Selasa, Mei 22

Peran & Fungsi Manajemen Fungsional




PENULIS
  • GARIBALDI
  • IDHAM RIZQI
  • ALDIANSYAH

Abstrak
Dengan dibentuknya makalah ini, semoga para masyarakat dapat melakukan proses ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) terhadap substansi dari Manajemen Fungsional ini. Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen juga dapat dikatakan sebagai seni, dimana manajemen berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata, mendatangkan hasil atau manfaat. Seni manajemen meliputi kemampuan memandang bagian- bagian yang harus ada dalam organisasi sebagai suatu totalitas sistem dan menjadi suatu kesatuan gambaran tentang visi. Manajemen fungsional adalah untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi.




Kata Kunci: Manajemen Fungsional, Manajemen, Organisasi Fungsional, Pendekatan Fungsional.



PENDAHULUAN

Ilmu Manajemen sangat penting untuk kehidupan kita sehari-hari, bahkan bisa di sebut Wajib bagi mereka yang sangat menghargai waktu, jika seseorang yang pintar dan ulet tetapi dia tidak bisa mengatur Konsep Manajemen pada dirinya sendiri, maka waktu tidak akan berfikir dua kali untuk meninggalkan dirinya. Ilmu Manajemen tidak hanya sebatas ilmu yang sekedar di fahami, hal ini juga penting di praktikkan pada kehidupan kita sehari-hari. Seiring dengan perkembangan zaman,  banyak sekali timbul permasalahan-permasalahan yang di latar belakangi karena tidak mampu nya seseorang mengatur Ilmu Manajemen pada dirinya sendiri. Ilmu Manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip Ilmu Manajemen, baik langsung maupun tidak langsung. Baik di sadarai ataupun tidak disadari. Oleh sebab itu perlu kita tekankan bahwa dengan mempelajari Ilmu Manajemen dan mempraktekkan nya dikehidupan sehari-hari, kita dapat memperoleh hasil yang maksimal, karena Ilmu Manajemen sangat identik dengan Sikap Disiplin.

Rumusan Masalah

  • Apa itu pengertian manajemen fungsional?
  • Apa saja yang terdapat dalam pendekatan fungsional?
  • Apa yang disebut dengan organisasi fungsional?


Pengertian Manajemen Fungsional

Manajemen fungsional adalah sebuah bentuk supaya kontribusi pada dalam suatu departemen dapat bertahan pada tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pasti kata manajemen fungsional terdengar asing bagi telinga kita. Mungkin saja kita telah melakukan manajemen fungsional tanpa kita sadari, karena biasanya kita melakukan (praktek) dahulu baru kita menyadari teorinya. Strategi manajemen adalah tugas dari seorang manajer dengan pangkat tertinggi untuk menentukan sebuah kebijakan perusahaan. Sedangkan pengertian manajemen fungsional (manajer fungsional) sendiri adalah aktivitas dari manajer madya untuk dapat mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Pengertian lainnya adalah, manajemen fungsional merupakan sebuah bentuk supaya kontribusi pada dalam suatu departemen dapat bertahan pada tingkatan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sebuah sumber daya manusia menjadi tidak berharga lagi bila mana manajemen sumber daya manusia mempunyai sebuah kriteria yang lebih rendah dari yang dibutuhkan oleh perusahaan. Kedengarannya hal itu kejam, akan tetapi dalam sebuah perusahaan hal itu sangatlah dipegang teguh. Adapun aktivitas dari manajemen fungsional tersendiri terdiri dari manajemen sumber daya manusia (msdm), manajemen operasional, manajemen pemasaran, manajemen keuangan. Yang mana keempat hal tersebut merupakan sebuah pendekatan manajemen yang cukup klasik berdasarkan dari fungsi ataupun tugas. Dari pendekatan fungsional maka kita dapat menyederhanakan hal tersebut menjadi beberapa kategori. Berikut ini kategorinya:

1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan serangkaian proses pemilihan/penetapan tujuan organisasi dan
penentuan berbagai strategiyang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. T. Hani
Handoko mengemukakan 4 tahap yang harus dilalui dalam proses perencanaan yaitu:

a. Menetapkan Serangkaian Tujuan
Perencanaan dimulai dengan keputusan tentangkeinginan kebutuhan
organisasi/kelompok kerja.

b. Merumuskan Keadaan Saat Ini
Dengan menganalisis keadaan sekarang secara baik, makadapat diperkirakan keadaan di
masa yang akan datang.

c. Mengidentifikasi Kemudahan dan Hambatan
Dalam mengidentifikasi kemudahan dan hambatan dapatdipakai metode SWOT
(Strength, Weakness, Opportunity, andTreats).Kemudahan, hambatan, kekuatan, dan
kelemahan dariorganisasi perlu diidentifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi
dalam mencapai tujuan.

d. Mengembangkan Rencana untuk Pencapaian Tujuan
Tahap terakhir dari proses perencanaan diperlukanberbagai penilaian alternatif dan
pengambilan keputusan untuk menentukan pilihan terbaik di antara berbagai alternative
yang ada. Bagi sebuah organisasi, perencanaan sangat diperlukan,karena tanpa
perencanaan yang baik, kegiatan organisasi tidak akan berjalan dengan baik.

Perencanaan yang baik akanmemberikan manfaat, antara lain sebagai berikut.
1) dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan
2) dapat menjamin tercapainya tujuan organisasi
3) dapat mengurangi resiko yang mungkin terjadi di masayang akan datang, dan
4) mudah dalam melakukan pengawasan.

2. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian merupakan rangkaian aktivitas pembagian tugas yang akan dikerjakan,
serta pengembangan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan, agar pekerjaan dapat
diselesaikan dengan baik. Fungsi pengorganisasian meliputi:
a. perumusan tujuan secara jelas,
b. pembagian tugas pekerjaan
c. mendelegasikan wewenang, dan
d. mengandung mekanisme koordinasi.
Ada beberapa bentuk organisasi yaitu sebagai berikut :

  • Organisasi Garis

Pada bentuk ini, wewenang pimpinan langsung ditujukan kepada bawahan.Bawahan
bertanggung jawab langsung pada atasan. Contohnya adalah garis komando yang
dilaksanakan oleh kesatuan militer. Ada beberapa kebaikan organisasi garis yaitu:

  • proses pengambilan keputusan cepat,
  • kesatuan komando terjamin, karena berada pada satutangan,
  • pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan, dan
  • jumlah karyawan sedikit serta rasa solidaritasnya tinggi.

Sedangkan kelemahan dari organisasi garis adalah sebagaiberikut.
a) kecenderungan pimpinan bertindak otoriter,
b) maju mundurnya organisasi berada di tangan satu orang,
c) kesempatan kerja untuk berkembang terbatas, dan
d) sistem kerja bersifat individual.

  • Organisasi Garis dan Staf

Pada bentuk ini, pimpinan dibantu oleh staf dalam pelaksanaan tugas.Kewenangan tetap
berada pada pimpinan,dan pimpinan mendapat saran dari para staf ahli. Bentuk
organisasi ini banyak ditemukan di berbagai instansi/perusahaan. Kebaikan dari
organisasi garis dan staf adalah sebagaiberikut.
a. cocok diterapkan dalam organisasi yang bersifatkompleks;
b. dengan berpedoman pada prinsip the right man in the rightplace, maka
memungkinkan adanya spesialisasi;
c. keputusan yang diambil lebih rasional karena dipikirkanlebih dari satu orang;
d. adanya pembagian tugas secara lebih tegas antara pimpinan, staf, dan bawahan;
dan
e. koordinasi dapat berjalan dengan baik karena tiap-tiap bidang telah memiliki tugas
yang sesuai.
Sedangkan kelemahan dari struktur organisasi garis dan staf adalah sebagai berikut.

  • dimungkinkan terjadinya perintah lebih dari satu orang, sehingga pelaksanaan tugas sering menjadi bingung
  • karyawan cenderung tidak saling mengenal;


  • solidaritas karyawan kurang; dan


  • jumlah tenaga kerja yang diperlukan cukup banyak.


3. Organisasi Fungsional
Pada bentuk ini satuan-satuan organisasi disusun dalambentuk lurus, berdasarkan sifat dan
macam fungsi yang harusdilaksanakan.Wewenang fungsional merupakan wewenangstaf
yang dapat memberi perintah kepada bawahan yangsesuai dengan fungsinya. Adapun
kebaikan dan kelemahan dari struktur organisasi fungsional adalah sebagai berikut. Kebaikan
struktur organisasi fungsional antara lain:
a. adanya pembagian tugas yang jelas, maka kesimpangsiuranperintah dari atasan dapat
dihindari,
b. adanya spesialisasi pekerjaan, sehingga produktivitassemakin tinggi,
c. koordinasi dapat dilakukan dengan mudah, dan
d. penggunaan tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuaidengan fungsinya.

Kelemahannya organisasi fungsional antara lain:
i. tanpa mengadakan latihan terlebih dahulu, mutasi kerjasulit dilakukan,\
ii. koordinasi secara menyeluruh sulit dilakukan,
iii. karena bidang tugas yang berlainan, maka dapat terjadipengkotak-kotakan
karyawan, dan
iv. kesimpangsiuran tugas masih mungkin terjadi karenaperintah bisa datang lebih dari
satu orang.

- Penyusunan Personalia (Staffing)
Penyusunan personalia merupakan aktivitas kepegawaian yang ditujukan untuk memperoleh
tenaga kerja yang cakap dan dalam jumlah yang tepat. Fungsi staffing berkenaan dengan
penarikan, pelatihan, dan pengembangan sertapenempatan, dan pemberian orientasi pada
karyawan dalam lingkungan kerjanya.

- Pengarahan (Leading/Directing)
Pengarahan merupakan aktivitas dalam manajemen yang berhubungan dengan pemberian
bimbingan, saran-saran,motivasi, penugasan, perintah-perintah, atau instruksi kepada
bawahan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai tujuan yang telah
ditentukan.

- Pengendalian (Controlling)
Pengendalian merupakan serangkaian pengawasan agarpekerjaan berjalan sesuai dengan
rencana yang telahditetapkan. Ada beberapa langkah dalam proses pengendalian yaitu:
i. menetapkan standar dan metode untuk mengukurprestasi;
ii. mengukur prestasi kerja;
iii. membandingkan apakah prestasi kerja sudah sesuaidengan standar yang telah
ditentukan; dan
iv. pengambilan tindakan koreksi atau perbaikan.

Kesimpulan.
Jadi manajemen dalam organisasi sangat dibutuhkan untuk mengatur suatu perusahaan agar suatu perusahaan tersebut organisasinya terstruktur atau tersusun dengan baik. Tanpa adanya manajemen dalam organisasi atau perusahaan dapat membuat organisasi atau perusahaan tersebut menjadi berantakan atau sulit mendapatkan keputusan dengan baik. Manajer fungsional adalah manajer yang memiliki tanggung jawab pada satu bagian fungsional perusahaan atau organisasi saja dan tidak ikut campur pekerjaan fungsional pada bagian lain.

DAFTAR PUSTAKA

  • Robbins, S. and Coulter, M. (2002), Management, 7 th Ed., Prentice Hall, Inc. UpperSadle River, New Jersey.
  • Hanafi, Mamduh M. (2003), Manajemen, Edisi Revisi, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.
  • http://rocketmanajemen.com/kategori/pengertian/ (diunduh pada tanggal 20 mei 2018)
  • http://organisasi.org/macam-jenis-peranan-manajemen-peran-manajer-dalam-organisasi-perusahaan-ekonomi-manajemen (diunduh pada tanggal 21 mei 2018)
  • https://bwfitri.files.wordpress.com/2011/12/ebook-modul-kewirausahaan-untuk-mahasiswa.pdf (diunduh pada tanggal 20 mei 2018)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar