Jumat, April 6

Komunikasi & Model Kepemimpinan

@L24-Tasya, @L28-Selvy, @L29-Elvi, @Startup-L09, @Proyek-L05
Disusun Oleh Elvi Khairina      
Selvy Darmayudi
Maytasya Fadhila









ABSTRAK

Manusia harus berkomunikasi dalam kehidupan ini, artinya dia membutuhkan orang lain dan membutuhkan kelompok atau komunitas untuk interasi. Inilah esensi dari pribadi manusia bahwa sebagian besar individu manusia terbentuk dari integrasi dengan kelompok sosial dan komunitas lainnya. Dalam kelompok atau organisasi, ada bentuk kepemimpinan yang menjadi hal penting untuk menjalankan kelompok kehidupan, itu terdiri dari atasan dan bukan atasan. Antara kedua belah pihak harus ada komunikasi dua arah (komunikasi dua arah) atau komunikasi timbal balik untuk mencapai tujuan dan cita-cita kelompok atau organisasi. Berurusan dengan pimpinan, sehingga komunikasi yang baik sangat penting karena dimiliki oleh seorang pemimpin. Ini berkaitan dengan tugasnya untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, mendorong anggota untuk melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan yang dinyatakan dan efektivitas dalam kepemimpinan.

KATA KUNCI : KOMUNIKASI, KEPEMIMPINAN

A.      PENDAHULUAN
Komunikasi merupakan salah satu faktor yang penting dalam menjalankan proses administrasi dan interaksi antar elemen pada suatu organisasi atau lembaga,baik internal maupun eksternal. Tanpa adanya jalinan komunikasi  yang  baik dan benar  besar kemungkinan semua proses di dalam organisasi/lembaga  tersebut  tidak akan dapat berjalan dengan maksimal dan sesuai  dengan yang  telah direncanakan. .Kemampuan komunikasi yang baik akan sangat membantu semua proses yang  ada dalam  suatu  organisasi/lembaga.
  Terkait dengan kepemimpinan maka komunikasi yang baik sangatlah penting dimiliki oleh seorang pemimpin karena berkaitan dengan tugasnya untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, mendorong anggota untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta mencapai efektifitas dalam kepemimpinan, perencanaan, pengendalian, koordinasi, latihan ,manejemen konflik serta proses-proses organisasi lainnya. Lalu bagaimana mungkin komunikasi bisa berjalan dengan baik jika seorang pemimpin tidak memberikan kenyamanan, malahan yang ada adalah ketakutan bagi bawahannya dalam menyampaikan informasi kepadanya.

B.      RUMUSAN MASALAH
1.       Apa itu komunikasi?
2.       Bagaimana cara menjadi pemimpin dalam kewirausahaan?
3.       Bagaimana karakter seorang pemimpin?
4.       Bagaimana tipe-tipe dari pemimpin?

C.      PEMBAHASAN
Komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin communis atau dalam bahasa inggrisnya common berarti sama. Apabila kita berkomunikasi berarti kita dalam keadaan berusaha untuk menimbulkan suatu persamaan dalam  hal sikap dengan seseorang.  Jadi pengertian komunikasi secara harfiah adalah proses menghubungi atau mengadakan perhubungan.
Berkomunikasi merupakan suatu kebutuhan hidup manusia. Dengan berkomunikasi manusia akan dapat  berhubungan  antara satu dengan yang lain, sehingga kehidupan manusia akan bermakna.  Disisi lain ada sejumlah kebutuhan dalam diri manusia itu hanya dapat dipenuhi melalau komunikasi dengan sesama.  Makin banyak manusia itu melakukan aktivitas komunikasi antara satu dengan yang lainnya, akan semakin banyak informasi yang didapatnya dan semakin besar peluang keberhasilan seseorang itu dalam kehidupannya.

Fungsi Komunikasi Kepemimpinan
Dalam suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi, yaitu:
1.       Fungsi informatif
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi (information-processing system). Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti, informasi pada dasarnya dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu organisasi. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.
2.  Fungsi Regulatif
Fungsi regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif ini, yaitu:
  • Atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran manajemen yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Disamping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan pada lapis atas (position of authority) supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya.
  • Berkaitan dengan pesan atau message. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.
3.  Fungsi Persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
4. Fungsi Integratif
Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan laporan kemajuan oraganisasi; juga saluran komunikasi informal seperti perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.
 Bagaimana perilaku orang-orang dalam suatu organisasi ketika mereka melaksanakan tindak berbagi informasi dan gagasan. Untuk itu kita perlu memahami style atau gaya seseorang ketika ia berkomunikasi. Gaya komunikasi (communication style) didefinisikan sebagai seperangkat perilaku antarpribadi yang terspesialisasi yang digunakan dalam suatu situasi tertentu (a specialized set of interpersonal behaviors that are used in a given situation). Masing-masing gaya komunikasi terdiri dari sekumpulan perilaku komunikasi yang dipakai untuk mendapatkan respon atau tanggapan tertentu dalam situasi yang tertentu pula.  Kesesuaian dari satu gaya komunikasi yang digunakan, bergantung pada maksud dari pengirim (sender) dan harapan dari penerima (receiver).
Kepemimpinan yang baik adalah perhatian pemimpin kepada karyawannya. Semakin besar perhatian kepada karyawan, maka semakin keras mereka akan bekerja untuk pemimpinnya. Gaya dan cara kepemimpinan setiap orang berbeda-beda tergantung dengan karakter, kepribadian, pengalaman dan proses pembelajaran dari pemimpin tersebut. Kepemimpinan yang berorientasi juga kepada kesejahteraan dari para karyawan, dapat memberi nilai lebih dalam proses kepemimpinan terutama demi mencapai visi, misi dan tujuan keberhasilan yang dicapai dari organisasi atau kelompok tersebut.

Karakter yang perlu dimiliki oleh para wirausahawan dalam memimpin setiap karyawannya, antara lain:
1.       Keberanian untuk Bertindak (Dare to Act)
Keberanian dalam menembus semua anggapan ketidakpastian serta ketidakmungkinan merupakan salah satu risiko yang harus dihadapi oleh seorang yang terjun dalam dunia entrepreneur. Perhitungan yang cermat, antisipatif terhadap segala risiko dari setiap keputusan yang diambil (Plan B) serta visioner merupakan sifat yang perlu dipertajam seiring dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh seorang wirausahawan yang andal.
2.       Membangun Tim yang Solid (Build a Solid Team)
Kebersamaan dan kesatuhatian dari para karyawan untuk melakukan tanggung jawab mereka sesuai arahan dari pemimpin perusahaan merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan tujuan dari keberhasilan yang akan dicapai. Tentu saja hal ini diperlukan komitmen yang dilakukan bersama oleh para karyawan.

3.       Menjadi Pendengar yang Baik (Eager to Learn)

Visioner dan optimis akan keberhasilan yang akan diraih merupakan salah satu modal yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Ada kalanya seorang pemimpin perlu untuk menerima masukan mengingat sebuah ungkapan mengatakan bahwanobodyperfect (tidak ada seorang pun yang sempurna). Oleh sebab itu, berjiwa besar dan lapang dada dalam menerima input, saran, pandangan orang lain serta kritik adalah sikap hati yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin.

4.       Berani mengambil resiko

Setiap keputusan dan langkah yang akan diambil pasti akan menuai hasil tertentu, entah itu menguntungkan atau justru malah merugikan perusahaan. Keberanian dalam mengambil sebuah risiko merupakan salah satu sikap dan merupakan tantangan tersendiri yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin yang andal.

5.       Memiliki Seorang Mentor/Pembimbing

Dalam menjalankan proses kepemimpinan, terkadang kita memerlukan bimbingan dan arahan dari orang lain yang lebih senior yang dapat kita sebut sebagai mentor/pembimbing. Mengingat kemampuan seorang pemimpin wirausaha dan karyawan ada batasannya. Setiap orang memiliki kekurangan, disinilah letak seorang pembimbing yang dapat mengarahkan dan membimbing untuk mengembangkan usaha baik dalam bidang teknis, maupun manajemen usaha

6.       Pikiran yang Terbuka (OpenMinded)

Terbuka terhadap saran, ide-ide yang baru dan kreatif perlu ditanamkan dalam jiwa seorang wirausahawan. Pikiran yang terbuka untuk menerima masukan untuk pembaruan dapat membawa seseorang kepada proses kepemimpinan yang legowo(rendah hati) karena kesadaran akan keterbatasan diri dan mau belajar dari orang lain. 

7.       Memiliki Kepercayaan Diri (SelfConfident)

Memiliki keyakinan teguh, kepercayaan diri, optimis terhadap tujuan dan keberhasilan yang akan diraih merupakan salah satu sikap yang tidak dapat dikesampingkan. Rasa percaya diri ini membawa kepada motivasi untuk melakukan setiap tugas dengan lebih bergairah untuk menyelesaikannya dan kita perlu mengingat sebagai pemimpin perlu memberikan pengaruh yang positif kepada para karyawan yang kita pimpin.
Tipe kepemimpinan berwirausaha

Dalam memimpin, seorang pemimpin memiliki tipe dan cirri khas yang berbeda-beda. Dibawah ini merupakan tipe-tipe kepemimpinan menurut kartinikartono (1983) adalah sebagai berikut:


1. Tipe Kharismatik: Pemimpin kharismatik merupakan  kekuatan energi, daya tarik luar biasa yang diikuti oleh para pengikutnya.


2. Tipe peternalistis dan maternalistis; Tipe pemimpin ini bersikap melindungi bawahan  sebagai seorang bapak atau sebagai ibu yang penuh kasih sayang.


3. Tipe militeris: Tipe pemimpin ini banyak menggunakan system pemerintah, system komando, dari atasan kebawahan sifatnya keras, sangat otoriterm, menghendaki bawahan agar selalu patuh, penuh acara formalitas.


4. Tipe otokratis: Tipe pemimpin ini berdasarkan kepada kekuasaan dan paksaan yang mutlak dan harus dipatuhi. Pemimpin ini selalu berperan sebagai pemain tunggal, dan kekuasaan yang bersifat absolut.


5. Tipe Laissezfaire: Tipe pemimpin ini membiarkan karyawan berbuat semaunya sendiri, semua pekerjaan dan tanggung jawab dilakukan oleh bawahan. Pemimpin hanya merupakan symbol yang tidak memiliki ketrampilan.


6. Tipe populistis: Tipe pemimpin ini mampu menjadi pemimpin rakyat . dia berpegang pada nilai-nilai masyarakat tradisional.


7. Tipe Administratif: Pemimpin tipe ini merupakan pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif sehingga diharapkan muncul perkembangan teknis, manajemen modern dan perkembangan sosial.


8. Tipe Demokratis: Tipe pemimpin ini berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan pada pengikutnya. Tipe pemimpin ini juga menekankan pada rasa tanggung jawab dan kerjasama yang baik antar karyawan.
Daftar Pustaka :
Kriswangsa Bagus Kusuma Yudha. Para Entrepreneur, Bagaimana Kepemimpinan Seorang Wirausaha? Dalam https://www.google.com/amp/s/www.finansialku.com/para-entrepreneur-bagaimana-kepemimpinan-seorang-wirausaha/amp/?espv=1
2.       Chirstiani, Luca. Pemimpin dalam Kewirausahaan dalam https://lucakristiani.wordpress.com/2014/06/07/kepemimpinan-dalam-kewirausahaan/
3.       Islam Cendekia. Ciri-ciri dan tipe berwirausaha dalam http://www.islamcendekia.com/2014/03/ciri-ciri-dan-tipe-kepemimpinan.html?m=1
4.       Sherlyyunitabahrun. Kepemimpinan dalam kewirausahaan dalam https://sherlyyunitabahrun.wordpress.com/2014/06/08/kepemimpinan-dalam-kewirausahaan/
5.       Syarif,Abdullah. 2014. Peranan Komunikasi dalam Kepemimpinan. staihubbulwathan in Jurnal Volume 6. Dalam https://jurnalalishlah.wordpress.com/2014/09/06/peranan-komunikasi-dalam-kepemimpinan/
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar