Senin, September 13

"Leadership" dalam Wirausaha

 



Peran “Nahkoda” dalam Kapal Bisnis Wirausaha

Oleh: Agustinus Kukuh_41619110079

(@S15_AGUSTINUS)

Email @august17.kukuh@gmail.com

Abstrak

Selamat datang kembali di artikel saya. Semoga dalam keadaan sehat selalu. Kali ini tujuan dari artikel saya adalah mengulas tentang kepemimpinan dalam hal berwirausaha. Tentu kita pernah naik bus, kereta, pesawat atau kapal dan saat didalamnya kita tidak perlu khawatir untuk mengendalikan alat transportasi itu karena kita percaya dengan “sopir” yang akan membawa ke tujuan. Dari ilustrasi tersebut kita cocokkan dengan  istilah “Pimpinlah dirimu sendiri sebelum memimpin orang lain.” Maka kita diingatkan supaya bisa membawa diri kita dahulu kearah yang benar, sehingga kita bisa menjadi panutan untuk orang lain dengan melihat sikap yang sudah kita terapkan. Tidak semudah itu menjadi pemimpin. Bahkan, kepemimpinan punya seni dan caranya sendiri. Kita mungkin bisa menyuruh-nyuruh orang, tetapi itu tidak lantas menjadikan kita pemimpin yang baik. Lalu apa kualitas yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin? Apakah dia harus menjadi sosok manusia yang ditakuti banyak orang? Atau memberikan kesan bahwa dia adalah pahlawan super? Untuk itu mari simak ulasan saya dibawah ini supaya semakin paham tentang kepemimpinan yang benar dan bisa menambah wibawa diri kita.

Kata Kunci: Pemimpin, wirausaha, sikap, wibawa.

Pendahuluan

Pengertian Kepemimpinan secara umum adalah sebuah kemampuan yang terdapat di dalam diri seseorang untuk bisa memengaruhi orang lain atau memandu pihak tertentu untuk mencapai tujuan. Sementara itu, definisi pemimpin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang memimpin. Jadi, seorang pemimpin wajib memiliki kemampuan untuk memengaruhi atau memandu sekelompok orang/pihak.

Dalam konteks manajemen, pengertian entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti finansial (money), bahan mentah (material), dan tenaga kerja (labors), untuk menghasilkan suatu produk baru, bisnis baru, proses produksi, atau pengembangan organisasi usaha. Jadi Manajemen Kewirausahaan adalah pendayagunaan potensi ekonomis secara kreatif, inovatif, dan dengan keberanian menghadapi resiko untuk mendapatkan laba yang berguna mensukseskan program dalam organisasi pendidikan. Sehingga kewirausahaan dapat juga dikatakan sebagai unsur dalam pendidikan untuk memperlancar proses pendidikan bukan sebagai media mendapatkan keuntungan secara berlebihan.

Penerapan Kepemimpinan Kewirausahaan

Menjadi seorang wirausahawan sebenarnya adalah orang yang mampu memimpin diri sendiri dan juga perusahaan tempat ia memimpin para bawahannya. Kepemimpinan merupakan suatu pengaruh yang diberikan kepada orang lain untuk mempengaruhi tindakan mereka melalui komunikasi. Demi mencapai suatu tujuan dalam proses kepemimpinan, diperlukan usaha untuk membujuk orang lain untuk bekerja sama.

Menjadi seorang pemimpin pada dasarnya harus memiliki fungsi, diantaranya adalah mengarahkan, membina, mendelegasi, mengatur, mengevaluasi orang-orang yang dipimpin untuk mencapai suatu tujuan sesuai dengan visi, misi dan arahan dari pemimpin. Kegagalan dalam mencapai hasil, sasaran dan tujuan dari organisasi atau kelompok tersebut merupakan kegagalan dari proses kepemimpinan itu sendiri mengingat setiap arahan terpusat pada pimpinan.

Berikut karakter yang perlu dimiliki oleh wirausahawan dalam mempimpin bisnisnya bersama dengan karyawan:

1.1 #1 Keberanian untuk Bertindak (Dare to Act)

Maksud dari keberanian disini adalah dalam menembus semua anggapan ketidakpastian serta ketidakmungkinan dari keputusan yang diambil sehingga menjadi salah satu risiko yang harus dihadapi oleh seorang yang terjun dalam dunia entrepreneur. Tentu hal ini diimbangi dengan perhitungan yang cermat, antisipatif terhadap segala risiko dari setiap keputusan yang diambil (Plan B) serta visioner. Jadi jangan asal nekat yaa.

1.2 #2 Membangun Tim yang Solid (Build a Solid Team)

Membangun dan memupuk tim yang baik dan solider tidaklah mudah dan membutuhkan proses yang relatif tidak singkat mengingat perbedaan karakter, kepribadian, kompetensi dan komitmen dari para karyawan yang perlu pengarahan secara intensif serta keteladanan yang positif dari pemimpin (Ingat bahwa kepemimpinan merupakan suatu pengaruh yang diberikan oleh pemimpin).

1.3 #3 Menjadi Pendengar yang Baik (Eager to Learn)

Pada tahap ini seorang wirausaha harus siap melayani keluh kesah karyawan dan  siap menerima kritik maupun saran dengan hati yang lapang. Walaupun pemimpin, tetapi terkadang ada karyawan yang memiliki kemampuan lebih dan pemikiran yang dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil sebuah langkah.

1.4 #4 Berani Mengambil Risiko

Risiko yang diambil sering kali akan menjadi suatu pengalaman yang memberikan proses pembelajaran untuk dapat meraih keberhasilan di waktu kemudian. Sebuah kutipan mengatakan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Jangan biarkan kegagalan membuat kita enggan untuk kembali bangkit dan mengambil risiko untuk mencapai keberhasilan yang menanti di depan.

1.5 #5 Memiliki Seorang Mentor/Pembimbing

Mengingat kemampuan seorang pemimpin wirausaha dan karyawan ada batasannya. Setiap orang memiliki kekurangan, disinilah letak seorang pembimbing yang dapat mengarahkan dan membimbing untuk mengembangkan usaha baik dalam bidang teknis, maupun manajemen usaha.

1.6 #6 Pikiran yang Terbuka (Open Minded)

Terbuka terhadap saran, ide-ide yang baru dan kreatif perlu ditanamkan dalam jiwa seorang wirausahawan. Pikiran yang terbuka untuk menerima masukan untuk pembaruan dapat membawa seseorang kepada proses kepemimpinan yang legowo (rendah hati) karena kesadaran akan keterbatasan diri dan mau belajar dari orang lain. Hal ini harus diterapkan supaya kita tidak dianggap kolot dan keras kepala mengingat dunia bisnis sekarang sangat dinamis dan perlu ada pembaruan inovasi setiap saat.

1.7 #7 Memiliki Kepercayaan Diri (Self Confident)

Pernah saya mendengar istilah begini saat saya masih menjadi operator mesin CNC, senior saya berkata “Kalau kamu tidak percaya dengan apa yang kamu kerjakan, bagaimana orang lain akan melihat kualitas produk ini?” Ya itulah yang saya jadikan bahan renungan sampai saat ini, yang saya petik dari sini adalah kita harus  memiliki keyakinan teguh, kepercayaan diri, optimis terhadap tujuan dan keberhasilan yang akan diraih merupakan salah satu sikap yang tidak dapat dikesampingkan. Rasa percaya diri ini membawa kepada motivasi untuk melakukan setiap tugas dengan lebih bergairah untuk menyelesaikannya.


Implementasi Kepemimpinan dalam Bisnis Ayam Petelur

Pada setiap praktek kewirausahaan tentu dibutuhkan implementasi dari kepemimpinan. Kepemimpinan ini dapat dilakukan dengan memberikan contoh yang baik kepada karyawannya agar bisa bekerja dengan maksimal dan memberikan kontribusi untuk tempat bekerjanya.

Beberapa implementasi kepemimpinan dalam praktek kewirausahaan antara lain adalah sebagai berikut

1. Menyusun agenda kegiatan usaha, hal ini sangat perlu dilakukan mengingat usaha tersebut harus berjalan dengan jelas maka diperlukan adanya agenda atau rencana, rencana tersebut harus bisa dibuat oleh pemimpin.

2. Memberikan motivasi kepada karyawan, pemimpin yang baik haruslah bisa memberi motivasi kepada karyawannya, motivasi ini berfungsi untuk menumbuhkan rasa percaya diri, sehingga karyawan mampu untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya.


Cara Pengambilan Keputusan

Sebagai pemimpin dalam bisnis, kita harus mampu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkan kita dari kebimbangan. Berikut adalah cara mengambil keputusan dalam berwirausaha: 

1. Singkirkan Rasa Takut Salah

Ketakutan untuk berbuat salah adalah hal manusiawi. Kita pasti ingin menghindari risiko negatif dari keputusan yang diambil. Namun, itu tidak mungkin selalu benar, kita bisa saja salah dalam membuat keputusan.

Akan tetapi, kita bisa belajar untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dan mengasah kemampuan dalam membuat keputusan berikutnya. Setiap proses pengambilan keputusan pasti akan mendewasakan karakter dan cara berpikir. Misalnya seperti saat saya mengambil bibit ayam petelur, saat itu banyak yang menawarkan diri supaya membeli bibit di tempatnya, jadi saya mengambil pilihan di salah satu peternak A, karena bibitnya bagus dan juga ada garansinya, hal itu membuat saya lebih tenang.

2. Identifikasi Masalah yang Terjadi

Kita tidak dapat membuat keputusan yang tepat jika ada kesalahan dalam mengidentifikasi masalah. Maka harus teliti dan mengerti hingga detail setiap permasalahan yang terjadi dalam bisnis. Keputusan yang diambil harus relevan dan tidak asal-asalan. Dengan begitu, kita dapat mencari solusi yang tepat sasaran untuk memecahkan masalah tersebut. Saya sendiri memang peternak pemula dan tantangan pandemi ini sangat berpengaruh terutama harga jagung yang naik membuat harga pakan ikut meroket, sedangkan harga telur ayam tidak stabil. Setelah mengerti titik masalahnya, maka saya memutuskan untuk mengurangi pakan pabrikan dan mencampur dengan bahan organik lain yang lebih terjangkau untuk menekan pengeluaran.

3. Gunakan Informasi dan Data Saat Memutuskan

Jangan hanya mengandalkan intuisi. Supaya keputusan kita tepat, maka perlu mengumpulkan informasi dan data yang lengkap terkait persoalan yang ingin diputuskan.

Informasi dan data akan sangat membantu dalam melakukan pertimbangan yang rasional dan sesuai dengan realita yang terjadi sehingga kita pun bisa berpikir kritis untuk membuat keputusan terbaik. Sekarang sudah ada grup Whatsapp antar peternak se-kecamatan, jadi saya mendapat banyak berita di sana mulai dari harga telur paling terbaru, harga pakan, lokasi agen telur yang siap membeli telur dari peternakan saya, dan ada juga yang menyarankan berbagai obat dan vaksin bagi kesehatan ayam.

4. Diskusikan Masalah dengan Orang yang Tepat

Terkadang, cara mengambil keputusan yang tepat harus dilakukan bersama orang lain. Tidak semua keputusan harus diambil sendiri. Ajaklah orang-orang kepercayaan untuk diskusi dalam rapat. kita bisa meminta pendapat dari rekan bisnis, para manager, ataupun karyawan terbaik.

Bersama dengan mereka, kita akan mendapatkan ide-ide yang tidak terpikirkan sebelumnya oleh diri kita. Ini akan sangat memudahkan dalam membuat keputusan yang cepat dan juga tepat. Dalam hal ini saya selalu berkonsultasi bersama para peternak senior dalam meminta pertimbangan jika saya mendapat suatu permasalahan yang ringan maupun berat.

5. Tetapkan Tenggat Waktu Pengambilan Keputusan

Semakin berat masalahnya, semakin sulit proses pengambilan keputusan. Kita pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mempertimbangkannya baik-baik.

Namun, jangan sampai terlalu lama dalam bersikap. Kita bisa saja kehilangan kesempatan yang baik jika telat mengambil suatu keputusan.

Untuk itu, buatlah tenggat waktu atau batas waktu terakhir kita dalam menentukan keputusan sehingga tidak menunda-nunda dan membuang waktu dengan sia-sia. 

Memang benar adanya, sebagai peternak itu tuntutan dan tekanannya sangat banyak, jadi saya harus cepat bertindak supaya tidak terjadi hal-hal yang merugikan terlalu banyak, misalnya dalam mengecek kesehatan ayam saya harus teliti dan cepat mengidentifikasi penyakitnya, sehingga tahu obat apa yang cocok untuk penyakit itu.

6. Hadapi Apa pun Risiko yang Terjadi

Setelah membuat keputusan, kita harus mengawasi pelaksanaannya. Itu adalah tanggung jawab seorang pemimpin supaya hasilnya bisa sesuai dengan harapan.

Namun, jika kita menerima risiko akibat keputusan yang sudah diambil, hadapilah dengan sikap yang bijaksana sebab pasti selalu ada pembelajaran berarti dari setiap keputusan dan hasil yang terjadi. Saya sudah berniat menggeluti bisnis ayam petelur ini sejak lama, jadi saya akan tetap berjuang dengan sekuat tenaga untuk mempertahankan bisnis ini supaya tetap berdiri untuk bekal masa tua nanti, saya harus belajar dari sekarang untuk menghadapi apapun kendala yang akan datang di masa depan.

Mind Mapping  

 

 

Kesimpulan

Kepemimpinan entrepreneurial adalah proses, bukan posisi. Pemimpin yang entrepreneurial mengambil tanggung jawab untuk membantu organisasi menciptakan kondisi di mana seorang tidak dikontrol, melainkan menentukan sikapnya sendiri dan merespons situasi secara kreatif. Kepemimpinan seperti ini membuat organisasi menjadi lebih produktif dan mampu memunculkan potensi-potensi kreatif organisasi. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain. Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).

 

 Referensi:

https://www.finansialku.com/para-entrepreneur-bagaimana-kepemimpinan-seorang- wirausaha/

https://salamadian.com/pengertian-kepemimpinan/

https://www.wartaekonomi.co.id/read178303/6-cara-ambil-keputusan-dalam- berwirausaha

entrepreneurcamp.id.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.