Senin, Oktober 14

Pengembangan Anyaman Bambu sebagai Fasad Bangunan

Try Muftahudin Hidayah (@N08-TRY)

Bambu merupakan salah satu tanaman tropis yang banyak ditemukan di Indonesia. Tanaman sejenis rumput yang memiliki batang beruas-ruas yang kuat dan tinggi ini memiliki fungsi penting dalam tiga kebutuhan pokok manusia. Bambu dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai keperluan sandang, pangan, dan papan.
Dalam pangan, bambu muda (rebung) bisa digunakan sebagai bahan dasar sayur yang lezat. Bambu juga bisa dimanfaatkan dalam pembuatan rumah hunian, sehingga mampu menunjang kehidupan manusia dari segi papan. Selain itu, bambu pun dapat diolah (dengan menganyam) menjadi beraneka wadah, hiasan, dan aneka kebutuhan sandang yang lainnya.
Hasil anyaman dari bambu tidak sekadar memiliki fungsi praktis, tapi juga fungsi estetis. Kerajinan anyaman yang dihasilkan pun bukan sekadar barang, tapi juga mampu menjadi pemanis mata yang bernilai seni dan indah.
Anyaman bambu yang digunakan sebagai komponen bangunan sudah di terapkan oleh nenek moyang kita, salah satunya pada rumah adat baduy. Menerapkan anyaman bambu pada dinding bangunan.
   Gambar 1 : Rumah Adat Baduy
Namun, perkembangan jaman yang begitu cepat, mempengaruhi style desain bangunan seperti desain minimalis,kontemporer,modern,dan sebagainya. Hal tersebut telah mengikis penggunaan anyaman bambu sebagai salah satu komponen dalam bangunan karena dari segi desain,dianggap kalah bersaing dari produk-produk masa kini.
            Dalam menangani problematika tersebut, sebuah brand yang bernama Byo Living berupaya untuk mengembangkan produk fasad dari anyaman bamboo yang di desain lebih tampil kekinian. Bahan yang digunakan ialah bambu asli maupun bambu sintesis. Bambu Asli biasa digunakan untuk elemen desain pada interior bangunan.
  

Gambar 2 : Anyaman Bambu pada elemen Interior
            Sedangkan untuk elemen exterior biasa menggunakan bambu sintesis, karena exterior bangunan perawatannya harus extra, terpapar oleh sinar matahari langsung dan terpapar hujan.
 
Gambar 3 : Anyaman Bambu pada elemen Exterior

            Strategi pemasaran produknya menggunakan media social berupa Instagram dan sebagainya, lewat mulut kemulut serta mengikuti beberapa instalasi arsitektur agar semua orang bias mengenal produknya.
Siapa yang akan menduga bahwa anyaman bambu bias menjadi tren lagi pada jaman sekarang. Material bangunan pada masa lalu yang dinilai  kurang estetik malah berpotensi untuk menjadikannya tren lagi, dengan cara mengembangkan produk tersebut sesuai dengan target pasar sekarang. Seperti yang telah dilakukan oleh Byo Living, hal ini merupakan terobosan besar di dunia Arsitektur.




Gambar 4 : Mind Map


Tidak ada komentar:

Posting Komentar