Jumat, Desember 1

The Spirit of Entrepreneur


  • Tinjauan secara Umum

Acara seminar nasional kewirausahaan yang diselenggarakan oleh RISTEK DIKTI Kopertis Wilayah III dan Universitas Mercu Buana pada hari sabtu 25 November 2017 ini bertemakan tentang The Spirit of Entrepreneur. Seminar nasional tersebut diisi oleh dua pembicara yang ahli dalam bidangnya masing-masing.
Acara berlangsung dengan seru, menarik serta menghibur para audience yang ada dalam seminar.  Diakhir acara seperti seminar pada umumnya tersedia sesi tanya-jawab kepada para pengisi acara. Audience sangat aktif dan berpartisipatif untuk bertanya kepada para narasumber. Seminar ditutup dengan pembacaan doa dan pemberian piagam kepada narasumber.



  • Tinjauan secara Khusus

     Dalam Seminar Nasional kewirausahaan tersebut memberikan semangat serta tips and trick untuk memulai sebuah usaha. Narasumber yang didatangkan untuk mengisi acara adalah CEO Bandung Banana Riezka dan Bapak Bagus Rachman Direktur Bisnis dan Pemasaran LLP-KUKM. Materi atau informasi yang disampaikan oleh para narasumber sangat ringan dan bermanfaat untuk belajar memulai bisnis.


     Materi pertama disampaikan oleh Reizka yang mencoba berwirausaha dari umur 18 tahun. Ia sudah mencoba berbagai macam bisnis hampir 9 kali, dan selalu gagal, sampai akhirnya bisnis es pisang ijo lah yang membuatnya sukses seperti sekarang dan juga membangun bisnis yang kedua yaitu Bandung Banana. 

Bisnis pisang ijo yang ia geluti dimulai dari tahun 2007 dan Bandung Banana yang awalnya bernama tokyo banana. Untuk pemasarannya Banana cake atau Bandung Banana Riezka menggunakan media sosial seperti instagram. Saat ini selain berwirausaha Riezka juga mengisi seminar, tidak hanya didalam negri tetapi juga di luar negri seperti malaysia, hongkong, dan korea.
     Riezka juga membagikan hal-hal penting yang harus diperhatikan saat berbisnis yaitu;

  1. Tentukan produk yg tepat : harus unik, dan membuat orang penasaran.
  2. Buat strategi pemasaran : broadcast yg bagus membuat infografis, testimoni, memggunakan social media, dan branding.
  3. Tentukan lokasi yang pas : mencari tempat yg ramai, harus berada disebelah kiri arah jalan pulang kerumah.
  4. Bangun sistem : pelajari seluk beluk bisnisnya, membangun kerja tim, membuat duplikasi, buat atau struktur kepemimpinan.
  5. Kelola keuangan : kalau mendapat profit di tabung dan di investasikan, tidak dihambur hamburkan.



    Pembicara yang kedua yaitu Bapak Bagus Rachman yang bercerita tentang awalnya ia merasa terjebak menjadi seorang PNS, dan kemudian menjadi Direktur Bisnis dan Pemasaran LLP-KUKM. Iya juga memberikan beberapa tips kepada peserta jika ingin usaha atau bisnis yang sedang dijalani mendapatkan franchise, yaitu :
  1. Harus mempunyai merek atau brand untuk menjadi distributor
  2. Membuat usaha yg paling mudah dan membuat kelompok usaha.



  • Kritik, Saran, Kesan dan Pesan
     Kritik, pengemasan acara seminar nasional kewirausahaan sudah sangat bagun dan menarik. Tetapi sangat disayangkan, narasumber yang memiliki usaha dalam bidang makanan ringan/owner dari usahanya kurang menceritakan tentang bagaimana proses beliau menjalankan bisnisnya. Serta moderator yang memimpin seminar terlihat terlalu menggoda salah seorang narasumber.
     Saran, untuk ke depannya atau untuk seminar nasional kewirausahaan yang akan datang lebih diperhatikan kembali dan membriefing narasumber untuk menyampaikan materi yang sesuai dengan tema seminar.
    Kesan selama mengikuti seminar nasional kewirausahaan kami sebagai audience sangat terhibur dengan pengemasan seminar yang menarik dan juga mendapatkan ilmu kewirausahaan yang bermanfaat.
     Pesan, lebih disiapkan kembali peralatan penunjang jalannya seminar seperti file atau video yang akan ditampilkan dan microphone yang akan digunakan pada sesi tanya jawab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar