Senin, September 20

MOTIF BATIK LEBAK DALAM PUSARAN INDUSTRI KREATIF

 

MOTIF BATIK LEBAK DALAM PUSARAN INDUSTRI KREATIF


Oleh

Annisa suci kurniawati

(S08-ANNISA)

(41619110008)

ABSTRAK

Motif Batik  lebak dalam Pusaran Industri Kreatif. Batik Lebak  merupakan batik yang berkembang di pulau Jawa khususnya di sekitar Banten dan mengalami perubahan visual dari simbol-simbol klasik menjadi kontemporer. Di Indonesia, bisnis tradisional seperti batik sering dipromosikan sebagai industri kreatif. Bisnis tradisional dan kreatif memiliki karakteristik yang berbeda dan hasil berpotensi berbeda. Dalam hal ini, masingmasing membutuhkan strategi kebijakan berbeda. Kebijakan desentralisasi pemerintah pusat menyebabkan penyeragaman dari produk yang dihasilkan dari kebijakan ekonomi kreatif di Indonesia.

Kata kunci: batik lebak, indusri kreatif

PENDAHULUAN

Batik adalah motif atau gambar yang di tuangkan pada kain yang di proses secara khusus dengan teknik tertentu sehingga menghasilkan gambar dan motif yang menarik. Hampir setiap provinsi di indonesia mempunyai kain ciri khas mereka. Biasanya kain yang bermotifkan sejarah yang bisa di buat untuk kerajinan hingga pakaiaan. Batik misalnya, kain batik adalah kain yang sangat populer, paling banyak olahan baju. Dari mulai baju sekolah, harian, guru, PNS, hingga pejabat-pejabat tinggi pun pasti punya kain batik. Wah sangat populer sekali ya kain batik di Indonesia.


Kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya.Meluasnya kesenian batik menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad 18 atau awal abad 19.Batik yang dihasilkan ialah batik tulis sampai awal abad 20 dan batik cap dikenal baru setelah usai Perang Dunia I atau sekitar 1920.Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.Batik juga termasuk jenis kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi kaum perempuan. Semenjak

Industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai “Batik Cap dan Batik Cetak”, yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. Sementara batik tradisional Yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis.Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenal berasal dari batik keluarga tertentu.Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang.Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tradisonal hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik dikenal sebagai seni mendekorasi kain atau biasa disebut membatik. Namun masih sering dipertanyakan apakah batik benar-benar berasal dari Jawa. Dalam catatan Wessing (1986: 44), perdebatan tentang asal muasal batik menyebutkan beberapa perdebatan dalam literatur apakah batik diimpor ke Jawa dari India atau apakah itu sebuah penemuan Jawa asli. Namun ada kemungkinan ada pengaruh India di batik Jawa, dan secara historis mencatat adanya pengaruh karena perdagangan dalam industri tekstil antara Jawa dan India. Setelah perdagangan ini terganggu, karena pengaruh Eropa, batik Jawa berkembang sebagai seni di dalam lingkungan Keraton Jogyakarta dan Surakarta. Selain itu, batik dipandang sebagai kreasi yang memiliki simbol-simbol kompleks dan berfungsi sebagai wujud visual dari kepercayaan, etika, dan tatanan sosial masyarakat Jawa. Batik adalah kreasi tekstil yang menjadi salah satu ungkapan agung kebudayaan Jawa. Elliot (dalam Asikin, 2008: 31) menyitir pendapat KRHT Hardjonagoro, pemerhati budaya keraton yang mengatakan “Batik merupakan sarana meditasi, suatu proses yang melahirkan sublimasi tertinggi dalam diri manusia. Batik sebagai sesuatu yang benar-benar disadari semua pembuat batik dari para ratu hingga orang kebanyakan. Maka hampir-hampir tak bisa dinalar bahwa pada masa-masa itu ternyata batik punya daya jual komersial. Orang membuat batik untuk keluarga mereka dan untuk tujuan upacara, untuk berserah diri pada Tuhan yang Mahakuasa, juga untuk semua upaya manusia mengenal Tuhannya dan mendekatkan diri pada-Nya.” Dalam perkembangannya batik tumbuh pesat di Indonesia. Saat ini bisnis tradisional seperti batik sering dipromosikan sebagai industri kreatif. Namun, seperti bisnis tradisional dan kreatif memiliki karakteristik yang berbeda dan hasil berpotensi berbeda, kita harus memperlakukan dua jenis usaha berbeda. Dalam hal ini, masing-masing membutuhkan strategi kebijakan berbeda. Kebijakan desentralisasi pemerintah pusat menyebabkan penyeragaman dari produk yang dihasilkan dari kebijakan ekonomi kreatif di Indonesia. Pada tahun 2009 batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity). Sejak itu banyak daerah di Indonesia yang menerapkan kebijakan desentralisasi ekonomi kreatif dengan mengembangkan batik. Dalam era industri kreatif saat ini, salah satu batik yang berkembang sangat menonjol adalah batik lebak

PEMBAHASAN

1. Batik Motif Seren Taun


https://lebakkab.go.id

Batik motif ini merupakan batik khas Kota Rangkasbitung, Ibu Kota Kabupaten Lebak. Batik motif ini menggambarkan adanya budaya perayaan Seren Taun yang dilakukan setiap tahun. Tak hanya itu, di dalam batik motif ini juga terdapat bentuk Leuit Kaolotan dan ikat padi. 

Perayaan Seren Taun sendiri merupakan budaya adat Kasepuhan Lebak Selatan dan Baduy. Perayaan ini menggambarkan kegiatan ritual yang merupakan ucapan syukur atas hasil bumi yang telah didapatkan atas kuasa Allah.

Jadi, motif batik ini memiliki filosofi melambangkan rasa syukur atas anugerah kenikmatan dari Yang Maha Kuasa.

2. Batik Motif Sawarna


https://lebakkab.go.id

Mendengar namanya saja, tentu sudah dapat ditebak unsur yang ada di dalam batik motif ini. Di dalamnya terdapat unsur Pantai Tanjung Selayar, pohon kelapa, dan sampan khas masyarakat pesisir laut di Lebak.

Batik Motif Sawarna ini memiliki filosofi menggambarkan keindahan alam di wilayah Lebak.

3. Batik Motif Gula Sakojor


https://lebakkab.go.id

Gula aren merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Lebak. Itulah mengapa diciptakan motif batik Gula Sakojor ini.

Dalam motif batik ini, menggambarkan budaya pengolahan serta pengemasan gula aren yang masih mempertahankan metode tradisional, dimana gula aren akan diikat dengan pembungkus daun salak dan tali bambu yang digabungkan menjadi satu ikatan (kojor) yang terdiri dari lima hulu (bungkus).

Filosofinya, motif batik ini melambangkan sifat gotong royong dalam ikatan kekeluargaan.

4. Batik Motif Pare Sapocong


https://lebakkab.go.id

Di dalam motif batik ini, terdapat unsur Leuit Kaolotan, pola geometris, dan ikat padi. Pare Sapocong sendiri merupakan teknik mengikat padi yang dikumpulkan dari enam genggam padi diikat menjadi satu. Tradisi ini masih dipertahankan di Kasepuhan Lebak Selatan dan Baduy, tujuannya untuk mempermudah pengeringan, pengangkutan, dan penyimpanan padi.

Filosofinya, motif batik ini melambangkan sumber kemakmuran hidup dengan ikatan persaudaraan dan kerendahan hati.

5. Batik Motif Kahuripan Baduy


https://lebakkab.go.id

Kahirupan Baduy adalah aktivitas keseharian masyarakat suku baduy. Ornamen utama batik ini terdiri dari : rumah panggung sebagai tempat tinggal suku baduy, dengan mata pencaharian utamanya berladang (huma) yang dilambangkan dengan adanya ornamen lantaian (tempat jemuran padi), dan leuit (tempat penyimpanan padi) serta aktivitasnya.

Pada motif batik ini, melambangkan kehidupan yang bersahaja dengan alam dan kental dengan budaya.

6. Batik Motif Leuit Sajimat


https://lebakkab.go.id

Batik motif Leuit Sajimat memiliki unsur Leuit Baduy, angklung buhun, bedug kojor, dan rumah Baduy. 

Motif batik ini memiliki filosofi yang melambangkan lumbung kemakmuran hidup dengan ketahanan pangan yang cukup.


7. Batik Motif Rangkasbitung


https://lebakkab.go.id

Motif ini merupakan gambaran sumber daya alam yang melimpah yang dimiliki kabupaten lebak. Ornamen gabungan seluruh sumber kekayaan alam yang dimiliki, pada bagian tengahnya ikatan gula, mayang aren, dan bambu, dan juga dihiasi dengan batu kalimaya.

Filosofinya, melambangkan ketertiban, keteraturan, dan keharmonisan. 

8. Batik Motif Caruluk Saruntuy


https://lebakkab.go.id

Di dalam motif batik ini, terdapat unsur pohon aren, bambu, dan batu kalimaya. 

Filosofinya, motif batik ini melambangkan kehidupan yang penuh kebersamaan meskipun berbeda-beda suku, budaya dan agama, namun tetap saling memberikan manfaat bagi sesama.

9. Batik Motif Lebak Bertauhid


https://lebakkab.go.id

Selain kebudayaan, Kabupaten Lebak juga identik dengan budaya religiusnya. Bertauhid juga merupakan moto Kabupaten Lebak yang berarti bersih, taqwa, hijau dan damai. 

Motif batik ini terdiri dari unsur-unsur budaya dalam islam seperti bedug, surau masjid, tenun Baduy, dan batik kembang. Surau dan bedug masih tetap dipertahankan dan masih dapat ditemui di lingkungan masyarakat, sebagai sarana siar islam, kegiatan social (musyawarah), dan pendidikan agama. Sedangkan bedug digunakan sebagai pengingat kita sebagai umat islam juga sebagai media social.

Filosofinya, motif batik ini melambangkan citra kehidupan yang religious dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

10. Batik Motif Angklung Buhun


https://lebakkab.go.id

Batik motif ini terdiri dari unsur angklung buhun, leuit Baduy, bedug lojor, dan rumah Baduy. Angklung buhun dan dogdoglojor adalah kesenian tradisional pada masyarakat suku baduy maupun dikesepuhan lebak selatan.

Filosofinya, melambangkan kedinamisan dan kegembiraan.

11. Batik Motif Kalimaya


https://lebakkab.go.id

Kalimaya merupakan sumber daya alam Kabupaten Lebak yang banyak ditemui di Kecamatan Maja, Curugbitung, Sarija, dan cimarga sebagai bahan baku cincin. Batu kalimaya adalah icon Kabupaten Lebak yang diproses mulai dari menambang batu, diproses gurinda dan penggosokan. Ornamen utama dari motif ini yaitu batu kalimaya, pada sisi-sisinya ditambah motif angklung, dan motif tenun baduy.

Filosofinya, melambangkan kehidupan yang kuat dengan harmonisasi warna kebajikan.

12. Batik Motif Lebak Sadulur


https://lebakkab.go.id

Motif batik lebak sadulur dilambangkan oleh dua jenis leuit (lumbung padi) yang berada dikesepuhan lebak selatan dan jenis leuit suku baduy. Dari dua jenis leuit yang berbeda tapi mempunyai fungsi dan manfaat sama yaitu sebagai tempat penyimpanan padi. Ornamen batik sadulur terdiri dari dua buah leuit (lumbung padi), leuit kesepuhan lebak selatan, dan leuit suku baduy dengan ornament tambahan motif tenun baduy dan angklung.

Filosofinya, melambangkan kekeluargaan, kesejahteraan, dan kebersamaan. 

SUMBER REFERENSI

https://www.ayoksinau.com/pengertian-batik/

https://banten.idntimes.com/life/education/maya-aulia-aprilianti-1/12-motif-batik-lebak-yang-punya-filosofi-mendalam/12

file:///C:/Users/Aspire%20ES%2014/Downloads/5884-17043-1-SM.pdf

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.