Selasa, Maret 27

Peluang Bisnis E-commerce


Pendahuluan
Perkembangan internet tidak hanya untuk sarana informasi maupun entertainment, namun saat ini banyak digunakan untuk transaksi secara online. Perkembangan ini didukung oleh industri hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak) yang tidak lepas dari semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang berhubungan dengan internet.
Pemanfaatan internet dalam dunia bisnis lebih dikenal dengan istilah ‘electronic commerce’. Definisi electronic commerce (e-commerce) menurut Laudon & Laudon (2009) adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer sebagai perantara transaksi bisnis. E-commerce berguna dalam mengurangi biaya administrasi dan waktu siklus proses bisnis, dan meningkatkan hubungan dengan kedua mitra bisnis dan pelanggan.

Bisnis E-commerce
E-commerce didefinisikan sebagai proses pembelian, penjualan, mentransfer atau bertukar produk, jasa atau informasi melalui jaringan komputer melalui internet (Kozinets et al., 2010).
Telah disebutkan, bahwa teknologi saat ini memungkinkan kita untuk melakukan pemasaran apapun dengan bantuan internet. Oleh karena itu, dunia mengakui konsep baru aktivitas bisnis, yaitu dengan cara online. Salah satu keuntungan dalam menggunakan sumber internet untuk berhubungan dengan pelanggan adalah pengiriman data yang cepat dan informasi antara orang yang terlibat (Kozinets et al., 2010).

Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan

Enam dimensi keberhasilan sistem informasi menurut DeLone & McLean (2004) Yang dapat diterapkan juga pada lingkungan e-commerce adalah sebagai berikut:
1. Kualitas Sistem dalam lingkungan Internet. Dimana karakteristik sistem e-commerce dapat diukur sesuai kegunaan, ketersediaan, kehandalan, kemampuan beradaptasi, dan waktu respon (misalnya, waktu download dan proses data).
2. Kualitas Informasi dalam menangkap isu konten e-commerce. Jaringan konten harus dipersonalisasi, lengkap, relevan, mudah dimengerti, dan aman jika calon pembeli atau pemasok memulai transaksi melalui internet.
3. Kualitas layanan. Dukungan keseluruhan disampaikan oleh penyedia layanan, terlepas dari apakah dukungan tersebut disampaikan oleh departemen sistem informasi atau unit organisasi baru atau mungkin secara outsourcing ke penyedia layanan internet.

Contoh Kasus




Tokopedia.com merupakan salah satu pusat perbelanjaan daring di Indonesia yang mengusung model bisnis marketplace. Tokopedia memungkinkan setiap individu, toko kecil, dan brand untuk membuka dan mengelola toko daring.


Daftar Pustaka

Pradana, 2015. Klasifikasi Jenis-Jenis Bisnis E-Commerce Di Indonesia. Universitas Telkom Bandung. Vol. 9. Dalam : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=433592&val=7695&title=KLASIFIKASI%20JENIS-JENIS%20BISNIS%20E-COMMERCE%20%20DI%20INDONESIA (diunduh, 25 Maret 2018)

Wibowo, 2011. Peluang Bisnis. Bisnis Online Website E-Commerce. STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Dalam : download.portalgaruda.org/article.php?article=90523&val=5001 (diunduh, 25 Maret 2018)

Suherman, 2010. Bisnis Internet (E-Commerce). STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Dalam : https://anzdoc.com/bisnis-internet-e-commerce.html (diunduh, 25 Maret 2018)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.