Selasa, Maret 27

Memanfaatkan teknologi Internet dalam E-Commerce Pada bisnis perusahaan


Abstrak:
 Kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat menjadikan media elektronik menjadi media yang praktis dalam melakukan komunikasi bisnis. Globalisasi serta tingginya intensitas persaingan bisnis menuntut perusahaan untuk bisa memperhatikan dan memenuhi dinamika kebutuhan pelanggan dengan cara yang efektif dengan mengimplementasikan teknologi dalam perusahaan.
Salah satunya dengan menerapkan e-commerce.
Kata kunci:
E-commerce , teknologi internet
Pendahuluan:  
Kemajuan di bidang teknologi, komputer, dan telekomunikasi mendukung perkembangan teknologi internet. Dengan internet pelaku bisnis tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh informasi apapun, untuk menunjang aktivitas bisnisnya,bahkan sekarang cenderung dapat diperoleh berbagai macam informasi, sehingga informasi harus disaring untuk mendapatkan informasi yang tepat dan relevan. Hal tersebut mengubah abad informasi menjadi abad internet. Penggunaan internet dalam bisnis berubah dari fungsi sebagai alat untuk pertukaran informasi secara elektronik menjadi alat untuk aplikasi strategi bisnis, seperti: pemasaran, penjualan, dan pelayanan pelanggan. Pemasaran di Internet cenderung menembus berbagai rintangan, batas bangsa, dan tanpa aturan-aturan yang baku. 

Pembahasan:
    A.    Bisnis
 Menurut Scarborough (2014) dalam Rustamaji, Bisnis adalah seseorang yang menciptakan sebuah bisnis baru dengan segala risiko dan ketidakpastian untuk tujuan mendapatkan keuntungan dan pertumbuhan usaha yang teridentifikasi dari kemampuannya mendapatkan peluang yang baik dan kecakapan dalam memanfaatkan serta mengelola sumberdaya yang dimiliki.

Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. Berikut ini merupakan beberapa klasifikasi bisnis, antara lain:

1.      Manufaktur merupakan bisnis yang memproduksi barang yang berasal dari bahan mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contohnya seperti perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti pipa atau mobil.
2.      Bisnis jasa yaitu bisnis yang menghasilkan barang intangible dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang telah diberikan.
3.      Pengecer atau distributor merupakan pihak yang berperan sebagai perantara antara produsen dan konsumen.
4.      Usaha pertambangan dan pertanian merupakan perusahaan yang memproduksi barang-barang mentah seperti tanaman atau mineral.
5.      Bisnis keuangan adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
6.      Informasi bisnis adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari penjualan kembali properti intelektual.
7.      Utilitas adalah sebuah bisnis yang menjalankan layanan publik, seperti listrik dan air yang biasa didanai oleh pemerintah.
8.      Bisnis real estate yaitu bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan menjual, menyewakan dan pengembangan properti, rumah atau bangunan.
9.      Bisnis Transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi tujuan.
10.  Bisnis Online yaitu bisnis yang dilakukan secara online dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.
 
B.    E-commerce
E-commerce adalah  penyebaran,  pembelian, penjualan, pemasaran barang dan  jasa  melalui  sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan computer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana 4elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
E-Commerce menurut Martin Kütz dalam Rustamaji adalah pertukaran barang dan jasa antara (biasanya) organisasi independen dan / atau orang-orang yang didukung oleh penggunaan sistem  ICT (Information & Commucation Technology) yang komprehensif dan infrastruktur jaringan yang standar secara global.
Sistem E-commerce bertumpu pada resources internet dan jaringan komputer lain untuk menunjang setiap langkah dalam proses tersebut di atas
       1.      Business – to - Consumer Commerce
Menurut Alison dan Richard Ashton (1999:6) dalam prihastono (2010), konsultan teknologi informasi Amerika Serikat, ada dua strategi yang harus diperhatikan dalam Business-to-Consumer Commerce. “Pertama, strategi yang berkaitan dengan penarikan minat konsumen. Kedua, strategi yang berkaitan dengan penjagaan loyalitas konsumen.Sedangkan tip-tip agar Business-to-Consumer Commerce sukses adalah jagalah kesederhanaan, berikan nilai tambah, mudahkan cara pembelian, tunjukkan sertifikasi keamanan, menjaga privasi pelanggan, berikan harga terendah, mudahkan akses, berinomor bebas pulsa, usahakan tepat waktu, berilah jawaban secepatnya, gunakan penjawab otomatis, lakukan konfirmasi, berikan pengiriman terendah, dan sertakan garansi kepuasan.”
       2.      Business – to - Business Commerce
Menurut (Kastner, 1997) dalam prihastono (2010).Business – to - Business Commerce adalah situs perdagangan partai. Contoh: perusahaan penjaul produk ke perusahaan lain. Hubungan jaringan bisnis dengan perusahaan lain diperlukan untuk menjalin dan menjual produk disebut supply chain Supply Chain Management (SCM) adalah konsep manajemen yang mengintegrasikan manajemen dengan proses rantai persediaan. Tujuan dari SCM adalah untuk meminimalkan biaya, meningkatkan keuntungan, memperbaiki kinerja, dan memberi nilai tambah untuk bersaing.
Keutungan dari Berbisnis dari internet
            Menurut (Cronin, 1995). Untuk beberapa perusahaan, keuntungan yang diperoleh dari internet ditimbulkan dari kemampuan menjaga loyalitas konsumen, mengantisipasi kebutuhan konsumen mendatang,menanggapi kepedulian konsumen, dan memperbaiki pelayanan konsumen. Dari sudut pandang konsumen, perusahaan secara konsisten dapat memberikan yang terbaik,dengan menjaga kebutuhan masing-masing konsumen, mempertahankan kecenderungan pasar, menyediakan informasi yang ada hubungannya secara menarik,sewaktu-waktu, dimana saja dalam beberapa media, dan menyediakan pelayanan sesuai dengan kebutuhan konsumen.


Contoh Kasus :
Hendrik Tio: Pendiri Bhinneka.com, Website Ecommerce Terbesar Di Indonesia

Hendrik TioTiga belas tahun yang lalu, jika keputusan besar untuk total terjun dalam usahanya tidak jadi diambil, mungkin kini ia tidak akan menjadi seorang CEO dari perusahaan E-commerce terbesar di Indonesia, ialah Hendrik Tio pendiri situs Bhinneka.com. Dengan keadaan perkembangan internet yang masih
sangat minim pada tahun 1999-an, Hendrik Tio bersama beberapa rekan nya memberanikan diri untuk masuk dalam dunia bisnis yang belum terlalu diminati pada masa itu.
Dengan makin berkembangnya dunia internet saat ini, peningkatan akan tren jual beli online juga ikut terdorong naik dan makin populer. Namun tentunya bukan hal yang mudah untuk membuat basis website e-commerce yang mampu dipercaya dan menjadi pilihan bagi para konsumen dunia maya yang makin kritis dan dinamis. Paling tidak suka duka selama belasan tahun di dunia e-commerce tersebutlah yang menjadikan pijakan kuat bagi webstore besutan Hendrik Tio, Bhinneka.com.
Pada awalnya, Hendrik Tio bersama beberapa rekan sejawatnya yaitu Nicholas, Johannes, Darsono, dan Tommy berencana untuk melirik potensi dunia internet sebagai media pemasaran produk-produk IT yang mereka jual. Setelah diskusi yang cukup panjang, akhirnya ia memutuskan untuk total membuat sebuah webstore dengan nama Bhinneka.com sesuai dengan gerai toko nya yang bernama Bhinneka.

Hendrik Tio dan Inovasi Bisnis Ecommerce

Menurut beberapa sumber, saat ini webstore Bhinneka.com telah menduduki 1 dari 100 website yang paling banyak di kunjungi di Indonesia, dan dalam bidang e-commerce, Bhinneka sudah mampu masuk dalam jajaran teratas sebagai penyedia produk IT dan gadget yang berkualitas dengan harga yang dapat di buat “pas”. Maksudnya?
Mungkin banyak yang bertanya bagaimanakah Bhinneka di bawah kepemimpinan pria alumnus Universitas Sumatera Utara tersebut mampu menduduki posisi puncak dalam persaingan bisnis e-commerce di Indonesia saat ini. Lewat beberapa kesempatan, Hendrik memberikan bocoran serta tips dari pengalaman nya bertahun tahun mengelola situs Bhinneka.
Ia mengatakan untuk mampu bersaing di dunia bisnis internet ini, kita dituntut untuk memberikan inovasi bisnis yang matang dan mampu diterima oleh konsumen Indonesia yang terkadang masih berfikiran skeptis mengenai jual beli online. Salah satu nya adalah telah dikembangkanya system tawar menawar dari produk dari Bhinneka yang ingin di beli oleh konsumen.

Kesimpulan
Pada masa sekarang teknologi semakin canggih, E-commerce bukan hanya sekedar digunakan untuk membeli dan menjual produk secara Online. E-commerce mengubah proses pengembangan, pemasaran interaktif, penjualan, pemesanan, pengiriman, pelayanan, dan pembayaran produk dan jasa yang dibeli lewat internet secara on-line, juga komunikasi global konsumen secara virtual, menunjang jaringan rekan bisnis sedunia.
 




Daftar isi:
Cronin, Mary.Doing More Business on the Internet. 2nd ed. New York: VanNostrand Reinhold.1995
Prihastono.Endro.2010. PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET DALAM BISNIS
SUATU PERUSAHAAN E-COMMERCE. DINAMIKA TEKNIK Fakultas Teknologi Informasi Universitas Stikubank Semarang  Vol. IV, No. 2 Juli 2010 Hal 1 – 12
Rustamaji,koko.2015.model bisnis konvensional, warabala dan E-commerce, Modul perkuliahan Kewirausahaan I Universitas Mercubuana, Jakarta
https://www.maxmanroe.com/hendrik-tio.html
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar