Selasa, Mei 15

PERAN MANAJEMEN DALAM ORGANISASI BISNIS


PERAN MANAJEMEN DALAM ORGANISASI BISNIS
OLEH:
1. GARIBALDI
2. IDHAM RIZQI
3. ALDIANSYAH




ABSTRAK.
Manajemen menjadi semakin penting seiring dengan perkembangan zaman, begitu
juga organisasi tanpa manajemen akan menjadi sulit. Organisasi diselenggarakan karena
adanya kepentingan tujuan yang dicapai, setiap organisasi mempunyai keterbatasan akan
sumber daya manusia, uang dan fisik untuk mencapai tujuan organisasi. Keberhasilan
mencapai tujuan tergantung pada pemilihan tujuan yang akan dicapai dengan cara
menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi sesuai dengan apa yang
diharapakan. Maka salah satu aspek yang diperhatikan adalah faktor manusia. Tanpa
adanya kerjasama sulit bagi organisasi untuk mencapai sukses dan adapun kiranya untuk
mencapai tujuan tersebut organisasi atau perusahaan seharusnya turut membantu dan
menciptakan prestasi kerja karyawan.
Sutrisno (2009: 165) berpendapat bahwa prestasi kerja adalah sebagai hasil kerja
yang telah di capai seseorang dari tingkahlaku kerjanya dalam melakasanakan aktivitas
kerja. Perusahaan atau organisasi dapat menjadikan penilaian prestasi kerja sebagai acuan
atau standar di dalam membuat keputusan yang berkenan dengan kondisi pekerjaan
karyawan, memotivasi, meningkatkan keterampilan kerja, dan termasuk untuk promosi
pada jenjang karir yang lebih tinggi, pemberhentian, dan penghargaan atau penggajian.
Banyak faktor yang mempengaruhi terciptanya prestasi kerja karyawan diantaranya
koordinasi dan pendelegasian wewenang.

A. PENGERTIAN ORGANISASI DAN PENGORGANISASI
Organisasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari sekumpulan individu
terhadap pembagian kerja kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan yang telah
diciptakan secara sistematis dan struktural. Dalam organisasi terdapat beberapa
batasan yang dapat ditunjukkan pada sebuah organisasi tersebut. Selain itu, Pengertian
Organisasi dapat diartikan sebagai tempat orang-orang berkumpul, bekerjasama
secara rasional dan sistematis, terorganisasi, terencana, terkendali dan terpimpin
dalam memanfaatkan sumber daya yang digunakan secara efektif dan efisien dalam
mencapai tujuan organisasi secara bersama-sama.
Pengorganisasian (Organizing) adalah suatu langkah untuk menetapkan,
menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan yang di pandang. Seperti
bentuk fisik yang tepat bagi suatu ruangan kerja administrasi, ruangan laboratorium,
serta penetapan tugas dan wewenang seseorang pendelegasian wewenang dan
seterusnya dalam rangka untuk mencapai tujuan.

B. LANGKAH LANGKAH PERORGANISASIAN
1. Manajer harus mengetahiu tujuan organisasi yang ingin dicapai,apakah profit
motive atau service motive
2. Penentuan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengetahui, merumuskan,
dan mengspesifikasikan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan
organisasi dan menyusun daftar kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.
3. Pengelompokan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengelompokan
kegiatan-kegiatan kedalam beberapa kelompok atas dasar tujuan yang sama.
Kegiatan-kegiatan yang bersamaan dan berkaitan erat disatukan kedalam satu
departemen atau satu bagian.
4. Pendelegasian wewenang, artinya manager harus menetapkan besarnya wewenang
yang akan didelegasikan kepada setiap departemen.
5. Rentang kendali, artinya manajer harus menetapkan jumlah karyawan pada setiap
departemen atau bagian.
6. Peranan perorangan, artinya manager harus menetapkan dengan jelas tugas-tugas
setiap individu karyawan, supaya tumpang-tindih tugas dihindarkan .
7. Tipe organisasi, artinya manajer harus menetapkan tipe organisasi apa yang akan
dipakai, apakah line organisazion, line and staff organisazion ataukah function
organisazion.
8. Struktur ( organization chart = bagian organisasi ), artinya manajer harus
menetapkan struktur organisasi yang bagaimana yang akan dipergunakan, apa
struktur organisasi “segitiga vertikal, segitiga horizontal, bentuk lingkaran, bentuk
setengah lingkaran, bentuk kerucut vertikal / horizontal ataukah bentuk oval”.
Jika proses perorganosasian tersebut dilakukan dengan baik dan berdasarkan
ilmiah maka organisasi yang disusun dengan baik, efektif,efisien,dan sesuai dengan
kebutuhan perusahaan dalam mencapai tujuannya

C. REORGANISASI DAN RESTRUKTURISASI ORGANISASI
Reorganisasi adalah proses pembentukan norma/nilai baru agar terbentuk
keserasian dalam tubuh organisasi yang telah mengalami perubahan. Restrukturisasi
adalah penataan ulang jika dihubungkan dengan organisasi publik dengan pemahaman
baru restrukturisasi meliputi:
1. perampingan fungsi – fungsi yang tidak seharusnya dilakukan oleh pemerintah .
dalam hal ini organisasi publik dapat mengalihkan pekerjaanya keluar namun masih
memilikinya, yaitu dengan menghilangkan political aapointydalam organisasi public
di satu sisi dan menata bangun organisasi sesuai dengan tuntutan public.
2. restrukturisasi yang bersifat eksternal ,yaitu membangun hubungan yang diamteral
namun fungsional dengan organisasi kontra – birokratik.
3. menata sesuai tuntutan nasional .,khususnya yang mengemukakan saat ini adalah
desentralisasi. karena restrukturisasi pada hakikatnya akan membentuk struktur yang
lebih ramping mulai dari tingkat pusat sampai dengan daerah .
4. menata organisasi publik sesuai dengan tuntutan global. secara khusus organisasi
publik harus adaptif terhadap arus mobilitas modal yang melintas bukan saja antar
negara tetapi antara bagian negara dengan bagian negara lain.

D. TEORI ORGANISASI
Teori organisasi adalah teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah
organisasi, Salah satu kajian teori organisasi, diantaranya membahas tentang
bagaimana sebuah organisasi menjalankan fungsi dan mengaktualisasikan visi dan
misi organisasi tersebut. Selain itu, dipelajari bagaimana sebuah organisasi
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang didalamnya maupun lingkungan kerja
organisasi tersebut.
Menurut Lubis dah Husein (1987) bahwa teori organisasi itu adalah
sekumpulan ilmu pengetahuan yang membecarakan mekanisme kerjasama dua orang
atau lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Teori
organisasi merupakan sebuah teori untuk mempelajari kerjasama pada setiap individu.
  •  Teori organisasi klasik.

Dalam teori ini, organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik
sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan
petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas. Teori ini juga
berkembang dalam tiga aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang
sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :
a. Teori birokrasi  
b. Teori administrasi
c. Manajemen ilmiah  

  •  Teori organisasi neoklasik

Teori neoklasik secara sederhana dikenal sebagai teori/aliran
hubungan\manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik
dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan dasar teori ini adalah menekankan
pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai
bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik
mendefinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.
Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang
dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
Dalam hal pembagian kerja, teori neklasik telah mengemukaan perlunya hal-
hal sebagai berikut:
a) Partiipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan.
b) Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi.
c) Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior
untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.

  • Teori organisasi modern

Teori modern ditandai  dengan  ahirnya  gerakan contingency yang dipelopori
Herbert Simon, yang  menyatakan  bahwa teori organisasi  perlu melebihi prinsip-
prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan  bagi suatu kajian mengenai kondisi
yang dibawahnya dapat diterapkan  prinsip yang saling bersaing. Kemudian Katz dan 
Robert Kahn dalam  bukunya “the social psychology of organization” mengenalkan
perspektif  organisasi sebagai  suatu sistem terbuka. Buku tersebut mendeskripsikan 
keunggulan-keunggulan  perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang
penting dari sebuah organisasi dengan  lingkungannya,  dan perlunya organisasi
menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap
bertahan.

E. CONTOH KASUS
  1. Pengertian manajemen menurut ahli: William H. Newman - Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasi tertentu melalui orang lain.
  2. Pengertian manajemen menurut ahli: Cyril O' Donnel - Dalam bukunya yang berjudul Principles of Management mengemukakan, manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan orang-orang lain.
  3. Pengertian manajemen menurut ahli: Davis (1951) - Manajemen adalah fungsi dari setiap kepemimpian eksekutif dimanapun

F. KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat kia simpulkan bahwa organisasi adalah fungsi
dari manajemen yaitu sebuah sistem yang terdiri dari sekumpulan individu terhadap
pembagian kerja kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan yang telah diciptakan
secara sistematis dan struktural dan perorganisasian alah fungsi kedua dalam
Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan
struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya.
Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

G. DAFTAR PUSTAKA
1. Amenta, peter S, 2012. Pengertian Organisasi dan pengorganisasian. Bandung:
ITB
2. Adiwarman A. Karim. Langkah Langkah Organisasi. (Jakarta:raja grafindo
persada,2006)
3. Habib Nazir Dan Muhammad, Teori organisasi, (Bandung: Kafa Publising, 2008)
4. Yazid Afandi, Bentuk bentuk organisasi, (Yogyakarta: Logung Pustaka, 2009)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar