Selasa, Maret 27

BISNIS SEJAK DINI ? SIAPA TAKUT!

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta memotivasi bagaimana cara menjadi mahasiswa berani berbisnis sejak dini.

Kata kunci : Mahasiswa, Berani, Bisnis dan Peluang






A.   Pendahuluan
1.   Latar belakang

            Bisnis merupakan aktivitas yang selalu ada di sekitar kita dan dikenal oleh kaum muda hingga kaum tua. Pada era globalisasi saat ini, masyarakat Indonesia khususnya para mahasiswa masih bingung dengan manfaat dan tujuan dari bisnis tersebut. Bangsa Indonesia, merupakan bangsa yang memiliki kekayaan alam yang melimpah jika kita tidak pandai mengatur itu semua, maka bangsa kita akan jatuh ke dalam keterpurukan dalam hal perekonomian, kemiskinan dan menjadikan negeri kita gagal atau miskin. Pasti sebagai rakyat Indonesia kita tidak  mau jika hal tersebut terjadi di negara yang kita cintai.


                  Dilihat dari pertumbuhan ekonomi kita saat ini, jumlah pengangguran di Indonesia menduduki angka yang sangat fantastis. Namun, pemerintah belum bisa mengatasi problema tersebut. Jika adanya pasar kerja yang dibuka, masyarakat berbondong-bondong untuk menjadi pegawai negeri yang di impikan tetapi pekerjaan kita tidak hanya pegawai negeri saja. Masih banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan pewirausaha atau pengusaha.

                  Maka dari itu, kami ingin membahas makalah ini yang berjudul “Bisnis Sejak Dini ? Siapa Takut!” yang menjadi salah satu topik pembahasan kami. Kami berusaha untuk menyusun makalah ini semenarik mungkin agar para masyarakat khususnya mahasiswa dapat menyukai makalah ini. Sehingga, mahasiswa dapat mengenal dan mengerti bahkan mampu memahami serta menambah wawasan dalam dunia bisnis.  


2.   Kajian teori
a.     Pengertian Bisnis
                  Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.


                  Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.
Berikut beberapa pengertian bisnis menurut beberapa tokoh diantaranya :
a. Menurut Brown dan  Petrello: “Business is an institution which produces goods and services demanded by people”, yang berarti bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat sambil memperoleh laba. (1976)
b. Menurut Steinford: “Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”, yang berarti bisnis sebagai aktivitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. (1979)
c. Menurut Griffin dan Ebert: “Business is an organization that provides goods or services in order to earn provit” , yang berarti bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang dan jasa yang bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). (1996)
d. Menurut Hughes dan Kapor: “Business is the organized effort of individuals to produces and sell for a provit, the goods and services that satisfy societies needs. The general terms business refer to all such efforts within a society or within a industry”, yang berarti bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang  terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.
e. Menurut Allan Afuah: Bisnis adalah sekumpulan aktivitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara menggembangkan dan mentransformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen. (2004)
f. Menurut Glos, Steade dan Lowry: Bisnis merupakan jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standart serta kualitas hidup mereka.
g. Menurut Musselman dan Jackson: Bisnis merupakan suatu aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut.

c.     Pengertian Peluang
                  Peluang usaha adalah salah satu kata paling populer dan sering terdengar di telinga kita sehari – hari. Berhubungan dengan usaha untuk mencari atau menambah penghasilan, seseorang biasanya melakukan survei untuk menemukan peluang usaha yang tepat. Lalu sebenarnya apa sih pengertian peluang usaha itu sendiri?

                 
                  Peluang usaha terdiri dari dua kata yaitu ” peluang ” dan ” usaha “. Peluang yang dalam bahasa Inggris di sebut dengan opportunity yang memiliki arti sesuai dengan Kamus BesarBahasa Indonesia adalah kesempatan. Secara sederhana peluang di artikan sebagai kesempatan muncul atau terjadi pada satu peristiwa. Sementara itu, usaha memiliki pengertian berbagai daya untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Sehingga secara terminologis pengertian peluang usaha adalah kesempatan yang dapat dimanfaatkan seseorang untuk mendapatkan apa yang di inginkannya ( keuntungan – kekayaan – uang ) dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki.

                  Jadi peluang usaha adalah sesuatu yang sangat penting karena adanya peluang tentunya ada kesempatan untuk mencapainya, ingin membuka usaha di bidang tertentu pasti akan melihat ada nggak peluangnya untuk memenangkan pasar. Usaha apapun itu, dari bisnis modal kecil sampai yang membutuhkan modal seabrek, dari bisnis sampingan hingga bisnis utama, akan membutuhkan pertimbangan tentang potensi dan peluang pasarnya.

                  Ada beberapa ide peluang usaha yang dapat dicoba. Sebenarnya jika dirangkum, maka peluang usaha itu dapat digolongkan ke dalam 2 bidang saja yaitu : usaha offline dan usaha online. Pada usaha offline dapat meliputi usaha : usaha kuliner, salon kecantikan, sanggar senam, bengkel dan lainnya. Sedangkan usaha online meliputi : toko online, affiliasi, dropship, adsense dan lainnya yang kesemuanya itu membutuhkan pengetahuan di bidang internet dan komputer.

d.    Pengertian Mahasiswa
           Mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri atas sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum adalah universitas. Sepanjang sejarah, mahasiswa di berbagai negara mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara.


Menjadi Mahasiswa yang Berani Berbisnis

          Kendati belum menyelesaikan pendidikan formal, mahasiswa harus berani memulai wirausaha. Mahasiswa harus mengubah mindset dari jobseeker (pencari kerja) usai menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi job creator (pembuat lapangan kerja).


                  Kenapa harus sejak mahasiswa? Pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang akan mendapatkan pekerjaan layak. Jumlah lapangan kerja formal terbatas. Oleh karena itu, mahasiswa harus menyiapkan masa depannya sejak dini, agar mampu bersaing dan tidak menambah deretan pengangguran terdidik di negeri ini.

                  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Agustus 2017 jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,04 juta orang, naik 10 ribu orang year on year (yoy). Jumlah TPT tersebut mencapai 5,5% angkatan kerja. Padahal, menurut Indra, idealnya TPT sebuah negara hanya 3%. Sementara jika dirinci berdasarkan pendidikan, sebanyak 5,18% TPT adalah mereka yang berpendidikan sarjana. Angka tersebut terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana pada 2016 tercatat sebesar 4,98% dan 2015 sebanyak 4,87%. Sekarang pertanyaannya, kenapa harus berwirausaha? Selain karena banyak karakter positif yang bisa diperoleh mahasiswa, dengan berwirausaha mereka juga bisa membantu membuka lapangan kerja. Bisnisnya juga bisa diwariskan


Kesimpulan

         Dari artikel diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, berwirausaha tidak perlu menunggu dewasa. Kita bisa mulai mencoba dengan hal kecil.


Kisah pengusaha kreatif dan inovatif
                                                 
Ulfah Nurjanah
https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3557614/mahasiswi-cantik-ini-punya-seabreg-bisnis-dan-sukses-lulus-cumlaude

                  Perjuangan Ulfa Nurjanah menyelesaikan studi di tengah seabreg kegiatan usahanya jadi cerita inspiratif. Memiliki beberapa bisnis yang sukses, Ulfa hari ini wisuda dengan menyandang status cumlaude. Ulfa menceritakan pilihan berbisnis sambil kuliah sudah dilakoninya sejak semester awal pada tahun 2013. Saat itu dia masuk menjadi mahasiswa Unnes lewat jalur bidik misi. Sejak saat itu dia bertekad akan berusaha menghasilkan uang untuk membantu perekonomian keluarganya.

                  Dia mulai semangat berbisnis ketika mengetahui banyak wirausaha muda setelah menjalani awal perkuliahan. Untuk meminimalisir modal, dia menjadi reseller sepatu dan menjualnya lewat media sosial.
Tekad Ulfa memang tidak hanya berhenti sampai di situ. Ia menabung Rp 10 ribu per hari untuk modal usaha berikutnya. Persaingan pedagang online makin ketat dan ia berusaha menjual barang lainnya seperti, jaket, jilbab dan lainnya meski pendapatan sempat menurun.


                  Masih belum berhenti, kini Ulfa merambah bisnis kuliner yaitu makanan Mr. Cuki alias Cumi Krispi hingga bisa memiliki 6 outlet. Setiap outlet bisa menghasilkan pendapatan bersih Rp 150 ribu per hari.



Daftar Pustaka

 (Diunduh 27 maret 2018)

 (Diunduh 27 maret 2018)

Nugroho, Daru Setyo. 2013. Pola Pikir (Mindset) Wirausaha. Dalam : http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2017/11/29/mahasiswa-harus-berani-jajal-wirausaha-414809 (Diunduh 27 maret 2018)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar