Selasa, Mei 29

PERAN KOMUNIKASI & INFORMASI DALAM FUNGSI MANAJEMEN


Kata Kunci : Komunikasi, Informasi, Fungsi Manajemen
Abstrack
Komunikasi yang merupakan keterkaitan antara individu-individu dengan organisasi, mempunyai peranan yang cukup penting bagi berjalannya fungsi manajemen dalam suatu organisasi. komunikasi bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil. Komunikasi bisnis diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis dalam rangka mencapai tujuan dari bisnis itu. peran atau fungsi komunikasi dalam organisasi yaitu: Sebagai fungsi informatif dimana suatu organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi; Sebagai fungsi regulatif, fungsi yang berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku; Sebagai fungsi persuasif dimana pimpinan lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah; Sebagai fungsi integratif yaitu setiap
Pendahuluan
Winardi (1981 : 340), bahwa komunikasi membantu pelaksanaan perencanaan manajerial secara efektif, dilaksanakannya pengorganisasian manajerial secara efektif, dan actuating manajerial serta pengawasan manajerial diterapkan secara efektif. Maciarriello dan Kirby (dalam Purwanto, 2006:4) mengatakan bahwa sistem pengendalian manajemen adalah sejumlah struktur komunikasi yang saling berhubungan yang mengklasifikasikan proses informasi yang dapat membantu manajer dalam mengkoordinasi bagiannya untuk mengubah perilaku dalam pencapaian tujuan organisasi yang diharapkan pada dasar yang berkesinambunngan
 Adapun pengertian manajemen menurut Daft (2002 : 8) yaitu, manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumber daya organisasi. Sedangkan Fungsi manajemen dalam organisasi menurut G.R. Terry, (2001 : 85) yakni, Perencanaan (Planning) yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan; Pengorganisasian (Organization) yaitu sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan; Penggerakan (actuating) yaitu untuk menggerakkan organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing; Pengawasan (controlling) yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. Adanya hubungan antara kedua hal tersebut Robbin (2001 : 431) mengemukakan bahwa komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan di antara orang-orang, dan kegagalan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan dapat mengakibatkan konflik yang
disinonimkan dengan istilah violence, destruction, dan irrationality.
Pembahasan
Menurut Sendjaja (2004:136) yakni, sebagai fungsi informatif, regulatif, persuasif, integratif memiliki peran terhadap Fungsi manajemen dalam organisasi menurut G.R. Terry, (2001 : 85) yakni, Perencanaan (Planning) yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan; Pengorganisasian (Organization) yaitu sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan; Penggerakan (actuating) yaitu untuk menggerakkan organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing; Pengawasan (controlling) yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. Dalam Praktek nyata, keempat fungsi manajemen berkaitan dan berhubungan erat satu sama lain. Pelaksanaan fungsi tertentu tidaklah seluruhnya berhenti sebelum fungsi kedua dimulai. Masing-masing fungsi manajemen mempengaruhi fungsi lain, dan mereka semua berhubungan erat satu sama lain untuk membentuk proses manajemen. (Winardi, 1981 : 39). Adapun sukses seorang manajer sangat tergantung pada kemampuannya untuk bekerja dengan orang-orang, untuk meneruskan ide-ide, menerima saran dan membentuk sebuah kelompok yang mendapatkan informasi dengan baik dan yang bersifat informatif. Dalam Praktek nyata, keempat fungsi manajemen berkaitan dan berhubungan erat satu sama lain. Pelaksanaan fungsi tertentu tidaklah seluruhnya berhenti sebelum fungsi kedua dimulai. Masing-masing fungsi manajemen mempengaruhi fungsi lain, dan mereka semua berhubungan erat satu sama lain untuk membentuk proses manajemen. (Winardi, 1981 : 39).
tidak dapat terlepas dari fungsi komunikasi yaitu :
A. Peran Komunikasi Terhadap Fungsi Perencanaan
George R. Terry (2001 : 85) menyebutkan bahwa perencanaan (Planning) yaitu sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksud untuk mencapai tujuan.
B. Peran Komunikasi Terhadap Fungsi Pengorganisasian
George R. Terry (2001 : 85) mengemukakan pengorganisasian (Organization) yaitu sebagai cara
untuk mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan. menggunakan informasi-informasi tentang keahlian karyawan dalam melaksanakan atau penyusunan tugas-tugas karyawan informasi-informasi tersebut tersedia dan dapat diperoleh oleh seorang manajer.
C. Peran Komunikasi Terhadap Fungsi Pengarahan
George R. Terry (2001 : 85) menyebutkan bahwa fungsi penggerakan (actuating) yaitu untuk menggerakkan organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing serta menggerakkan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa mencapai tujuan. manajemen tentang pengarahan manajer yang telah mengarahkan perilaku anggota perusahaan sesuai apayang ditetapkan perusahaan.
D. Peran Komunikasi terhadap Fungsi Pengawasan.
George R. Terry (2001 : 85) menyebutkan bahwa Pengawasan (controlling) yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. Serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari rencana. Penghubungan antara tanggapan tersebut menghasilkan pemikiran bahwa, pelaksanaan fungsipengawasan, dimana seorang manajer dituntut untuk peka terhadap semua permasalahan yang terjadi di perusahaan. Robbin (2001 : 431) mengemukakan bahwa komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan di antara orang-orang, dan kegagalan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan dapat mengakibatkan konflik yang disinonimkan dengan istilah violence, destruction, dan irrationality.
Kesimpulan
Dimana dalam melaksanakan fungsi perencanaan komunikasi sebagai fungsi informatif memiliki peran penting terhadap baik buruknya suatu perencanaan. Karena perencanaan yang baik akan tercipta jika semua yang terlibat dalam perencanaan baik manajer maupun karyawan mengetahui semua informasi-informasi yang berkaitan dengan keadaan perusahaan sebelum menentukan langkah-langkah yang akan digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan itu sendiri. Dalam melaksanakan fungsi pengorganisasian disini komunikasi sebagai fungsi regulatif memiliki peran dimana orang-orang yang berada dalam tataran manajemen memilliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang berhubungan dengan bidang akademik, dan keahlian karyawan serta membuat batasan-batasan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di perusahaan tersebut. dalam melakukan fungsi pengarahan, manajer melakukan komunikasi sebagai fungsi persuasi dengan membangun koordinasi, integrasi, dan singkronisasi sehingga proses pembimbingan dan penyeliaan para karyawan dapat terlaksana dengan baik. Karena pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkkan kepedulian lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
Studi Kasus
PT. ASTRA INTERNATIONAL-HONDA TBK PLAJU PALEMBANG
fungsi komunikasi dan fungsi manajemen di PT. Astra International-Honda Tbk Plaju Palembang telah terlaksana dan berjalan dengan baik. Adapun saran-saran yang diberikan kepada PT. Astra International-Honda hendaknya tetap menjalankan fungsi-fungsi komunikasi dengan baik, karena sebagai perusahaan yang berada di bidang penjualan dan jasa service PT.
Astra International-Honda Tbk Plaju Palembang sangat memerlukan komunikasi di dalam maupun komunikasi dengan pihak luar agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Dan sebaiknya seluruh anggota karyawan meningkatkan kemampuan berkomunikasi, agar kinerja menjadi lebih efektif dalam mencapaitujuan perusahaan .
Tabel 1. Tanggapan Responden tentang Komunikasi
 
Berdasarkan dari tabel 1 di atas menunjukkan tanggapan responden paling tertinggi terdapat padapernyataan ke 4 menunjukkan bahwa karyawan sangat setuju bahwa karyawan telah mengetahui apa yangboleh dan yang tidak boleh dilakukan di PT. Astra International-Honda Tbk Plaju Palembang telah diketahui karyawan yakni 81,82%, dan karyawan yang setuju yakni 18,18%, netral 0%, tidak setuju 0%,sangat tidak setuju 0%. Dari besarnya persentase tersebut menunjukkan bahwa fungsi komunikasi telahterlaksana dengan baik dimana peraturan-peraturan di Astra Honda telah diketahui oleh seluruh karyawan. Sedangkan tanggapan responden paling terendah terdapat pada pernyataan ke 3 dan ke 6. Pernyataan ke 3 menunjukkan bahwa karyawan sangat tidak setuju jika karyawan PT. Astra International- Honda Tbk Plaju Palembang dinyatakan tidak berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak yakni 63,63%, dan karyawan yang tidak setuju yakni 36,37%, netral 0%, setuju 0%, sangat setuju 0%. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap karyawan yang ada sangat berharap bisa memperoleh informasi sebanyak-banyaknya yang dapat sangat membantu dalam melaksanakan tugasnya. Sedangkan pernyataan ke 6 menunjukkan bahwa karyawan sangat tidak setuju jika seorang pimpinan hanya memberi perintahperintah saja dan tidak menerapkan fungsi persuasif yakni 63,63%, dan karyawan yang tidak setuju yakni 36,37%, netral 0%, setuju 0%, sangat setuju 0%. Dari persentase tersebut meunjukkan bahwa pemimpin yang memiliki kemampuan persuasif lebih disukai karyawan dibandingkan dengan pemimpin yang hanya memberi perintah-perintah saja.
Tabel 2: Tanggapan Responden terhadap Fungsi Manajemen
 
Sumber: Hasil Pengolahan Data Kuesioner
Berdasarkan dari tabel 2 di atas menunjukkan tanggapan responden paling tertinggi terdapat pada pernyataan ke 6 dan ke 10. Pernyataan ke 6 menunjukkan bahwa karyawan sangat setuju bahwa manajer
di PT. Astra International-Honda Tbk Plaju Palembang telah mengarahkan perilaku anggota perusahaan
sesuai dengan apa yang ditetapkan perusahaan yakni 45,45%, dan karyawan yang setuju 54,55%, netral
0%, tidak setuju 0%, sangat tidak setuju 0%. Hal tersebut menunjukkan bahwa seorang manajer telah
melaksanakan fungsi manajemen yaitu fungsi pengarahan yang bertujuan agar semua anggota melakukan tugas mereka sesuai dengan perencanaan yang ada. Sedangkan pernyataan ke 10 menunjukkan bahwa karyawan yang sangat setuju bahwa manajer di PT. Astra International-Honda Tbk Plaju Palembang mengawasi cara dan hasil kerja karyawannya dan jika hasil kerja tersebut dianggap kurang maka manajer akan menegurnya yakni 45,45%, dan karyawan yang setuju yakni 54,55%, netral 0%, tidak setuju 0%, sangat tidak setuju 0%. Besarnya persentase tersebut menunjukkan bahwa manajer telah melakukan fungsi pengawasan agar semua dijalankan sesuai dengan perencanaan dan dilaksanakan oleh anggota perusahaan sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya. Tanggapan responden paling terendah terdapat pada pernyataan ke 8 menunjukkan bahwa karyawan sangat tidak setuju bahwa fungsi pengawasan belum dilakukan seorang manajer dengan baik yakni 27,27%, dan karyawan yang tidak setuju yakni 72,73%, netral 0%, setuju 0%, sangat setuju 0%. Hal tersebut menunjukkan bahwa manajer di PT. Astra International-Honda Tbk Plaju Palembang telah melaksanakan fungsi pengawasan di perusahaan tersebut. Sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui bagaimana peran komunikasi terhadap fungsi manajemen di PT. Astra International-Honda
Tbk Plaju Palembang.
Daftar Pustaka
Sri, Porwani.2010. Komunikasi Dalam Fungsi Manajemen, Politeknik Darussalam. 2010
R. Rizal Isnanto, Adian Fatchur Rochim.2013. Perencanaan dan Implementasi Sistem Manajemen, Universitas Diponegoro Semarang.2013
Julius, Nursyamsi.2018.Manajemen Fungsional.modul kewirausahaan 1. Universitas Mercubuana. 2018


Tidak ada komentar:

Posting Komentar