Kamis, Maret 15

Change the mindset and increase motivation to move forward


Mengubah Pola Pikir dan Motivasi Berprestasi

            @Proyek-L02, @Startup-L03, @L07-Almira, @L09-Yulia, @L10-Rebekka
            Oleh: 1. Almira septemi yuna
                      2. Yulia puspitasari
                      3. Rebekka oktavia Nainggolan




ABSTRAK
Dalam berbagai kegiatan kita dapat menemukan berbagai masalah, pernyataan yang sering muncul adalah bagaimana cara  pola berpikir kita untuk menyalesaikan  masalah tersebut, di balik pokok permasalahan itu juga dibutuhkan berbagai motivasi dari pihak tertentu  agar ada dorongan pada diri, dan semangat untuk menghadapi masalah.
 Begitupula dalam  usaha yang kita jalankan, disini juga  kita dituntut bagaimana cara pola berpikir kita secara cepat dan tepat dapat menyelesaikan  masalah yang terdapat dalam  usaha kita agar dapat terselesaikan.
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya motivasi dari faktor internal dan faktor lingkungan eksternal terhadap minat berwirausaha seseorang dalam  berbisnis terutama masih  memulai usaha.  Artikel ini juga bertujuan agar pembaca mengetahui cara berpola pikir yang baikdalam berwirausaha.
Kata kunci: Pola pikir, motivasi, wirausaha.
PENDAHULUAN
Salah satu faktor untuk membangun keberhasilan berwirausaha yang paling utama adalah faktor dari diri sendiri yaitu bagaimana kita dapat bersikap kreatif dan  inovatif dalam berwirausaha, juga cara pola berpikir kita agar usaha yang dijalani tidak begitu saja tetapi ada perkembangan dari waktu ke waktu, keberhasilan usaha juga diperlukan semangat.
Semangat bisa ditimbulkan dengan menanamkan kesadaran dalam berusaha. Kemandirian dapat dibina dengan menanamkan keterampilan dan  pengetabuan. keinginan untuk melakukan inovasi, diperlukan juga pemahaman mengenai kewirausahaan yang dimulai sejak dini baik dilingkungan pendidikan maupun dilingkungan keluarga.
pengetahuan dan pelatihan serta pengalaman bekerja berpengaruh  positif terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa. Sedangkan latar belakang pendidikan dan pendidikan kewirausahaan keluarga tidak berpengaruh terhadap motivasi kewirausahaan mahasiswa. Akhirnya, disarankan agar institusi pendidikan lebih banyak memberikan materi mengenai kewirausahaan untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dalam berwirausaha.

PERMASALAHAN
1.      Bagaiman  pola pikir yang benar dalam berwirausaha?
2.      Apakah  pengaruh sejumlah faktor internal untuk membangun  motivasi berprestasi pada diri sendiri?
3.      Apakah pengaruh sejumlah faktor eksternal untuk membangun motivasi berprestasi pada diri sendiri?

PEMBAHASAN
1.      Cara berpola pikir yang benar dalam berwirausaha
Dalam berwirausaha perlu diciptakan suatu iklim yang dapat mengubah pola pikir, baik mental maupun motivasi oranga tua, dosen, dan mahasiswa agar kelak anak-anak mereka dibiasakan untuk menciptakan lapangan pekerjaaan ketimbang mencari pekerjaan.  Perubahan ini tidak dapat dilakukan secara cepat, tetapi harus dilakukan secara bertahap.
            Pertama, misalnya dengan mendirikan sekolah yang berwawasan wirausaha (entrepreneur) atau paling tidak menerapkan mata kuliah  kewirausahaan seperti yang sekarang  ini sedang digalakkan di berbagai perguruan tinggi. Dengan demikian, hal itu sedikit banyak akan mengubah dan menciptakan pola pikir (mental dan motivasi) mahasiswa dan oranga tua.
Kedua, di dalam berwirausaha perlu ditekankan keberanian untuk memulai berwirausaha. Biasanya, kendala kita untuk memulai suatu usaha adalah adanya rasa takut akan rugi atau bangkrut. Namun, sebagian orang yang sudah memiliki jiwa wirausaha merasa bingung dari mana harus memulai suatu usaha.
Ketiga, tidak sedikit yang merasa bahwa berwirausaha sama dengan tidak memiliki masa depan yang pasti. Sementara itu, dengan bekerja di perusahaan, mereka yakin bahwa masa depan sudah pasti, apalagi pegawai negeri. Dengan berwirausaha, justru masa depan ada di tangan kita, bukan di tangan orang lain. Baik buruknya masa depan, kitalah yang menentukan sehingga motivasi untuk berkembang terbuka lebar.
Dorongan berbentuk motivasi yang kuat untuk maju dari pihak keluarga merupakan modal awal untuk menjadi wirausaha, dengan di dukung pihak keluarga mereka memilliki mental dan motivasi sebagai faktor pendorong utama. Keluarga dapat merangsang para mahasiswa dengan memberikan gambaran nyata betapa nikmatnya usaha sendiri (pengusaha). Yakinkan enaknya memiliki pegawai atau menjadi bos, memliki kebebasan memberi peintah bukan di perintah, meraih keuntungan yang tak terbatas, dan segudang daya rangsang lainna yang dapat menggugah jiwa para mahasiswa untuk berwirausaha.
Memang mengubah pola pikir seseorang untuk memulai suatu usaha bukan pekerjaan mudah. Banyak kendala yang menghadang, mulai dari mental takut rugi, motivasi, bakat, soal keluarga, dana, pengalaman sebelumnya, sampai kemampuan mengelola.  Namun, paling tidak mental yang dimiliki merupakan modal yang sangat besar untuk memulai suatu usaha.

            kesimpulannya, jika anda ingin berwirasaha anda harus membangun  mental.
seorang wirausaha tidak akan takut rugi, mereka akan selalu maju, pantang menyerah hingga mendapatkan apa yang mereka inginkan. Seorang wirausaha  yang benar juga, tidak akan membiarkan usahanya berjalan begitu saja tanpa perkembangan. tetapi seorang wirausaha selalu mencari  inovasi yang baru untuk meningkatkan daya usahanya agar semakin maju.
 
2. Pengaruh faktor internal dalam  membangun  motivasi berprestasi pada diri sendiri

            Faktor internal merupakan karakteristik dari individu itu sendiri. individu yang mempengaruhi individu dan  merupakan faktor yang dapat dikendalikan (Arif, 2012). Menurut Yuriski (2009) yang termasuk dalam faktorinternal adalah  percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, keberanian mengambil risiko, kepemimpinan.
2.1 Percaya Diri
            Seseorang yang memiliki kepercayaan diri cenderung memiliki keyakinan akan kemampuannya untuk mencapai keberhasilan (Zimmer, 1996). Kepercayaan diri baik langsung maupun tidaklangsung memengaruhi sikap mental seseorang. Gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas,  keberanian,  ketekunan, semangat kerja keras, semangat berkarya, dan sebagainya Wirausahawan adalah orang yang memilki rasa percaya diri yang sangat tinggi dan tidak meragukan kecakapan dan kemampuannya(Machfoedz, 2004). Kunci keberhasilan dalam bisnis adalah  untuk memahami diri. Sifat-sifat utama yang dimiliki oleh wirausaha yang percaya diri adalah tidak mudah terombang ambing oleh pendapat dan saran orang lain. Akan tetapi, saran-saran dari orang lain dijadikan masukan untuk dipertimbangkan, kemudian diputuskan segera.
2.2 Berorientasi pada Tugas dan Hasil
            David Mcceland dalam Alma (2003) menyatakan bahwa seorangwirausaha adalah seseorang yang memiliki keinginan berprestasi yang sangattinggi dibandingkan orang yang tidak berwirausaha. Dengan adanya motivasi dalam berusaha, seorang wirausaha akan mampu bekerja keras, enerjik, tanpa malu dilihat teman, asal yang dikerjakan merupakan pekerjaan halal kesimpulan dari berorientasi pada tugas dan hasil adalah sikap seseorang yang selalu ingin berprestasi dan memiliki motivasi yang tinggi dari dalam dirinya untuk mencapai tujuan tertentu dengan hasil yang sesuai harapannya khususnya dalam kegiatan berwirausaha.
2. 3 Keberanian Mengambil Risiko
Seorang wirausaha harus memiliki keberanian mengambil risiko yaitutidak takut untuk menjalani pekerjaan yang disertai risiko dengan cara selalumemperhitungkan besar kecilnya risiko sehingga dapat mengambil keputusan untuk tidak mengambil risiko yang terlalu besar dan risiko yang tidak terlalurendah.
2..4 Kepemimpinan
 Wirausahawan adalah orang yang memiliki kepemimpinan yang tumbuh secara alami dan pada umumnya lebihcepat mengidentifikasi permasalahan yang perlu diatasi (Machfoedz, 2004). Kepemimpinan adalah sikap alami seseorang yang memiliki keterampilandan kelebihan untuk mengorganisir kelompok sehingga dapat menjadi teladanbagi orang lain dan bisa dijadikan contoh yang baik bagi orang lain. Seperti paparan di atas, sikap kepemimpinan merupakan unsur penting untuk menjadi menjadi seorang wirausahawan.
2.5 Inovasi dan Kreatifitas
            Kreatifitas adalah kemampuan mengembangkan ide dan cara-cara barudalam memecahkan masalah dan menemukan peluang. Sedangkan inovasi adalahkemampuan menerapkan kreativitas dalam rangka memecahan masalah danmenemukan peluang (Suryana, 2006). Kreatifitas adalah pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan  efektivitas. Inovasi merupaka fungsi utama dalam kewirausahaan. Inovasi adalahsuatu proses untuk mengubah kesempatan menjadi ide yang dapat dipasarkan.) menyatakan bahwa nilai inovatif, kreatif, dan fleksibel merupakan unsur-unsur keorisinilan seorang wirausaha.  kemampuan seseorang untuk menciptakan suatu ide baru yang belum pernah adasebelumnya dan memiliki daya imajinasi yang tinggi untuk memecahkan masalahatau menemukan suatu peluang. Sedangkan inovasi merupakan pengembangan
2.2  Pengaruh faktor eksernal dalam  membangun  motivasi berprestasi pada diri sendiri

            Faktor lingkungan eksternal yang terdiri dari lingkungan sosial dan keluarga, lingkungan sekolah,serta lingkungan teknologi (Yuriski, 2009 dan Machmudun, 2010).
2.2.1 Lingkungan Sosial dan Keluarga
            Lingkungan social ada yang primer dan ada yang sekunder. Lingkungan  primer terjadi bila diantara individu yang satu dengan yang lain mempunyai hubungan yang erat dan saling mengenal dengan baik, misalnya keluarga. Lingkungan demikian akanmempunyai pengaruh yang mendalam terhadap perkembangan individu.Lingkungan sosial sekunder adalah suatu lingkungan di mana antara individuyang ada di dalamnya mempunyai hubungan dengan individu lainnya, pengaruhlingkungan ini relatif tidak mendalam.Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan manusia tempat belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial di dalam hubunganinteraksi dengan kelompoknya.  Cara orang tua dalam meraih suatu keberhasilan dalam pekerjaannya merupakan modal yang baik untukmelatih minat, kecakapan dan kemampuan nilainilai tertentu yang berhubungandengan pekerjaan yang diingini anak (Soemanto dalam Supartono, 2004). Dengan demikian dorongan orang tua maupunanggota keluarga dapat memberikan pengaruh terhadap minat berwirausaha.Berkaitan dengan lingkungan keluarga, maka peran keluarga sangat penting dalam menumbuhkan minat anak. Dari paparan di atas, diketahuhi bahwa lingkungan sosial seperti dukungan teman dan gaya hidup kelompok sekeliling dan lingkungan keluarga seperti dukungan keluarga, latar belakang pekerjaan orang tua dan pendidikan yang diberikan orangtua dapat mempengaruhi kehidupan dan pola pikir seseorang.
2.2.3 Lingkungan Sekolah
            Pendidikan di sekolah menjadi tanggung jawab guru. Jadi pada dasarnya yang berpengaruh terhadap perkembangan siswa yaitu proses pendidikan disekolah sebagai bekal untuk diterapkan dalam kehidupan di lingkungan masyarakat. Seorang guru dalam proses pendidikan juga dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada siswa dalam menumbuhkan minatnya. Sebagai pendidik dalam lembaga pendidikan formal, maka guru berperan untukmencerdaskan kehidupan bangsa, apalagi yang dibutuhkan orang pada dasarnyaadalah ke arah pengembangan kualitas SDM yang berguna (Suprapto, 2007).
2.2.3 Lingkungan Teknologi
Semakin canggihnya dunia teknologi, semakin canggih pula cara orang menyampaikan informasi. Dengan adanya informasi yang semakin mudah didapatkan. Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupanmasyarakat. Berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kini telah dapat langsung diketahui berkat kemajuan teknologi (globalisasi). Kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar padakehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya.  Orang yang berwirausaha adalah orang yang memiliki sikap dan perilaku  kreatif dan inovatif dalam memimpin danmengelola organisasi sekolah dengan cara mencari dan menerapkan cara kerja. kecanggihan  teknologi dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang. Adanya internet dapat membantu menyampaikan informasi dengan cepat, dengan begitu banyak pengusaha yang memanfaatkan teknologi untuk berbisnis dan dengan adanya internetmempermudah siapa saja untuk melakukan kegiatan bisnis dengan contoh kecil berjualan melalui internet.
DAFTAR PUSTAKA

Latief S, Dini J.2013. http://118.97.35.230/lemlit/jtt/243.pdf .Pengaruh motivasi berprestasi. volume 4 no.2

HR Mahanani, A YUNIAWAN.2014. https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=i+ANALISIS+PENGARUH+FAKTOR+INTERNAL+DAN+FAKTOR+LINGKUNGAN+EKSTERNAL+TERHADAP+MINAT+BERWIRAUSAHA&btnG=  . analisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap minat berwirausaha.

Jupe UNS. 2013 . Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Berwirausaha pada Mahasiswa. http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/ekonomi/article/view/2708/1884 . volume 1 no. 2

Luh Gede Dhavantari Sasmita Putri, I Wayan Mudiartha Utama . 2018. https://ojs.unud.ac.id/index.php/Manajemen/article/view/35517 .SERVANT LEADERSHIP MEMODERASI PENGARUH EMPOWERMENT TERHADAP INNOVATION IMPLEMENTATION BEHAVIOR PADA KARYAWAN TAMAN AMERTHA VILLA. Volume 7 no.3

Rano Adytia putra. 2012. http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/mnj/article/view/45 .. FAKTOR-FAKTOR PENENTU MINAT MAHASISWA MANAJEMEN UNTUK BERWIRAUSAHA.volume 1 no.1







               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar