Kamis, Juni 21

Manajemen Fungsional dalam Bisnis

Abstrak
Pasti kata manajemen fungsional terdengar asing bagi telinga kita. Mungkin saja kita telah melakukan manajemen fungsional tanpa kita sadari, karena biasanya kita melakukan (praktek) dahulu baru kita menyadari teorinya.

Sebuah sumber daya manusia menjadi tidak berharga lagi bila mana manajemen sumber daya manusia mempunyai sebuah kriteria yang lebih rendah dari yang dibutuhkan oleh perusahaan. Kedengarannya hal itu kejam, akan tetapi dalam sebuah perusahaan hal itu sangatlah dipegang teguh.


Pendahuluan

Dinamika dan perilaku proyek yang berpengaruh besar terhadap pengelolaan adalah nonrutin, waktunya relatif pendek, aneka ragam kegiatan dengan intensitas naik turun secara tajam dan melibatkan multi organisasi dan banyak peserta. Berbagai pemikiran manajemen yang ada pengaruh besar terhadap konsep manajemen proyek, beberapa diantaranya adalah manajemen klasik, pemikiran sistem, dan pendekatan kontinjensi (situasional). Manajemen klasik yang sesuai untuk menangani kegiatan operasional rutin dianggap kurang cepat dalam menanggapi tuntutan dan perilaku kegiatan proyek. Untuk itu diperlukan berbagai penyesuaian seperti melembagakan arus kegiatan horisontal. Konsep manajemen proyek yang menginginkan adanya penanggung jawab tunggal yang berfungsi sebagai pusat sumber informasi yang berkaitan dengan proyek, integrator, dan koordinator semua kegiatan dan peserta sesuai kepentingan dan prioritas proyek. Konsep manajemen proyek yang juga bertujuan menciptakan keterkaitan yang erat antara perencanaan dan pengendalian. Hal ini terutama disebabkan cepatnya perubahan kegiatan dan berlangsung hanya sekali. Perumusan dan pelaksanaan konsep manajemen proyek yang melalui evolusi yang bertingkat-tingkat dimulai dari ekspeditor, koordinator, sampai menjadi bentuk seperti yang saat ini kita jumpai
Kata Kunci : Manajemen, Fungsional, Sumber Daya Manusia


Rumusan Masalah :

    1. Bagaimana Strategi dalam Manajemen Fungsional?
    2. Apa saja Aktifitas dalam Manajemen Fungsional?
    3. Bagaimana Proses Manajemen Strategi?
    4. Bagaimana Teknik dalam Pembuatan Strategi?


Pembahasan 
Aktivitas manajemen fungsional
  1. Manajemen sumber daya manusia (msdm)
  2. Manajemen operasional
  3. Manajemen pemasran
  4. Manajemen keuangan

MSDM
  • Mary Parker Follett
ManajemenSumberDayaManusiaadalahsuatuseni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
  • Edwin B. Flippo
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat

MOP
  • Produksi adalah penciptaan atau penambahan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.
  • Produk adalah hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang dan jasa.
  • Produsen adalah orang atau badan ataupun lembaga lain yang menghasilkan produk.
  • Produktivitas adalah suatu perbandingan dari hasil kegiatan yang sesungguhnya dengan hasil kegiatan  yang seharusnya.
  • Pelaksanaan kegiatan–kegiatan manajerial dalam pemilihan, perancangan, pembaharuan, pengoperasian, dan pengawasan sistem produktif.

MP
  • Serangkaian kebijaksanaan dalam penyediaan barang dan jasa yang tepat kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat,harga yang tepat, dengan komunikasi yang tepat.
   Keputusan2 yg diambil dalam MP dikenal dgn Marketing Mix (bauran pemasaran) atau 4 P
        1. Produk
        2. Price
        3. Place (distribution)
        4. Promotion

MK
Aktivitas menyediakan segala kebutuhan finansial yang berhubungan dengan operasional perusahaan atau organisasi.
Proses Manajemen Strategik
Seperti telah dikemukakan bahwa manajemen stratejik adalah suatu seni danilmu tentang pembuatan (formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi(valuating) keputusan-keputusan strategis antar fungsi-fungsi yang memungkinkansuatu organisasi mencapai tujuannya di masa datang.
Menurut David (1999: 1) dalam proses manajemen strategi ada tiga tahap,yakni:
(1) Formulasi atau Perumusan Strategi ,
(2) Implementasi Strategi , dan
(3) Evaluasi Strategi
FORMULASI / PERUMUSAN STRATEGI
Yaitu suatu tahap merumuskan, menyusun atau memformat strategi yang dimulai dengan pengembangan suatu Visi, misi organisasi, mengidentifkasi peluang dan ancaman eksternal organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, penentuan tujuan jangka panjang, untuk menghasilkan strategi alternatif dan strategi terpilih yang berkelanjutan.
Isu-isu yang terdapat dalam formulasi stragtegi meliputi juga pertanyaan tentang :
  • Usaha apa yang akan dilakukan?
  • Bagaimana mengalokasikan sumber-sumber daya?
  • Apakah perluasan operasi perusahaan ataukah diversifikasi?
  • Apakah memasuki pasar internasional atau tidak?
  • Apakah merger ataukah membentuk suatu joint venture?
  • Bagaimana menghindari pengambilalihan ?
Keputusan-keputusan formulasi strategi harus terarah kepada hasil atau produk yang spesifik, pasar atau harapan masyarakat, sumber daya dan teknologi untuk suatu periode tertentu. Termasuk harus menentukan keunggulan bersaingjangka panjang, baik dalam keadaan baik maupun buruk. Keputusan strategi memiliki konsekuensi yang multifungsi, sehingga manajer puncak (top manager) harus betul-betul memiliki perspektif terbaik untuk memahami sepenuhnya keputusan-keputusan formulasi.
Menurut porter (1980) prinsip dalam pembuatan strategi adalah bagaimana sebuah organisasi mengatasi persaingan dan memenangkan persaing dengan menggunakan sumberdaya yang dimiliki.Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan strategi adalah bagaimana organisasi mampu merumuskan sebuah visi,misi dan tujuan yang jelas dan terukur kemudian menghubungkan dengan kondisi existing yang dihadapi ( lingkungan internal dan eksternal ), menentukan sumberdaya yang menjadi nilai keunggulan strategis organisasi, menciptakan strategi-strategi yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi.
  1. Proses pembuatan strategi terdiri dari yaitu :
  1. Penetuan Visi dan misi organisasi.
  2. Perumusan tujuan yang jelas dan terukur
  3. Identifikasi kondisi existing baik internal maupun eksternal yang dihadapi oleh organisasi.
  4. Penentuan sumberdaya yang dapat dijadikan sebagai sumber keunggulan bersaing.
  5. Pengembangan alternatif-alternatif strategi yang ada dengan mempertimbangkan strategi generik serta variasinya.
  6. Evaluasi dari tiap alternatif.
  7. Penentuan pemilihan strategi terbaik dari berbagai alternatif yang tersedia.
  1. Asumsi Pembuatan Strategi
Dalam membuat strategi harus ditentukan asumsi-asumsi dasar yang akan digunakan untuk dasar pemilihan dan penerapan strategi. Pembuatan dan penentuan jumlah asumsi disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kemampuan perusahaan.
III.  Teknik-teknik Analisa pembuatan strategi
Ada lima teknik analisa yang dikembangkan untuk membantu para perencana strategi dalasm proses pembuatan strategi. Teknik pertama adalah Analisa Kesenjangan, kedua adalah Matrik strategi umum, teknik ketiga diperkenalkan oleh sebuah perusahaan konsultan yang terkenal dengan nama Boston Consulting Group (BCG). Diambil dari nama tersebut maka teknik analisa ketiga ini kemudian diberi nama Matrik Group Konsultan Boston (BCG Matrix). Teknik ini dapat digunakan dalam usaha menempatkan posisi SBU / Produk dibandingkan dengan para pesaing. Teknik keempat adalah dengan menggunakan Matrik SWOT dan terakhir adalah analisa Daur Kehidupan Produk.
  1. Analisa Kesenjangan (Gap Analysis)
        Analisa kesenjangan memberikan suatu mekanisme untuk menyatukan berbagai variasi produk dan bisnis dalam suatu perusahaan yang memiliki lebih dari satu produk atau bisnis, contohnya adalah Indofood. Langkah pertama adalam analisa ini adalah menentukan hasil yang ingin dicapai dimasa datang dengan asumsi tetap memakai strategi yang saat ini telah diadopsi. Jika terjadi kesenjangan / perbedaan (gap) antara hasil yang telah dicapai (titik C) dengan hasil yang diproyeksikan (titik B) maka muncul yang dinamakan Kesenjangan Strategik (Strategic Gap). Dengan munculnya kesenjangan tersebut, maka strategi yang diaplikasikan oleh perusahaan tidak releven lagi digunakan untuk mencapai tujuan semula.  Ada beberapa kemungkinan langkah-langkah yang dapat diambil untuk memperkecil kesenjangan ini adalah :
  1. Merubah strategi dari satu atau lebih SBU.
  2. Merubah pengalokasian sumber-sumber daya diantara SBU.
  3. Menambah bisnis baru untuk memperkuat bisnis yang ada.
  4. Menghapuskan beberapa SBU yang ada.
  5. Merubah tujuan dan/atau sasaran perusahaan .
  1. Matrik Strategi Umum (Grand Strategy Matrix)
Matrik strategi umum menjadi alat analisa yang terkenal dalam membuat strategi alternatif. Prinsipnya adalah memposisikan SBU-SBU kedalam salah satu dari keempat kuardan yang dibentuk oleh garis horizontal (melukiskan posisi persaingan) dan vertikal (menggambarkan tingkat prtumbuhan pasar). Setelah posisi SBU dapat diketahui maka pimpinan perusahaan dapat memilih beberapa strategi alternatif yang cocok dengan posisi tersebut.
Daftar Pustaka :

  1. Rocket Manajemen, Maret 21,2018. 3 Katagori dan Pengertian Manajemen Fungsional dalam http://rocketmanajemen.com/manajemen-fungsional/
  2. Iinadja. Manajemen Fungsional dalam https://iinadja.wordpress.com/kuliah/smester-1/managemen-dan-bisnis/bab-iii-manajemen-fungsional/
  3. Helmy, Luthfi Pardzaki. Strategi Fungsional dan Bisnis dalam https://helmyluthfi.wordpress.com/strategi-fungsional-dan-bisnis-2/
  4. Dr. Yogi Sirodz Gaos, Ir., MT. MANAJEMEN PROYEK PROYEK DAN MANAJEMEN FUNGSIONAL dalam https://www.slideshare.net/shifa1995/2-bama2proyekdanmanajemenfungsionalokt09


Tidak ada komentar:

Posting Komentar