Senin, Oktober 18

Pentingkah pengolahan keuangan di UMKM?

 

Pentingkah pengolahan keuangan di UMKM?

Disusun

Radius bagas yoga siswantoro (@S12-RADIUS)

Pendahuluan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) keuangan adalah segala sesuatu yang bertalian dengan uang; seluk beluk uang; urusan uang; atau keadaan uang. Sedangkan, ada pendapat lain yang menyebutkan keuangan sebagai alat untuk mempelajari bagaimana individu, bisnis, dan organisasi meningkatkan, mengalokasi, dan menggunakan sumber daya moneter sejalan dengan waktu, dan juga menghitung risiko dalam menjalankan proyek mereka. Pendapat tentang keuangan terakhir datang dari Ridwan dan Inge (2003), mereka mengemukakan bahwa keuangan merupakan ilmu dan seni dalam mengelola uang yang mempengaruhi kehidupan setiap orang dan setiap organisasi. Keuangan berhubungan dengan proses, lembaga, pasar, dan instrumen yang terlibat dalam transfer uang diantara individu maupun antara bisnis dan pemerintah

Pembahasan

Pengelolaan keuangan adalah upaya yang dilakukan sebuah perusahaan dalam merancang kegiatan yang berkaitan dengan penyimpanan serta pengendalian dana dan asset.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2008:1766) uang diartikan : (1) Alat tukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yang sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu; (2) harta; kekayaan.

Dalam bahasa Indonesia, uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.

Permasalahan yang umumnya terjadi pada UMKM adalah masalah keuangan. Pada umumnya praktik kegiatan UKM berjalan tanpa mengandalkan informasi keuangan yang disusun secara tertib dan teratur. Banyak UKM dapat berjalan normal tanpa dukungan informasi keuangan yang memadai sehingga sering kali mereka tidak mengetahui berapa keuntungan dan diakhir bulan tiba-tiba arus kas kosong karena uang bisnis dipakai untuk pribadi. Banyak UMKM dapat berhasil tanpa laporan keuangan yang dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan hanya didasarkan pada intuisi dan kebiasaan yang berasal dari pengalaman sebelumnya. Sementara kegiatan penyusunan laporan keuangan, masih dianggap mewah dan belum sebanding dengan kegunaannya. Sehingga sering kali pelaku UKM tidak mengetahui secara persis berapa pendapatan (kas) yang seharusnya diterima, berapa biaya operasi yang seharusnya dikeluarkan dan berapa yang seharusnya masih tersisa.

Maka dari itu perlunya ada pengolahan keuangan , tujuan dari pengolahan keuangan di usaha UMKM adalah

1.      Penggunaan Dana Secara Efektif



salah satu bentuk pengelolaan keuangan usaha adalah dengan merencanakan untuk apa dana tersebut dipakai. Tujuan pertama dibuat rencana ini adalah agar dana yang kamu miliki, dapat digunakan secara efektif. Kamu mungkin punya dana berlimpah untuk usaha. Tapi, kalau kamu tidak menggunakannya secara efektif, usaha kita tidak akan banyak berubah.

2.      Memantau Penggunaan Dana



Banyak perusahaan yang mengalami permasalahan, saat dana digunakan secara tidak benar. Salah satu Tujuan pengelolaan keuangan usaha adalah untuk mengatasi hal ini. Kamu akan tahu untuk apa saja dana itu digunakan, bagaimana arus kas usahamu, dan jumlah utang dan piutang. Informasi ini akan berguna untuk menentukan, kearah mana kita akan membawa usahamu.

3.      Mencegah atau Menurunkan Risiko Kesalahan Penggunaan Dana

Tanpa adanya pengelolaan yang baik, dana dari perusahaanmu bisa saja disalahgunakan oleh pegawai. Atau, karena tidak adanya hal ini, kita sendiri, sebagai pemilik usaha, juga bisa melakukan kesalahan. Pada akhirnya, perusahaanmu akan mengalami kerugian besar, yang bisa saja menjadi awal masalah besar dan membuatmu harus menutup usahamu.



Salah satu tujuan dari pengelolaan dana ini adalah agar dana usaha dapat digunakan tanpa kesalahan. Aktivitas ini juga meningkatkan keamanan dari dana yang kita miliki. Dan, seperti yang disebutkan pada poin 1, kita dapat menggunakan dana usaha secara efektif, yang akan berdampak positif pada perusahaan.

Rasio dalam pengolahan keuangan di UMKM yang perlu diperhatikan

1.      Rasio Likuiditas, yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

2.      Rasio Solvabillitas, menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang dan kewajiban-kewajibannya apabila perusahaan itu dilikuidasi.

3.      Rasio Profitabilitas, menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada.

4.      Rasio Aktivitas, dalam hal ini menunjukan sejauh mana efisiensi perusahaan dalam menggunakan asset untuk memperoleh pinjaman.

Tips dalam pengolahan keuangan yang harus dicermati dalam menjalankan UKM di zaman sekarang

1.      Catat Semua Transaksi Keuangan

Hal paling dasar dalam mengelola keuangan adalah dengan melakukan pencatatan. Hal ini seringkali berat dilakukan tetapi merupakan keharusan agar laba rugi suatu usaha dapat diketahui secara pasti. 

Buatlah satu buku khusus untuk mencatat arus keuangan yang masuk dan keluar. Pastikan agar saldo yang tercatat sama dengan yang kamu pegang. 

Setelah itu, kamu bisa meningkatkannya dengan mencatat penjualan, utang piutang, persediaan barang maupun biaya-biaya lainnya. Masing-masing item ini lebih baik lagi jika dibuat dalam satu buku akun tersendiri misalnya, buku hutang piutang. 

Tidak perlu bingung, kamu bisa kok “mencontek” format pencatatan arus keuangan usaha yang banyak ditemukan di buku maupun internet. Tinggal tiru dan sesuaikan dengan bidang usaha kamu. 

2.      Pisahkan Keuangan Pribadi Dengan Keuangan Bisnis

Permasalahan yang sering terjadi dalam pengelolaan keuangan adalah belum disiplinnya pelaku UMKM untuk memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis. Hal ini akan jadi masalah saat melakukan pencatatan keuangan. 

Keuangan bisnis tidak dapat diketahui secara pasti karena tercampur dengan keuangan pribadi. Penelitian SB-ITB dan BTPN yang dilansir Marketers mengungkapkan, manajemen keuangan yang kurang transparan dan belum dipisahkannya uang pribadi dan usaha menjadi penghalang bagi UMKM untuk berkembang. 

Untuk mengatasinya, kamu perlu membuka satu rekening yang dikhususkan untuk keuangan bisnis. Dengan begitu, keuangan pribadi dan bisnis dapat dipisahkan. 

3.      Biasakan Membuat Perencanaan Keuangan

Membuat perencanaan keuangan menjadi penting terutama bagi pelaku usaha. Dengan melakukan ini, pengeluaran kas usaha kamu menjadi lebih terkontrol. 

Jika tidak direncanakan dengan baik, sangat mungkin pengeluaran itu malah digunakan untuk hal-hal yang belum dibutuhkan. Sementara ada pos – pos keuangan lain yang lebih mendesak. 

Dalam melakukan perencanaan keuangan, lakukan analisa cost and benefit untuk menghitung apakah pengeluaran itu dapat berguna meningkatkan penjualan atau tidak. Jika tidak, lebih baik urungkan dulu niat itu dan gunakan untuk keperluan lebih penting.  

4.      Selalu Siapkan Dana Darurat

Dalam dunia bisnis, segala sesuatunya berjalan sangat dinamis. Tidak ada yang tahu hal buruk apa yang bakal terjadi dalam bisnis yang kita jalani. Karena itu, pelaku usaha perlu menyiapkan dana darurat untuk digunakan jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan. 

Seperti namanya, dana darurat hanya boleh dipakai jika dalam kondisi yang darurat saja. Dana nya dapat kamu tabung atau investasikan ke instrumen investasi yang cukup aman seperti deposito atau reksadana pasar uang. 

5.      Rekrut Pihak Lain 

Jika usaha kamu sudah cukup berkembang sehingga tidak punya waktu untuk mengurus keuangan usaha sendiri, rekrutlah orang lain. Tentu, cara ini membutuhkan biaya lagi sehingga kamu perlu mempertimbangkan masalah gaji dan lain sebagainya. 

Sebaiknya, pihak yang  direkrut hanya melakukan administrasi keuangan sementara kendali atas keuangan bisnis tetap kamu yang pegang. Tetapkan batas-batas pengambilan keputusan yang harus melibatkan kamu sebagai pemilik usaha

 

Refrensi

1.      https://bimbimo.com/keuangan/pengertian-pengelolaan-keuangan-tujuan-dan-fungsinya/

2.      https://www.jojonomic.com/blog/keuangan/

3.      https://www.depokpos.com/2020/07/perlunya-pengelolaan-keuangan-yang-baik-untuk-kemajuan-umkm/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.