Senin, April 30

SIKAP DALAM BERWIRAUSAHA



Lutfiah Mawar Tina, Ika Hafshah Listyanti, Shella Sarahthifa (@J11, @J15, @J25, @Proyek-J06)


Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta mengidentifikasi bagaimana sikap seorang wirausaha dalam                               mengembangkan ide berwirausaha.
Kata kunci : Motivasi, Bisnis, dan Sikap Berwirausaha

A.   Pendahuluan
1.   Latar belakang
                Bisnis di Indonesia sudah sangat banyak, dari perusahaan mikro sampai perusahaan besar sehingga persaingan bisnis semakin kompleks. Persaingan dalam menjual produk maupun jasa semakin banyak, sehingga banyak para pengusaha menawarkan produk maupun jasanya dengan berbagai macam cara agar konsumen tertarik untuk membeli produk atau jasa yang dijual. Banyak pengusaha yang bersebelahan dengan menjual barang yang sama sehingga persaingan pun semakin berat. Semakin banyak pesaing, maka semakin banyak cara untuk menarik konsumen agar tertarik membeli produk atau jasa yang dijual. Akan tetapi tidak semua cara dapat berjalanan dengan lancer sehingg amengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Banyak perusahaan yang baru berjalan tetapi tidak lama kemudian perusahaan tersebut gulung tikar atau bangkrut. Banyak pelaku bisnis yang hanya menginginkankeuntungan yang besar tanpa membuat planning yang tepat dan memikirkan resiko-resiko yang mungkin  dapat terjadi. Dalam mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan terja pada usaha yang di rintis, maka langkah-langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah membuat perencanaan bisnis sehingga para calon pengusaha dapat mengurangi resiko yang mungkin dapat terja pada usaha yang akan dibangun. 2 Perencanaan bisnis (Business plan) menurutHisrich,Peter, 1995 (Alma, 2004) merupakan dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang menggambarkan semuaunsur-unsur yang relevan baik internal, maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai sewaktu usaha. Business plan merupakan alat yang sangat penting bagi pengusaha untuk mengambil keputusan dan kebijakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan yang dituangkan dalam suatu dokumen perencanaan. Tujuan perencanaan bisnis adalah agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan maupun yang sedang berjalan tetap berada di jalur yang benar sesuai dengan kenyataan yang telah direncanakan. Perencanaan bisnis juga merupakan pedoman untuk mempertajam rencana-rencana yang diharapkan, dan cara mencapai sasaran yang ingindicapai. Perencanaan bisnis yang baik memuat tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk memaksimalkan peluang keberhasilan. Perencanaan bisnis dapat juga dipakai sebagai alat untuk mencari dana seperti lembaga keuangan. Bantuan dana yang diperlukan tersebut dapat berupa bantuan dana jangka pendek untuk modal kerja maupun jangka panjang untuk perluasan usaha. Dalam mendirikan suatu usaha, seorang usahawan harus mempunyai trik khusus agar produk atau jasa yang dijualnya laku dipasaran. Oleh sebab itu seorang wirausaha harus memperhatikan selera atau keinginan masyarakat atau konsumen.

5 Sikap Pengusaha Sukses
1. Berbeda (Be a Contrarian)
Dalam kehidupan selalu ada 2 sisi, yaitu baik buruk, untung rugi, kelebihan kekurangan, dan sebagainya. Menjadi karyawan tentu enak, karena dengan performa dan prestasinya tentu akan mendapat kompensasi rutin dari perusahaan. Sisi negatifnya adalah jika perfoma tidak bagus, maka posisi dan pekerjaan karyawan tersebut yang terancam digantikan oleh orang lain.
Sementara seorang pengusaha, bukan hanya melihat kepada dirinya, namun juga berfikir tentang kemajuan perusahaan, karyawan dan keluarganya, serta masyarakat umum. Tentunya menjadi tantangan yang lebih berat, bukan?
Untuk itu, Seorang pengusaha sukses selalu melihat secara holistic. Pengusaha tidak senag berada dalam “status quo”. Dalam setiap sudut pandang selalu ada peluang yang akan mendatangkan keuntungan atau manfaat bagi dirinya, perusahaan dan masyarakat umum.
2.Bekerja adalah Bermain (Draw no distinction between work and play)
Membangun suatu usaha pastinya memerlukan energi dan usaha berlipat ganda.
Seorang karyawan akan melihat pekerjaan sebagai bagian terpisah untuk mendapatkan keinginan mereka sebenarnya. Karena itu momen akhir pekan atau long weekend merupakan hal yang sangat dinantikan untuk menghilangkan kepenatan bekerja.
Di lain sisi, pengusaha melihat pekerjaan sebagai suatu kegiatan yang tidak terpisah dengan durasi waktu, tenaga dan usaha yang lebih dibandingkan karyawan. Bekerja adalah bermain yang penuh dinamika dan tantangan menyenangkan dalam kehidupan. Setiap tantangan memberikan semangat baru yang membuat permainan menjadi semakin menyenangkan.
Kenyataan yang harus dihadapi, jika Anda tidak siap dan tidak mau bekerja keras, maka kesuksesan sebagai pengusaha menjadi tantangan berat.
3. Berfikir melalui visualisasi bukan detil (Think in PATTERNS, not in details)
Saat Steve Jobs menciptakan iMovie, dalam rapat pertama bersama tim Apple dimana setiap individu telah menyiapkan hal detil yang akan dipresentasikan mulai dari perencanaan sampai eksekusi, Steve Jobs masuk ke ruang rapat dan langsung menuju ke whiteboard. Beliau langsung menggambar prototype sebuah video player. Dia menggambarkan interaksi dan kelebihan dari produk tersebut. Steve Jobs berkata kepada seluruh tim “This is what we’re building”. Steve Jobs menterjemehkan keinginan dari konsumen ke dalam video player tersebut. Bukan hal-hal kecil yang menjadi fokus utama, tapi “VISUALISASI” sebagai pendorong kearah detil. Inilah yang digunakan oleh para pengusaha sukses!
4. Jadilah Manajer (Act as a General Manager)
Dalam olahraga, tugas utama Manager membentuk dan membangun tim yang sukses. Sebaik apapun pelatih, jika manager tidak melakukan pekerjaannya dengan baik maka timnya akan gagal. Dalam bisnis, seorang pengusaha harus menjadi Manager. Bukan hanya fokus pada perencanaan dan pengelolaan, tapi yang utama adalah menemukan talenta dalam setiap individu dan membangkitkan talenta tersebut untuk meraih visi.
Dalam materi Rich DAD, bisnis dan kehidupan adalah seperti tim olahraga. Tanpa tim yang hebat maka usahanya akan runtuh. Temukan dan bangkitkan setiap talenta dalam diri tim Anda!
5. Tujuan (Have a higher purpose)
Apakah tujuan Anda menjadi seorang pengusaha?
Seorang pengusaha akan sering menghadapi situasi menantang dan tidak jarang akan menghadapi masa sulit dalam bisnis. Jika tujuan hanya sebatas uang, maka pada saat sulit dimana seorang pengusaha bisa jadi kehilangan harta benda termasuk uang adalah ujian terberat dan bias jadi Anda berfikir kegagalan.
Tapi jika Anda memiliki tujuan yang sangat besar dan bermanfaat bagi umat, maka kesuksesan adalah milik Anda. Dalam konteks islami, tujuan berusaha adalah “Rahmatan Lil Alamin” atau bermanfaat bagi umat.
Alasan Pentingnya Membuat Rencana Bisnis (Business Plan)
Business Plan atau Perencanaan Bisnis merupakan pernyataan formal yang berisi tujuan berdirinya sebuah bisnis, alasan mengapa pendiri bisnis tersebut yakin tujuan tersebut bisa dicapai dan juga strategi atau rencana apa yang akan dijalankan guna mencapai tujuan tersebut. Rencana bisnis juga bisa mengandung informasi mengenai latar belakang organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk memenuhi tujuan itu.
Tujuan Business Plan
Adapun tujuan dibuatnya rencana bisnis yaitu:
v  Untuk mempertajam rencana-rencana yang telah ditetapkan atau rencana yang diharapkan.
v  Untuk mengetahui arah dan tujuan perusahaan.
v  Sebagai cara untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai.
v  Sebagai alat untuk mencari laba dari pihak ketiga seperti investor, bank atau lainnya.
Manfaat Business Plan
1.     Untuk Mengawali Sebuah Bisnis atau Usaha
Bussiness plan berfungsi untuk merancang stategi dan rencana awal bisnis. Sebuah bisnis akan sulit berkembang apabila dijalankan tanpa rencana ataupun rancangan bisnis. Untuk itu sangatlah penting bagi seorang wira usaha untuk menyusun sebuah rencana bisnis agar bisnis yang ditekuni lebih terarah dan terorientasi dengan benar dan dapat mencapai kesuksesan.
2. Untuk Mencari Sumber Dana
Rencana bisnis yang telah disusun bermanfaat untuk mendatangkan pihak ketika seperti investor, bank atau yang lainnya yang akan membantu bisnis yang dijalankan. Artinya, rencana bisnis yang sudah dibuat dapat menjadi semacam proposal atau pelengkap proposal yang akan membantu mendapatkan modal usaha.
3. Membuat Bisnis Lebih Fokus dan Terarah
Seorang pebisnis perlu menyusun sebuah business plan atau rencana dan rancangan bisnis agar nantinya bisnis yang akan dijalankan akan lebih fokus dan terarah dalam menentukan jenis bisnis, modal, strategi bisnis serta jenis pemasaran yang akan digunakan.
4. Memprediksi Masa Depan
Business plan juga dapat digunakan untuk memprediksi masa depan bisnis yang kan dijalankan. Sebab, saat menyusun rencana bisnis, maka akan terlihat gambaran jangka pendek, menengah dan panjang bagi bisnis yang akan dijalankan.
5. Untuk Menaikkan Level Bisnis
Business plan juga dapat menaikkan level bisnis yang sedang dijalankan. Rencana dan rancangan bisnis yang disusun dengan baik akan membuat gairah tersendiri bagi pebisnis untuk menjalankan usaha mereka.

Langkah-Langkah Membuat Business Plan
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat sebuah business plan

1. Mengenal Bisnis Yang Akan Dijalankan
Langkah pertama perlu dilakukan untuk membuat rencana bisnis yaitu harus mengetahui luar dalam dalam dari industri yang akan dimasuki. Artinya harus banyak banyak melakukan penelitian. Ada du bentuk penelitian yang dapat dilakukan yaitu membaca segala sesuatu tentang industri tersebut dan berbicara dengan orang yang telah lebih dulu terjun ke industri tersebut.
2. Menentukan Visi
Langkah selanjutnya yaitu menentukan visi. Sebuah rencana bisnis berfungsi untuk mengkristalkan visi bisnis dan membimbing untuk memenuhi visi tersebut. Jika pembiayaan bisnis berasal dari investor, maka visi harus dirancang sebaik mungkin untuk menarik investor. Namun saat pembiayaan berasal dari sendiri, visi yang dimasukkan bebas memasukkan sesuai idealisme.
3. Menentukan Audiens
Jika audiens dari business plan merupakan investor, atau berencana merekrut investor bermodalkan business plan, maka perlu membuat business plan yang sesuai dengan mereka. Bahasa yang digunakan dalam rencana bisnis harus sesuai dengan audiens: investor yang kurang modern mungkin akan terpengaruh oleh jargon-jargon industri, sedangkan profesional justru akan mengharapkan tersebut.
4. Membuat Rencana Bisnis
Langkah selanjutnya adalah membuat kerangka rencana bisnis. Selanjutnya kerangka rencana bisnis tersebut dikembangkan. Susun kerangka bisnis sesuai dengan urutan.

Pernyataan Misi, deskripsi 1-3 paragraf singkat berisi tujuan bisnis atau prinsip-prinsip yang dianut bisnis yang akan dijalankan. Bagian ini harus menyatakan unique selling point (USP) bisnis yang membedakan antara perusahaan yang dimiliki dengan perusahaan lain dalam industri yang sama.
Ringkasan Eksekutif, ringkasan 1-2 halaman bisnis yang akan dijalankan. Para investor akan membaca halaman ini untuk memutuskan apakah mereka ingin melihat sisa dari paket rencana bisnis.
Penawaran Produk atau Jasa, Bagian ini menjelaskan produk atau jasa yang ditawarkan secara detail, serta harga yang akan diterapkan.
Target Pasar. Bagian ini berisi siapa target pasar primer dan sekunder perusahaan, bersama dengan penelitian yang menunjukkan bagaimana target pasar akan membeli apa yang ditawarkan.
Marketing Plan. Bagian ini mempresentasikan rencana pemasaran secara rinci bagaimana perusahaan akan mencapai target pasar, meliputi iklan dan strategi promosi lainnya.
Analisis Industri dan Kompetisi. Bagian ini berisi analisis yang lengkap dan menyeluruh terhadap industri dan kompetisi yang mencakup semua stakeholder dalam bisnis yang dijalankan.
Laporan Keuangan. Laporan keuangan dibuat menggunakan proyeksi yang realistis yaitu didasarkan pada penelitian industri secara menyeluruh yang dikombinasikan dengan strategi bagaimana perusahaan akan bersaing. Setiap angka pada spreadsheet harus berarti sesuatu. Laporan laba rugi harus seimbang dengan laporan arus kas perusahaan yang seimbang dengan neraca perusahaan. Neraca perusahaan harus seimbang pada akhir setiap periode. Cantumkan seberapa cepat perusahaan akan mencapai arus kas positif.
Resume of Company Principal. Pada bagian ini sertakan biografi dan latar belakang profesional dari semua karyawan yang signifikan di dalam bisnis yang dijalankan. Pada bagian ini harus ditekankan bagaimana karyawan siap untuk mengambil tantangan menjalankan startup perusahaan.
Penawaran. Bagian iniberisi paket-paket investasi yang sedang ditawarkan, dan tujuan apa menggunakan dana tersebut.
5. Membuat Business Plan Secara Profesional
Setelah mengumpulkan semua informasi penting, pastikan presentasikan rencana secara profesional. Bussines plan harus diketik, margin selaras dan rapi. Gunakan gambar grafis dan warna yang menarik. Jangan menulis tangan semua koreksi. Kualitas makalah rencana bisnis yang dibuat harus mendekati buku atau majalah.


Kisah Pengusaha Sukses
Elang Gumilang
image credit : the-mni.com

Elang Gumilang adalah seorang pengusaha properti kelahiran Bogor 6 April 1985 (31 tahun) yang kisah hidupnya merupakan contoh dari kisah inspiratif pengusaha Indonesia sukses membangun bisnis dari nol. Elang Gumilang telah menjadi seorang pengusaha sukses dari usia sekolah, saat duduk di bangku SMA kelas 3 dirinya mempunyai target untuk menghasilkan 10 juta rupiah untuk membiayai sendiri kuliahnya. Dengan bekal semangat tersebut, Elang mulai menjajakan donat ke sekolah-sekolah dan meraih keuntungan yang lumayan dari usaha tersebut. Namun, kedua orang tuanya kemudian mengetahuinya dan memaksanya untuk berhenti berjualan donat karena UN yang sudah dekat.

Lulus dari UN dan tamat SMA, Elang berhasil masuk ke Fakultas Ekonomi IPB tanpa tes. Memasuki kuliah semangat wirausaha Elang muncul lagi dengan bermodal uang sejuta ia kembali berniat untuk bisnis. Awalnya ia berjualan sepatu dan mampu menangguk untung 3 juta, kemudian berganti menyuplai lampu neon fakultas. Bermodal surat dari kampus, ia melobi perusahaan lampu Philips untuk mensuplai lampu neon di kampusnya. “Alhamdulillah untuk setiap pembelian saya untung 15 juta rupiah,” ucapnya bangga. Namun bisnis lampu perputarannya uangnya sangat lambat, Elang kemudian beralih ke bisnis minyak goreng yang mempunyai perputaran cepat.
Bisnis minyak goreng yang ditekuninya memang mempunyai perputaran cepat namun menggunakan tenaga dan waktu yang tidak sedikit sehingga mengganggu kuliah. Akhirnya Elang berhenti dari bisnis minyak goreng. Ia kemudian memikirkan bisnis yang tak menggunakan otot. Ia bertukar pikiran dengan dosen dan beberapa pengusaha lokal. Alhasil tercetuslah bisnis lembaga kursus bahasa Inggris di kampusnya. Elang menggunakan tenaga pengajar langsung dari luar negeri sehingga kampus mempercayakan lembaga milik Elang tersebut sebagai mitra. Karena bisnis kursus ini tak menggunakan otot, Elang kemudian menggunakan waktu luangnya untuk menjadi pemasar perumahan.
Dengan keberhasilan bisnis-bisnis sebelumnya tersebut, Elang sudah mempunyai hidup yang berkecukupan sebelum terjun ke bisnis properti.  Dia sudah punya mobil dan rumah sendiri padahal masih kuliah semester 6 tetapi Elang merasa ada yang kurang. Setelah melewati masa pencarian jawaban tersebut, Elang Gumilang pun terjun ke bisnis properti yang fokus kepada masyarakat berpenghasilan rendah seperti pedagang, buruh, dan masyarakat yang tidak mempunyai akses perbankan.
Modal pertamanya sebesar Rp 340 juta. Hasil meminjam dari kerabat, teman dan dosen. Dengan uang sejumlah itu, Elang bisa membangun hunian tempat berlindung para pedagang, rekan mahasiswa maupun masyarakat lain yang tak memiliki akses perbankan. Harga rumah yang dijualnya saat itu, sekitar Rp 22 juta-Rp 40 juta per unit. Uang muka yang dikenakan hanya Rp 1,2 juta dengan cicilan per bulan sekitar Rp 89 ribu. Jumlah nilai yang saat ini tak ada artinya. Di saat pengembang lain berjibaku meraup marjin keuntungan maksimal, Elang justru berlaku sebaliknya.
Sukses penjualan Gemilang Property Griya Salak Endah I menyisakan kisah serupa pada sejumlah portofolio berikutnya. Hingga enam tahun usia bisnisnya di sektor properti, Elang telah mengembangkan tiga belas (13) perumahan. Di antaranya Gemilang Property Griya Salak Endah I-III, Gemilang Property Griya PGRI Ciampea Endah, Gemilang Property Citayam, Gemilang Property Cilebut, Gemilang Property Lido dan yang teranyar di kawasan Cifor, Bogor Barat. Kisaran harga mulai dari Rp 88 juta-Rp 1 miliar. Dari rentang harga ini dapat diambil kesimpulan bahwa semua kelas memberikan kesempatan kepadanya untuk berkembang.
Saat ini Elang Gumilang telah mempunyai bisnis dengan omzet sebesar Rp55-56 triliun dan meraih berbagai penghargaan yang bergengsi. Elang Group yang fokus kepada properti untuk masyarakat berpenghasilan rendah pun telah melebarkan sayap usahanya ke bisnis properti komersial. Dari kisah hidupnya tersebut tidak berlebihan jika Elang Gumilang masuk dalam daftar kisah inspiratif pengusaha Indonesia sukses membangun bisnis dari nol. 



Kesimpulan

                                Untuk menjadi seorang wirausaha yang kompeten, kita perlu menentukan terlebih dahulu bentuk usaha apa yang akan kita buat dan sikap-sikap apa saja yang perlu kita lakukan agar kita dapat mengantisipasi segala macam bentuk maupun ancaman yang menghalangi usaha kita.

  
  


Daftar Pustaka


www.richdad.com (diakses pada Selasa, 17 Januari 2017)
https://idntrepreneur.com/kisah-inspiratif-pengusaha-indonesia-sukses-membangun-bisnis-dari-nol 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar