Rabu, Maret 13

Motivasi pengusaha sukses " Ahmad Sahroni "



ABSTRAK

NASIB orang siapa yang tahu. Kalimat itu menggambarkan kisah hidup Ahmad Sahroni, 36,  yang dulu sopir pribadi, melesat cepat menjadi seorang direktur utama perusahaan yang sukses.


Malam itu Roni --panggilan Ahmad Sahroni-- tidak sungkan makan nasi goreng warung di samping kantornya. Padahal, beberapa tamu ’’antre’’ untuk bertemu dengannya. Pria kelahiran 8 Agustus 1977 itu mengaku lapar karena baru saja pulang dari Malaysia sejam sebelumnya. 

’’Saya memang biasa makan di mana saja karena saya dulu juga orang biasa-biasa saja. Bukan keturunan orang kaya atau anak pejabat,’’ ujar Roni saat ditemui di kantornya, kawasan Tanjung Priok, Jakarta, pekan lalu.

Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat Roni tumbuh menjadi pribadi yang tidak neko-neko. Dia berprinsip tidak mau menyusahkan orang tuanya. Dia ingat ketika duduk di bangku SMP sudah mulai mencari uang sendiri dengan cara menjadi tukang semir sepatu. Hasil yang tak seberapa itu kadang digunakan untuk membeli buku tulis atau untuk membayar tiket masuk kolam renang, olahraga kesenangannya. 

Selain tukang semir sepatu, anak Betawi asli ini juga mamanfaatkan payung ibunya untuk mencari uang.’’Saya jadi ojek payung kalau musim hujan,” tambahnya. 

Selepas SMA, Roni langsung mencari pekerjaan di pabrik atau di kantor, namun selalu gagal. Akhirnya dia nekat menjadi sopir ’’tembakan’’ di PT Millenium Inti Sentosa --sebuah perusahaan pengisi bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal yang ada di dekat rumahnya di Tanjung Priok. ’’Nggak ada gaji tetap, hanya dikasih uang seiklasnya saja kalau habis nganterin barang,” kata dia. 

Suatu saat dia duduk-duduk di lobi kantor perusahaannya karena cuaca di luar sangat panas. Namun, seorang kerabat pemilik perusahaan tiba-tiba datang dan mengusirnya dengan kasar.

’’Sopir itu tidak di sini tempatnya, di luar sana,” ungkap Roni menirukan kalimat bos-nya. 

Tanpa panjang cakap, Roni bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan.”Saya cuma bisa ngelus dada. Ya Allah, nasib orang rendahan begini. Diusir seenaknya,” kenangnya. 

Tapi, dia tidak menyimpan dendam atas perlakuan bosnya itu. Bagi dia, peristiwa itu justru menjadi cambuk untuk tidak puas hanya menjadi sopir. Di lubuk hatinya yang paling dalam, saat itu Roni bertekad untuk mengubah nasibnya. Dia ingin menunjukkan bahwa dirinya bisa menjadi ’’orang besar’’ tanpa harus bersikap semena-mena kepada bawahan. 

’’Sayang orang yang ngusir saya itu kini sudah meninggal. Kalau belum, pasti…,’’ kata Roni tidak melanjutkan kalimatnya. Dia kemudian tertawa. 

Setelah beberapa tahun bekerja sebagai sopir di perusaahaan itu, Roni memutuskan keluar. Dia lalu bekerja di kapal pesiar Century berbendera Amerika Serikat.  Dia cukup senang karena bisa ikut berlayar ke berbagai negara secara gratis.

”Pekerjaan saya waktu itu di dapur, seperti membersihkan alat-alat masak,’’ sebutnya. 

Puas berlayar selama tiga bulan, Roni akhirnya rindu daratan. Dia lantas bekerja sebagai pelayan di restoran di kawasan pecinan Jakarta, Atlanta. Ditempat itu Roni mengaku tidak mendapatkan perkembangan hidup yang berarti. “Saya lantas terfikir untuk kembali ke perusahaan lama, menjadi sopir. Tapi kali ini harus belajar  bagaimana bos saya mencari uang,” sambungnya. 

Sambil menyelam minum air, itulah peribahasa yang diterapkannya. Selagi masih menjadi sopir bos, Roni juga belajar bagaimana perusahaan itu mencari konsumen, membeli bahan bakar, hingga proses pengisian ke kapal.”Setiap kali ada waktu saya berusaha serap ilmunya. Bahkan saya juga angkat-angkat selang (pengisian) yang beratnya 75 kilo,” tuturnya.


Kesimpulan
Jika kalian ingin menjadi salah satu contoh tokoh pengusaha muda dari Indonesia ini.kalian harus berjuang demi meraih sebuah kesuksaan ,tidak cukup untuk melakukan hal kecil tapi kalian juga harus melakukans sesuatu yang bisa membuat diri kalian mempunyai pengalaman jauh lebih berharga


Daftar Pustaka


Chasan, Mas’ud. 2007. Sukses Bisnis Modal Dengkul. Yogyakarta : Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Yogyakarta.

Nitbani, Paulus. 2010. Cecak Jadi Dolar. Jakarta : Suara Harapan Bangsa

Hellen, Anggraeni. 2013. 10 Karakteristik Umum Pengusaha Sukses. Diunduh pada 05 November 2015 dari http://mebiso.com/10-karakteristik-umum-pengusaha-sukses/

Anonim. 2013. Biografi Bill Gates - Orang Terkaya Sedunia. Diunduh pada 05 November 2015 
Anonim. 2015.

 Nadiem Makarim, Sosok Dibalik Suksesnya Gojek. Diunduh pada 05 November 2015 dari http://www.fiskal.co.id/berita/fiskal-5/5888/nadiem-makarim,--sosok-dibalik-suksesnya-gojek#.VjsUwCvLmBS

Coconut, Choco. 2015. Makalah Kewirausahaan "Sharing Success Story" Bob Sadino. Diunduh pada 05 November 2015 dari http://ilmu00.blogspot.co.id/2015/03/makalah-kewirausahaan-sharing-success.html






Tidak ada komentar:

Posting Komentar