Rabu, Mei 16

PERKEMBANGAN MANAJEMEN BISNIS SYARIAH



NAMA DAN KODE PESERTA:

RICHA FITAMALA, K01-Richa
ZOLASCHA MEIRIZA, K07-Zolascha
YOAN AULIA FAHIRA, K38-Yoan

KODE KELOMPOK: Startup-K01

KATA KUNCI YANG DIGUNAKAN:
- Manajemen
- Bisnis
- Syariah
- Perkembangan
- Islam

PENDAHULUAN

Manajemen merupakan hal yang penting banyak hal, salah satunya dalam bisnis. Manajemen bisnis adalah suatu kegiatan yang berfungsi sebagai Perencanaan, Mengelola dan Mengoperasikan suatu bisnis yang kita kelola. Tiga fungsi tersebut digunakan untuk mencapai suatu tujuan dalam sebuah organisasi.

Prinsip-prinsip Manajemen
Prinsip dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum yang merupakan sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Dalam hubungannya dengan manajemen, prinsip-prinsip bersifat fleksibel dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-sitauasi yang berubah. Prinsip manajemen ini disusun oleh Henry Fayol. 7 Prinsip-prinsip umum manajemen (general principle of management) teridiri dari:
·         Pembagian kerja (Division of work) Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Oleh karena itu, dalam penempatan harus menggunakan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja harus subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike.
·         Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility) Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.
·         Disiplin (Discipline) Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang.
·         Kesatuan perintah (Unity of command) Dalam melakasanakan pekerjaan, karyawan harus memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesui dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang datang dari manajer lain kepada serorang karyawan akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja.
·         Kesatuan pengarahan (Unity of direction) Kesatuan pengarahan bertalian erat dengan pembagian kerja. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintah sehingga menimbulkan arah yang berlawanan.
·         Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri Setiap. Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang sangat penting agar setiap kegiatan berjalan dengan loancar sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.
·         Penggajian pegawai Gaji atau upah bagi karyawan merupakan kompensasi yang menentukan terwujudnya kelancaran dalam bekerja. Sistem penggajian harus diperhitungkan agar menimbuulkan kedisiplinan dan kegairahan kerja sehingga karyawan berkompetisi untuk membuat prestasi yang lebih besar 8
·         Pemusatan (Centralization) Pemusatan wewenang bukan berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang, melainkan untuk menghindari kesimpangsiurang wewenang dan tanggung jawab. Pemusatan wewenang ini juga tidak menghilangkan asas pelimpahan wewenang (delegation of authority)
·         Hirarki (tingkatan) Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.
·         Ketertiban (Order) ketertiban dan disiplin sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan.
·         Keadilan dan kejujuran harus ditegakkan mulai dari atasan karena atasan memiliki wewenang yang paling besar. Manajer yang adil dan jujur akan menggunakan wewenangnya dengan sebaik-baiknya untuk melakukan keadilan dan kejujuran pada bawahannya.
12. Stabilitas kondisi karyawan Dalam setiap kegiatan kestabilan karyawan harus dijaga sebaik-baiknya agar segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Kestabilan karyawan terwujud karena adanya disiplin kerja yang baik dan adanya ketertiban dalam kegiatan. sebagai makhluk sosial yang memiliki keinginan, perasaan dan pikiran
Prakarsa (Inisiative) Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya pikir. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-beiknya. Jadi dalam prakarsa terhimpun kehendak, perasaan, pikiran, keahlian dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu, setiap prakarsa yang datang dari karyawan harus dihargai. 14. Semangat kesatuan, semangat korps Setiap karyawan harus memiliki rasa kesatuan, yaitu rasa senasib sepenanggungan sehingga menimbulkan semangat kerja sama yang baik.

Di dalam Islam, manajemen memiliki 2 arti, yaitu : sebagai ilmu dan sebagai aktivitas. Sebagai Ilmu, Manajemen dianggap sebagai sebuah ilmu yang hukumnya fardhu kifayah (kewajiban yang dibebankan pada seluruh umat). Sedangkan sebagai aktivitas, kegiatannya terikat dengan hukum Islam.

Manajemen Bisnis Syariah merupakan sebuah bentuk manajemen yang dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip Islam dan berpedoman pada Al-Qur’an. Manajemen Bisnis Syariah menghendaki kegiatan ekonomi yang bersifat halal. Bisnis yang dilakukan pun haruslah sesuai dengan syariat Islam, baik dalam hal produk, cara menggunakannya, cara memperolehnya dan juga jenis transaksi yang dilakukan.

Manajemen Bisnis Syariah sangat berpengaruh bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan Masyarakat merasa aman dan nyaman karena produk hasil dari manajemen bisnis syariah sudah terjamin halal dan sesuai dengan ketentuan Islam. Oleh karena itu manajemen bisnis syariah mengalami perkembangan yang pesat di negara-negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, seperti Indonesia. Di Indonesia, manajemen bisnis syariah mengalami perkembangan karena masyarakat merasa mereka membutuhkan sistem ekonomi yang terpercaya karena menggunakan prinsip Islam.

Dalam manajemen bisnis syariah, ada 4 fungsi yang harus diperhatikan:

1) Perencanaan
  Perencanaan merupakan fungsi manajemen yang diperlukan untuk memikirkan hal-hal apa saja yang harus dikerjakan oleh suatu organisasi. Perencanaan dilakukan untuk menentukan proses untuk mencapai tujuan sebuah perusahaan dalam berbisnis.

2) Pengorganisasian
  Pengorganisasian digunakan untuk menentukan pekerjaan atau mengelompokkan suatu organisasi untuk mempermudah manajer dalam mengawasi kegiatan dan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang sesuai dengan anggota kelompok.

3) Pengarahan
  Pengarahan adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk mengatur anggota kelompok agar dapat mengerjakan tugasnya. Pengarahan diperlukan untuk mencapai tujuan dengan tepat waktu.

4) Pengawasan
  Pengawasan merupakan hal yang dilakukan untuk melihat proses kegiatan anggota dalam mencapai tujuan utama.

Meskipun fungsinya hampir sama dengan manajemen bisnis biasa, tetapi ada yang membedakannya. Yaitu keempat fungsi tersebut juga harus dilaksanakan seusai syariat Islam. Selain itu, karena sistem ekonomi ini menggunakan prinsip Islam maka tidak ada penarikan bunga dan tidak ada transaksi yang beresiko tinggi. Sehingga masyarakat pun merasa puas dan aman dengan sistem ekonomi seperti ini.


DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar