Selasa, April 3

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI ORGANISASI

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI ORGANISASI



Pendahuluan
Gaya kepemimpinan sangat dibutuhkan dalam mengarahkan dan memotivasi karyawan untukmeningkatkan prestasi kerja mereka. Prestasi kerja yang ditunjukkan oleh karyawan akan berdampak langsung pada pencapaian hasil oganisasi secara keseluruhan. Colvin (1999) didalam Soelistya (2014) menyatakan bahwa untuk menjalin hubungan timbal balik, diantara para stakeholder akan dapat meningkatkan kinerja karyawan perusahaan, selanjutnya pada sisi yang lain keunggulan kompetisi suatu perusahaan tidaklah semata-semata ditentukan oleh kekuatan sumber daya bahan baku yang dimiliki, penggunaan teknologi dan modal serta informasi yang canggih, tapi juga ditentukan oleh kekuatan sumber daya manusianya. Dan bahkan akhir-akhir ini aspek sumber daya manusia, menjadi fokus perhatian utama para pemimpin organisasi. Perhatian pada pengembangan sumber daya manusia menjadi sangat penting, ketika organisasi dihadapkan pada kendala keterbatasan sumber daya yang lain.

Pembahasan
Komunikasi organisasi yang sudah terjalin dengan baik tapi untuk kedepannya dapat lebih ditingkatkan lagi, hal ini tidak terlepas dari faktor peranan dari seorang pemimpin. Oleh karena itulah fungsi pemimpin tidak hanya sekedar membimbing dan mengarahkan bawahannya, namun yang terpenting adalah bagaimana seorang pemimpin mampu memberikan visi dan misi atau arah yang jelas kemana organisasi tersebut akan dibawanya.

Efektivitas organisasi terletak pada efektivitas komunikasi, sebab komunikasi itu penting untuk menghasilkan pemahaman yang sama antara pengirim informasi dengan penerima informasi pada semua tingkatan/level dalam organisasi. Kelancaran semua kegiatan organisasi akan dapat terganggu jika terdapat suatu masalah yang menyangkut komunikasi, dan apabila terjadi masalah dalam komunikasi maka dikhawatirkan akan memberikan dampak yang buruk bagi organisasi tersebut.

Kepemimpinan sangat diperlukan bagi suatu organisasi dalam menentukan kemajuan dan kemunduran organisasi, serta tidak ada organisasi yang dapat maju tanpa kepemimpinan yang baik. Gaya kepemimpinan adalah perilaku dan strategi sebagai hasil kombinasi dari falsafah, keterampilan, sifat dan sikap yang sering diterapkan seorang pemimpin karena ia mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya. Gaya kepemimpinan menduduki fungsi utama dalam sebuah organisasi, dan merupakan faktor penentu dalam menentukan sukses atau gagalnya organisasi (Kartono, 2013).

Teori Kepemimpinan situasional (Hersey dan Blanchard)

Untuk membuat penilaian yang cepat, ada empat gaya kepemimpinan-situasional yang dapat dikemukakan:
1. Memberitahu (telling). Tugas berat, hubungan lemah. Gaya ini ditandai oleh komunikasi satu-arah. Pemimpin menentukan peranan anak-buah dan memberitahu apa, dimana, kapan, dan bagaimana cara mengerjakan berbagai macam tugas.
2.Mempromosikan (Selling). Tugas berat, hubungan kuat. Gaya ini ditandai oleh usaha melalui komunikasi dua-arah, meskipun hampir semua pengaturan dilakukan oleh pemimpin.
3. Berpartisipasi (Participating). Hubungan kuat, tugas berat. Gaya ini ditandai oleh pemimpidan anak-buah yang bersama-sama terlibat dalam pembuatan keputusan melalui komunikasi dua-arah yang sebenarnya.
4. Mewakilkan (Delegating). Hubungan lemah, tugas ringan. Gaya ini ditandai oleh pemimpin yang membiarkan anak-buahnya bertanggung jawab atas keputusan-keputusan mereka.

Contoh Kasus :
Presiden John F. Kennedy


Presiden John F. Kennedy adalah pemimpin demokratis yang terkenal. Seseorang tidak salah ketika mengatakan Presiden Kennedy adalah seorang Demokrat dan tentunya ia akan dikenang sebagai seorang pemimpin besar. Ia adalah salah satu pemimpin demokratis yang terkenal. Selain seorang pemimpin yang demokratis, John F.Kenedy juga pemimpin paling karismatik di Amerika Serikat. John F. Kennedy berasal dari keluarga yang kuat, dan diberkati dengan penampilan yang baik di samping kharisma pribadinya.
Pemimpin dalam tipe ini menafsirkan kepemimpinannya bukan sebagai diktator melainkan sebagai pemimpin ditengah-tengah anggota kelompoknya, hubungannya dengan para bawahannya bukan sebagai atasan dan bawahan tetapi lebih pada kerabat atau kakak kepada adiknya. Dalam melaksanakan tugasnya ia mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat serta saran dari bawahannya, demikian juga terhadap kritik yang membangun


Daftar Pustaka

- Soelistya, 2014. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Partisipatif dan Komunikasi Terhadap Motivasi Kerja. Jurnal Ilmu Ekonomi & Manajemen, Vol. 1. Didalam :  https://anzdoc.com/djoko-soelistya-abstrak.html (diunduh pada : 01 April 2018)
- Harsono. 2015. Analisis Gaya Kepemimpinan Dan Komunikasi. Organisasi Antara Atasan-Bawahan. Jurnal Komunikasi KAREBA. Vol. 4. Didalam :  http://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/download/630/450 (diunduh pada : 01 April 2018)
- Prabawa. 2013. Pengaruh Komunikasi Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Didalam :  http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/23854/1/skripsi.pdf (diunduh pada : 01 April 2018)
- http://thoifahasriandini.blogspot.co.id/2015/10/contoh-pemimpin-dengan-gaya.html?view=mosaic (diakses pada : 01 April 2018)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar