sempat mengikuti foreign exchange di London School of Economics. Tak puas menjadi sarjana, Nadiem pulang ke Indonesia dengan menyandang gelar MBA (Master of Business Administration) dari Harvard Business School.

Tak butuh waktu lama bagi Nadiem untuk dapat terjun ke dunia kerja. Berbekal ijazah yang dimilikinya, Nadiem direkrut menjadi Management Consultant di sebuah lembaga konsultan ternama McKinsey & Company. Di perusahaan ini, Nadiem menghabiskan waktu 3 tahun di kantor mereka di Jakarta.

Selain pernah bekerja di perusahaan konsultan, ia juga pernah bekerja menjadi Co-founder dan Managing Editor Zalora Indonesia dan Chief Innovation Officer Kartuku. Sebelum akhirnya pada tahun 2011 lalu ia memutuskan untuk membangun usahanya sendiri yakni Go-Jek.

Langkah Nadiem mendirikan Go-Jek berawal dari kebiasaanya yang suka nongkrong dengan Sopir ojek. Dari hasil suka nongkrong, dia mengetahui bahwa dari seharian, mayoritas waktu Sopir ojek dihabiskan untuk menunggu penumpang sehingga tidak produktif.

Padahal menurut Nadiem, kemacetan dan deretan kendaraan mengular menghiasi jalanan ibukota setiap hari, justru akan memberikan berkah bagi para tukang ojek karena sebagian besar orang akan lebih memilih ojek sebagai sarana transportasi ketimbang mengendarai roda empat yang pasti akan terjebak macet.

Berawal dari dua hal inilah, Nadiem memutuskan untuk mengintegrasikan para tukang ojek dengan pelanggannya agar lebih produktif lagi. Dan akhirnya, pada tahun 2011, ia dan teman-temanya mendirikan perusahaan bernama Go-Jek. Perusahaan ini menaungi para pengojek di berbagai wilayah Jakarta. Hingga kini sudah ada sekitar 1000 pengojek yang bekerja sama dengan perusahaannya.

Nadim pun melakukan berbagai inovasi, untuk mengubah citra seorang yang selama ini terkesan kurang baik di mata masyarakat. Driver Go-Jek pun disulap menjadi lebih baik dengan menambahkan fasilitas-fasilitas baru seperti seragam bercorak hijau sebagai identitasnya dan helm berlabel SNI. Go-Jek pun memberikan layanan pick up , dan juga fasilitas mobile app sehingga pelanggan dapat memesan layanan melalui telepon genggam.
Untuk masalah keamanan, Go-Jek dilengkapi dengan GPS sehingga posisi ojek bisa dipantau melalui smartphone. Pengemudi Go-Jek pun diharuskan telah lulus tes mengemudi dan memiliki SIM. Untuk masalah tarif, bisa diketahui dengan mengukur seberapa jauh jarak yang ditempuh. Selain itu, cara pembayarannya pun menggunakan credit (Gopay)
Untuk semakin memanjakan pelanggannya, Layanan Go-jek tak hanya mengantar penumpang, tapi juga layanan antar barang dan juga layanan shopping bagi yang ingin berbelanja tanpa harus keluar rumah.

Daftar Pustaka :
Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta (Universitas Mercu Buana).
http://hevri20heru.blogspot.co.id/2013/03/persiapan-pribadi-pengusaha-muda.html?m=1
http://www.fiskal.co.id/berita/fiskal-5/5888/nadiem-makarim,--sosok-dibalik-suksesnya-gojek#.WXxip8sxXqC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar