Rabu, Mei 16

Cara menjadi manajemen bisnis yang sukses


MANAJEMEN DALAM BERBISNIS



KELOMPOK @Startup-K05
PROYEK @Proyek-K07
PENULIS:
(@K14-Aditya)
(@K25-Hendra)
(@K05-Frais)


ABSTRAK
Artikel ini ditujukan untuk memberikan ringkasan tentang manajemen yang baik dalam berbisnis dan juga dapat menjadi pedoman bagi para pembisnis agar dapat menyusun manajemen dalam bisnis yang sedang mereka jalankan,dan tidak salah dalam menyusun manajemen bisnis mereka.

KATA KUNCI : Manajemen & Bisnis

PEMBAHASAN

Pengertian Manajemen
Secara umum, pengertian manajemen merupakan suatu seni dalam ilmu dan pengorganisasian seperti menyusun perencanaan, membangun organisasi dan pengorganisasiannya, pergerakan, serta pengendalian atau pengawasan.

Pengertian Bisnis
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat.
Secara singkat bisnis berarti kegiatan yang dapat memberikan banyak keuntungan secara material, dengan bisnis kita dapat menambah kekayaan kita, dan juga bisnis dapat menambah pengalaman serta pengetahuan mental diri seseorang sejauh manakah kita dapat menjalankan bisnis kita sendiri.

Fungsi Manajemen dalam Bisnis

1. Memimpin (Leading)
Tugas seorang manajer adalah agar orang lain bertindak untuk tujuan organisasi. fungsi ini meliputi: 
· mengambil keputusan (decision maker); 
· melakukan komunikasi (communicating); 
· memberikan motivasi (motivating); 
· memilih orang-orang (selecting people); 
· mengembangkan orang lain (developing people) melalui penilaian hasil kinerja, memberikan saran dan pemberian latihan atau training

2. Merencanakan (Planning)
Tugas dan kegiatan utama pencanaan meliputi : 
· Forecasting atau meramalkan untuk waktu yang akan datang; 
· Membuat target dan sasaran (seat goal or targeting); 
· Programming (membuat acara) membuat rencana urutan kegiatan yang diperlukan untuk pencapaian target; 
· Schedulling (mengatur urutan waktu pelaksanaan atau time table); 
· Budgeting (menyusun rencana anggaran biaya); 
· Membuat Standard Operating Procedure (SOP) tentang pelaksanaan pekerjaan;
· Estabilishing and Interpreting Policies (menetapkan dan menafsirkan kebijakan-kebijakan pelaksanaan pekerjaan) 



3. Menyusun (Organizing)
Kegiatan mengatur dan menghubungkan suatu pekerjaan sehingga dilaksanakan lebih efektif dan efisien meliputi: 
· Design Organization Structure (Desain Struktur Organisasi), 
· Menentukan job description dari masing-masing jabatan untuk mencapai sararan organisasi; 
· Delegating Responsibility and Authority (mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang) menetapkan pertangungjawaban untuk hasil yang dicapai; 
· Estabilishing Relationship (menetapkan hubungan-hubungan yang membedakan antara atasan dan staff); 
· Mendeskripsikan hal-hal yang dianggap efektif sehubungan dengan pemanfaatan sumber daya manusia guna pencapaian sasaran. 

4. Mengawasi (Controlling)
Melakukan pengawasan, pengendalian dan pengamatan meliputi: 
· Developing Performance Standard (perkembangan pekerjaan); 
· Measuring Performance (pengukuran hasil pekerjaan); 
· Taking Corrective Action (melakukan tindakan perbaikan dan mengoreksi kesalahan) 
Setiap fungsi manajemen atau seorang manajer harus mempunyai keempat keahlian diatas dan harus mampu menerapkannya dalam suatu kegiatan organisasi yang terpadu untuk mencapai tujuan utama perusahaan sesuai dengan prinsip manajemen.

KESIMPULAN

   Dengan kemampuan manajemen yang baik, seorang manajer dapat menggunakan komponen-komponen penting dalam menjalankan manajemen bisnis dengan baik. Maka oleh karena itu, sebagai cara yang tepat agar menjadi manajemen yang baik dan bijaksana, harus dapat mempelajari dan menerapkan hal yang penting yaitu mempunyai jiwa berkepemimpinan, dapat mengendalikan keadaan, dan sebagainya. Dengan itu, maka pengerjaan atau tindakan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan kehendak yang di inginkan.


CONTOH KASUS

Reza Nurhilman



   Bagi yang belum mengenal nama ini, mungkin Anda lebih mengenal “kripik setan” Maicih. Ya, Reza

   Nurhilman adalah nama pemuda yang berada di belakang produk keripik singkong ekstra pedas yang populer itu. Reza memulai bisnis keripik singkong ini pada pertengahan 2010 seorang diri saat berusia 23 tahun dengan modal awal 15 juta rupiah. Untuk bisnisnya ini, ia menggandeng satu produsen keripik lokal di Bandung.

Reza mengawali bisnisnya ini dengan melakukan pemasaran sederhana, yakni melalui platform media sosial, Twitter, sebelum mengembangkan sayap dengan menerapkan sistem keagenan yang menggunakan istilah Jenderal agar produknya bisa menggapai konsumen yang lebih luas. Para Jenderal ini memasarkan produknya dengan cara berkeliling atau nomaden.

   Pemuda kelahiran Bandung 28 tahun yang lalu ini mengaku kunci kesuksesannya terletak pada cara berpikirnya yang out of the box, yaitu dengan tidak membuka toko seperti kebanyakan penjual sehingga membuat produknya eksklusif.  Melalui Twitter, para jenderal memberitahu informasi lokasi penjualan setiap harinya. Cara pemasaran yang cukup unik ini terbukti berhasil mengangkat nama Maicih di dunia maya. Baru setengah tahun saja, omzet Maicih bisa mencapai Rp7 miliar per bulan. Angka yang fantastis, bukan?


DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar