Senin, Maret 9

Kewirausahaan


Apa itu kewirausahaan? Kewirausahaan adalah sebuah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Dalam bahasa Inggris, kewirausahaan disebut sebagai entrepreneurship. Orang yang menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan disebut sebagai wirausaha.
Kewirausahaan memang membutuhkan sebuah visi, bisa berupa ide inovatif, peluang, atau cara dan langkah yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Tentu dalam menjalankan prinsip-prinsip kewirausahaan terdapat ketidakpastian yang dikenal sebagai resiko atau hambatan.



definisi secara umum serta menurut teori dari para ahli dan pakar
1. Menurut Thomas W. Zimmerer
Arti kewirausahaan menurut teori dari Zimmerer adalah sebuah proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan bisnis.
2. Menurut Suparman Sumahamijaya
Kewirausahaan merupakan sebuah kemampuan dalam berpikir secara kreatif dan melakukan inovasi. Pikiran kreatif dan inovasi ini merupakan dasar dan juga sumber penggerak sehingga dapat digunakan sebagai tumpuan dalam menghadapi tantangan di depan.
Ada beberapa sifat-sifat yang harus dimiliki seorang wirausahawa yang diantaranya yaitu:
1.     Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisplinan yang tinggi. Arti dari kata disiplin itu sendiri ialah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Dalam ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya. Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan ialah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan
2.     Berkomitmen tinggi
Komitmen merupakan kesepakan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif “berorientasi pada kemajuan”. Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya
3.     Jujur
Untuk hal ini kejujuran merupakan sebuah landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berprilaku bersifat kompleks. kejujuran mengenai karakteristik produk “barang dan jasa” yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan. Kejujuran mengenai pelayanan prunajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan oleh wirausahawan.
4.     Kreatif dan inovatif
Untuk dapat memenagkan persaingan maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan trobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya ialah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
5.     Mandiri
Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain. Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya
6.     Realitis
Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu dapat menggunakan fakta / realita sebagai landasan berfikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan / perbuatannya. Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realitis, objektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Karena itu, dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan / sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat kebrehasilan usaha yang sedang dirintis
7.     Percaya diri
Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang jasmani dan rokhaninya. Karakteristik kematangan seseorang adalah ia tidak tergantung pada orang lain, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, obyektif, dan kritis, emosionalnya stabil, tidak gampang tersinggung dan naik pitam.
8.     Pengambil resiko
Wirausaha penuh resiko dan tantangan, seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku dan sebagainya. Namun semua tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan.
9.     Kepemimpinan  
Pemimpin yang baik harus mau menerima kritik dari bawahan, ia harus bersifat responsive.
10.  kreativitas
Menurut Conny Setiawan (1984:8), kreativitas diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru. Produk baru artinya tidak perlu seluruhnya baru, tapi dapat merupakan bagian-bagian produk saja. Contoh: Seorang wirausaha membuat berbagai kreasi dalam kegiatan usahanya, seperti susunan barang, pengaturan rak pajangan, menyebarkan brosur promosi dsb.

https://www.dosenpendidikan.co.id/sikap-wirausaha/
https://www.zonareferensi.com/pengertian-kewirausahaan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar