Kamis, Maret 28

BELAJAR BERPIKIR KREATIF DAN INOVATIF


OLEH: LU’LU ILMAKNUN (41618010027)
ABSTRAK
            Kewirausahaan/kewiraswastaan pada dasarnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki  kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Selain kreatif seorang wirausaha itu wajib memiliki sifat inovatif. Walaupun dalam penulisan dan pengucapan kata kreatif dan inovatif sering beriringan, akan tetapi hal itu tidak menunjukkan kesamaan artinya. Kenapa? Artikel berikut akan membahas mengenai krearif dan inovatif.
KATA KUNCI: kreatif dan inovatif, karakteristik wirausaha, meningkatkan kreatif dan inovatif.

ABSTRAK
            Menurut John Adair (1996), Kreatif pada dasarnya adalah bagaimana menghadirkan sesuatu benda atau hal yang sebelumnya belum ada untuk dipergunakan. Dalam prakteknya ide kreatif dapat melibatkan sebuah usaha penggabungan dua hal atau lebih ide-ide secara langsung. Sementara inovasi merupakan suatu proses untuk menemukan dan mengimplementasikan sesuatu yang baru ke dalam situasi/kondisi yang belum ada dan belum dipikirkan sebelumnya. Dengan kata lain, inovasi adalah bagaimana memikirkan dan melakukan sesuatu yang baru yang dapat menambah atau menciptakan nilai-nilai manfaat, baik secara sosial maupun secara ekonomik (Gde Raka,2001). Kreativitas merujuk kepada pembentukan ide-ide baru, sementara inovasi adalah upaya untuk menghasilkan uang dengan menggunakan ide-ide baru tersebut, (Nahiyah JF,dkk. 2010:6). Saat kita ingin menjadi seorang wirausaha yang unggul maka kita harus berpikir kreatif dan inovatif, wirausaha melalui proses kreatif dan inovatif menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa yang kemudian menciptakan berbagai keunggulan termasuk keunggulan bersaing. Perusahaan seperti Microsoft, Sony, dan Toyota Motor merupakan contoh perusahaan yang sukses dalam produknya karena memiliki kretivitas dan inovasi di bidang teknologi.
            Menurut Rahmat (2014) dalam artikelnya yang berjudul Cara Berpikir Kreatif dan Inovatif Dalam Bisnis, pada kenyataanya banyak orang yang sulit menerima sesuatu yang baru, aneh, gila, paradoks, atau hal yang membingungkan. Untuk itu, jika kalian ingin lebih kreatif, open your  mindset. Pada dasarnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif adalah dengan memperbaiki mental dan kemampuan teknik. Keduanya sangat penting. Jika kalian hanya mempelajari masalah teknis, tetapi mental kalian masih belum kreatif, maka kreativitas kalian akan terhambat. Sebaliknya, orang yang sudah bermental kreatif, tidak mengetahui tekniknya, akan kurang optimal juga. Disini, kreativitas kita diperlukan untuk mengubah cara kita menjalankan bisnis dan menghasilkan produk atau jasa baru sesuai dengan perkembangan pasar. Faktanya pasar tidak membutuhkan produk atau jasa kita. Tapi, pasar membutuhkan solusi dan manfaat. Untuk itu, seorang pebisnis harus inovatif, artinya menciptakan produk dan jasa yang diterima oleh masyarakat (pasar). Inovasi tidak selalu harus yang wah, tetapi sejauh mana produk atau jasa kalian bermanfaat untuk sebanyak mungkin orang. 5 Cara Melatih Berpikir Kreatif:
1)      Gunakan teknik-teknik berpikir kreatif yang kalian pelajari di ebook, jurnal, buku, dan banyak lagi. Semakin dilatih makan Teknik-teknik tersebut akan semakin terbiasa pada diri kalian.
2)      Mau membuka diri terhadap pendapat orang lain. Bacalah buku, ikuti seminar, bicaralah dengan orang lain, tanyalah orang lain, dan sebagainya.
3)      Pergilah ke tempat yang belum pernah kalian kunjungi. Agar mata kalian terbuka melihat hal-hal baru.
4)      Latihlah untuk selalu terbuka terhadap ide aneh atau gila sekali pun. Termasuk saat bingung terhadap ide tersebut.
5)      Belajarlah keterampilan baru, yang tidak berhubungan dengan bisnis atau pekerjaan kalian.
            Menurut William Bygrave(1994), untuk menjadi wirausaha yang sukses (lahir dan batin) membutuhkan karakter yang kuat dan keahlian manajerial (managerial skill) yang  mumpuni. Karakteristik wirausaha dapat dideskripsikan ke dalam sepuluh konsep yang disebut sebagai 10-D yaitu:
1)      Dream, yakni seorang wirausaha harus memiliki pandangan jauh/mimpi-mimpi mengenai masa depan (sebut visi) pribadi dan bisnisnya serta memiliki kemampuan dan kemauan untuk mewujudkan mimpi tersebut menjadi kenyataan.
2)      Decisiveness, adalah seorang wirausaha harus mampu membuat keputusan secara cepat tetapi tetap penuh perhitungan (tidak ngawur-asal-asalan).
3)      Doers, seorang wirausaha dalam membuat keputusan diikuti tindakan nyata (action) sesuai kapasitas tanpa menunda kesempatan yang dating (mungkin hanya sekali).
4)      Determination, seorang wirausaha dalam melakukan bisnisnya dilandasi rasa tanggung jawab yang tinggi, walaupun dalam situasi sulit.
5)      Dedication, bekerja tidak mengenal lelah dan penuh dedikasi.
6)      Devotion, artinya bahwa seorang wirausaha yang mencintai pekerjaan dan produk yang dihasilkannya melebihi dari apa yang pernah dilakukan sebelumnya (gila-gilaan).
7)      Details, seorang wirausaha sangat memperhatikan faktor-faktor kritis sekecil apapun yang dapat mengganggu kelangsungan usaha yang dikelolanya.
8)      Destiny, yakni seorang wirausaha memiliki tanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang telah ditetapkan dan akan dicapai melalui serangkaian strategi bisnis yang dikembangkannya.
9)      Dollars, konsep ini mengajarkan kepada wirausaha baha uang/keuntungan bukan segala-galanya. Uang bukan tujuan melainkan akibat (dampak) yang ditimbulkan karena adanya semangat dan kerja keras dalam mewujudkan mimpi-mimpi yang pernah dilakukan sebelumnya.
10)  Distribute, bahwa seorang wirausaha yang sukses senantiasa mamu mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang yang dipercayainya. Bersama orang-orang kepercayaannya, wirausaha sukses juga rela mendistribusikan keutungannya kepada para pegawai dan lingkungannya.
KESIMPULAN
            Dari artikel di atas dapat disimpulkan jika ingin berhasil dalam berbisnis, seorang wirausaha harus bisa menggabungkan sifat kreatif dan inovatif di tengah-tengah persaingan. Persaingan bisnis saat ini semakin ketat seiring dengan cepatnya arus perubahan informasi dan teknologi dalam era persaingan global. Hanya dengan bersikap kreatif dan inovatif, kita akan menjadi “berbeda” dibanding yang lain, menjadi unik sehingga berpotensi untuk menjadi pemenang dalam setiap persaingan. Selain itu untuk melatih kreatif dan inovatif dapat dilakukan dengan berlatih dan karena terbiasa.
DAFTAR PUSTAKA
·         Sunarta. 2011. “Berpikir kreatif dan Inovatif”. Dalam http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/lain-lain/sunarta-se-mm-mpd/BERPIKIR%20KREATIF%20DAN%20INOVATIF.pdf (diakses 27 Maret 2019)
·         Hadiyati, Ernani. 2011. “Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil” jurnal manajemen dan kewirausahaan. 13(1): 8-16 Dalam http://jurnalmanajemen.petra.ac.id/index.php/man/article/view/18240/18108 (diunduh 28 Maret 2019)
·         Rahmat. 2014. “Cara berpikir kreatif dan inovatif”. Dalam http://www.zonasukses.com/blog/cara-berpikir-kreatif-dan-inovatif-dalam-bisnis/ (diakses 28 Maret 2019)
·         Aparadinar. 2017. “ciri dan karakteristik wirausaha menurut Bygrave”.  Dalam https://ekonomi.sobatmateri.com/8-ciri-wirausaha-dan-10-karakteristik-wirausahawan-menurut-bygrave/ (diakses 28 Maret 2019)
·         Evo dan Sugeng. 2014. “Pola berpikir kreatif dan inovatif”. Dalam http://technopreneurcamp.blogspot.com/2013/02/pola-berpikir-kreatif-inovatif.html (diakses 24 Maret 2019)

1 komentar:

  1. Nama : Rosada Tri Asnada
    NIM : 41415110052

    Artikel yang menarik, karena Kreatif pada dasarnya adalah bagaimana menghadirkan sesuatu benda atau hal yang sebelumnya belum ada untuk dipergunakan. Dalam prakteknya ide kreatif dapat melibatkan sebuah usaha penggabungan dua hal atau lebih ide-ide secara langsung.

    BalasHapus