Senin, September 13

manajemen mutu kewirausahaan

 

oleh : radius bagas yoga siswantoro ( @S12-RADIUS)


Pendahuluan

Mutu pada dasarnya mendefinisikan apa saja diperlukan, dan bagaimana hal itu dapat dicapai. Hal itu juga mengimplikasikan sesuai dengan kebutuhan, dan kesesuaian yang digunakan. Bidang mutu telah berubah tidak hanya pada bidang produksi, melainkan ke berbagai bidang lain seperti keuangan, teknologi informasi dan sumber daya manusia. Banyak keuntungan yang didapat dalam menerapkan sistem manajemen mutu, salah satunya termasuk penciptaan produk yang berkualitas dan kualitas sistem. Software (perangkat lunak) sistem manajemen mutu sangat berguna untuk menerapkan sistem manajemen mutu dan kontrol kualitas yang sangat baik, sehingga dapat menciptakan total manajemen mutu. Prosedur pengujian perangkat lunak yang digunakan secara luas, berfungsi untuk memastikan bahwa hanya produk-produk berkualitas yang diproduksi, sementara orang-orang yang tidak memenuhi standar mutu akan ditolak.

Pengertian dari manajemen mutu

Manajemen Mutu merupakan sistem manajemen yang mengedepankan kualitas sebagai strategi bisnis dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi dan merupakan sistem manajemen yang berfokus pada pada orang / karyawan.

Manajemen Mutu adalah tindakan mengawasi semua kegiatan dan tugas-tugas yang diperlukan untuk mempertahankan tingkat mutu yang diinginkan.

Manajemen Mutu merupakan gabungan semua fungsi manajemen, seluruh bagian dari suatu perusahaan dan semua orang ke dalam filosofi holistik yang dibangun atas dasar konsep kualitas, kerjasama, kinerja, dan kepuasan pelanggan.

Komponen manajemen mutu



Prinsip – prinsip dalam manajemen mutu

Prinsip-prinsip manajemen mutu yang fundamental mengenai, norma, aturan dan nilai-nilai yang diterima dan dapat digunakan sebagai dasar untuk manajemen mutu. Technical Committee 176 ( Quality Management and Quality Assuransce) merumuskan 8 Prinsip Manajemen Mutu ini sebagai dasar dalam merevisi standar ISO 9000: 2000. 

Prinsip 1 : Fokus pada pelanggan

Perusahaan tergantung pada pelanggannya, maka harus mengerti apa keinginan pelanggan saat itu dan masa yang akan datang. Temui dan pahami apa keperluan pelanggan dan berusahalah memenuhi bahkan melebihi harapan-harapan pelanggan.

Prinsip 2 : Kepemimpinan

Para pimpinan menetapkan / membangun kesatuan arah dan tujuan organisasi untuk menciptakan / memelihara lingkungan internal yang mendukung, sehingga SDM sepenuhnya berupaya dalam mencapai tujuan / sasaran-sasaran organisasi.

Prinsip 3 : Keterlibatan sumberdaya manusia

Sumberdaya manusia pada semua tingkatan adalah faktor penting dari suatu organisasi, keterlibatan sepenuhnya dari mereka memungkinkan kemampuan mereka digunakan untuk tujuan keuntungan organisasi.

Prinsip 4 : Pendekatan proses

Hasil yang diupayakan tercapai dengan lebih efisien bila aktivitas dan sumber-sumber yang terkait diatur dengan baik sebagai sebuah alur proses.

Prinsip 5 : Pendekatan sistem pada manajemen

Pengidentifikasian, pemahaman dan pengelolaan suatu sistem dari proses-proses yang saling terkait untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan yang objektif pada perusahaan dengan efektif dan efisien.

Prinsip 6 : Perbaikan yang berkesinambungan

Perbaikan yang berkesinambungan harus menjadi pekerjaan yang tetap dari organisasi.

Contoh penerapan :

·         Laksanakan perbaikan yang berkelanjutan pada produk, proses dan sasaran sistem.

·         Tetapkan tujuan dan sasaran sebagai pedoman, dan ukur pencapaian untuk perbaikan yang berkesinambungan.

·         Laksanakan secara konsisten pendekatan organisasi untuk kelanjutan perbaikan dan pengembangan.

·         Sediakan dan kirim SDM untuk pelatihan terhadap metoda dan alat perbaikan berkesinambungan.

·         Beri penghargaan dan pengakuan terhadap perbaikan.

Prinsip 7 : Pendekatan faktual sebagai dasar pengambilan keputusan

Keputusan yang efektif adalah yang berdasarkan analisa data dan informasi.

Prinsip 8 : Hubungan yang saling menguntungkan dengan pemasok

Perusahaan dan pemasok nya (supplier / vendor) merupakan hubungan yang saling membutuhkan. Mempunyai kerjasama yang saling menguntungkan akan menciptakan nilai keberhasilan karena meningkatkan kemampuan kedua belah pihak.

Manfaat manajemen mutu

  1. Pelangganpelanggan yang puas dan setia karena barang dan jasa selalu diproduksi sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan mereka.
  2. Biaya-biaya operasional yang berkurang sebagai akibat pemborosan dihilangkan dan efisiensi ditingkatkan sebagai suatu hasil dari penghapusan ketidak sesuaian.
  3. Daya saing dan profitabilitas diperbaiki karena biaya-biaya kegiatan operasional berkurang.
  4. Semangat pegawai ditingkatkan karena mereka bekerja dengan efisien.

Proses Manajemen Mutu

Di dalam manajemen mutu, ada beberapa tahapan maupun proses yang perlu dilakukan yaitu :

Perencanaan dan Strategi Mutu

Untuk mencapai suatu tujuan, diperlukan proses perencanaan dan strategi yang matang agar keputusan-keputusan yang diambil dapat lebih terarah dan sesuai. Hal ini juga berlaku di dalam dunia bisnis. Untuk melaksanakan, harus diawali dengan perencanaan yang baik. rencana dan strategi yang dibuat pun juga harus memiliki struktur tahapan atau proses yang tepat.  Hal ini dilakukan agar kualitas mutu yang diinginkan dapat tercapai dan memenuhi standar yang berlaku.

Selain itu, di dalam tahap perencanaan strategi ini juga perlu dilakukan analisis untuk mengetahui kebutuhan dari konsumen atau pelanggan agar membantu meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk maupun jasa yang dihasilkan. 

Implementasi Perencanaan Mutu

Setelah melakukan perencanaan strategi yang matang, implementasi mutu diperlukan untuk mengaplikasikan hasil rancangan yang sudah dibuat. Di dalam proses implementasi mutu, ada hal yang perlu diperhatikan, seperti standar pengerjaan atau pembuatan produk, dan pengecekan kualitas mutu. Jika sudah sesuai dengan standar mutu yang digunakan oleh perusahaan, barulah produk maupun hasil akan diberikan dan disebarluaskan kepada para konsumen di luar.

Evaluasi Mutu

Setelah mengimplementasikan produk dan menyebarluaskan produk kepada para konsumen, maka tahap berikutnya yang perlu dilakukan adalah proses evaluasi mutu. Proses evaluasi mutu berguna untuk meninjau kembali hasil dari produk yang dikeluarkan. Di dalam proses evaluasi ini, perusahaan perlu untuk memeriksa kembali tingkat kepuasan serta respon yang didapatkan dari produk yang sudah dihasilkan.  Nantinya, hasil review atau evaluasi ini akan berguna dalam perbaikan atau pengembangan produk lebih lanjut.

Perbaikan atau Pengembangan

Setelah mengevaluasi hasil dan kualitas dari produk yang sudah dikeluarkan sebelumnya, sebuah perusahaan perlu melakukan langkah terakhir dan yang paling krusia, yaitu pengembangan atau perbaikan. Proses ini merupakan proses lanjutan yang memanfaatkan hasil pemantauan dan pengendalian mutu hingga sebuah perusahaan dapat berinovasi lebih lanjut terhadap produk atau jasa yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

Tujuan Manajemen Mutu

Manajemen mutu sendiri memiliki beberapa tujuan yang diharapkan dapat tercapai di dalam prosesnya. Yaitu :

  1. Menetapkan Visi dan Standar kerja bagi para anggota suatu organisasi atau badan usaha
  2. Membangun motivasi dan budaya kerja di dalam organisasi maupun badan usaha
  3. Membantu meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan baik dari anggota maupun pelanggan atau klien.
  4. Memberikan inovasi atau pengembangan lebih lanjut dari perusahaan atau organisasi itu sendiri.

Refrensi

1.      https://isokonsultindo.com/8prinsip-manajemen-mutu

2.      https://www.linovhr.com/manajemen-mutu/

3.      https://www.psychologymania.com/2013/08/manfaat-manajemen-mutu-terpadu.html

4.      modul 2 kewirausahaan

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.