Selasa, April 21

5 tahapan design thingking berserta outputnya


Design Thinking adalah salah satu metode baru dalam melakukan proses desain. Design Thinking merupakan metode penyelesaian masalah yang berfokus pada pengguna atau user.
Design Thinking sendiri dipopulerkan oleh David Kelley dan Tim Brown pendiri IDEO – sebuah konsultan desain  yang berlatar belakang desain produk berbasis inovasi.berikut 5 tahapan design thinking

1 EMPATHY

IDEO’s Human – Centred Design Toolkit menjelaskan bahwa empati adalah suatu pemahaman yang mendalam terhadap masalah dan realita dari kehidupan dari orang yang menjadi subyek pemecahan masalah. Emapti merupakan tahap pertama dari proses desain thingking, tujuannya adalah  kita sebagai desainer mendapatkan pemahaman terhadap si obyek dan mencoba menyelesaikannya. 3 Bagian penting Emphati
• Observe (amati) : mengapati perilaku User dan cara mereka berinteraksi  dengan lingkungan agar dapat memahami hal yang sebenarnya  dibutuhkan oleh mereka.
• Engage (terlibat) : merupakan cara untuk terlibat secara langsung dengan user, seperti turut serta dalam membantu mengungkapkan pikiran dan nilai yang mereka pegang.
 • Immerse  (Merasakan Langsung ) ; merupakan cara untuk merasakan situasi yang user rasakan.
Berikut tahap empathy pada ide bisnis saya :
Saya telah melakukan bagian pertama dalam empaty yaitu observasi(amati), saya sering mengamati teman saya yang ingin memiliki penampilan yang menarik, banyak sekali dari mereka yang rela ke salon untuk mempercantik dirinya dengan harga yang cukup dibilang tidak murah. Mereka ingin memiliki alis dan bulu mata yang lentik, banyak sekali dari mereka yang saya amati melakukan treatment extension bulu mata dan juga sulam alis. Tetapi treatment tersebut memang membuat user senang tetapi tidak bertahan lama. karna setelah melakukan treatmen tersebut, banyak sekali dari mereka yang kehilangan bulu mata dan juga alis aslinya.
Bukan hanya tentang alis dan bulu mata saja yang saya amati saya juga mengamati tentang user yang melakukan treatment memfiler bibir mereka. Dengan tujuan sama ingin mempercantik dirinya. Jadi mereka ingin bibir mereka terlihat memerah sehat tanpa harus memakai pelembab bibir dan ditambah lipstic, liptint, lip cream mereka. Tetapi user yang saya amati sedikit yang melakukan filler bibir. lebih banyak dari mereka yang mengaplikasikan pelembab bibir dan ditambah lipstic, liptint, lip cream mereka. Hal itu dilakukan karena merka ingin terlihat memiliki bibir memerah natural.
Dan saya juga mengamati teman teman saya sehabis bela negara yang mengeluh akan kulit mereka yang kusam, berkomedo, berjerawat padahal sebelum mereka bela negara kulit mereka tidak kenapa kenapa.
Pada bagian kedua dalam empaty adalah engage(terlibat), saya mulai melibatkan user dengan menanyakan  sebenernya yang apa extension dan sulam hal yang mereka butuhkan dan juga mendengarkan keluh kesah merka, banyak dari mereka mengeluh dan ingin memiliki bulu mata dan alis yang indah tanpa harus merusak bulu mata dan alis mereka.
begitu pula dengan user yang saya amati tentang masalah bibir mereka, saya mulai melibatkan user dengan menanyakan apakah sebenarnya yang mereka butuhkan memfiler bibir atau memperlukan suatu produk yang tidak ribet pengaplikasiannya tetapi menghasilkan bentuk bibibr yang memerah sehat. Dan juga mendengankan keluhan mereka dengan mengaplikasikan prosuk 2 kali itu tidak efisein untuk waqktu mereka tetapi kalau hanya di pakai salah satunya saja tidak lengkap.
begitu pula denga user yang saya amati setelah bela negara saya menanyakan mereka biasanya menggunakan produk  apa saja, dan juga saya mendengarkan keluhan mereka tentang maslaah kulitnya . Saya melibatkan user dengan berbagai cara yang terbaik dan memungkinkan yang saya harapakan nanti target dari hearing atau engage activity ini adalah membantu mengungkapkan pikiran dan nilai yang mereka punya.
Pada bagian ketiga dalam empaty adalah immerse(merasakan), Disini adalah cara yang effective untuk mengetahui atau merasakan situasi yang user rasakan. Dan beruntungnya disini saya yang mempunyai ide ini juga berasal dari pengalaman saya sendir. Saya juga pernah dipossisi user yang ingin mempercantik diri dan melakukan extension lalu setelahnya saya mengeluh dikarnakan bulu mata asli saya rontok.
Dan saya juga pernah diposisi user yang harus mengaplikasikan pelembab bibir dulu baru lipsctik, lip tint, lip cream. Karena kalaun memakai hanya salah satunya tidak lengkap contoh hanya memakai pelembab saja bibir kita tidak akan memerah tetapi kalau hanya menggunkaan lip tint, lip cream, lipstick saja bibir saya akan kering dan itu sangan tidak nyaman
Dan begitu juga dengan user yang bermasalah kulitnya setelah kegiatan bela negara, saya juga mengikuti kegiatan tersebut dan merasakan dampaknya juga kepada kulit saya
jadi setidaknya saya bisa merasakan yang user rasakan dan ini akan dapat membatu design atau konsep seperti apa yang akan kita terapkan dalam bisnis kita nanti kedepan



2 DEFINE

define merupakan tahap kedua dari pengimplementasi design thingking setelah, sebelumnya saya telah melakukan tahap empathy. pada tahap sebelumnya saya dan tim mengumpulkan data-data informasi dari user, maka pada tahap ini saya dan tim akan mendefinisikan masalah inti. dengan membuat problem statement yang berfokus pada penggunaan akhir. yang pada gilirannya memberi saya dan tim berbagai pilihan dan cara berpikir tentang masalah tersebut. Akibatnya, lebih banyak solusi akan terbuka.
Berikut tahap define pada ide bisnis saya :
data dan informasi yang saya dan tim dapatkan dari user pada saat tahap empathy adalah user mengeluh akan maslah yang ingin bulu mata lentik dan juga alis yang tebal, akhirnya user melakukan extension bulu mata dan juga sulam alis. tetapi setelah extension dan sulam , bulu mata dan alis user rontok. maka dari itu definenya adalah "user membutuhkan sesuatu alat yang tepat untuk menumbuhkan bulu mata dan alis agar terlihat lentik dan cantik tanpa harus extension bulu mata dan sulam alis." problem statement ini berguna sekali untuk membantu saya dan tim memahami permasalahan secara lebih mudah dan juga berdampak untuk tahap selanjutnya agar lebih mudah.
data dan informasi yang saya dan tim dapatkan dari user pada saat tahap empathy adalah user mengeluh akan masalah kulit mereka sehabis bela negara ada yang bermaslah kusam, berjerawat, komedo bertambah banyak, dan lain senagainya. maka dari itu definenya adalah "user membutuhkan sesuatu alat yang tepat untuk mengatasi masalah kulitnya yang rusak agar terlihat lebih bersih dan balik seperti semula sebelum bela negara" problem statement ini berguna sekali untuk membantu saya dan tim memahami permasalahan secara lebih mudah dan juga berdampak untuk tahap selanjutnya agar lebih mudah.
data dan informasi yang saya dan tim dapatkan dari user pada saat tahap empathy adalah user mengeluh akan maslah bibir yang kering karena tidak sempat menggunkan pelembab pada saat sebelum mengaplikasikan lip tint, lip cream, lip stick. user harus mengaplikasikan pelempab dahulu pada bibirnya agar tidak kering dan itu membuat waktu user tidak efisien dikarnkan harus berkerja dua kali. maka dari itu definenya adalah "user membutuhkan sesuatu alat yang tepat untuk melembabkan sekaligus memberi warna pada bibir tetapi dengan satu alat saja agar mengefisensikan waktu"
problem statement ini berguna sekali untuk saya dan tim untuk memahami permasalahan secara lebih mudah dan juga berdampak untuk tahap selanjutnya agar lebih mudah

3 IDEATE
Ideate merupakan tahapan ketiga dari design thingking. Ideation adalah proses menghasilkan gagasan/ide yang luas tentang topik-topik tertentu, tanpa menilai, mengevaluasi atau membenarkan salah satu. Tahapan ini berisi kumpulan ide-ide ataupun solusi dari tim. 

berikut tahap ideat pada ide bisnis saya :
untuk menyelesaikan permasalahan yang telah di bahas di difine. Saya memiliki beberapa solusi untuk user. User tidak perlu lagi untuk treatmen extension bulu mata dan sulam alis untuk memperindah penampilan mereka, saya memiliki suatu formula yang bisa mempelentik bulu maya dan mempertebal alis yang terbuat dari bahan bahan alami yang pastinya sangat berkhasiat untuk mengatasi permasalahan pada bulu mata dan juga alis para user.formula tersebut adalah serum bulu mata dan alis dan pastinya harga treatmen ini lebih murah dan juga lebih aman karna menggunakan bahan bahan alami
Dan saya juga memiliki solusi untuk user yang ingin memiliki bibir yang tampak memerah natural tanpa harus filler bibir dan juga bisa membuat bibir user lembab dan memerah dalam satu produk yaitu tint blam. Tint blam ini berasal dari bahan bahan alami yang pastinya aman dan juga harganya lebih terjangkau. Tint blam merupakan solusi karena bukan hanya melembabkan bibir tetapi juga bisa memberikian kesan memerah di bibir user tanpa harus berkeja dua kali dan tanpa harus memfiler bibir.
Untuk permasalahan kulit user yang kusan kemedo dan jerawatan, saya mulai mencari cari solusi mencari ide produk apa yang peluangnya sangat besar untuk mengatasi maslah mereka. setelah saya pertimbangkan yang peluangnya sangat besar adalah masker komedo. mengapa demikian? karena kalau saya menjual masker yang berfokus untuk mencerahkan kulit kusam atau mengatasi jerawat itu semua sudah ada banyak di pasaran, dari harga yang mahal dengan kualitas sangat bagus dan bahkan ada harga yang murah dengan kualitas yang bagus juga. sedangkan unruk masker komedo ini saingan saya dipasaran hanya satu yaitu  pore pack, yang pada kenyataannya kurang menganggkat komedo tetapi harganya mahal. dan saya berinovasi  dari bahan organik dengan kualitas menarik komedo yang lebih baik dari pada pore pack tetapi harganya bisa lebih murah. dan saya sudah melakukan emphaty untuk ide bisnis saya, dengan cara mendengarkan keluhan keluhan atas masalah mereka dan hal tersebut membuat saya bisa memunculkan ide bisnis untuk menjual masker komedo


4 PROTOTYPE
Prototype atau puwarupa atau arketipe merupakan bentuk awal dari sebuah entitas. Dalam design thinking, prototype dibuat sebelum pengembangan atau sebelum hasil desain diproduksi secara masal.

berikut tahap prototype pada ide bisnis saya :
serum bulu mata, tint blam, dan masker komedo sudah bisa di pesan di food.urskin telah menyediakan akun Instagram sebagai solusi pertama. Dan kemudian akan dilanjutkan dengan membuat website. Kemudian barulah Topi custom menggunakan promosi berupa iklan. Dan juga, food.urskin berencana untuk meluncurkan varian produk baru lainnya yang bermanfaat untuk mempercantik dengan harga terjangkau


5. Test
Setelah melewati langkah panjang dan prototype atau purwarupa selesai, maka panduan menggunakan design thinking yang terakhir adalah dengan melakukan uji coba bagi pengguna akhir.Jangan lupa sebaiknya selalu dicatat berbagai macam hal, sehingga Anda bisa memperoleh data yang cukup di dalam mengambil keputusan. Pengujian bisa dilakukan berulang kali atau dengan sistem iteration sampai memang benar-benar ditemukan solusi terbaik bagi permasalahan yang ada.

berikut tahap test pada ide bisnis saya :
saya sebagai pengelola telah mempromosikan food.urskin melalui akun instagram pribadi kami. Dan juga kami berhasil melakukan inovasi untuk memecahgkan masalah user saya yaitu berupa produk serum bulu mata dan alis, tint blam, masker komedo. Dan alhamdulillahnya sampai saat ini sudah ada 4 reseller yang sudah bergabung
Inilah yang dihasilkan food.urskin setelah melakukan 5 tahap design thinking tersebut :
1.         Inovasi produk
2.         Pasar yang lebih luas
3.         Model bisnis yang baru
4.         Sasaran konsumen



Tidak ada komentar:

Posting Komentar