Jumat, Juni 14

Pemanfaatan Pemodelan Bisnis

Abstrak

“Memulai usaha itu yang penting nekat! Urusan lain, bisa diselesaikan belakangan sambil berjalan.” Mungkin kamu yang sedang berniat memulai usaha kecil-kecilan seringkali mendengar kalimat serupa dari banyak orang. Akan tetapi, ingatlah bahwa dengan perencanaan awal yang baik, kamu sudah melewati setengah dari pertempuran! Karena itu, perencanaan bisnis yang matang dengan membuat model bisnis adalah satu hal yang penting kamu lakukan.

Untuk menghasilkan model bisnis yang efektif, salah satu metode yang bisa kamu gunakan adalah dengan membuat Business Model Canvas (BMC). BMC sendiri adalah sebuah konsep bisnis yang diinisiasi oleh Alexander Osterwalder, seorang entrepreneur yang berasal dari Swiss. Dengan mengisi sambil menganalisa 9 blok yang ada pada BMC, kamu pun dapat merancang model bisnis secara matang.
Pemodelan Proses Bisnis adalah lintas fungsional, biasanya penggabungan pekerjaan dan dokumentasi lebih dari satu departemen dalam sebuah organisasi atau perusahaan.
Dalam situasi lebih rumit, Pemodelan Proses juga dimasukan pada aktivitas proses eksternal pada organisasi dan sistem yang dimasukkan ke dalam sebuah proses primer / utama.
Dalam organisasi besar Pemodelan Proses Bisnis cenderung dianalisis dan direpresentasikan secara lebih rinci dari pada di organisasi kecil, karena skala dan kompleksitasnya lebih besar.

Manfaat Pemodelan Proses Bisnis
adalah untuk memudahkan pemahaman alur proses secara terintegrasi

TUJUAN PEMODELAN PROSES BISNIS
adalah untuk mendefiniskan langkah langkah yang harus diambil untuk mencapai suatu tujuanModel

Diafragma Model Proses Bisnis adalah alat untuk mencapai sebuauh tujuan, dan bukan hasil kinerja dari suatu proses.
Hasil akhir diagram proses bisnis ini adalah melakukan perbaikan pada cara proses bisnis itu bekerja.


Fokus perbaikan Diagram Proses Bisnis adalah pada ‘nilai plus(+)’ yang membuat layanan pelanggan dan pengalaman yang lebih baik ke customer, serta mengurangi waktu atau usaha yang terbuang.
Peluang bisnis merupakan dasar penyusunan sebuah model bisnis, tanpa peluang bisnis tidak dapat disusun sebuah model bisnis. Setelah memiliki peluang bisnis, ada beberapa parameter utama untuk menyusunnya yang perlu diperhatikan.

Target Pasar atau Pelanggan 
Segmentasi pelanggan harus diperkirakan sebagai yang pertama dalam sebuah model bisnis, siapa saja yang akan menjadi target pasar perlu ditetapkan diawal, biasanya yang akan menjadi referensi dalam menyusunnya adalah hasil survei pemasaran, atau melakukan sendiri penelitian pasar hingga ke wallet size dari pelanggan.

Unique Value Proposition (UVP)
Secara paralel ketika menetapkan target pasar atau pelanggan bisa mulai dipikirkan apakah nilai tambah dari produk atau jasa yang akan ditawarkan kepada calon pelanggan atau target market yang dituju, UVP merupakan hal yang utama dalam sebuah model bisnis yang harus bisa ditemukan dengan cerdas, sebab inilah yang akan memenangkan persaingan melawan pesaing-pesaing yang ada. Bila selalu melakukan bisnis seperti biasa tanpa ada UVP, maka dengan mudah sebuah bisnis akan merosot atau bahkan tidak akan tampil kepermukaan sekalipun.

Channel
Bagaimana sekarang menyampaikan UVP kepada pelanggan yang ditargetkan? Butuh channel untuk sampai kesana, butuh jalur pemasaran menuju kepada pelanggan, tanpa dipikirkan salurannya maka tidak akan terjadi sebuah bisnis. Sebagus apapun nilai tambah yang dimiliki atau setepat apapun nilai yang dibutuhkan pelanggan akan menjadi sia-sia tanpa channel kepada pelanggan. Saluran ini bisa berarti saluran distribusi ataupun saluran pemasaran, untuk saluran distribusi membutuhkan pengaturan yang efisien dan efektif sebelum bisnis dijalankan. Saluran pemasaran juga dapat bersifat off line maupun online, di era digital ini pemasaran online merupakan channel yang murah dan efektif untuk menjadi saluran pemasaran sampai kepada pelanggan.

Key Partner
Dalam berbisnis diperlukan juga partner agar terjadi sinergi untuk melaksanakan sebuah bisnis, kerjasama seperti ini disebut cooperation yang biasanya dilakukan karena hubungan saling membutuhkan. Sebagai contoh penyelia, pemerintah, perbankan dan banyak lagi adalah partner yang dibutuhkan. Kerjasama bukanlah terjadi antara keduabelah pihak yang saling membutuhkan saja, namun keduabelah pihak yang bersaing juga dapat menjadi partner, misalnya kantor Akuntan dengan kantor Akuntan, kerjasama keduanya dimungkinkan saat hendak mengerjakan proyek yang ber skala besar dan dibutuhkan sumberdaya yang bisa dipenuhi dengan kerjasama antar pesaing.

Key Resources
Penting juga dalam sebuah model bisnis dipikirkan bagaimana sumber daya yang diperlukan dapat diperoleh dan selalu cukup untuk target pasar yang ditetapkan, bila tidak diantisipasi maka akan kesulitan juga bila terjadi kekosongan sumber daya. Hal ini termasuk sumber daya manusia, bahan untuk produksi, atau bahan yang akan diolah untuk jasa perusahaan, seperti data, berita adalah bahan yang diperlukan untuk perusahaan media.

Aktifitas Utama
Setelah  lima hal pertama dalam sebuah model bisnis dimiliki maka sudah bisa disiapkan aktifitas utama dari bisnis yang akan dikerjakan, aktifitas ini tentulah berkaitan dengan sumberdaya manusia, modal, peralatan, berkaitan juga dengan struktur organisasi, berkaitan juga dengan rencana kerja yang menjadi agenda untuk dilakukan dalam pelaksanaan bisnis.

Revenue Stream
Penyusunan model bisnis tentunya tidak lepas juga dari menghitung pendapatan yang akan diterima, analisa keuangan bisnis dalam hal ini termasuk juga bagaimana penetapan harga dan strategi lainnya agar pendapatan dapat disesuai dengan target yang ditetapkan.

Cost Stream
Menghitung pendapatan tentulah tidak terlepas dari sisi biaya yang akan dikeluarkan, perhitungan yang tepat juga kunci yang akan dilihat apakah sebuah model bisnis akan dijalankan atau tidak, bila besarnya biaya tidak sesuai tentunya sangat sulit sebuah model bisnis dapat dijalankan.

Relationship
Yang terakhir parameter dalam model bisnis adalah menentukan bentuk-bentuk membangun hubungan dengan pelanggan sesuai dengan tingkatannya. Pelanggan dalam tingkat pelanggan lama dan sudah repeat order tentu memiliki perbedaan cara memelihara relationship dibandingkan dengan pelanggan yang baru saja menjadi pelanggan atau masih menjadi calon pelanggan.

Model bisnis yang mempertimbangkan delapan parameter di atas akan membuat berhasil sebuah peluang bisnis, namun tentulah kelengkapan data, informasi dan ketekunan serta kerja keras untuk menjalankannya adalah hal lain yang patut dimiliki juga untuk berhasil.

Daftar Pustaka:
•http://blj.co.id/2014/07/31/pentingnya-model-bisnis/
•http://kharismamdanai1.blogspot.com/2011/02/model-bisnis-apa-dan-mengapa-penting.html?m=1
•https://www.langkahawal.com/pentingnya-model-bisnis/
•https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-pemodelan-proses-bisnis-menurut-para-ahli/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar