Selasa, April 3

Jiwa Kepemimpinan Dan Kemampuan Komunikasi Wirausaha


Shovi Putri @J13-Shovi , Gina Fauzia @J20-Gina , Dewi utami @J29-dewi

ABSTRAK
Kepemimpinan  adalah  cara  seorang  pemimpin  dalam  mempengaruhi perilakubawahannya, agar mau bekerjasama dan bekerja secara produktif demi tercapainya tujuan dari organisasi. kepemimpinan ini juga dipengaruhi oleh faktor komunikasi yang baik sehingga bisa menciptakan kerjasama dalam suatu pekerjaan
Kata Kunci :
Kepemimpinan, Komunikasi, Wirausaha







PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Dikalangan pemuda, kepemimpinan menjadi suatu hal yang serius, karena pemuda merupakan pemuda merupakan generasi penerus bangsa dan dipundaknya pula masa depan bangsa ini digantungkan. Ini merupakan suatu hal yang strategis bagi pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mantan menteri kepemudaan dan olah raga (Menpora) Adhyaksa dault menyebutnya bahwa ibarat mata rantai yang tergerai panjang, generasi pemuda dalam masyarakat menempati mata rantai yang paling sentral dalam artian bahwa pemuda berperan sebagai pelestari budaya, kejuangan, pelopor, perintis pembahruan melalui karsa, karya, dan dedikasi. Kepemimpinan merupakan suatu yang abstrak, akan tetapi hasilnya nyata, kadangkala kepeimpinan mengarah pada seni, akan tetapi sering pula berkaitan dengan ilmu. Pemimpim adalah suatu peran dalam sistem tertentu. Pemimpin juga pada hakekatnya merupakan seseorang yang mempunyai peranan untuk mempengaruhi orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan Istilah kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan keterampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang. Oleh karena itu, kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan pemimpim. Kepemimpinan yang harus dikaji mulai sejak kita berada di bangku sekolah adalah bagaimana kita bersikap selayaknya seorang pemimpin bilamana kita berada dalam suatu kekuasaan. Adapun Faktor yang mempengaruhi kehidupan para wirausaha sehari-hari selalu terlibat dengan menerima dan memberi informasi melalui komunikasi. Oleh sebab itu, dengan adanya komunikasi dan kepemimpinan yang baik di dalam dunia bisnis sangat penting sekali untuk keberhasilan di dalam kegiatan usahanya.



Komunikasi dan Model Kepemimpinan
Dirangkum oleh Irman fsp,berikut model kepemimpinan

1. Model Kontigensi Fiedler
Terdapat 3 ( tiga ) sifat situasi yang berpengaruh terhadap efektifitas kepemimpinan, yaitu:
  1. Hubungan antara pemimpin dan anggota merupakan variabel yang sangat kritis dalam menentukan situasi yang menguntungkan.
  2. Derajat susunan tugas, merupakan masukan kedua yang sangat penting untuk situasi yang menguntungkan.
  3. Kedudukan kekuasaan pemimpin yang diperoleh melaui wewenang formal, adalah dimensi sangat kritis yang ketiga dari situasi.


2. Model Kepemimpinan Jalur Tujuan
Model kepemimpinan jalur tujuan (path goal) menyatakan pentingnya pengaruh pemimpin terhadap persepsi bawahan mengenai tujuan kerja, tujuan pengembangan diri, dan jalur pencapaian tujuan. Dasar dari model ini adalah teori motivasi eksperimental. Model kepemimpinan ini dipopulerkan oleh Robert House yang berusaha memprediksi ke-efektifan kepemimpinan dalam berbagai situasi.



Peran Komunikasi Dalam Kepemimpinan Organisasi Yang Berkualitas
(Jurnal Manajemen, Vol.7, No.4, Mei 2009)

Komunikasi kepemimpinan adalah proses komunikasi yang dilakukan  pemimpin (sebagai komunikator) kepada bawahan organisasinya (sebagai komunikan). Komunikasi kepemimpinan yang baik akan memastikan tiap anggota organisasi bisa mengerjakan tugasnya dengan baik.
Pada tingkatan tertinggi, tugas pemimpin adalah membuat keputusan berdasarkan masukan berbagai pihak khususnya bawahan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan, pada saat inilah peran komunikasi sangat nyata. Tiga tipe komunikasi meliputi: pertama, perintah komunikasi untuk mengembangkan kebijakan, menggambarkan, dan menetapkan rencana untuk membuat keputusan, kedua, memastikan bahwa komunikasi berfungsi secara tepat, ketiga mengevaluasi hasil komunikasi, mengakses efektifitasnya, dan membuat beberapa perubahan dasar untuk keputusan selanjutnya. Manajemen tingkat menengah memiliki tanggung jawab dua arah, disatu sisi ia harus loyal kepada tingkatan diatasnya untuk bekerja dan mencapai kesuksesan dalam pengambilan keputusan, rencana, dan kebijakan untuk manajemen diatasnya, disisi lain ia harus menjalin hubungan baik melalui komunikasi dengan menciptakan iklim kepercayaan dan keterbukaan dengan manajemen dibawahnya untuk mendapatkan informasi dan mengkomunikasikannya kepada atasan. Sedangkan manajemen bawah menyampaikan tugas, kebijakan, strategi, order, dan instruksi dari atasan. Pada tingkatan ini lebih banyak komunikasi dalam pemberian instruksi dan perintah (Koester dan Olebe, 1988).



PEMBAHASAN

Mengenai model kepemimpinan yang telah dibahas dibagian isi, kita akan membahas mengenai model-model kepemimpinan dengan melibatkan dengan kehidupan sehari-hari yang akan kita bahas distudi kasus dibawah.
Mengenai model-model kepemimpinan yang telah dibahas diatas, masing-masing model kepemimpinan mempunyai strategi masing-masing dalam memimpin suatu organisasinya. Setiap pemimpin berhak memposisikan dirinya dalam memimpin suatu organisasi tersebut dengan model diatas.
Misalnya, seorang pemimpin sedang memposisikan dirinya dengan model kepemimpinan situasional, maka disituasi tersebutlah pemimpin tersebut dapat mengemukakan dan mencoba untuk mengukur atau memperkirakan ciri-ciri pribadi, dan membantu pimpinan dengan garis pedoman perilaku yang bermanfaat yang didasarkan kepada kombinasi dari kemungkinan yang bersifat kepribadian dan situasional.

Selain model kepimpinan, komunikasi pun sangatlah penting dalam menerapkan segala sesuatunya. Seorang pemimpin tidak dapat menerapkan segala yang ia inginkan tanpa adanya suatu komunikasi. Dan komunikasi kepemimpinan termasuk proses komunikasi yang dilakukan  pemimpin (sebagai komunikator) kepada bawahan organisasinya (sebagai komunikan). Komunikasi kepemimpinan yang baik akan memastikan tiap anggota organisasi bisa mengerjakan tugasnya dengan baik.

Studi Kasus
Pak Adi (32) seorang pemilik rumah makan nasi padang didaerah Jakarta Pusat. Ia memiliki 5 orang karyawan dirumah makan yang Ia milikinya tersebut. Pak Adi selalu melakukan pengarahan setiap pagi sebelum membuka rumah makannya, Ia selalu memberikan pengarahan terhadap karyawannya, mengenai bagaimana cara melayani yang baik, cara menyapa, cara menyajikan makanan dan lain sebagainya. Karyawan-karyawan Pak Adi pun merasa senang setiap pimpinan mereka melakukan  pengarahan setiap paginya. Membuat mereka menjadi lebih percaya diri dalam melakukan setiap pekerjaan setiap harinya. Disini dapat kami simpulkan hubungan komunikasi antara Pak Adi dengan karyawannya adalah bentuk dari model kepemimpinan Model Kontigensi Fiedler.




RANGKUMAN

Komunikasi dan model kepemimpinan didalam suatu organisasi sangatlah penting. Suatu komunikasi kepemimpinan yang merupakan proses komunikasi yang dilakukan  pemimpin (sebagai komunikator) kepada bawahan organisasinya (sebagai komunikan) akan menjadi lebih baik dengan komunikasi yang diterapkan sesuai dengan prosedur yang tepat. Komunikasi kepemimpinan yang baik pula akan memastikan tiap anggota organisasi bisa mengerjakan tugasnya dengan baik. Tanpa adanya komunikasi, seorang pemimpin tidak akan dapat merealisasikan suatu ide yang Ia miliki terhadap karyawan atau organisasi dibawahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.