Senin, Oktober 18

MEMPEROLEH MODAL USAHA BAGI WIRAUSAHA PEMULA

 Oleh Siti Masitoh (S19-SITI)


        I.            Latar Belakang

Didalam berwirausaha ada beberapa aspek yang menentukan berhasil tidaknya suatu usaha yang dijalankan. Diantaranya aspek modal, pengelolan maupun pemasaran. Modal bisa di dapat dari berbagai cara misalnya denhgan modal yang kita punya sendiri ataupun dengan pinjaman. Oleh karena itu sangat dibutuhkan suatu kemitraan atau hubungan sosial yang baik dalam berwirausaha. Karena terkadang dalam berwirausaha kita tidak dapat memulainya sendiri baik karena kekurangan uang, sumber daya, maupun kreatifitas. Oleh karena itu kemitraan sangat dibutuhkan dan merupakan salah satu aspek yang penting dalam berwirausaha. Sedangkan mengenai pengelolaan atau manajemen dan pemasaran akan lebih baik bila kita menguasainya lebih jauh sebagai seorang wirausahawan, karena aspek pengelolaan dan pemasaran merupakan aspek yang memegang peranan penting. Menjadi seorang wirausahawan tidaklah mudah. Dibutuhkan banyak skill , modal, dan mamajemen yang baik. Tentunya kiat-kiat keberhasilan wirausaha dari para pakarnya akan sangat membantu bagi mereka yang ingin memulai suatu usaha.

      II.            Pembahasan

A.      Pengertian Modal

    

Modal adalah sekumpulan uang atau barang yang digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Dalam bahasa Inggris modal disebut dengan capital, yaitu barang yang dihasilkan oleh alam atau manusia untuk membantu memproduksi barang lainnya yang dibutuhkan manusia dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.

Modal merupakan hal yang sangat vital dalam sebuah bisnis atau perusahaan. Tanpa modal bisnis tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Mulai dari bisnis yang besar maupun bisnis yang kecil pun membutuhkan modal untuk menjalankan bisnisnya. Besarnya modal yang diperlukan tergantung dari jenis usaha yang akan digarap, mulai dari usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar. Masing-masing memerlukan modal dalam batas tertentu. Jadi, jenis usaha menentukan besarnya jumlah modal yang diperlukan. Masalah permodalan akan menyangkut keseimbangan di dalam modal usaha yang meliputi:

1.       Keseimbangan modal Intern (Keseimbangan antar modal yang ditarik dengan yang tersedia di dalam perusahaan)

2.       Keseimbangan modal ekstern (keseimbangan modal yang dibutuhkan dengan modal yang tersedia pada masyarakat)

3.       Keseimbangan modal kuantitatif (Keseimbangan modal yang dibutuhkan di satu pihak

dengan jumlah yang akan ditarik)

Untuk mendapatkan penambahan modal dapat dilakukan dengan pengajuan pinjaman ke Bank, namun sebelumnya bank akan meninjau pihak perusahaan yang akan mengajukan pinjaman dengan memperhatikan:

1.       Solvabilitas yaitu Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban apabila dibubarkan

2.       Likuiditas adalah Kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utang yang telah jatuh tempo

3.       Rehabilitas adalah Kemampuan perusahaan menghasilkan laba atau keuntungan.

A.      Jenis-jenis Modal

Membuka suatu usaha tentu memerlukan suatu modal pada awalnya. Modal usaha inilah yang akan mempermudah untuk memulai usaha sendiri. Modal tersebut tidak harus berjumlah besar, tetapi sudah sesuai dengan rencana bisnis yang telah dikonsepkan terlebih dahulu. Namun untuk mendapatkannya tentu tidak mudah. Beberapa calon wirausahawan bisa mendapatkannya dari bank dengan pinjaman bank. Untuk itu, penting bagi seorang wiraswastawan untuk bisa membuat suatu perencanaan bisnis yang matang dan bisa diaplikasikan secara nyata.

Suatu modal usaha bukan hanya berbentuk uang. Ada tiga jenis modal yang perlu diketahui oleh seorang pebisnis dan perlu untuk direncanakan terlebih dahulu. Sebuah rencana bisnis yang berbentuk sederhana sekalipun mempunyai 3 jenis modal yang perlu untuk dibedakan sesuai dengan fungsinya. Modal-modal tersebut adalah modal berbentuk investasi, modal kerja, dan juga modal untuk operasional. Berikut akan dibahas satu-persatu.

Berikut jenis-jenis modal usaha dan penjelasannya:

1)      Modal investasi

Modal ini adalah modal awal untuk membuka usaha dan sifatnya jangka panjang. Modal inilah yang dipakai untuk misalnya, menyewa toko, kendaraan, komputer, KKB dan lain- lain. Modal ini jumlahnya besar, namun nilainya akan menyusut dari tahun ke tahun.

2)      Modal kerja

Modal jenis ini diartikan sebagai modal yang diperlukan untuk kebutuhan yang digunakan sehari-hari. Disebut juga dengan modal produksi, modal ini sangat penting untuk memproduksi atau membeli barang usaha. Biasanya modal ini sifatnya jangka pendek dan berfungsi sebagai modal untuk berjaga-jaga untuk berbagai variable yang mungkin terjadi pada suatu usaha.

3)      Modal operasional

Modal ini adalah modal yang sudah ditentukan untuk dipakai membayar biaya bulanan yang akan menunjang operasional bisnis. Contohnya adalah biaya untuk listrik per bulan, gaji untuk karyawan, tarif air dan telepon, dan juga biaya retribusi. Modal seperti ini memang dimaksudkan untuk membayar tagihan di luar urusan bisnis.

B.      Sumber-sumber Modal

Pembagian Modal Usaha, ada 2 yaitu:

1.       Modal aktif, modal didasarkan pada wujud/bentuknya yang terdiri atas:

a.       Aktiva lancar (modal kerja) : aktiva yang habis dalam 1 kali putaran proses produksi, jangka waktu < 1 tahun. Misal : uang kas, uang di bank, piutang.

b.      Aktiva tetap (modal investasi) : aktiva yang tahan lama, tidak habis, yang berangsur- angsur habis dalam proses produksi. Misal: tanah, gedung, pabrik.

c.       Aktiva immaterial : aktiva/harta yang tidak berwujud tetapi memiliki nilai. Misal: reputasi, royalty, merk.

2.       Modal pasif, modal yang didasarkan pada sumbernya yang terdiri atas:

a.       Modal sendiri : berasal dari pemilik usaha/dana pribadi (dana cadangan, laba usaha, simpanan anggota).

b.      Modal asing (ekstern) : modal yang berasal dari luar perusahan bisa berupa pinjaman ataupun investasi (kredit bank, obligasi).

 

Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan apabila ingin memperoleh suatu modal adalah sebagai berikut:

1.       Tujuan Perusahaan

Perusahaan perlu mempertimbangkan tujuan penggunaan pinjaman tersebut, apakah untuk modal investasi atau modal kerja, apakah sebagai modal utama atau hanya sekedar modal tambahan, apakah untuk kebutuhan mendesak atu tidak.

2.       Masa pengembalian modal

Dalam jangka waktu tertentu pinjaman tersebut harus dikembalikan ke kreditorm (bank). Sebaiknya jangka waktu pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

3.       Biaya yang dikeluarkan

Faktor biaya yang dikeluarkan harus dipertimbangkan secara matang. Hal ini penting karena biaya merupakan komponen produksi yang akan menjadi beban perusahaan dalam menentukan harga jual dan laba. Besarnya tingkat suku bunga dan biaya lain dibebankan kepada nasabah berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Sebaiknya pilih bank yang mampu memberikan biaya yang paling rendah bagi perusahaan.

4.       Estimasi keuntungan

Besarnya keuntungan yang akan diperoleh pada masa-masa yang akan datang perlu menjadi pertimbangan. Estimasi keuntungan diperoleh dari selisih   pendapatan dengan biaya dalam suatu periode tertentu. Besar kecilnya keuntungan sangat berperan dalam pengembalian dana suatu usaha. Oleh karena itu perlu di buatkan estimasi pendapatan dan biaya sebelum memperoleh pinjaman modal. Permodalan pinjaman modal usaha di bank, pihak perbankan akan melihat kondisi keuangan perusahaan dan mempertimbangkan untuk diberikan pinjaman, dan bank selalu melihat dari sudut likuiditasnya. Likuiditas adalah kemampuan perushaan untuk memnuhi kewajiban membayar kembali pinjaman tepat waktu.

 

C.      Cara Memperoleh Pinjaman Modal Usaha

1.     Tabungan pribadi

Cara yang paling umum untuk mendapatkan modal usaha yaitu dengan menggunakan tabungan pribadi. Namun, cara ini tidak bisa digunakan sebagian orang karena jumlah dana di tabungannya kurang memadai. Ada pula orang yang menabung untuk dana pensiun, dana pendidikan, hingga membeli kebutuhan mendesak lainnya, sehingga dananya tidak mencukupi untuk dijadikan modal usaha.

2.     Pinjaman kepada keluarga atau teman

Modal usaha bisa dapatkan dari pinjaman keluarga atau teman dekat. Jika ingin meminjam dengan cara ini, anda harus memastikan perjanjian antara kedua belah pihak berjalan dengan hubungan yang baik. Ini penting dilakukan agar terhindar dari kemungkinan buruk mengenai adanya tenggat waktu tagihan yang bisa saja tidak tentu.

3.     Menjual aset

Jika dana di dalam tabungan kurang memadai dan tidak mendapat pinjaman dari kerabat, cara lain yang bisa lakukan adalah menjual aset yang berdaya jual tinggi. Cara ini bisa dilakukan jika anda memiliki aset yang bisa dijual kembali, seperti properti perhiasan, kendaraan bermotor, atau barang elektronik.

4.     Menggadaikan aset

Anda bisa menggadaikan aset di perusahaan gadai untuk mendapatkan modal usaha. Biasanya aset yang bisa digadaikan berupa emas, BPKB, barang elektronik, dan lainnya.

5.     Mencari rekan bisnis

Perkuat ide dan perencanaan bisnis untuk mendapat rekan yang menjanjikan. Selain menambah modal usaha, rekan bisnis juga bisa bekerjasama untuk mencari ide-ide kreatif agar demi kemajuan bisnis yang dijalani.

6.     Mendapatkan modal usaha dari konsumen

Pada model bisnis tertentu, anda bisa mendapatkan modal usaha dari konsumen loh. Beberapa model bisnis yang menjalani sistem ini di antaranya reseller, dropshipper, jualan dengan sistem pre order, atau jasa titip. Untuk sistem reseller dan dropshipper, biasanya bisnis dapat dilakukan dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal sedikit pun. Sedangkan, sistem jualan pre order bisa mendapat modal dari uang muka yang dibayar oleh konsumen. Setelah pesanan selesai, barulah konsumen melunasi produk pre order tersebut.

7.     Ikut program pendukung UKM

Program pendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa menjadi salah satu cara mendapatkan modal usaha. Banyak lembaga pemerintahan maupun swasta yang menawarkan fasilitas ini demi memajukan para pelaku UKM demi memajukan produk lokal. Kebanyakan program ini tidak hanya menyalurkan modal usaha saja, tetapi juga melakukan pelatihan dan pendampingan untuk merintis usaha dari nol.

8.     Pinjaman online

Saat ini banyak orang yang mulai melirik pinjaman online untuk melakukan transaksi, tak terkecuali saat mencari modal untuk usaha. Meskipun terbilang cukup mudah dan praktis, tetapi tetap harus hati-hati karena sudah banyak laporan yang masuk ke OJK mengenai lembaga pinjaman online yang ilegal dan merugikan banyak konsumen.

9.     Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Kredit Tanpa Agunan (KTA) di lembaga perbankan bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan modal bisnis. Jika tertarik menggunakan layanan KTA, Sahharus cermat untuk mengetahui berapa besaran suku bunga yang diberikan. Hindari memilih layanan KTA dengan suku bunga yang sangat tinggi, karena akan menyulitkan saat proses pembayaran.

10.  Kredit multiguna

Tahukah anda salah satu cara mendapatkan modal usaha yang relatif mudah, aman, dan proses cepat adalah layanan kredit multiguna. Dengan Kredit Multiguna, anda bisa mendapatkan dana tunai secara cepat hanya dengan mengagunkan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobil atau motor yang dimiliki.

 

D.      Kelebihan dan Kekurangan suatu Modal

Modal sendiri maupun modal pinjaman masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan masing-masing modal adalah sebagai berikut:

1.       Kelebihan modal sendiri

·         Tidak ada biaya seperti bunga atau biaya administrasi sehingga tidak menjadi beban perusahaan.

·         Tidak tergantung kepada pihak lain.

·         Tanpa memerlukan persyaratan yang rumit dan memakan waktu yang relatif lama.

·         Tidak ada keharusan pengembalian modal

2.       Kekurangan modal sendiri

·         Jumlahnya terbatas.

·         Perolehan dalam modal sendiri dalam jumlah tertentu dari calon pemilik baru relatif lebih sulit karena mereka akan mempertimbangkan kinerja dan prospek usahanya.

·         Kurang motivasi.

3.       Kelebihan modal pinjaman

·         Jumlahnya tidak terbatas.

·         Motivasi usaha tinggi

4.       Kekurangan modal pinjaman

·         Dikenakan berbagai biaya seperti bunga dan administrasi.

·         Harus dikembalikan.

·         Beban moral.

5.       Kelebihan modal campuran

Dapat mengatur komposisi modal yang diperlukan secara seimbang. Artinya persentase modal pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan atas kekurangan modal sendiri.

 

        I.            Kesimpulan

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan makin jauhnya spesialisasi dalam perusahaan serta makin banyaknya perusahaan-perusahaan yang menjadi besar, maka modal mempunyai arti yang lebih menonjol lagi. Masalah modal dalam perusahaan merupakan masalah yang tidak akan pernah berakhir karena bahwa masalah modal itu mengandung begitu banyak dan berbagai macam aspek. Hingga saat ini di antara para ahli ekonomi juga belum terdapat kesamaan opini tentang apa yang disebut modal.Jika di lihat dari sejarahnya, maka pengertian modal awalnya adalah physical oriented. Dalam hubungan ini dapat dikemukakan misalnya pengertian modal yang klasik, “dimana arti dari modal itu sendiri adalah sebagai hasil produksi yang digunakan untuk memproduksi lebih lanjut”. Dalam perkembangannya ternyata pengertian modal mulai bersifat non-physical oriented, dimana pengertian modal tersebut lebih ditekankan pada nilai, daya beli atau kekuasaan memakai atau menggunakan, yang terkandung dalam barang-barang modal, meskipun dalam hal ini belum ada kesesuaian pendapat di antara para ahli ekonomi sendiri.

 

 

Daftar Pustaka

https://kamus.tokopedia.com/m/modal

https://www.adira.co.id/detail_berita/metalink/10-cara-mendapatkan-modal-usaha-tanpa-ribet

https://sumberbelajar.seamolec.org/Media/Dokumen/5a583883865eacc372523abb/f9d28153d857d0d8612fcbbd07261ed7.pdf

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.