Senin, Agustus 21

PESATNYA PERKEMBANGAN USAHA "SHOPBACK"

PERKEMBANGAN SHOPBACK

Apa itu ShopBack?

ShopBack adalah cara cermat dan hemat belanja online di Indonesia. Anda bisa mendapatkan Cashback s/d 30% setiap belanja atau menggunakan transportasi online melalui ShopBack.
 Cashback tersebut bisa dicairkan kembali dalam bentuk uang tunai ke rekening Anda. ShopBack Aman & Terpercaya karena sudah bekerja sama resmi dengan 500 lebih e-commerce dan layanan online populer seperti Tokopedia, Lazada, Zalora, Tiket.com, Grab, Uber, Gojek, dan masih banyak lagi!

Perjalanan Bisnis ShopBack Setelah dua tahun Beroperasi di Tanah Air

Sekitar dua tahun yang lalu, bertepatan dengan Tech in Asia Jakarta 2015, platform cashback asal Singapura ShopBack resmi mengumumkan kehadiran mereka di tanah air. Namun pada saat itu, mereka baru menghadirkan beberapa tim asal Singapura dan belum membentuk tim operasional di tanah air.
“Baru pada bulan Januari 2016, ShopBack merekrut saya dan beberapa orang lain,” ujar Indra Yonathan, Country Manager dari ShopBack di Indonesia. Sebelum bergabung dengan Shopback, Yonathan merupakan VP of Strategic Marketing Partnerships di Lazada.
Dan setelah satu tahun beroperasi di tanah air, Yonathan mengaku kalau ShopBack telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.

Miliki ratusan ribu pengguna aktif

ShopBack sendiri merupakan platform yang bisa memberikan kamu sejumlah uang (cashback) setiap kali kamu berbelanja di e-commerce atau layanan online yang bekerja sama dengan mereka. Cashback tersebut nantinya bisa kamu pindahkan ke rekening kamu apabila telah berjumlah lebih dari Rp50.000.
“Masyarakat Indonesia sangat suka dengan diskon dan cashback, itulah mengapa layanan kami menjadi cukup populer di sini,” tutur Yonathan. Ia mengklaim kalau saat ini ShopBack telah mempunyai 700 ribu pengguna di tanah air, dan empat puluh persen di antaranya merupakan pengguna aktif.
Bila ShopBack terus memberikan cashback kepada pengguna, lalu dari mana mereka mendapat keuntungan? Menurut Yonathan, bisnis mereka sebenarnya tak jauh berbeda dengan layanan affiliate marketing lainnya.
ShopBack akan mendapat komisi dari para e-commerce apabila ada pengguna ShopBack yang kemudian berbelanja di e-commerce tersebut. “Perbedaan kami dengan layanan lain adalah kami menyisihkan sebagian komisi yang kami dapat untuk diberikan kepada pengguna,” tutur Yonathan.
Saat ini sudah ada sekitar 110 e-commerce yang bekerja sama dengan ShopBack, mulai dari LazadaZaloraTokopediaBukalapak, hingga MatahariMall.
Selain memberikan nilai tambah kepada pengguna dalam bentuk cashback, ShopBack pun menghadirkan layanan yang menguntungkan bagi pelaku e-commerce karena mereka hanya mengenakan komisi apabila benar-benar terjadi transaksi (cost per sale alias CPS). Menurut Yonathan, mayoritas layanan affiliate marketing di Indonesia masih mengenakan biaya cost per click (CPC).
Selain ShopBack, telah ada beberapa startup lain yang berusaha menghadirkan layanan cashback di tanah air, seperti Snapcart dan Paprika.

Tantangan mengedukasi pasar

Saat ini ShopBack telah beroperasi di enam negara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Filipina, dan Taiwan. Dan di setiap negara tersebut, Yonathan mengakui kalau mereka menghadapi tantangan dan karakter pengguna yang berbeda-beda.
“Di Singapura, banyak yang menggunakan ShopBack untuk membeli sayuran dan keperluan rumah tangga. Sedangkan di Indonesia, para pengguna masih cenderung membeli barang elektronik dan pakaian,” tutur Yonathan.
ShopBack mengakui kalau saat ini mereka masih terus berusaha untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang bisnis cashback. “Untuk belanja online saja orang masih banyak yang bertanya-tanya tentang cara membeli dan metode pembayaran, apalagi ketika mereka diajak menggunakan layanan cashback.”
Itulah mengapa dari 22 orang karyawan yang mereka miliki saat ini, mayoritas didominasi oleh tim operasional dan customer service. Demi mempopulerkan layanan mereka, ShopBack pun berkali-kali mengajak mitra mereka untuk melakukan berbagai promo dengan tema yang berbeda-beda, agar bisa menjangkau konsumen dengan lebih spesifik.
Ditahun 2017 usaha "SHOPBACK" berkembang begitu pesat.



Referensi : -web : shopback.co.id
                    -Pradipta NugrahantoWebpower)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar