Senin, Oktober 18

STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM

STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM

 

Oleh : Mia Lestari (@S01-Mia)

 

Pendahuluan

            Modal sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam rangka melancarkan kegiatan operasionalnya. Ketersediaan modal akan membuat perusahaan mampu bertahan bahkan mampu berkembang menjadi lebih besar. Modal yang dibutuhkan oleh perusahaan dapat bersumber dari dalam perusahaan (internal financing) maupun dari luar perusahaan (eksternal financing). Internal financing yaitu sumber modal yang dibentuk atau dihasilkan sendiri dalam perusahaan, misalnya modal yang berasal dari keuntungan yang tidak dibagikan atau keuntungan yang ditahan dalam perusahaan (retained earnings). Sedangkan eksternal financing merupakan sumber modal yang berasal dari tambahan penyertaan modal pemilik atau emisi saham baru, penjualan obligasi maupun kredit dari bank.

Pembahasan

            Pengembangan usaha adalah suatu bentuk usaha kepada usaha itu sendiri agar dapat mencapai satu titik atau puncak kesuksesan dan agar dapat berkembang menjadi lebih baik lagi. Pengembangan usaha dilakukan oleh usaha yang sudah mulai terproses dan terlihat ada kemungkinan untuk lebih maju dari sebelumnya. Pengembangan usaha merupakan suatu keadaan terjadinya proses peningkatan omset penjualan.

Perkembangan usaha dilihat dari tahap conceptual yaitu :

a.      Menengal peluang potensi

Mengetahui peluang potensi harus mengetahui masalahmasalah yang terdapat id pasar, kemudian mencari solusi dari permasalahan yang telah terdeteksi. Solusi inilah yang menjadi akan menjadi gagasan yang dapat direalisasikan.

b.      Analisa peluang

Analisa peluang dapat dilakukan dengan market research kepada pelanggan potensial. Analisa ini dilakukan untuk melihat respon pelanggan terhadap produk, proses dan pelayanannya.

c.      Mengorganisasi sumber daya

Ketika usaha berdiri, manajemen sumber daya manusia dan yang merupakan sesuatu yang perlu dilakukan. Pada tahap inilah keberhasilan usaha pada periode selanjutnya akan terlihat, tahap ini dapat disebut dengan warming up.

 

 

 

d.      Langkah mobilisasi sumber daya

Langkah memobilisasi sumber daya dan menerima risiko merupakan langkah terlahir sebelum ketahap strat up. Perkembangan Usaha Kecil Mikro dan Menengah pada hakikatnya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

 

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat dilihat dari berbagai aspek, baik dari segi kekayaan yang dimiliki pelaku usaha, jumlah tenaga kerja yang dimiliki ataupun dari segi penjualan atau omset yang diperoleh oleh pelaku usaha.12 Menurut buku Profil Bisnis UMKM yang diterbitkan Bank Indoneisa tahun 2015 menjelaskan dalam prespektif usaha, UMKM diklasifikasikan menjadi empat kelompok yaitu :

1) UMKM sektor informal, contoh : pedagang kaki lima.

2) UMKM Mikro adalah para pengusaha UMKM yang mempunyai keahlian teknis lapangan namun kurang memiliki jiwa wirausaha untuk mengembangkan usahanya.

3) Usaha Kecil Dinamis adalah kelompok pengusaha UMKM yang mampu berwirausaha dengan menjalin kerjasama dengan UMKM jenis lain (menerima pekerjaan sub kontrak) dan ekspor produk.

4) Fasr Moving Enterprise adalah UMKM yang mempunyai kewirausahaan yang sudah mantab dibidangnya dan telah siap bertansformasi menjadi usaha besar.

 

Kesimpulan

UMKM sangat dominan dibandingkan dengan kelompok skala usaha lainnya. Di samping itu, peran usaha kecil dalam menyerap tenaga kerja relatif besar. Sehingga pengembangan usaha merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Referensi

http://etheses.iainkediri.ac.id/1704/3/BAB%20II.pdf

https://www.bappenas.go.id/files/2913/4985/2794/sumberdanaalternatif__20081122234529__948__9.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.