Rabu, Juni 27

Manajemen dan fungsi dalam bisnis


Manajemen dan fungsi dalam bisnis







Abstrak
Menjelaskan tentang definisi dan fungsi dasar manajemen dalam berbisnis.

Pendahuluan
Di era pemasaran global ini, manajemen sangat dibutuhkan oleh perusahaan, tak hanya perusahaan bahkan para pebisnis atau wirausahawan pun sangat membutuhkan manajemen untuk mengatur strategi dalam mencapai tujuannya. Bisnis merupakan kegiatan dalam menjual produk atau jasa agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya.Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan suatu organisasi dengan cara bekerja dalam team.

Pembahasan
Apa itu dasar manajemen dalam berbisnis?
Manajemen merupakan suatu proses kegiatan perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, pengawasan dengan maksud untuk mencapai tujuan yang efisien. Dengan demikian, agar maksud dan tujuan dari manajemen dapat tercapai, maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja dasar – dasar manajemen yang perlu diterapkan.
Tujuan utama manajemen dalam bisnis sudah tentu untuk mencapai target yang telah diterapkan. Karena sesuai dengan pengertian yang telah dijelaskan diatas tadi. Ada banyak sekali unsur yang menjadi bagian dalam praktiknya.
Selain memahami apa saja unsur yang ada, pelaksanaan yang detail juga penting. Akan tetapi, sebelum merencanakan kegiatan, lebih baik kita memahami secara detail terlebih dahulu apa saja unsur yang perlu di tinjau.
Berikut ini ada beberapa dasar – dasar manajemen yang perlu kita ketahui
1. Manajemen Sumber Daya Manusia
Ada 3 komponen penting ketika ingin melaksanakan manajemen SDM ini.
  1. Personalia
  2. HRD (Human Resources Development)
  3. HRM (Human Resources Manajement)
Selain sumber daya alam, sumber daya manusia juga sangat memegang peranan penting untuk diatur.  Karena faktor inilah yang akan menjadi penentu kesuksesan bisnis Anda dalam jangka panjang.
Sumber daya manusia memang tergantung dari kualitas kesehatan dan pendidikan, akan tetapi, dalam dunia perusahaan masih bisa dibina dengan baik. Tergantung dari bagaimana peranan tertinggi yang mengatur perkembangan SDM yang ada pada perusahaan.
2. Manajemen Produksi
Agar manajemen produksi dapat berjalan dengan baik, maka pendekatan yang paling jitu adalah dengan mengedepankan kepentingan konsumen. Mengapa? Ketika produksi yang dihasilkan mampu dipasarkan dengan baik, tentu kualitas perusahaan akan terus tumbuh.
Manajemen produksi yang baik dapat membuat kegiatan produktif Anda menjadi lebih cepat, efisien dari segi anggaran dan lebih cepat diterima pasar. Itulah mengapa manajemen produksi merupakan bagian dari dasar – dasar manajemen dalam bisnis.
Ada beberapa tahap yang dilakukan ketika melakukan manajemen produksi
A. Tahap perencanaan produksi
Tahap ini merupakan rencana awal proses produksi. Seperti bagaimana kualitas produk yang ingin di buat, apa saja peralatan yang diperlukan, bagaimana perencanaan teknologi yang diterapkan dan lain sebagainya.
Semua perencanaan tentu bertujuan agar produksi memang benar – benar efektif dan dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan.
B. Tahap pengendalian produksi
Setelah berhasil membuat rencana produksi, langkah selanjutnya adalah melakukan kegiatan pengendalian produksi. Langkah ini sangat penting agar semua proses yang sudah direncanakan dapat lebih efektif dan efisien dari segi biaya dan waktu.
Pengendalian produksi bisa berupa beberapa poin penting seperti, pembuatan rencana anggaran biaya, pengendalian rinci pekerjaan, membuat time schedule dan lain sebagainya.
Semua kegiatan tersebut sudah tentu bertujuan agar proses produksi lebih efisien dan dapa menghasilkan produk sesuai target yang telah direncanakan pada tahap perencanaan diatas.
C. Tahap pengawasan produksi
Agar semua kegiatan diatas dapat berjalan dengan lancar, perlu pengawasan yang tepat. Perlu tindakan pengawasan agar semua kegiatan tersebut dapat berjalan sesuai dengan target yang telah dibuat sebelumnya.
Target bisa berupa survey atau pun plan yang telah dibuat oleh perusahaan. Langkah ini sangat penting sehingga menjadi poin dasar- dasar manajemen dalam bisnis.
3. Manajemen Pemasaran
Menurut, Buchari Alma (2004 : 130) – Manajemen Pemasaran adalah merencanakan, pengarahan, dan pengawasan seluruh kegiatan pemasaran perusahaan ataupun bagian di pemasaran.
Dengan demikian, proses manajemen pemasaran sangat penting agar nilai ekonomi dapat tercapai sesuai dengan konsep bisnis. Setelah perusahaan memproduksi suatu produk atau jasa, maka perlu pemasaran yang efektif agar faktor nilai ekonomi dapat terwujud dan siklus kegiatan perusahaan dapat terus berjalan dan berkembang pesat.
4. Manajemen Keuangan
Menurut C. Van Horne dan John M. Wachowicz, Jr. dalam buku Fundamentals of Financial Management, manajemen keuangan adalah “Manajemen keuangan berkaitan dengan perolehan, pendanaan, dan manajemen aset dengan didasari beberapa tujuan umum”
Seperti yang dikutip dari artikel situs Wikipedia, manajemen keuangan berhubungan dengan 3 faktor yaitu:
  1. Aktivitas Penggunaan dana yaitu aktivitas penggunaan dana pada beberapa aktiva.
  2. Aktivitas Perolehan dana yaitu aktivitas mengumpulkan dana baik dari internal dan eksternal perusahaan
  3. Aktiva yaitu proses mengendalikan dana yang telah diperoleh agar dapat digunakan secara efisien.
Agar perusahaan dapat berjalan lancar, manajemen keuangan juga memegang peranan yang sama pentingnya dengan manajemen lain.
5. Manajemen Informasi
Manajemen informasi merupakan proses sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal berupa pemanfaatan SDM, dokumen, teknologi oleh prosedur akuntansi manajemen. Tujuannya sudah tentu untuk menemukan solusi agar bisnis bisa berjalan dengan lancar, pengambilan strategi dan lain sebagainya.
Informasi dalam bisnis sebenarnya sangat luas, banyak sekali jenis informasi yang bisa diterapkan ketika ingin mengembangkan sebuah perusahaan atau bisnis. Biasanya dikenal juga dengan istilah big data.
Apa fungsi manajemen itu sendiri ?
  1. Fungsi Manajemen
Setidaknya ada empat fungsi utama yang dimiliki oleh manajemen, yaitu:
Perencanaan (planning)
Dalam fungsi ini, manajemen berperan untuk menetapkan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai oleh organisasi, lalu merencanakan cara terbaik demi mencapai tujuan tersebut. Tergantung dari skala perusahaan, perencanaan ini bisa biasanya dilakukan selama beberapa kali, yakni untuk kepentingan perusahaan secara keseluruhan dan di-break downlagi secara lebih detail untuk masing-masing divisi. Biasanya, manajer akan mengevaluasi berbagai alternatif rencana sebelum memilih rencana apa yang dipilih dan paling cocok diterapkan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Perencanaan bisa dibilang merupakan basis terpenting dari keseluruhan proses manajemen bisnis. Anggaplah perencanaan sebagai pondasi rumah yang harus dibangun secara kuat. Tanpa adanya perencanaan yang matang dan detail, bisa-bisa proses bisnis Anda tak akan berjalan sesuai harapan.
  1. Pengorganisasian (organizing)
Setelah melakukan perencanaan secara matang, saatnya mengubah rencana tersebut menjadi sesuatu yang nyata. Namun, untuk itu, Anda perlu memastikan agar . Di sinilah fungsi pengorganisasian akan membantu Anda. Biasanya, pengorganisasian di perusahaan dibagi berdasarkan fungsi pokok, misalnya seperti pemasaran, akuntansi, produksi, administrasi, dan sebagainya.
Nah, setiap fungsi pokok tersebut idealnya diketahui oleh masing-masing manajer yang bertanggung jawab kepada direktur utama. Pengorganisasian juga dapat dilakukan dengan menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, hingga pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  1. Pengarahan (directing)
Pada tahap ini, setiap anggota tim idealnya sudah mengetahui apa yang harus mereka kerjakan demi mencapai tujuan perusahaan. Meski begitu, mereka tetap membutuhkan dorongan agar bisa terus termotivasi untuk bekerja. Di sinilah fungsi pengarahan dalam manajemen sangat dibutuhkan. Biasanya, perandirectingini dilakukan oleh seorang manajer di masing-masing divisi. Mereka akan melakukan pengarahan melalui metodeinfluencingdanmotivating.
  1. Pengendalian (controlling)
Agar setiap proses dalam manajemen berjalan optimal dan sesuai rencana, maka perlu diberlakukan fungsi pengendalian. Umumnya, fungsi pengendalian meliputi empat kegiatan, yaitu untuk menentukan standar prestasi, mengukur prestasi yang telah dicapai, membandingkan prestasi yang telah dicapai dengan standar prestasi, serta melakukan perbaikan apabila ada penyimpangan dari standar prestasi yang telah ditentukan


Contoh kasus
 Deloitte
perusahaan konsultan yang berbasis di New York, Amerika Serikat Deloitte. Perusahaan dengan karyawan hingga 244.400 orang ini diklaim memiliki manajemen HR terbaik. Salah satu faktornya karena di perusahaan tersebut karyawan diberikan benefit yang cukup unik serta menarik yakni seperti program cuti satu bulan penuh yang dapat diambil untuk alasan apa pun. Program cuti tak berbayar ini bisa dinikmati oleh karyawan kapan saja.
Lalu yang kedua adalah program cuti dengan durasi 3 hingga 6 bulan yang dapat diambil oleh karyawan. Program ini boleh diambil jika alasannya adalah untuk mengikuti pelatihan demi menambah pengalaman profesional karyawan dan selama periode tersebut karyawan akan mendapat bayaran 40 persen dari gaji normal yang biasa diterimanya per bulan.

Kesimpulan
Manajemen merupakan strategi bagi perusahaan untuk mengatur seluruh kegiatan di dalam perusahaan dalam mencapai suatu tujuan. Adapun fungsi manajemen yaitu untuk perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan.

Daftar pustaka
https://www.kolomsatu.com/dasar-manajemen-yang-penting-untuk-diterapkan-agar-bisnis-berkembang.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar