Senin, Oktober 25

MENGEMBANGKAN BISNIS PAKAIAN DENGAN METODE BISNIS MODEL CANVAS PADA TOKO GRIYA KLAMBIE DEPOK

 Oleh Diran (@S06-DIRAN)

Abstrak— Pakaian merupakan suatu kebutuhan pokok semua orang, dari tahun ke tahun banyak bermunculan toko-toko pakaian baru yang di dapat dari industri garmen atau pakaian jadi yang di beli dari import maupun local. Dalam menjalankan bisnisnya agar selalu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat maka harus selalu menampilkan pakaian yang memiliki inovasi denbgan gaya penampilan masa kini yang trendy dan kekinian. Pelaku usaha / bisnis pakaian harus selalu melayani pelanggannya dengan produk-produk pakain yang lengkap dari mulai pakian dewasa, remaja, anak-anak pria maupun wanita.

Kata Kunci— Business Model Canvas, Pengembangan Bisnis, Bisnis Pakaian

 


PENDAHULUAN

        Pada setiap tahunnya gaya hidup masyarakat selalu mengalami perubahan, sepertinya halnya dengan kebutuhan dalam berbusana, gaya maupun model baru selalu bermunculan, hal ini menandakan suatu kreativitas seseorang selalu berkembang untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi dalam hidupnya. Kebutuhan pokok manusia terdiri dari kebutuhan akan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. 

        Pada saat pandemic covid 19 ini kebutuhan pokok yang utama untuk masyarakat adalah kebutuhan makan, sehingga kebutuhan pakaian agak kurang di kesampingkan, namun disisi lain terutama pada kondisi pada saat ini, banyak pelaku usaha harus berusaha bisa bertahan dan mampu mengikuti dan siap menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi pada new normal, baik perubahan dalam bidang ekonomi, teknologi, politik, maupun budaya. Jika di lihat pada kondisi new normal ini, memang agak sulit untuk mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi selama pandemic. Semua pelaku usaha memiliki strategi yang berbeda-beda dalam menghadapi perubahan yang ada. 

    Strategi ini sangat penting karena dapat mempengaruhi arah jalannya bisnis secara menyeluruh. Kesalahan dalam pengambilan keputusan yang bersifat jangka panjang, menyeluruh dan prioritas ini tentu sangat tidak diharapkan karena dapat merusak stabilitas dan mengancam kelangsungan usaha dalam menjalankan bisnis penjualannya.  Hal ini sangat penting bagi pelaku usaha untuk memperhatikan apa saja yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen serta memperhatikan lokasi tempat usaha yang akan di kembangkan.

     Di era new normal ini banyak masyarakat sudah mulai memikirkan kebutuhan pokok pakian ini untuk memenuhi kebutuhan dan gaya agar penampilan selalu menaril. Dikutip dari Penelitian McNeill dan McKay (2016) menyatakan bahwa pada saat ini kaum pria juga mulai memperhatikan penampilan dan gaya berpakaian mereka. Penelitian ini juga menambahkan bahwa pada budaya saat ini, terjadi peningkatan tekanan kultural pada kaum pria untuk lebih memperhatikan penampilan mereka, dan untuk mengikuti perkembangan fashion. Dari sekian banyak pelaku usaha pakaian ini salah satunya adalah Griya Klambie yang berlokasi di depok.

    Griya Klambie adalah sebuah toko yang menjual dan  menawarkan produk-produk trendy. Pada saat ini, Griya Klambie menjual produk pakaian dengan kualitas ekspor, baik pakaian pria, wanita dewasa, remaja, anak-anak. Jenis pakaian yang di jual pada Griya Klambie terdiri dari produk Celana panjang, celana pendek dari berbagai bahan, baju, kaos dan celana olah raga. Pada era new normal, penjualan dan pendapatan  Griya Klambie belum mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga keuntungan yang di dapat tidak signifikan. Maka dari itu, Griya Klambie akan mencoba melayani segmen pasar baru atau menawarkan jenis produk design baru yang saat ini sedang ngetrend dan akan bisa berkembang karena jurus ini akan  diminati oleh pangsa pasar.

        Perilaku konsumen / pelanggan yang datang di Griya Kalmbie bisa memberikan peluang toko ini untuk mengembangkan dan mengintensifkan usahanya, serta meningkatkan pendapatan dan margin labanya. Dengan demikian Griya Kalmbie membutuhkan adanya inovasi pengembangan usaha pada tokonya. Pengembangana dapat dilakukan dengan melakukan analisis dan inovasi pada model bisnis perusahaan (Yin dan Williamson, 2011).

        Pengembangan bisnis yang akan di jalankan Griya Klambie ini akan di tuangkan melalui pendekatan Business Model Canvas. Sebelumnya Griya Klambie belum mengetahui dan mengenal adanya inovasi model bisnis yang dapat dilakukan untuk mengembangkan usaha. Jadi Griya Kalmbie akan menggunakan pendekatan Business Model Canvas, karena Business Model Canvas dapat menjelaskan hubungan sembilan elemen model bisnis yang digambarkan secara visual, sehingga inovasi yang dibuat pada model bisnis perusahaan akan lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh Griya Klambie. Sebelum Bisnis model canvas ini di jalankan oleh Griya Klambie terlebih dahulu akan dibahas dan pelajari mengenai bisnis model canvas ini yang bertujuan untuk menilai dan mengevaluasi usahanya.


PEMBAHASAN

Model Bisnis

Model bisnis merupakan suatu gambaran yang dijadikan dasar pemikiran mengenai hubungan antara kegiatan, keunggulan, dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, yang mampu menjelaskan mengenai bagaimana perusahaan menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai, sehingga mampu menghasilkan laba bagi perusahaan.

 



Business Model Canvas

    Bisnis model canvas adalah alat representasi visual yang menjelaskan secara komprehensif sebuah proses bisnis dengan menunjukan rancangan garis besar tanpa harus membuat dokumen bisnis plan yang rumit. Bisnis model canvas (BMC) bertujuan untuk memetakan arah sebuah bisnis perusahaan kedepannya. Menurut Yin dan Willisamson (2011), Business Model Innovation dilakukan dengan mengubah elemen-elemen inti dari model bisnis (customer value proposition, profit formula, key resources atau new processes), dan menyesuaikan aspek-aspek yang dapat diubah tersebut dengan cepat serta dengan biaya yang minimum. Business model canvas juga merupakan perluasan yang sempurna untuk alat analisis Blue Ocean Strategy dalam menyusun suatu model bisnis yang baru (Osterwalder dan Pigneur, 2010).

Bisnis model canvas terdiri dari 9 panel yaitu:

1.     Customer Segments

Customer Segments ialah pihak-pihak, baik individu maupun organisasi, yang ingin dicapai dan dilayani oleh perusahaan dengan menawarkan nilai atau produk barang/jasa perusahaan, yang akan berkontribusi dalam memberikan sumber pemasukan bagi perusahaan.

Customer yang datang dan dilayani oleh Griya Klambie terdiri dari pria dan wanita  segala umur yang datang dari segala penjuru daerah.

2.     Value Propositions

Value Propositions ialah suatu pandangan secara keseluruhan mengenai produk dan jasa, suatu keunikan berupa nilai atau manfaat, yang ditawarkan oleh perusahaan kepada pelanggan berupa kumpulan produk barang/jasa perusahaan, yang bernilai bagi pelanggan dan menjadi penentu mengapa produk/jasa tersebut dipilih oleh pelanggan.

Value yang akan di jalankan oleh Griya Klambie yaitu  produk pakaian jadi yang terdiri dari Celana panjang, celana pendek dari berbagai bahan, baju, kaos dan celana olah raga untuk pria dan wanita segala umur. Elemen yang berkontribusi pada nilai yang ditawarkan oleh Griya Kalmbie untuk pelanggannya ialah elemen design, performance, getting the job done, cost reduction, accessibility, dan covenience. Semua pakaian yang di jual oleh Griya Kalmbie akan banyak dicari orang, karena selalu mengikuti tren yang diminati oleh pasar, sehingga elemen design ikut berkontribusi pada proposisi nilai. Elemen performance berkontribusi dalam kualitas tekstil dari produk yang ditawarkan, yang memberikan kenyamanan saat dikenakan.

3.     Channels

Channels menjelaskan bagaimana perusahaan berkomunikasi dan menjangkau pelanggannya, untuk memberikan value propositions perusahaan (Osterwalder dan Pigneur, 2010).

Channels yang akan  digunakan oleh Griya Klambie adalah  untuk menjangkau pelanggannya ialah melalui re-seller daan juga media online seperti Face book, Twitter, Instagram, dll. 

4.     Customer Relationship

Customer Relationship ialah suatu hubungan yang menjelaskan tipe-tipe hubungan relasi yang dibentuk dan ditetapkan oleh perusahaan, antara perusahaan dengan segmen-segmen pelanggannya.

Hubungan Griya Klambie dengan pelanggannya didasarkan pada hubungan spg dengan pelanggan secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa kategori hubungan yang terbentuk antara Griya Klambie dan pelanggannya ialah hubungan personal assistance, yang terbentuk dari interaksi yang terjadi antara pelanggan dan sales yang melayani pelanggan tersebut.

5.     Revenue Streams

Revenue Streams ialah pemasukan yang dihasilkan oleh perusahaan dari setiap segmen pelanggan, yang biasanya diukur dalam bentuk uang, yang diterima oleh perusahaan dari pelanggannya, sebagai hasil dari value proposition yang sukses diberikan kepada pelanggan.

Revenue streams Griya Klambie lebih banyak didapat dari pendapatan yang berulang (recurring revenues). Akan tetapi,Griya Klambie  juga tetap memiliki aliran pendapatan yang berupa pendapatan dari hasil transaksi satu kali (transaction revenues). Cara yang dilakukan  untuk menghasilkan aliran pendapatan ialah melalui penjualan aset (asset sales), yang berupa penjualan produk, yaitu produk garmen atau produk pakaian jadi. Mekanisme penetapan harga ialah penetapan harga tetap, dimana sudah memiliki daftar harga (price list) yang tetap untuk semua pelanggan retailernya.

6.     Key Resources

Key resources ialah sumber daya penting yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menjalankan model bisnis perusahaan, yaitu untuk menjalankan key activities untuk menawarkan value proposition, menjangkau pasar, menjaga hubungan dengan customer segments, dan menghasilkan pendapatan.

Sumber daya manusia / Pelayanan yang  diberikan oleh Griya Klambie meliputi perlengkapan yang di gunakan, mulai dari design, alat untuk memajang pakaian seperti Etalase, Gawangan, gantungan dll. Selain itu juga ada sumber daya fisik / asset sperti  tanah dan bangunan / Ruko kan juga termasuk Gudang. Laptop.Mesin POS, label, Price tag juga supplies seperti kantong dan kelengkapan packing. Untuk sumber daya finansial yang dimiliki  saat ini ialah adanya kas.

7.     Key Activities

Key Activities ialah serangkaian aktivitas perusahaan yang harus dilakukan dengan sangat baik oleh perusahaan untuk menjalankan model bisnisnya, yaitu meliputi menciptakan produk/jasa yang dibutuhkan oleh pelanggan, menyampaikannya kepada pelanggan, membina hubungan dengan pelanggan, serta mengelola pendapatan sebagai hasil penjualan produk/jasa dari pelanggan.

Key Activities yang dilakukan oleh  Griya Kalmbie ialah penjulan melelaui beberapa media online, Iklan Instagram, Iklan Facebook, Twitter, WA Story, WA Group, Brosur, Stock Bahan  jugapada  perancangan desain produk, produksi pakaian jadi, dan penjualan produknya.

8.     Key Partnership

Key Partnership ialah suatu jaringan kerjasama yang dibangun antara dua perusahaan atau lebih, terdiri atas pemasok maupun mitra kerja, yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menjalankan model bisnisnya, terutama untuk menciptakan nilai bagi pelanggan. Penelitian ini menggunakan pengembangan konsep business model canvas untuk memperjelas visualisasi BMC pada elemen key partnership, yaitu dengan menambahkan sub-elemen suppliers, partners, dan investors, untuk memperjelas pihak-pihak mana saja yang membangun hubungan mitra dengan perusahaan.

Key Partnership yang di lakukan oleh Griya Klambie dengan cara bekerja sama dengan banyak pihak, seperti supplier, Toko Pedia, Shopee, Lazada, Re seller dll. 

Kerja sama yang dilakukan dengan supplier ini  bertujuan untuk mengisi jenis pakaian yang akan di jual selalu tersedia dan memenuhi kebutuhan pasar sedangkan kerja sama dengan yang lain adalah untuk membantu meningkatkan pendapatan juga berkembangnya usaha ini. Sehingga, motivasi kerja sama hubungan antara Griya Klambie dengan para mitra tersebut ialah karena optimization dan economy of scale, yaitu bentuk hubungan yang dibangun dengan tujuan mengoptimalkan alokasi sumber daya dan aktivitas perusahaan, serta untuk mengurangi biaya yang timbul. 

9.     Cost Structures

Cost Structures ialah semua biaya yang muncul dalam rangka untuk mengoperasikan model bisnis perusahaan.

Karakteristik biaya yang di alami oleh Griya  Klambie terdiri dari biaya tetap, biaya variabel, dan biaya semi variable, Diantaranya  terdiri dari biaya gaji karyawan, biaya operasinal (utility, biaya promosi, serta biaya selling and marketing. Sedangkan, untuk biaya yang termasuk biaya variabel ialah biaya stock pakaian, biaya packaging, biaya ongkos pengiriman, dan. Biaya semi variabelnya adalah  biaya pulsa telpon, biaya utility, biaya internet.

 

KESIMPULAN

    Dalam meningkatkan dan mengembangkan usahanya, Griya Klambie akan berusaha memperbaiki diri baik dari pelayanan dan juga pendapatan. Bisnis yang dijalankan oleh Griya Klambie yang menjual produk pakaian jadi untuk konsumen pria, wanita segala umur ini . Griya Klambie juga menawarkan produk-produk baru yang lagi trend sesuai keadaan zaman yaitu berupa kemeja, celana panjang, celana pendek, kaos, baju-baju olahraga dengan berbagai aneka ragam design yang kekinian.

     Griya Klambie akan bertekat untuk mengembangkan usahanya dan akan segera membuka cabang-cabang baru, maka dari  itu untuk menyiapkan itu semua dan Griya Klambie mencoba akan mengembangkan bisnisnya dengan cara perencanaan menulis di atas kertas canvas sebagai panduan dan control usahanya. Dengan menggunakan Bisnis Model Canvas maka Griya Klambie akan terbantu untuk  memberikan gambaran singkat tentang model bisnis dan tidak memiliki detail yang tidak perlu dibandingkan dengan rencana bisnis tradisional.,visualnya akan lebih mudah untuk dirujuk dan dipahami.

 

Referensi

https://idcloudhost.com/business-model-canvas-bmc-pengertian-fungsi-keunggulan-dan-cara-kerjanya/

https://media.neliti.com/media/publications/55427-ID-none.pdf

https://youtu.be/UBPQRceLo8o

https://youtu.be/08QAYq7a-sw

Indriyani,Ratih dan Indriyani, Niken. “Pengembangan Bisnis Dengan Pendekatan Business Model Canvas Pada UD. Moga Jaya Surabaya” Di akses dari http://publication.petra.ac.id/index.php/manajemen-bisnis/article/view/5201

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.