Senin, September 6

“USAHA KECIL TAHU BULAT” Azis Ramadhan (41619110026) (@S11-AZIZ)

  Disusun Oleh :

Aziz Ramadhan (41619110026)
(@S11-AZIZ) 

      1.1. Latar Belakang
   Perkembangan usaha zaman sekarang ini sudah sangat maju, bisa kita lihat banyak muncul makanan-makanan yang menarik dan bervariasi seperti yang terdapat di lingkungan sekitar rumah kami yaitu Tahu Bulat. Pada umunya tahu itu berbentuk kotak atau segi empat. Seiring dengan persaingan bisnis yang makin keras, maka para pengusaha atau pedagang pun harus pintar memilih usaha yang dapat menarik perhatian masyarakat. Dengan memikirkan hal-hal baru yang bisa dilakukan dengan mengembangkan bisnis yang sudah ada atau membuat bisnis yang baru. Namun dengan adanya persaingan bisnis yang semakin keras ini justru berdampak positif karena dapat menumbuhkan kreativitas seseorang untuk maju. Karena di negara kita ini lebih banyak para pencari kerja sehingga banyak sekali pengangguran, maka akan lebih baik jika kita membuat suatu usaha dan menarik orang untuk bekerja pada kita sehingga mengurangi pengangguran. Seperti layaknya UKM yang saat ini sedang gencar untuk dilakukan dan pada kesempatan ini kami akan membahas bisnis kecil Tahu Bulat, sebagai tugas kewirausahaan untuk mengamati usaha bisnis yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal.

 

1.2. Rumusan Masalah

1.     Apa itu tahu bulat ?

2.     Apa keuntungan menjalankan usaha tahu bulat?

3.     Apa faktor yang mempengaruhi kualitas tahu?

4.     Apa saja bahan baku pembuatan tahu?

5.     Bagaimana cara membuat tahu bulat?

 

1.3.Tujuan

Tujuan dibuatnya Karya Tulis Ilmiah ini seperti hal nya rumusan masalah di atas yaitu membahas mengenai usaha kecil tahu bulat, dan selain itu juga bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan.

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Sejarah Tahu Bulat

Kata tahu berasal dari China tao-hu, teu-hu atau tokwa. Kata ”teu” berarti kacang. Untuk membuat tahu menggunakan kacang kedelai (kuning,putih), sedangkan “hu” atau “kwa” artinya rusak atau hancur menjadi bubur, jadi tahu adalah makanan yang dibuat pakan salah satu bahan olahan dari kedelai yang dihancurkan menjadi bubur. Tahu pertama kali muncul di Tiongkok sejak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An yang merupakan seorang bangsawan, anak dari Kaisar Han Gaouzu (Kastyanto, 1999).

Menurut Tri (2010), macam-macam tahu ada 5 jenis, meliputi tahu halus, tahu putih, tahu kuning, tahu pong, dan tahu Jepang. Tahu halus berwarna putih dan teksturnya sangat halus. Tahu putih berwarna putih dan teksturnya agak keras, tidak selembut jenis tahu halus. Tahu kuning memiliki tekstur yang padat dan berwarna kuning. Tahu pong memiliki karakteristik digoreng sampai kering. Tahu Jepang memiliki tekstur yang halus sekali dan lunak (silk).

Tahu mengandung air 86 %, protein 8-12%, lemak 4-6% dan karbohidrat 1- 6%. Tahu juga mengandung berbagai mineral seperti kalsium, zat besi, fosfat, kalium, natrium; serta vitamin seperti kolin, vitamin B dan vitamin E. Kandungan asam lemak jenuhnya rendah dan bebas kolesterol (Santoso, 2005).

 

2.2  Keuntungan Usaha Tahu Bulat

Keuntungan memilih terjun di peluang dalam usaha tahu bulat ini yakni merupakan makanan berbahan tahu yang banyak dicari dan diburu banyak orang. dengan harga yang murah serta mudah untuk dibeli semua orang. Rasa tahu bulat yang disukai banyak orang dengan rasa gurih, pedas dan lezat menjadikan usaha tahu bulat menjadi pilihan usaha camilan yang paling banyak diburu oleh masyarakat sekaligus menghasilkan keuntungan yang fantastis.

 

2.3  Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tahu

1.     Tingkat kedapadatan

Pembuatan tahu padat (dimampatkan) seperti tahu kediri,  memerlukan bahan yang jauh lebih banyak dari pada bahan yang diperlukan dalam pembuatan tahu gembur.

2.     Adanya bau asam

Tahu yang dicetak tidak terlalu padat, umumnya relatif mudah rusak (karena kadar air lebih tinggi), oleh karena itu umumnya tahu gembur dipasarkan atau dijual direndam air. Selama mengawetkan perlakuan ini juga dapat mencegah mengeilnya ukuran tahu karena kandungan airnya keluar. Air perendamam harus diganti setiap hari untuk mencegah tahu agar tidak berlendir.

3.     Penampilan

Penampilan produk tahu menyangkut warna serta keseragaman bentuk dan ukuran. Warna yang biasa digunakan untuk tahu adalah kuning, putih, sedangkan untuk mendapatkan bentuk dan ukuran yang sama dapat digunakan dengan cetakan.

4.     Citra rasa tahu

Citra rasa tahu akan lebih lezat apabila kedalam bakal tahu (sebelum dicetak) ditambahkan bahan-bahan yang dapat berfungsi sebagai penyedap rasa seperti garam dan flavour buatan.

 

2.4  Bahan Baku Pembuatan Tahu

1.     Kedelai

Kedelai memiliki kandungan unsur gizi yang relatif tinggi dan lengkap. Kedelai juga mengandung protein dan lemak yang berkualitas tinggi serta mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup tinggi (Suprapti, 2005).

2.     Bahan penggumpal

Bahan penggumpal digunakan untuk mengendapkan protein dan larutan pada sari kedelai. Beberapa bahan penggunpal yang dapat digunakan adalah batu tahu atau siokan (sebagian besar kandungannya berupa kalsium sulfat), asam cuka, biang tahu, kalsium, sulfat murni, dan glucano-delta-lacon (GDL) (Sarwono dan Suragih, 2004) dan “whey” menurut suparti (2005) merupakan cairan yang diperoleh selama proses penggumpalan protein dan susu kedelai.

3.     Air bersih

Proses pembuatan tahu memperlukan air bersih sebanyak 10 kali lipat volume bahan baku yang digunakan. Air bersih digunakan dalam kegiatan perendaman kedelai, pencucian, bahan dan alat, penggilingan kedelai, pengenceran bubur kedelai dan sebagainya. Air yang digunakan harus memenuhi standar air minum, yaitu bersih, jernih, tidak beraroma, dan tidak mengandung ligam (Suprapti, 2005).

4.     Bahan pelunak

Dengan perendamam, kedelai hanya mengembang karena menyerap air, namun tidak menjadi lunak, bahkan dnegan perebusan pun dibutuhkan waktu yang relatif cukup lama. Oleh karena itu, melunakkan kedelai diperlukan bahan kimia yang berfungsi sebagai pelunak, yaitu soda kue yang digunakan dengan dosis 5g/10 liter air rendaman (Suprapti,2005).

5.     Garam

Penambahan garam dalam pembuatan bubur tahu yang akan dicetak menyebabkan tahu menjadi semakin awet dan mempunyai citra rasa yang lebih lezat (gurih), apabila disertai kepadatan yang cukup tinggi (Suprapti, 2005).

 

2.5  Cara Membuat Tahu Bulat

A.    Bahan Tahu Bulat

-    10 buah tahu putis segar berukuran besar

-    Cabe rawit pedas

-    Minyak goreng

B.    Bumbu Tahu Bulat (Dihaluskan)

-      5 siung bawang putih

-      Gula secukupnya

-      2sdt merica

-      3 siung bawang merah

-      2 butir kemiri

-      Garam secukupnya

C.    Cara membuat

-      Agar sebisa mungkin tahu putih jangan disimpan di dalam freezer untuk sebelumnya, supaya bahan adonan tahu putih yang akan diolah menjadi tahu bulat dapat mengembang secara maksimal.

-      Haluskan tahu putih dengan menggunakan blender bersamaan dengan bumbu-bumbu yang terlebih dahulu sudah di haluskan. Aduk adonan tahu sampai merata.

-      Siapkan baskom, masukan adonan ke dalam baskom yang berukuran agak besar, kemudian bentuklah tahu menjadi bulat-bulat sampai adonan habis.

-      Siapkan minyak diatas wajan kemudian panaskan. Goreng adonan tahu bulat ke dalam minyak panas.

-      Gunakan ukuran api kecil-sedang supaya tahu bulat yang Anda goreng tidak mudah cepat gosong.

-      Tunggu sampai tahu bulat berubah menjadi warna kuning kecoklatan, lalu angkat dan ditiriskan.

-      Tahu bulat yang telah mengembang sudah siap untuk dihidangkan dan disantap bersama dengan keluarga.

 

 

 

2.6  Deskripsi Produk dan Mind Mapping

 

Tahu merupakan salah satu makanan yang telah lama dikenal dan diminati oleh masyarakat di Indonesia dan merupakan sebuah jajanan kaki lima berupa olahan kacang kedelai yang dibuat menjadi sebuah tahu berbentuk bulat dengan isi kopong”.

 

“Mind Mapping”






BAB III

PENUTUP

 

3.1  Kesimpulan

Dalam pembuatan tahu bulat pastikan sesuai prosedur agar hasil tahu bulat tidak bantat dan lebih crispy. Dengan hadirnya resep tahu bulat maka akan lebih mudah untuk mempraktekannya. Tidak hanya berbekal adanya pengetahuan cara membuat tahu bulat saja apabila terjun langsung ke dalam usaha tahu bulat. Namun juga harus perlu mengetahui analisa usaha tahu bulat untuk lebih mengenal dan juga tahu berapakah anggaran biaya yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha tersebut.

Demikian mengenai ulasan peluang usaha tahu bulat yang bisa dijadikan bahan referensi dalam memulai serta menjalankan usaha tersebut. Usaha tahu bulat tentu menjadi pilihan usaha menguntungkan serta cukup menjanjikan. Dengan mengetahui detail usaha juga gambarannya tentang usaha tahu bulat maka akan mengerti mengenai usaha tahu bulat tersebut. Hal ini begitu penting diperlukan agar dalam menjalankan usaha tahu bulat tidak salah arah dan bisa menggapai kesuksesan.

 

3.2  Saran

Semoga untuk peluang dalam usaha tahu bulat yang telah dikupas diatas bias sangat bermanfaat. Usaha tahu bulat tentu menjadi salah satu usaha yang menguntungkan serta lebih menjanjikan, dan semoga informasi peluang untuk usaha tahu bulat bisa bermanfaat dan berguna dalam memberikan wawasan juga untuk referensi usaha.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kastyanto, F.W. 1999. Membuat Tahu. Jakarta: Penebar Swadaya.

Santoso. 2005. Teknologi Pengolahan Kedelai (Teori Dan Praktek). Malang: Fakultas Pertanian Universitas Widyagama.

Sarwono,  B. dan Saragih,Y.P. 2004.  Membuat  Aneka  Tahu.  Jakarta:  Penebar   Swadaya.

Suprapti, L. 2005. Pembuatan Tahu. Penerbit Kanisius: Yogyakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.