Minggu, April 1

BERkomunikasi dan BERkepemimpinan dalam BERwirausa


Komunikasi dan Model Kepemimpinan
@Proyek-L05, @Startup-L03, @L07-Almira, @L09-Yulia, @L10-Rebekka
  Oleh:  1. Almira septemi yuna
             2. Yulia puspitasari
             3. Rebekka oktavia Nainggolan


ABSTRAK
            Pendidikan yang berbasis kewirausahaan adalah pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip, model kepemimpinan dan metodologi ke arah internalisasi nilai-nilai pada peserta didiknya melalui kurikulum yang terintegrasi dengan perkembangan yang terjadi baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakatnya serta penggunaan model dan strategi pembelajaran yang relefan dengan tujuan pembelajaranyan itu sendiri.
Lembaga pendidikan tidak boleh hanya bertugas melahirkan banyak-nya lulusan, akan tetapi yang jauh lebih penting adalah seberapa besar lulusanya itu dapat menolong dirinya sendiri dalam menghadapi tantangan di masyarakat atau dengan kata lain sekolah haruslah meningkatkan kecakapan hidup lulusannya.
 
               Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha adalah mereka yang didalam kepribadiannya telah terinternalisasikan nilai-nilai kewirausahaan terutama yakni dalam berkomunikasi,  seorang wirausah sangat di perlukan kemampuan dalam berkomunikasi yang baik dan cerdas.
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara berkomunikasi yang efektif, bagaimana pentingnya komunikasi dalam wirausaha dan bagaimana model kepemimpinan dalam berwirausaha.

Kata kunci: model kepemimpinan, berkomunikasi, pendidikan wirausaha


PENDAHULUAN
Dewasa ini di Indonesia banyak bermunculan usaha baru dengan berbagai jenis usaha.
Munculnya perusahaan-perusahaan ini diharapkan akan menambah luasnya lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Di sisi yang lain perusahaan tidak mungkin mengoperasikan kegiatannya tanpa adanya manusia, karena faktor tenaga kerja manusia memegang peranan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Setiap manusia mempunyai watak dan perilaku yang berbeda. Hal itu disebabkan karena beberapa hal, misalnya latar belakang pendidikan, keterampilan, watak dasar maupun faktor-faktor lainnya dari tenaga kerja itu sendiri. Keberagaman perilaku tersebut akan mempengaruhi jalannya kegiatan perusahaan. Hal ini tidak saja akan mempengaruhi hasil yang akan dicapai oleh perusahaan, tetapi juga masyarakat yang menikmati hasil produksi tersebut. Sebagaimana kita ketahui, bagaimanapun majunya teknologi jika tidak ditunjang dengan dan oleh tenaga kerja yang cakap maka kemungkinan besar sasaran dari perusahaan tidak akan tercapai. Tenaga kerja yang bekerja sesuai dengan fungsinya akan menunjang tercapainya keberhasilan tujuan perusahaan. Di samping itu peran pemimpin menjadi tidak kalah pentingnya. Seorang pemimpin perusahaan yang bijaksana dan baik harus dapat memberikan kepuasan kepada para pekerjanya dan selalu berusaha memperhatikan gairah serta semangat kerja mereka. Tentunya pihak pimpinan harus mempunyai kemampuan dalam mengelola, mengarahkan, mempengaruhi, memerintah dan memotivasi bawahannya untuk memperoleh tujuan yang diinginkan oleh perusahaan.
           
Dalam kehidupan para wirausaha sehari-hari selalu terlibat dengan menerima dan memberi informasi melalui komunikasi. Oleh sebab itu, dengan adanya komunikasi di dalam dunia bisnis sangat penting sekali untuk keberhasilan di dalam kegiatan usahanya. Jika demikian komunikasi itu apa? Perkataan komunikasi berasal dari kata "Communicare" (bahasa Latin) yang artinya memberitahukan. Sedangkan menurut bahasa Inggris disebut "Communication" yang artinya suatu pertukaran informasi, konsep, ide, perasaan antara dua atau lebih, karena itu komunikasi sangat diperlukan dalam berwirausaha, disitu seoramg wirausaha dapat memaparkan idenya, mempromosikan produk dan sebagainya dalam berwirausaha.

PERMASALAHAN
1.      Apa Syarat, Tujuan, dan Cara berkomunikasi yang efektif sebagai seorang wirausaha?
2.      Apa pentingnya berkomunikasi yang baik dalam berwirausaha?
3.      bagaimana model kepemimpinan seorang wirausaha?


PEMBAHASAN
1. Syarat, Tujuan, dan Cara berkomunikasi yang efektif sebagai seorang wirausaha

           
Apabila telah melaksanakan cara berkomunikasi maka seorang wirausaha harus mengetahui bagaimana tanggapan suatu jenis komunikasi yang disampaikan terhadap seseorang mengenai isi suatu pesan yang dikirimkan.
Syarat-syarat untuk mampu berkomunikasi, adalah sebagai berikut:
  1. Pesan yang disamgaikan hendaknya dapat membangkitkan keinginan pribadi pihak sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memperolehnya.
  2. Pesan yang disampaikan harus dirancang terlebih dahulu dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian sasaran yang dimaksud.
  3. Pesan yang disampaikan harus menggunakan tanda-tanda yang disesuaikan dengan pengalaman yang sama antara yang memberi pesan dan orang yang menerima pesan, sehingga sama-sama mengerti.
  4. Pesan yang disampaikan hendaknya mewujudkan dan menunjukkan suatu jalan untuk memperoleh keinginan yang layak.
Tujuan adanya berkomunikasi adalah mengubah tingkah laku, baik secara individu maupun secara kelompok. Tujuan adanya berkomunikasi adalah melaksanakan pertukaran informasi yang paling menguntungkan kedua belah pihak, baik untuk wirausaha (komunikator) maupun masyarakat konsumen (komunikan) untuk menemukan kesamaan persepsi. Berkomunikasi dianggap berhasil apabila tafsiran masyarakat konsumen (komunikan) dapat menerima maksud wirausaha (komunikator).
Apabila antara komunikan dan komunikator tidak ada kesesuaian, maka masalah ini disebut salah komunikasi. Dengan perkataan lain berkomunikasi dianggap berhasil apabila tujuan yang dunginkan wirausahawan (komunikator) mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat konsumen (komunikan).

Dengan kepandaian berkomunikasi secara efektif seorang wirausaha akan mencapai puncak karir dan meraih kursi empuk yang menjadi idaman setiap orang. Keterampilan di dalam berkomunikasi ditentukan oleh bentuk mengekspresikan diri. Di samping itu hambatan berbahasa, hambatan fisik dan hambatan secara psikologis harus bisa diatasi.

            Berkomunikasi secara efektif prinsipnya adalah bertanya dan berbicara seperlunya dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Prinsip berkomunikasi secara efektif harus memperhatikan tata cara dan sopan santun agar di dalam pembicaraan dapat berjalan dengan lancar.

Berkomunikasi secara efektif akan menghasilkan buah pildran yang positif untuk memecahkan permasalahan, yaitu:
a. Memberi kesempatan berbicara kepada lawan bicara.
b. Bertatap muka secara sopan dan ramah tamah.
c. Berbicara secara jelas, dimengerti, dan jangan berbisik.
d. Menghayati pokok permasalahan yang akan disampaikan.
e. Menghimpun karakteristik wirausaha yang berhasil di dalam usahanya.


2. Pentingnya berkomunikasi yang baik dalam berwirausaha
           
           
Wirausaha secara individu dikenali bukan dalam isolasi, melainkan dalam berkomunikasi dan interaksi dengan pihak lain di luar dirinya sendiri. Apa sebabnya? Karena wirausaha itu tidak hidup sendirian. Dari adanya berkomunikasi dan interaksi, akan terbentuk kepribadian yang mencakup perilaku, sikap, dan sistem nilai. Berkomunikasi mengandung proses pemberitahuan, mendengarkan, dan memahami secara terus menerus dengan menggunakan lambang-lambang tertentu. Berkomunikasi yang dianggap baik adalah berkomunikasi yang berlangsung secara timbale balik dan terus menerus dapat menciptakan saling pengertian semua pihak. Dengan demikian, komunikasi yang berlangsung secara timbal balik, akan bermanfaat dalam setiap kesempatan berwirausaha untuk mencapai tujuan.

            Begitu pula dengan berkomunikasi di dalam berbisnis akan mendapatkan kesempatan sukses jika disertai dengan perkembangan teknologi. Di dalam pembinaan kemampuan berkomunikasi ada tiga aspek yang perlu diperhatikan oleh setiap wirausahawan, yaitu:
a. Berkomunikasi harus dipandang sebagai proses.
b. Berkomunikasi harus menyangkut manusia dan bukan manusia.
c. Berkomunikasi harus menyangkut informasi.


            Sudah jelas bahwa salah satu yang paling penting bagi para wirausahawan untuk mendapatkan sukses di dalam bisnis adalah dengan berkomunikasi dan interaksi. Jika tidak dapat berkomunikasi maka tidak mungkin bagi seorang wirausahawan dapat memperoleh kesempatan berbisnis, baik untuk menciptakan ide-ide, gagasan, maupun cara mengembangkan usahanya.

            Pandai berkomunikasi berarti pandai mengorganisasikan buah pikiran ke dalam bentuk-bentuk ucapan yang jelas. Berkomunikasi yang baik diikuti dengan perilaku jujur, konsisten dalam pembicaraan akan sangat membantu seorang wirausaha dalam mengembangkan karir masa depannya. Dengan keterampilan berkomunikasi seorang wirausaha dapat mencapai puncak karir dan meraih kursi yang menjadi idaman setiap orang.

3. Model Kepemimpinan Seorang Wirausaha
            Dalam kenyataannya pemimpin dapat mempengaruhi semangat dan kegairahan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi. Para pemimpin juga memainkan peranan kritis dalam membantu kelompok,  individu untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan yang berhasil menghendaki suatu pengertian yang mendalam terhadap    bawahan. Oleh karena itu, menurut Peter Drucker (1979:26-27), pemimpin sangat perlu mengembangkan beberapa kecakapan:
1. Obyektivitas terhadap hubungan-hubungan serta perilaku manusia. Maksudnya pemimpin harus memandang bawahan serta perilaku mereka secara obyektif, tanpa berprasangka dan tanpa emosi.
2. Cakap berkomunikasi di dalam perusahaan maupun masyarakat. Maksudnya pemimpin harus mampu berbicara dan menulis secara terus terang serta menyimpulkan dengan teliti pernyataan- pernyataan dari orang lain. Pemimpin harusmudah didekati, mengenal kelompok-kelompok dan pemimpin informalnya, menyeluruh memberitahukan tujuan dan berusaha untuk bekerja sama dengan orang lain.
3. Ketegasan. Maksdunya kemampuan untuk memproyeksikan diri secara mental dan emosional ke dalam posisi seorang pengikut. Kemampuan ini menolong pemimpin untuk memahami pandangan, keyakinan dan tindakan bawahannya.
4. Sadar akan diri sendiri. Maksudnya pemimpin perlu mengetahui kesan apa yang dibuatnya pada orang lain. Pemimpin harus berusaha untuk memenuhi peran yang diharapkan oleh para pengikut.
5. Mengajarkan. Maksudnya pemimpin harus mampu untuk menggunakan kecakapan untuk pedoman, dan pembetulan dalam pemberian petunjuk dengan contoh-contoh.
DAFTAR PUSTAKA


Sutanto, Eddy Madiono and Stiawan, Budhi (2000) Peranan Gaya Kepemimpinan yang Efektif dalam Upaya Meningkatkan Semangat dan Kegairahan Kerja Karyawan di Toserba Sinar Mas Sidoarjo. http://repository.petra.ac.id/15487/ .

Rosyadi, Imron. 2012. Karakteristik Wirausahawan dan Keinginan Menjadi Wirausahawan Muda. http://dspace.uphsurabaya.ac.id:8080/xmlui/handle/123456789/152 .

A Winarno - Jurnal Ekonomi Bisnis, 2009. Pengembangan Model Pembelajaran Internalisasi Nilai-Nilai Kewirausahaan pada Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Malang. http://fe.um.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/agung_winarno5.pdf .

A Mudhofir. 2012. Pendidik profesional: konsep, strategi, dan aplikasinya dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. http://digilib.uinsby.ac.id/6465/

F Patrikha. 2012. Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan dalam Keluarga dan di Sekolah Terhadap Minat Berwirausaha Melalui Self-efficacy Siswa SMK (SMEA) di Kota malang. http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/22703 .








 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar