Senin, Maret 12

SUKSES ITU KITA, MENJADI WIRAUSAHA ITU PILIHAN

Lutfiah Mawar Tina, Shella Sarahthifa
@J11, @J25
@Proyek-J02


Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta memotivasi bagaimana modal utama dalam berwirausaha dan menjadi sukses adalah pola pikir.
Kata kunci : Motivasi, Modal utama dalam berwirausaha dan Mindset

A.   Pendahuluan
1.   Latar belakang
                Banyak mitos, opini, dan pandangan yang menjadi panutan bagi orang yang ingin memulai berwirausaha. Mitos tersebut, sering menimbulkan rasa ketakutan yang lebih besar dari sebelumnya, atau bahkan berusaha menghindarinya, atau melemahkan kinerjanya sebagai wirausahawan. Banyak orang yang tidak berani menjadi seorang wirausahawan hanya dikarenakan bahwa dirinya percaya pada perkataan orang, yaitu bahwa menjadi seorang wirausahawan adalah bukan jalan hidupnya atau bukan takdirnya. Mitos ini begitu melekat di dalam hati mereka sejak lama sehingga tidak terbersit keinginan untuk menjadi seorang wirausahawan. Perlu dipikirkan bahwa hidup itu adalah suatu pilihan.
          Tidak semua orang menerima atau mempercayai pola berpikir positif. Beberapa orang menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong, dan sebagian menertawakan orang-orang yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang menerima pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui cara untuk menggunakan cara berpikir ini untuk memperoleh hasil yang efektif.
     Oleh karena itu kita harus mengubah mitos, opini dan pandangan tersebut melalui pola pikir yang positif. Karena dengan berpikir postif artinya kita membayangkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan. Hidup yang kita jalani saat ini adalah pancaran pikiran, keputusan, dan pilihan kita sendiri bukan oranglain. Jika kita  rela menerima tantangan, berarti kita telah merintis perubahan, kemajuan, dan perkembangan.
2.   Kajian teori
a.     Pengertian Wirausaha
·     Menurut Schumpeter (dalam Bygrave, 1996), wirausaha adalah seorang yang memperoleh peluang dan menciptakan oragnisasi untuk mengejar peluang tersebut.
·     Menurut Prawirokusumo Wirausaha ialah mereka yang melakukan usaha-usaha kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup
b.    Pengertian Kewirausahaan
·   Menurut Zimmerer (Kasmir, 2011: 20) menyatakan bahwa “kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha)”.
·    Menurut Robbin & Coulter Kewirausahaan yakni suatu proses dimana seseorang atau suatu kelompok individu menggunakan upaya yang terorganisir & sarana untuk mencari sebuah peluang dan menciptakan suatu nilai yang tumbuh dengan memenuhi kebutuhan serta keinginan melalui sebuah inovasi dan keunikan.
c.     Pengertian Pola Pikir
       Pola pikir atau mindset adalah sekumpulan kepercayaan(belief) atau cara berfikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang, yang akhirnya akan menentukan level keberhasilan hidupnya.(Adi W. Gunawan dalam Yogya, 2008).
d.    Pengertian Motivasi
        Menurut Mulyasa (2003:112), Pengertian Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi.
e.     Pengertian Sikap
      Menurut Eagle dan Chaiken (1993) dalam buku A. Wawan dan Dewi M. (2010, p.20) mengemukakan bahwa sikap dapat diposisikan sebagai hasil evaluasi terhadap obyek sikap yang diekspresikan ke dalam prosesproses kognitif, afektif (emosi) dan perilaku.
f.      Pengertian Sukses
§  Sukses adalah target bergerak. Saya tidak berpikir kita pernah mencapai hal itu, paling tidak dalam pikiran kita sendiri. Tapi aku tahu ini, jika Anda berpikir Anda telah mencapai keberhasilan terbesar Anda, Anda jelas akan memutuskan untuk berhenti memotivasi diri sendiri"  - Mike Michalowicz
§  Success is the progressive realization of a worthy ideal. Sukses adalah realisasi progresif dari ideal anda yang bernilai -Earl Nightingale
g.    Opini
       Pengertian Opini Istilah opinion yang diterjemahkan menjadi “opini”  diartikan sebagai pengekspresian suatu sikap mengenai persoalan yang mengandung pertentangan. Opini juga diartikan sebagai pendapat atau pandangan tentang suatu persoalan -R. P. Abelson
h.    Mitos
         Mitos sesuatu hal yang dipercayai oleh sebagian orang, biasa dipakai untuk menakut-nakuti, memberi peringatan, ataupun diceritakan secara berkelanjutan. Mitos-mitos itu dapat mirip satu sama lain, karena adanya yang disebut Carl Jung sebagai kesadaran bersama yang terpendam pada setiap umat manusia yang diwarisinya secara biologis. (Rafiek, 2010:55)

Perkembangan Pola Pikir Manusia
 Berpikir adalah kemampuan penalaran manusia dengan proses yang benar. Penalaran merupakan usaha logis dan analasis untuk menmukan jawaban atas berbagai pertanyaaan. Kemampuan ini tidak didapat melalui perasaan. Namuntentu ada pengetahuan yang bersumber dari bukan penalaran, yaitu:
·         Pengambilan keputusan berdasarkan perasaaan
·   Intuisi, kegiatan berpikir yang tidak analisi. Intuisi adalah pengetahuan yangtimbul dari pengetahuan-  pengetahuan terdahulu, intuisi bisa saja timbulmenyelesaikan permasalahan tanpa proses berpikir yang sistematis
·         Wahyu, merupakan sumber pengetahuan yang paling tnggi

·     Trial and error, mencoba dan menemukan kegagalan, mencoba lagi dan gagallagi hingga menemukan cara yang benar-benar tepat.

Kekuatan Berpikir Positif
Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan.
Bagaimana Pola Pikir Orang Sukses
Mindset/pola   pikir   pada   seseorang   dalam   mewujudkan   mimpinya   dalam   melakukanwirausaha kadang sering berubah,karna banyak sekali orang yang takut akan hal –hal yangbelum   pernah   mereka   coba,   padahal   menurut   dweck   menerjemahkan   mindset   sebagaikepercayaan mengenai siapa kita dan apa kemampuan kita, maka dari itu kita terlebih dahuluharus mengenal kemampuan kita dan kita harus yakin/percaya kepada kemampuan diri kitasendiri,   karna   banyak   sekali   orang   yang   ragu   akan   kemampuan   dirinya   yang   dapatmengurungkan niat mereka untuk mewujudkan mimpinya dalam menjadi wirausaha, dalamhal ini kita harus mengubah mindset kita dengan cara mengetahui/mempelajari pengetahuanbaru   tentang   bagaimana   kita   harus   mempunyai   pola   pikir   yang   inovatif,   karna   denganberpikiran inovatif kita dapat menciptakan hal yang baru dalam berwirausaha.
Perubahan   pola   pikir   kadang   sering   terjadi   terhadap   semua   orang,   terutama   kepadaorang yang selalu merasakannya, karna mereka akan menyadari perubahan sekecil   apapun terhadap pola pikir mereka, apakah itu pola pikir yang positive atau negative yang merekarasakan, jika   mereka merasakan perubahan hal positive terhadap diri mereka sendiri makaada   dorongan   dalam   diri   mereka   untuk   selalu   optimis   dalam   meraih   mimpi   dalam berwirausaha, dan jika dengan pola pikir yang negative, itu akan menyebabkan mereka selalubersifat pesimis untuk meraih mimpi mereka, maka dari itu pendidikan dan komunikasi untukmedapatkan   informasi   sangatlah   penting   dalam   mengubah   mindset   seseorang   dalam berwirausaha supaya mempunyai  pikiran inovatif dan kreatif dalam mewujudkan mimpinya menjadi seorang wirausaha yang berhasil.

Karakteristik Kewirausahaan
Menurut M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerr dalm Suryana (2014, h. 23) mengemukakan delapan karakteristik kewirausahaan sebagai berikut :
1.  Desire for responsibility, yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usahausaha yang dilakukanya. Seorang yang memiliki rasa tanggung jawab akn selalu mawas diri.
2.  Preference for moderate risk, yaitu lebih memilih resiko yang moderat, artinya selalu menghidarkan resiko, baik yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
3.     Confidence in their ability to success, yaitu memiliki kepercayaan diri untuk memperoleh kesuksesan.
4.     Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik dengan segera.
5.  High level of energy, yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
6.    Future orientation, yaitu berorientasi serta memiliki perspektif dan wawasan jauh ke depan.
7.     Skill at organizing, yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
8.     Value of achievement over money, yaitu lebih menghargai prestasi dari pada uang.
Faktor keberhasilan Entrepreneur
Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan, kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. Dan &Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki, yaitu :
1.   Knowingyourbusiness, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
2.     Knowingthe basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan 9 usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.
3.    Having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
4.    Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
5.    Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya secara akurat.
6. Managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
7.  Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan / memotivasi, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
8.   Statisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan. 10
9.  Knowing Hozu to Compete, yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.
10.   Copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat. (Triton, 2007 :137 – 139)

 Faktor Kegagalan Entrepreneur
Sebuah riset yang dilakukan oleh Arthur, Gary dan Christine (2011) mengenai berbagai penyebab umum sebuah kegagalan dalam bisnis. Menurutnya, di dalam bisnis manapun dan dari negara manapun, umumnya terdapat 10 faktor penting penyebab hancurnya sebuah bisnis, yaitu diantaranya (dan besarnya pengaruh faktor tersebut pada kegagalan bisnisnya) :
1.       Tidak memiliki perencanaan bisnis yang baik (berpengaruh 78%)
2.       Terlalu optimis pada sales dan dana yang diperlukan (berpengaruh 73%)  
3.  Tidak mengenal atau mengabaikan kelemahan-kelemahannya dan tidak berusaha   mencari bantuan (berpengaruh 70%)
4.       Lemah dalam keterampilan dan pemahaman manajemen arus kas (berpengaruh 82%)
5.       Tidak memiliki pengalaman bisnis yang cukup atau bisnisnya tidak 12 relevan dengan
             pengalaman berbisnis sebelumnya (berpengaruh 63%)
6.       Tidak punya kebijakan harga dengan baik (berpengaruh 77%)
7.   Tidak berusaha memahami atau bahkan mengabaikan kompetitornya (berpengaruh 55%)
8.       Merekrut karyawan yang tidak tepat (berpengaruh 56%)
9.       Tidak mempromosikan bisnisnya dengan baik (berpengaruh 65%)
10. Tidak melakukan pemosisian perusahaannya dengan baik (berpengaruh 71%)


Kisah pengusaha sukses

                                                 
                                                         (sumber : https://goo.gl/images/p9qbTj)
Reza Nurhilman (AXL)
Tokoh yang Sukses memanfaatkan marketing melalui media Jejaring Sosial
Biodata Owner Maicih :
1) Nama      : Reza Nurhilman
3) TTL        : Bandung, 29 September 1987
4) Alamat    : KPAD,GegerKalong,Bandung
Profil Produk
1. Keripik singkong pedas ( level 3,5,10)
2. Baso Goreng
3. Gurilem
4. Seblak
Awal Usaha :
·Dimulai pada pertengahan 2010
·Dengan modal 15 juta
·Produksi 50 bungkus per hari
·Varian awal yang keluar keripik dan gurilem
·Memproduksi level 1 sampai level 5
·Dipasarkan dengan cara kelililing
Kunci sukses pada bisnis yang dilakukan Axl adalah terletak pada bagaimana cara dia berfikir “out of the box” . hal ini ternyata ampuh dilakukannya terbukti dengan usaha yang ia jalani sekarang sangat menjadi bahan perbincangan di kalangan anak muda. Axl suskses karena berkat ketekunan dan keyakinan nya akan bisnis yang ia jalankan. Menjadi sukses adalah kewajiban dan hak setiap orang. Suskes tidak mungkin datang sendiri , tetapi melalui sebuah perjuangan yang gigih pantang menyerah. Suatu kegagalan itu adalah sangat wajar , orang mengalami kegagalan belum berarti dia menjadi orang yang gagal total, namun sesungguhnya ada hikmah dibalik semua itu yaitu Keberhasilan.

Kesimpulan
Sukses atau gagal, tidak ada seorangpun yang akan peduli. Tidak ada orang lain yang mampu mengubah sukses atau gagalnya masa depan kita, kecuali diri kita sendiri. Sebagian orang berpikir pula bahwa menjadi wirausahawan itu adalah karena faktor keturunan. Orang yang berpikir seperti ini melihat bahwa orang-orang yang sukses menjadi 2 wirausahawan itu merupakan anak atau cucu dari seorang wirausahawan juga, dan bisnis yang digeluti merekapun sama. Lama kelamaan pendapat ini dibenarkan dan mengkristal menjadi sebuah mitos yang dipercaya turun temurun. Namun sesungguhnya tidaklah demikian, karena semua orang pada dasarnya bisa menjadi wirausahawan.
Ketahuilah bahwa apa yang merupakan peluang emas bagi orang lain belum tentu merupakan peluang emas bagi Anda. Ingatlah bahwa peluang itu dicari, bukannya ditunggu. Peluang yang terbaik itu berasal dari diri Anda sendiri, bukandari orang lain, karena sesungguhnya Anda pun mempunyai jiwa wirausaha. Modal memang diperlukan untuk sebuah bisnis, tetapi modal yang mana? Banyak jenis modal yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan untuk sukses. Namun modal uang bukan satu-satunya faktor yang membuat seorang wirausahawan sukses.  Banyak orang yang ketika ditanya mengapa mereka tidak ingin menjadi wirausahawan, mereka menjawab: “itu bukan bakatku”, “aku tidak mempunyai keahlian bisnis”, atau “aku tidak cocok menjadi wirausahawan”. Ingatlah bahwa menjadi seorang wirausahwan juga bisa dipelajari dan dikembangkan, asalkan kita punya tekad yang kuat dan pikiran positif untuk meraihnya serta mempunyai pedoman pengetahuan untuk memulai dan menjalankan bisnis dengan benar, seperti sebuah peta bagi anda yang sedang bepergian.

Daftar Pustaka
2011.Indikator berfikir negatif. Dalam :http://digilib.unila.ac.id/20549/14/BAB%20II.pdf. (Diunduh 10 maret 2018)
Khuzaeva, Eva Siti. 2014. Mengembangkan Pola Pikir Cerdas, Kreatif. Dalam : http://juliwi.com/published/E0104/Paper0104_138-148.pdf. (Diunduh 10 maret 2018)

Aprillia, dini. 2013. Pentingnya Pola Pikir dalam Berwirausaha. Dalam :



Raharja, Prof. Dr. Sam’un Jaja M.Si, Ratih Purbasari, S.Sos., M.SM. 2008, Dasar Pola Pikir Kewirausahaan dan Wirausaha. Dalam : https://anzdoc.com/dasar-pola-pikir-kewirausahaan-dan-wirausaha.html. (Diunduh 10 maret 2018)

Lubis, Dr. Ir. S.B. Hari http://repository.ut.ac.id/4819/1/EKMA4370-M1.pdf(Diunduh 10 maret 2018)

2001.wirausaha.https://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2012-1-00211MN%20Bab2001.pdf. (Diunduh 10 maret 2018)
Sunani. 2012. Perkembangan pola pikir manusia. Dalam : https://www.scribd.com/doc/118300639/Perkembangan-Pola-Pikir-Manusia. (Diunduh 10 maret 2018)



1 komentar: