Minggu, Oktober 10

Merealisasikan Ide Pengembangan Usaha

 

Oleh : Alwan Nurfadli @S13-ALWAN


Pengembangan usaha adalah setiap usaha memperbaiki pelaksanaan pekerjaan yang sekarang maupun yang akan datang, dengan memberikan informasi mempengaruhi sikap-sikap atau menambah kecakapan (Hafsah, 2004).

Jenis-jenis Pengembangan Usaha

Menurut Subagyo (2008), secara umum pengembangan usaha dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

·         Pengembangan vertikal. Pengembangan vertikal adalah perluasan usaha dengan cara membangun inti bisnis baru yang masih memiliki hubungan langsung dengan bisnis utamanya.

·         Pengembangan horizontal. Pengembangan horizontal adalah pembangunan usaha baru yang bertujuan memperkuat bisnis utama untuk mendapatkan keunggulan komparatif, yang secara line produk tidak memiliki hubungan dengan core bisnisnya.

 Banyak alasan mengapa para pebisnis kerap mengurungkan niat untuk memulai mengeksekusi ide pengembangan bisnisnya,

Ide pengembangan usaha yang cemerlang ada di mana-mana, namun tidak semua pebisnis mampu mengembangkannya di arah yang benar. Itulah alasan mengapa masih banyak saja bisnis yang gagal meski baru pada tahap awal. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat anda lakukan untuk mengembangkan ide pengembangan bisnis anda :

1. Definisikan ide

Ide pengembangan usaha harus segera didefinisikan. Jika tidak, maka akan menjadi angan-angan tanpa isi. Paling tidak, untuk bisa mendefiniskan ide Anda, cobalah tanyakan beberapa pertanyaan berikut untuk Anda sendiri.

·         Apa fungsi dari ide ini?

·         Apakah ide ini bisa memenuhi kebutuhan orang banyak

·         Atau ide ini adalah jiplakan dari ide yang sudah duluan ada dan sukses?

·         Konsumen yang bagaimana yang akan menggunakan ide ini?

·         Nilai apa ditawarkan oleh ide ini pada konsumen?

·         Bagaimana cara membedakan ide ini dengan ide atau produk dari competitor?

2. Menguji ide

Sebelum Anda melangkah terlalu jauh, sudah menjadi keharusan untuk menguji ide pengembangan usaha Anda. Testing sangat penting untuk dilakukan sehingga Anda bisa melihat potensi pasar dari ide tersebut. Apakah potensinya baik atau sebaliknya. Ada beberapa cara untuk melakukan testing pada ide Anda seperti berikut ini;

·         Cari produk yang hampir sama atau miri; Lihatlah apakah produk tersebut laku keras di pasaran atau ditinggal konsumen

·         Menghubungi keluarga atau teman; Minta keluarga atau teman untuk memberikan tanggapan tentang ide Anda apakah terlihat bagus atau tidak

·         Jalankan testing ads/ test iklan; Anda bisa mencobanya dengan menggunaka media sosial apakah ide tersebut jika menjadi produk banyak diminati atau tidak.

·         Cari mentor; Untuk beberapa hal, meminta pendapat dari mentor atau pengusaha yang sudah sukses dari bisnis yang memiliki kemiripan ide dengan Anda adalah penting.

·         Lakukan riset pasar; Anda bisa membayar lembaga riset untuk melihat potensi ide Anda

·         Uji ide dengan skala yang kecil; Anda bisa memproduksi ide dalam bentuk produk tapi di skala kecil untuk melihat respon. Jika produk software, maka akan ada trial-nya.

3. Mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan

Resources atau sember kebutuhan tidak hanya tentang uang. Coba perhatikan berikut ini;

·         Costs

Hal ini bisa berupa izin bisnis, biaya pendaftaran, biaya iklan, raw materials, biaya sewa gedung/kantor/peralatan, desain, biaya karyawan, dan lain-lain.

·         Knowledge

Hal ini bisa berupa training, pengetahuan teknikal, karyawan, mentor, dan lain-lain.

·         Time

Berikan perhatian serius pada waktu yang Anda butuhkan untuk memulai produk hingga sampai di tangan pasar. Jika Anda saat ini masih melakukan hal lain, maka sebaiknya kondisikan agar fokus pada tahapan ini.

4. Membuat To-do List

Pada tahap ini, ide pengembangan bisnis anda sudah siap direalisasikan. Ini saatnya untuk mulai membuat daftar aktivitas (to-do list) yang akan mengarahkan Anda menuju kesuksesan.

Cara termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan membayangkan produk yang sudah rampung, lalu membuat daftar aktivitas apa saja yang harus dimulai dari hasil akhir (working backwards).

5. Membuat Deadline

Sebuah daftar aktivitas (to-do list) akan menjadi sia-sia jika tanpa tenggat waktu yang membatasinya. Jadi, mulailah tentukan tenggat waktu sesuai target Anda di awal.

Setelah deadline ditetapkan, berusahalah untuk tetap bersandar pada tenggat waktu tersebut. Jangan membiarkan tenggat waktu hanyalah menjadi angka yang tidak berarti.

Jika Anda tidak bersikeras  kepada diri sendiri untuk bersandar pada tenggat waktu tersebut, Anda mungkin tidak akan pernah melihat ide hebat itu berbuah.

6. Evaluasi

Setelah melakukan peluncuran produk bisnis hasil pengembangan usaha, Anda perlu untuk melalukan evaluasi pada produk bisnis Anda. Dengan melakukan evaluasi ini, Anda bisa mengetahui kekurangan dari produk tersebut dan bagaimana cara untuk memperbaikinya.

Meski terdengar sederhana dan mudah, merealisasikan ide bisnis merupakan proses yang cukup panjang. Proses ini akan cukup sulit sehingga Anda harus gigih dan tekun dalam menjalankan segalanya.

Yang perlu Anda ingat adalah ide pengembangan bisnis hanya akan menjadi ide jika Anda tidak memulai langkah kecil untuk mewujudkannya. Kalau dirasa ide pengembangan bisnis Anda cukup habat, maka mewujudkan hal tersebut akan menjadi jauh lebih hebat.

 

Referance :

1.      Hafsah, M.J. 2004. Upaya Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Jurnal Infokop. No. 25 Tahun 2015.

2.      Subagyo, Ahmad. 2008. Studi Kelayakan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Gramedia.

3.      https://www.finansialku.com/merealisasikan-ide-cemerlang/

4.      https://koinworks.com/blog/tips-mengolah-ide-bisnis-menjadi-produk-nyata/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.