Minggu, September 19

Mengimplementasikan Teknik Kaizen Pada Start Up

Oleh : Alwan Nurfadli @S13-ALWAN

Apa itu Kaizen ?
Kaizen adalah suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus menerus atau berkesinambungan dalam perusahaan bisnisKaizen berasal dari Bahasa Jepang yaitu kai artinya perubahan dan zen artinya baik. Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Pada penerapannya dalam perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pekerjanya, dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah.

 

Bagaimana Cara Implementasi Kaizen di Startup?

Filosofi Kaizen terdiri dari lima elemen yang membuatnya dapat dibedakan dari sudut pandang bisnis lainnya. Kita bisa menggunakan elemen-elemen ini untuk menjalankan bisnis secara efektif dan menangani sumber daya terpenting kita: Karyawan.

Ini adalah lima elemen Kaizen:

·         Kerja tim

·         Disiplin Pribadi

·         Peningkatan moral

·         Implementasi lingkaran kualitas (Quality Circle atau PDCA cycle)

·         Saran dan ide (dari karyawan dan manajemen) untuk peningkatan/perbaikan.

                                                                

Kaizen jauh lebih dari sekadar melibatkan karyawan dalam proses pengembangan. Sebagai seorang wirausaha, kita harus secara bertahap meningkatkan banyak hal dalam diri kita sendiri. Fokus pada efisiensi kita secara individu, optimisme, dan bergerak maju bersama dengan visi perusahaan, dan kita akan melihat perubahan besar dalam jangka panjang.

Berikut adalah beberapa pedoman bagi pengusaha untuk diikuti agar sangat efektif dengan prinsip-prinsip Kaizen:

1.    Jangan mengandalkan keahlian kita sendiri saja; pertimbangkanlah kebijaksanaan orang lain dalam tim.

2.    Jangan salahkan orang lain; bertanggung jawablah dengan pekerjaan kita sendiri.

3.    Perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan.

4.    Ganti “Aku tidak bisa” dengan “Aku bisa”.

5.    Jangan menunggu sampai sempurna; Peningkatan 50% jauh lebih baik untuk saat ini!

6.    Perbaiki masalah dan masalah segera setelah ditemukan.

7.    Jangan ragu untuk bertanya, jika kita tidak memahami tentang sesuatu.

8.    Buat keputusan berdasarkan statistik (data yang riil) dan bukan pada pendapat atau perkiraan.

9.    Ingatlah bahwa perbaikan tidak pernah dilakukan di ruang meeting. Jadi tetapkan waktu 20% untuk diskusi dan 80% untuk kerja praktek!

10. Selalu ada ruang untuk perbaikan, jadi teruslah belajar!

 

Reference :

1.    http://www.anditaru.com/mengenal-konsep-dan-filosofi-kaizen/

2.    https://pqm.co.id/implementasi-kaizen-di-startup-strategi-untuk-tumbuh-dan-bertahan/

3.    https://yudasmara.wordpress.com/2015/04/01/kaizen-sebuah-kunci-kesuksesan/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.