Minggu, Desember 3

Festival Wirausaha dan "Gregetnya"

TINJAUAN SECARA UMUM  MENGENAI KEGIATAN FESTIVAL KEWIRAUSAHAAN
Pada tanggal 23, 24 dan 25 November 2017 terdapat sebuah kegiatan yaitu Festival Kewirausahaan. Kegiatan ini bekerja sama dengan Universitas Mercu Buana dan juga KOPERTIS Wil. 3.
Bertempatan di gedung Universitas Mercu Buana, kegiatan ini bertemakan ‘The Spirit of Entrepreneur’ dimana kegiatan ini bertujuan untuk para mahasiswa agar dapat menjadi seorang pengusaha serta dapat pula sebagai wadah perkembangan bisnis dan usahanya bagi para mahasiswa yang sudah merintis bisnis lebih dulu.
Pada kegiatan ini terdapat berbagai festival, antara lain terdapat festival produk dan festival ide. Serta ada berbagai seminar nasional kewirausahaan diantaranya seperti seminar kewirausahaan, talkshow kewirausahaan, workshop kewirausahaan, dan juga terdapat gathering pengusaha.


TINJAUAN SECARA KHUSUS MENGENAI KEGIATAN FESTIVAL KEWIRAUSAHAAN
Pada kesempatan kali ini kami berkunjung ke festival kewirausahaan yang bertempatkan di atrium Universitas Mercu Buana. Terdapat banyak stand disana, mulai dari stand makanan, stand minuman, serta berbagai stand pakaian dan accesories.
Kami mengunjungi salah satu stand yang bernama Aneka Kuliner. Di stand ini terdapat dua pelayan, keduanya berasal dari program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Mercu Buana.  Mereka menjual berbagai macam makanan antara lain :
-Risol mayu seharga Rp. 3000
- Silky puding seharga Rp. 5000
- Ayam kologe seharga Rp. 15000
- Tahu Rambutan seharga Rp. 5000
Selain makanan diatas, stand ini juga menjual berbagai hijab cantik dan juga gelang.
Lalu kami juga melakukan sedikit wawancara kepada sang pemilik stand. Mereka berkata bahwa tujuan dari didirikannya stand ini adalah untuk berpartisipasi dalam acara festival kewirausahaan ini, disamping itu mereka juga ingin belajar berwirausaha.
Lalu alasan mengapa mereka memilih menjual makanan di dalam kegiatan ini adalah karena menurut mereka ada banyak stand lain yang menjual makanan dan minuman namun belum ada yang menjual nasi atau makanan utama, oleh karena itu mereka menjual ayam kologe. Dimana ayam kologe itu terdapat nasi, ayam kologe, serta saus sambal di dalam satu wadah berkemasan plastik transparant. Disamping itu pula alasan lain karena menjual makanan menurut mereka jauh lebih menguntungkan dan lebih banyak yang berminat dibanding menjual pakaian. Saat ditanya mengenai keuntungan perhari, menurut mereka keuntungan dari menjual makanan di stand ini adalah dua kali lipat dari modal yang mereka keluarkan.

KESAN DAN PESAN, KRITIK MENGENAI KEGIATAN DI FESTIVAL KEWIRAUSAHAAN

KESAN DAN PESAN
Kesan dan pesan dari kami setelah mengunjungi acara festival kewirausahaan ini adalah sangat bermanfaat karena dapat menjadi ajang untuk pengembangan bisnis bagi para mahasiswa yang sudah lebih dulu merintis bisnisnya, serta menjadi wadah untuk belajar menjadi wirausahawan yang baik bagi para mahasiswa pemula.

KRITIK
Kritik dan saran dari kami setelah mengunjungi acara festival kewirausahaan ini adalah masih banyak mahasiswa yang malas atau tidak tertarik untuk berkontribusi serta turut meramaikan acara festival ini, akibatnya acara tidak terlalu ramai seperti yang diharapkan. Sarannya adalah agar pihak kampus atau pihak penyelenggara lebih mempromosikan acara ini dengan lebih giat lagi serta mengadakan acara tambahan yang lebih seru agar para mahasiswa tertarik untuk berkunjung ke festival kewirausahaan ini, dengan kata lain supaya "greget-nya" makin berasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar