Kamis, Mei 3

Komunikasi kepemimpinan dalam organisasi



Rizky AP (@L08-Rizky)
M. Aldy Firdausi N. (@L11-Aldy)
M. Arief Afifuddin (@L12-Arief)
@Startup-L04, @Proyek-L05

ABSTRAK :
Komunikasi kepemimpinan merupakan salah satu topik yang menarik untuk dibahas keterkaitannya dengan komunikasi organisasi. Seorang pemimpin organisasi harus memiliki gaya komunikasi kepemimpinan yang tepat agar bisa membawa organisasinya mencapai tujuannya.
Komunikasi kepemimpinan yang baik akan memastikan tiap anggota organisasi bisa mengerjakan tugasnya dengan baik. Dalam komunikasi kepemimpinan, terdapat banyak aspek yang bisa diperhatikan. Banyak pula teori komunikasi kepemimpinan yang patut untuk diketahui bersama. Artikel ini akan membahas komunikasi kepemimpinan serta jenis jenisnya.
Komunikasi kepemimpinan adalah proses komunikasi yang dilakukan pemimpin (sebagai komunikator) kepada bawahan organisasinya (sebagai komunikan). Dalam penerapannya, pemimpin dapat menggunakan berbagai macam jenis komunikasi kepemimpinan sesuai dengan gaya masing masing yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Jenis komunikasi kepemimpinan atau gaya komunikasi kepemimpinan wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Gaya komunikasi kepemimpinan ini harus digunakan pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya untuk mencapai target organisasi.
PENDAHULUAN :
1.      Latar Belakang
Efektivitas organisasi terletak pada efektivitas komunikasi, sebab komunikasi itu penting untuk menghasilkan pemahaman yang sama antara pengirim informasi dengan penerima informasi pada semua tingkatan/level dalam organisasi. Kelancaran semua kegiatan organisasi akan dapat terganggu jika terdapat suatu masalah yang menyangkut komunikasi, dan apabila terjadi masalah dalam komunikasi maka dikhawatirkan akan memberikan dampak yang buruk bagi organisasi tersebut.
Komunikasi ibarat sistem yang menghubungkan antar  1  orang, antar bagian dalam organisasi, atau sebagai aliran yang mampu membangkitkan kinerja orang-orang yang terlibat di dalam organisasi tersebut.  Menurut Everett M. Rogers (dalam Suranto AW, 2005 : 15) memberikan definisi bahwa : Komunikasi ialah proses yang didalamnya terdapat sesuatu gagasan yang dikirimkan dari sumber kepada penerima dengan tujuan untuk mengubah perilakunya. Peranan komunikasi tidak saja sebagai sarana atau alat bagi pimpinan untuk menyampaikan informasi, misalnya tentang suatu kebijakan, melainkan juga sebagai sarana untuk menciptakan hubungan yang baik diantara pimpinan dengan pengawainya. Suatu organisasi tidak dapat melaksanakan fungsinya tanpa adanya komunikasi dan bahkan lebih dari itu organisai tidak dapat berdiri tanpa komunikasi. Oleh karena itu komunikasi memiliki peranan yang sangat penting dalam organisasi.
Sebagai pusat kekuatan dan dinamisator bagi porganisasi (perusahaan, kesatuan, jawatan dan lain-lain) pemimpin harus selalu berkomunikasi dengan semua pihak, bai melalui hubungan formal maupun informal. Suksesnya pelaksanaan tugas pemimppin itu sebagian besar ditentukan oleh kemahirannya menjalin komunikasi yang tepat dengan semua pihak, secara horizontal maupun secara vertikal, keatas dan kebawah
RUMUSAN MASALAH :
1.      Apa hakikat pemimpin dan komunikasi?
2.      Apa saja tipe dan persyaratan komunikasi?
3.      Bagaimana tahap pengambilan keputusan yang benar?
4.      Apa manfaat dalam keterampilan berdiskusi?

PEMBAHASAN :
1.     Pengertian Pimpinan
Dilihat dari sisi bahasa indonesia “pemimpin”  sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua dan sebagainya. Sedangkan istilalh memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara. (organisasi, 2013)
Istilah pemimpin dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang yang sama yaitu “pimpin”, dan berikut dikemukakan beberapa pengertian pemimpin :
1.      Pemimpin adalah seorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan memengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekeolmpok orang taanpa menanyakan alasan-alasannya.
2.      Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu: karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki keterampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin,
3.      Pemimpin adalah seseorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan/kelebihan disuatu bidang sehinggadia mampu memengaruhi orang-orang lain utnuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
4.      Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan/kekhususan dalam satu bidang, sehingga ia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan (Kartini Kartono, 1994)
Menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut, jika pemimpin dilhat dari sisi bahsa inggris menjadi “LEADER”, yang mempunyai tugas untuk me-LEAD anggota disekitarnya. Sedangkan makna LEAD adalah :
1.      Loyality, seorang pemimpinn harus mampu membangkitkan loyalitas rekan kerjanya dan memeberikan loyalitasnya dalam kebaikan.
2.      Educate, seorang pemimpin mampu mengedukasi rekan-rekannya dan mewarisikan tacit knowledge pada rekan-rekannya
3.      Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada
4.      Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan dalam aktivitasnya.
Beberapa pengertian pemimimpin menurut para ahli :
1.      Brown (1936) berpendapat bahwa pemimpin tidak dapat dipisahkan dari kelompok, akan tetapi boleh dipandang sebagai suatu posisi dengan potensi tinggi di lapangan. Dalam hal sama, Krech dan Crutchfield memandang bahwa dengan kebaikan dari posisinya yang khusus dalam kelompok ia berperan sebagai agen primer untuk penentuan struktur kelompok, suasana kelompok, tujuan kelompok, ideologi kelompok, dan aktivitas kelompok.
2.      Dan dalam kajian teori kelompok 3 menyebutkan Schneider, Donaghy dan Newman memberikan penegasan sebagai berikut:“pemimpin didefinisikan sebagai seseorang yang secara formal diberi status tertentu melalui pemilihan, pengangkatan, keturunan, revolusi atau cara-cara lain. Kepemimpinan mengacu kepada perilaku yang ditunjukkan seseorang atau lebih individu dalam kelompok yang membantu kelompok mencapai tujuannya.”
3.      Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
4.      Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan. (Daswati, 2012)
5.      Fungsi Kepemimpinan
Fungsi kepemimpinana yang dipaparkan dalam kajian teori kelompok 3 antara lain sebagai eksekutifpenengahpenganjurahli dan sebagai pemimpin diskusi.
1.      Pemimpin Eksekutif (executive leader)
Fungsinya adalah ”menerjemahkan” kebijaksanaan menjadi suatu kegiatan. Dia memimpin dan mengawasi tingkah laku orang-orang yang menjadi bawahannya.
2.      Pemimpin sebagai Penengah
pemimpin bertindak sebagai penengah, yang setiap keputusannya dilaksanakan dengan taat.
3.      Pemimpin sebagai Penganjur
Penganjur adalah sejenis pemimnpin yang memberi inspirasi kepada orang lain. Seringkali ia merupakan orang yang pandai bergaul dan fasih berkomunikasi.
4.      Pemimpin sebagai Ahli
Lebih terpelajar dari pada orang-orang lainnya.Kepemimpinannya hanya berdasar fakta, dan hanya pada bidang dimana terdapat fakta.Bahwa fungsinya yang penting ialah memberi penerangan kepada  kelompoknya. Alasan utama bagi eksistensinya ialah, bahwa “ia tahu dan orang lain tidak tahu” dan ia mempunyai wewenang.
5.      Pemimpin Diskusi
Kriteria kepemimpinan demokratis ialah orang yang menerima peranannya sebagai pemimpin diskusi.
1.      Pengertian Komunikasi
Teori komunikasi adalah cabang psikologi yang membvahas komunikasi dalam segala fasesnya, yaitu manusiawi, mekains, institusional atau kelembagaan. Disiplin ilmu psikologi, neurologidan elektronika yang ada kaitannya, dimasukkan didalamnya, karena diterapkan dalam komunikasi, banyak ditekankan masalah pengembangan model-model komunikasi manusiawi dengan komunikasi lewat mesin-mesin.
Menurut Charles Colley komunikasi adalah mekanisme yang menyebabkan adanya hubungan antar manusia dan yang memperkembangkan semua lambang pikiran, bersama-sama dengan sarana untuk menyiarkannya dalam ruang dan merekamnya dalam waktu. Ini mencakup wajah, sikap dan gerak-gerik, suara, kata-kata tertulis, percetakan, kereta api, telegrap, telepon, dan apa saja yang merupakan penemuan mutakhir untuk menguasai ruang dan waktu
C.P. Chaplin dalam bukunya Kamus Lengkap Psikologi, 1975, 1989) mendefinisikan komunikasi sebagai :
·         Penyebaran ( transmisi, pengiriman, pengoperan, ) perubahan-perubahan energi dari satu tempat ke tempat lain, seperti dalam transmisi syaraf.
·         Proses transimis atau penerimaan tanda, sinyal atau pesan.
·         Satu pesan atau sinyal
·         Informasi yang diberikan oleh pasien kepada psikoterapis
Manfaat komunikasi ( khususnya bagi satuan organisasi )
1.      Menghubungkan semua unsur yang melakukan interelasi pada semua lapisan, sehingga menimbulkan rasa kesetiakawanan, dan loyalitas antar sesama
2.      Semua jajaran pimpinan dapat langsung mengetahui keadaan bidang-bidangnya yang dibawahi, sehingga berlangsung pengendalian operasional yang efisien
3.      Meningkatkan rasa tanggung jawab semua anggota, dan melibatkan mereka pada kepentingan organisasi. Kemudian muncullah rasa keterlibatan atau sense of envolvement dan rasa ikut memiliki ( melu handarbeni), serta sense of belonging atau rasa “ menjadi bagian” dari satu kelompok,
4.      Memunculkan saling pengertian dan saling menghargai tugas masing-masing, sehingga menigkatkan rasa kesatuan dan pemantapan espirit de corps (semangat korps)

Daftar Pustaka :
https://asriny.wordpress.com/2017/04/19/makalah-pemimpin-dan-komunikasi/
Daswati. (2012). implementasi peran kepemimmpinan dengan gaya kepemimpinan menuju kesuksesan organisasi. kepemimpinan , 783.
Hanafi, M. (2007). Pengambilan keputusan strategik. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Kartono, D. K. (1983). KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI. jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
organisasi, p. d. (2013). pro. Dr. H. Veithzal Rivai, S.E., M.M., MBA, Mayor Jenderal TNI Bachtiar, S.IP. Brigadir Jenderal Pol. Drs. Boy Rafli Amar.depok: PT RAJAGRAFINDO PERSADA.
Rahmanto, A. F. (2004). PERANAN KOMUNIKASI DALAM SUATU ORGANISASI. komunikasi , 60-66.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar