Selasa, Maret 13

MINDSET DALAM BERWIRAUSAHA




PENULIS
ARVIA NUR VIANHANI
LUTVIYANTI TAMARA

KODE PESERTA @J28-Arvia @J14-Lutviyanti

KODE KELOMPOK @Startup-J09
KODE PROYEK @Proyek-J09

ABSTRAK

Kendala-kendala wanita dalam berwirausaha tidak selalu menjadi penghalang bagi wanita pengusaha untuk sukses. Saat ini wanita berperan penting dalam pembangunan ekonomi daerah dan negara. Penelitian ini dilakukan untuk memahami hakikat mindset yang dimiliki wanita pengusaha sukses. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap empat wanita pengusaha sukses dalam bidang makanan, minuman, fashion dan ritel yang diperoleh melalui networking.



Kata kunci:
Keterbatasan wanita, Kewirausahaan, Mindset, Wanita pengusaha sukses






BAB I

PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang

Jumlah wanita pengusaha di Indonesia hingga tahun 2004 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2014) sebanyak 5.590.638 orang. Tren wanita pengusaha meningkat sebesar 2,05% dari 5,86% pada tahun 2009 menjadi 7,91% pada tahun 2012. Tren wanita pengusaha 7,91% pada tahun 2012 berhasil melebihi tren pria pengusaha 7,80% sebesar 0,11%. Proses kewirausahaan antara pria dan wanita tidak berbeda, namun dalam praktiknya wanita lebih banyak mengalami kendala dalam berwirausaha (Tambunan, 2009).

Berdasarkan riset-riset di Bangladesh, India, Indonesia, dan Afrika Selatan didapati bahwa kendala-kendala wanita dalam berwirausaha adalah; (1) Hukum, adat, tradisi, budaya dan agama, (2) status perkawinan, (3) pekerjaan rumah tangga yang berat, (4) keterbatasan pendidikan, pengetahuan dan informasi, (5) Keterbatasan dana sebagai modal dan akses kredit, (6) jaringan kelembagaan yang kurang memadai (Ahamad & Moudud-UI-Hug, 2013; Bhardwaj, 2008; Bruni, Gherrardi & Poggio, 2004; Derera, Chitakunye & O’Naill, 2014; Ganesan, Kaur & Maheshwari, 2002; Pawan & Rajesh, 2009; Ragoobur & Kasseeah, 2012; Sharma, 2013; Tambunan, 2008; Tambunan, 2009).




BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Hakikat Sukses

Hakikat sukses pada wanita pengusaha dapat dilihat berdasarkan dua kriteria, yaitu kriteria instrinsik dan ekstrinsik. Salah satu dasar utama yang diperlukan untuk membangun kecerdasan tersebut adalah menciptakan mindset (Story & Barbuto, 2011; Gupta & Govindarajan, 2002).

Berdasarkan temuan dari berbagai riset ilmiah (Ang & Dyne, 2003; Fujitta, Gollwitzer & Oettigen, 2007; Gupta & Govindarajan, 2002; Pikens, 2005; Story & Barbuto, 2011) didapati bahwa mindset sebagai kunci mencapai sukses tidak hanya terdiri atas komponen kognitif, tetapi mengandung komponen motivasional dan metakognitif atau perilaku sebagai realisasi orientasi untuk selektif terhadap informasi guna mencapai tujuan, yaitu kesuksesan.

Mindset sebagai realisasi orientasi untuk memprediksi perilaku guna mencapai tujuan, yaitu kesuksesan berdasarkan riset (Alam, Jani & Omar, 2011; Ali & Ali, 2013; Ang & Dyne, 2008; Brownson, 2013; Farrington, 2006; Fujitta, Gollwitzer & Oettigen, 2007; Gupta dan Govindarajan, 2002; Hoyos, 2011; Huargn, 2012; Javadian & Sigh, 2012; Lydianingtyas, Zain, Solimun & Rahayu, 2011; Munshi, Munshi & Singh, 2011; Story & Barbuto, 2011) di Wilayah Selatan Malaysia, Indonesia, India dan Poerto Rico dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor personal dan faktor situasional.



2.2 Faktor Yang Dapat Mempengaruhi  Kepribadian Seseorang
  • Faktor Personal
Faktor personal adalah ketika perilaku dipengaruhi oleh kepribadian seseorang.
Faktor personal dapat berupa motif (drive), intelektual, ketrampilan, dan tingkat aktivitas. Tingkat aktivitas yang dimaksud adalah orang yang sangat aktif cenderung bertindak dengan cara yang konsisten dengan sikapnya, sedangkan individu yang apatis yang acuh tak acuh terhadap lingkungannya cenderung tidak bertindak kuat untuk mendapatkan tujuannya (Wicker, 1969).
Hasil riset lainnya menambahkan bahwa motivasi, persepsi, self efficacy dan pengambilan risiko serta penciptaan mindset merupakan bagian dari faktor personal yang mampu memfasilitasi terciptanya mindset sukses. 
  • Faktor Situasional
Faktor situasional ketika perilaku seseorang dipengaruhi oleh situasi lingkungan sekitarnya. Situasional dapat berupa kehadiran orang lain, perilaku norma atau aturan dan peristiwaperistiwa tidak terduga (Wicker, 1969).
Hasil riset lainnya menambahkan bahwa ikatan sosial, dukungan keluarga dan kebijakan pemerintah juga merupakan bagian dari faktor situasional.

Pemberian kesempatan yang setara bagi wanita dan pria menjadi pengusaha akan berefek positif dalam pengurangan kemiskinan (Tambunan, 2009).
Terbukti, saat ini wanita pengusaha juga memainkan peran sangat penting dalam membangun dan menstabilkan perekonomian, tidak hanya perekonomian daerah tetapi juga perekomian negara (Ali & Ali, 2013; Munshi, Munshi & Singh, 2011; Tambunan, 2009).
Wanita pengusaha berkontribusi cukup besar pada perekonomian dengan lebih dari 25% jenis bisnis.



2.3  Mindset Wirausaha

Usaha yang digeluti wanita pengusaha dimulai dari keinginan.
Keinginan tersebut kemudian diwujudkan dalam kegiatan usaha. Berproses menjalani kegiatan usaha, faktor-faktor eksternal sangat berperan penting dalam membantu wanita pengusaha menciptakan struktur internal mindset wirausaha.

Mindset tersebut diwujudkan dalam perilaku dan berperan sebagai strategi yang tepat untuk mencapai kesuksesan. Mindset tersebut terdiri dari empat dimensi:
(1) interdependensi
(2) spiritualisme
(3) diferensiasi
(4) learning
Kesuksesan yang dimaksud oleh wanita pengusaha adalah kebahagiaan, dapat membahagiakan diri sendiri dan orang lain.




2.4  Kisah Inspirasi


Motivator Wanita Tersukses. Buku yang berjudul "Mimpi Sejuta Dolar" itulah sebuah judul buku inspiratif dan motivatif yang yang terinspirasi dari kisah Merry Riana seorang Entrepreneur wanita yang sukses di usia muda. Ia juga Seorang Speaker, Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia. Merry Riana yang menjadi salah satu Enterpreneur dan Motivator wanita tersuksesini berasal dari Indonesi. Jatuh Bangun Dalam Berbisnis
Tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis yang memadai, Merry terjun ke dalam dunia bisnis. Itu ia lakukan karena ia mengetahui bahwa memiliki pekerjaan biasa tidak cukup untuk memenuhi impiannya untuk sukses di usia 30 tahun. 




BAB III

Kesimpulan

 Struktur internal mindset yang terdiri atas empat dimensi, yaitu;
(1) learning, (2) spiritualisme, (3) interdependensi, dan (4) diferensiasi.
Keempat dimensi mindset tersebut diwujudkan dalam perilaku seperti:
(1) adaptasi dengan kendala, pengalaman gagal dan sukses, (2) kegiatan sosial, (3) kerja sama, dan (4) inovasi dan pengembangan usaha.
Mindset yang terwujud dalam perilaku tersebut membantu wanita pengusaha mencapai kesuksesan. Mindset tersebut berfungsi sebagai petunjuk dan strategi yang tepat untuk menuju kesuksesan.
Saran bagi wanita pengusaha hendaknya menciptakan stuktur internal mindset learning, interdependensi dan diferensiasi dalam proses usaha. Struktur internal mindset tersebut dapat membantu wanita pengusaha mencapai kesuksesan.





DAFTAR PUSTAKA
Kepustakaan
1.        Ahamad, I., & Moudud-UI-Hug, S. (2013). Women entrepreneurship in Bangladesh challenges and prospects. International Journal of Innovative Research and Development, 2(7), 41-48.
2.       Alam, S., Jani, M., & Omar, N. (2011). An empirical study of success factors of women entrepreneurs in southern region in Malaysia. Internal Journal of Economis and Finance, 3(2), 166-175. http://dx.doi.org/10.5539/ijef.v3n2p16.
3.        Ali, A., & Ali, A. (2013). Motivational factors of Somali women entrepreneurs in benadir region. Journal of Sosial Sciences and Humanities, 4(1), 59- 72.
4.       Ang, S., & Dyne, L. (2008). Conceptualization of Cultural Intelligence. Diunduh dari: http://www.culturalq. com/docs/Ang%20&%20Van%20Dyne %202008%20Handbook%20Ch%201%2 0Conceptualization%20of%20CQ.pdf/ tanggal 5 Juli 2014.
5.       Badan Pusat Statistik. (2014). Persentase Penduduk menurut Provinsi dan Jenis Kelamin tahun 2009–2012: Sosial dan Kependudukan. Diunduh dari: http:// www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat =1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=40& notab=1/ tanggal 13 Februari 2014.
6.        Badan Pusat Statistik. (2014). Penduduk 15 Tahun Ke Atas Menurut Status Pekerjaan Utama tahun 2004–2013: Sosial dan Kependudukan. Diunduh dari: http://www.bps.go.id/tab_sub/view.ph p?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek =06&notab=3/ tanggal 13 Februari 2014.
7.       Bhardwaj, G., Parashar, I., Pandey, B., & Sahu, P. (2008). Women Entrepreneur in India: Opportunities and Challenges. Diunduh dari: http:// www.chimc.in/Volume2.1/Volume2Iss ue1/GurendraNathBhardwaj(2008).pdf / tanggal 5 Februari 2014.
8.        Brownson, C. (2013). Fostering entrepre MINDSET WANITA PENGUSAHA SUKSES JURNAL PSIKOLOGI 171 Fujitta, K; Gollwitzer, P., & Oettigen, G. (2007). Mindsets and preconcious open-mindedness to icidental information. Journal of Experimental Sosial Psychology, 43, 48-61.
9.       Ganesan, R., Kaur, D., & Maheshwari, R. (2002). Women entrepreneurs: Problems and prospects. Journal Entrepreneurship, 11(75), 75-93. http://dx.doi. org/10.1177/097135570201100105. Gollwitzer, P. (2012). Action Phases and Mind-sets. Diunduh dari: http://www. psych.nyu.edu/gollwitzer/90Goll_Acti onPhasesMindSets.pdf/ tanggal 4 Juli 2014.
10.    Gupta, A., & Govindarajan, V. (2002). Cultivating a global mindset. Academy of Management Executive Journal, 16(1), 116-126. Hailemariam, A., & Kroon, B. (2014). How do women entrepreneurs define success.
 



1 komentar:

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.