Kamis, Maret 28

Faktor Pendorong Kreatif dan Inovatif

Disusun Oleh:
Bayu Anggara Judiansyah (@M12-Bayu)


Faktor Pendorong Untuk Berpikir Kreatif dan Inovatif
Abstrak: pada dasarnya setiap manusia itu memilliki volume otak yang sama. Namun, tidak banyak manusia yang bias memanfaatkan anugrah tersebut. Bahkan seorang jenius seperti Albert Einstein saja belum menggunakan volume otaknya dengan sepenuhnya. Disini saya akan membuat artikel tentang factor-faktor yang bisa mendorong seseorang untuk berpikir kreatif dan inovatif
Kata Kunci: cara berpikir kreatif
Faktor Mempengaruhi Berpikir Kreatif
Berpikir kreatif tumbuh subur bila ditunjang oleh faktor internal dan situasional. Orang-orang kreatif memiliki temperamen yang beraneka ragam. Wagner sombong dan sok ngatur; Tchaikovsky pemalu, pendiam, dan pasif; Bryon hyperseksual; Newton tidak toleran dan pemarah; Einstein rendah hati dan sederhana. Walaupun demikian, ada tiga aspek yang secara umum menandai orang-orang kreatif menurut Munandar (1999: 96) :
·         Kemampuan kognitif: termasuk di sini kecerdasan di atas rata-rata, kemampuan melahirkan gagasan-gagasan baru, gagasan-gagasan yang berlainan, dan fleksibilitas kognitif.
·         Sikap yang terbuka: orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimuli internal maupun eksternal.
·         Sikap yang bebas, otonom, dan percaya pada diri sendiri: orang kreatif ingin menampilkan dirinya semampu dan semaunya, ia tidak terikat oleh konvensi-kovensi.
Hal ini menyebabkan orang kreatif sering dianggap “nyentrik” atau gila. Selain faktor lingkungan psikososial, beberapa peneliti menunjukan adanya faktor situasional lainnya. Maltzman menyatakan adanya faktor peneguhan dari lingkungan. Dutton menyebutkan tersedianya hal-hal istimewa bagi manusia kreatif, dan Silvano Arieti menekankan faktor isolasi dalam menumbuhkan kreativitas. Butir nomor 3 membawa kita pada faktor-faktor situasional yang menyuburkan kreativitas. Para ahli sejarah mencatat bahwa ada saatsaat kreativitas tumbuh subur; misalnya, Islam pada zaman Abasiyah, Itali pada waktu Renaissance. (Pasaribu, Mangihot. 2016)
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kreativitas menurut Rogers:
a. Faktor internal individu
Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam individu yang dapat mempengaruhi kreativitas, diantaranya :
1. Keterbukaan terhadap pengalaman dan rangsangan dari luar atau dalam individu. Dengan demikian individu kreatif adalah individu yang mampu menerima perbedaan
2. Evaluasi internal, yaitu kemampuan individu dalam menilai produk yang dihasilkan ciptaan seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri, bukan karena kritik dan pujian dari orang lain.
3. Kemampuan untuk bermain dan mengadakan eksplorasi terhadap unsur-unsur, bentuk-bentuk, konsep atau membentuk kombinasi baru dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya.
b. Faktor eksternal (Lingkungan)

Faktor eksternal (lingkungan) yang dapat mempengaruhi kreativitas individu adalah lingkungan kebudayaan yang mengandung keamanan dan kebebasan psikologis. Peran kondisi lingkungan mencakup lingkungan dalam arti kata luas yaitu masyarakat dan kebudayaan. Kebudayaan dapat mengembangkan kreativitas jika kebudayaan itu memberi kesempatan adil bagi pengembangan kreativitas potensial yang dimiliki anggota masyarakat, diantaranya:
1. Tersedianya sarana kebudayaan, misal ada peralatan, bahan dan media.
2. Adanya keterbukaan terhadap rangsangan kebudayaan bagi semua lapisan masyarakat.
3. Menekankan pada becoming dan tidak hanya being, artinya tidak menekankan pada kepentingan untuk masa sekarang melainkan berorientasi pada masa mendatang.
Proses-proses dan Tahapan Kreativitas:
Wallas (dalam Solso, Maclin, & Maclin, 2007:45) menjelaskan bahwa ada empat tahapan dalam proses kreatif, yaitu:
·         Persiapan, memformulasikan suatu permasalahan dan membuat usaha awal untuk mencegahnya
·         Inkubasi, masa dimana tidak ada usaha yang dilakukan secara langsung untuk memecahkan masalah dan perhatian dialihkan sejenak pada hal lainnya
·         Iluminasi, memperoleh insight (pemahaman yang mendalam) dari masalah tersebut
·         Verifikasi, menguji pemahaman yang telah didapat dan membuat solusi
De Jong & Den Hartog (2003) merinci lebih mendalam proses inovasi dalam 4 tahap yaitu:
1.        Melihat kesempatan bagi seseorang untuk mengidentifikasi kesempatan.
Kesempatan dapat berawal dari ketidakkongruenan dan diskontinuitas yang terjadi karena adanya ketidaksesuaian dengan pola yang diharapkan misalnya timbulnya masalah pada pola kerja yang sudah berlangsung, adanya kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi,atau adanya indikasi trends yang sedang berubah.
2.        Mengeluarkan ide
Dalam fase ini, seseorang mengeluarkan konsep baru dengan tujuan menambah peningkatan. Hal ini meliputi mengeluarkan ide sesuatu yang baru atau memperbaharui pelayanan, pertemuan dengan klien dan teknologi pendukung. Kunci dalam mengeluarkan ide adalah mengkombinasikan dan mereorganisasikan informasi dan konsep yang telah ada sebelumnya untuk memecahkan masalah dan atau meningkatkan kinerja.
3.        Implementasi
Dalam fase ini, ide ditransformasi terhadap hasil yang konkret. Pada tahapan ini sering  juga disebut tahapan konvergen. Untuk mengembangkan ide dan mengimplementasikan ide, seseorang harus memiliki perilaku yang mengacu pada hasil.
4.        Aplikasi
Dalam fase ini meliputi perilaku seseorang yang ditujukan untuk membangun, menguji, dan memasarkan pelayanan baru. Hal ini berkaitan dengan membuat inovasi dalam bentuk proses kerja yang baru ataupun dalam proses rutin yang biasa dilakukan.
3 Faktor Penghambat Kreativitas
Berikut ini 3 faktor yang menghambat Anda mengeluarkan kreativitas. Faktor-faktor ini lahir dari metode berpikir yang keliru.
1.       Solusi yang tepat
Biasanya, setelah mengumpulkan banyak solusi dan memilah-milahnya, kita ragu jangan-jangan tidak ada solusi yang tepat. Sebenarnya, itulah yang justru menghambat Anda menemukan solusi! Pakar psikologi Carolyn Kaufman, dalam artikelnya di situs psychologytoday.com menyebutkan bahwa obsesi terhadap jawaban/solusi yang tepat merupakan salah satu faktor penghambat kreativitas.

Kok bisa?

Jawaban/solusi yang tepat mengandaikan adanya solusi yang keliru. Cara berpikir seperti itu membuat perhatian kita tertuju hanya pada bagaimana menemukan solusi yang tepat dan menghindari solusi yang keliru.

2.       Functional fixedness
Selain obsesi terhadap solusi yang tepat, functional fixedness juga bisa menjadi faktor penghambat kreativitas. Apa itu functional fixedness? functional fixedness adalah pola pikir di mana kita memperlakukan benda-benda sesuai namanya, tidak kurang dan tidak lebih.

Orang yang memiliki pola pikir functional fixedness menganggap fungsi gunting kuku hanya untuk memotong kuku yang sudah panjang; kotak suara berfungsi hanya sebagai penampung suara di pemilihan; sapu hanya untuk membersihkan lantai; dan, sendok hanya untuk mengambil makanan.

Pola pikir itu menghambat kita berpikir keluar dari kotak. Pikiran kita terhalang untuk memberdayakan benda-benda di sekitar sebagai solusi.

3.       Ide yang muluk-muluk
Ketika menghadapi masalah, kita sering mencari ide yang muluk-muluk. Ide yang muluk-muluk membuat solusi tampak lebih brilian dibanding ide yang biasa-biasa saja.

Tetapi, sebenarnya, kita tidak butuh ide yang muluk-muluk! Apa yang kita butuhkan adalah:

·         Solusi yang tepat sasaran,
·         Solusi yang tidak menimbulkan masalah baru,
·         Solusi yang mengeluarkan sesedikit mungkin usaha, modal, dan pengorbanan.

DAFTAR PUSTAKA:
Ulwia, Rina. 2015. “Inilah 3 Faktor Penghambat Kreativitas Anda!”. Dalam https://aquariuslearning.co.id/faktor-penghambat-kreativitas-anda/ (diakses pada 28 Maret 2019)
Anonim. 2011. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kreativitas”. Dalam https://psikologikreativitasump.wordpress.com/2011/12/16/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kreativitas/ (diakses pada 28 March 2019)
Pasaribu, Mangihot. 2016. “Faktor Mempengaruhi Berpikir Kreatif”. Dalam http://mangihot.blogspot.com/2016/10/faktor-mempengaruhi-berpikir-kreatif.html# (diakses pada 28 March 2019)
Anonim. 2019. “KREATIVITAS”. Dalam http://etheses.uin-malang.ac.id/743/6/10410056%20Bab%202.pdf (diakses pada 28 March 2019)
Himawan, Teguh. 2015. “KREATIVITAS DAN INOVASI”. Dalam http://teguhridho22.blogspot.com/2015/10/kreativitas-dan-inovasi-teori.html (diakses pada 28 March 2019)

6 komentar:

  1. nama : abdul hadi hadzami
    nim : 41318110064

    artikel di atas sangat bagus, karena berpikir kreatif tumbuh subur bila ditunjang oleh faktor internal dan situasional. Orang-orang kreatif memiliki temperamen yang beraneka ragam. Wagner sombong dan sok ngatur; Tchaikovsky pemalu, pendiam, dan pasif.

    BalasHapus
  2. Nama : cindy
    NIM : 43218110114

    Artikel ini sangan bermanfaat, karena bisa memotivasi dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pebisnis dalam berpikiran kreatif dan inovatif untuk menyukseskan bisnis yang dijalnkannya.

    BalasHapus
  3. Nama : Fadjar Imaniar
    Nim : 43117010001

    Artikel ini sangat benar, baik dan bermanfaat.
    Berpikir kreatif tumbuh subur bila ditunjang oleh faktor internal dan eksternal .
    Kunci dalam berpikir kreatif adalah mengkombinasikan dan mereorganisasikan informasi dan konsep yang telah ada sebelumnya untuk memecahkan masalah dan atau meningkatkan kinerja.

    BalasHapus
  4. Nama : Rosada Tri Asnada
    NIM : 41415110052

    Artikel yang menarik, karena pada dasarnya setiap manusia itu memilliki volume otak yang sama. Namun, tidak banyak manusia yang bias memanfaatkan anugrah tersebut.

    BalasHapus
  5. Nama: Hana Kartika
    Nim: 42317110015
    Saya senang membaca artikel ini,saya bisa berfikir kreatif dan menjadi manusia yang produktif

    BalasHapus
  6. Nama : Ezra Feroza
    Nama : 41617120059
    Tiap manusia memiliki akal yang sama, namun bagaimana tiap individu mengasah akal yang telah dibeikan oleh Tuhan,

    BalasHapus