Senin, Oktober 18

Ulas Kembali Tentang Laporan Keuangan


Wirausahawan Cerdas, Paham Laporan Keuangan

Oleh: Agustinus Kukuh (@S15_AGUSTINUS)

Email: august17.kukuh@gmail.com

Abstrak

Laporan keuangan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya perusahaan besar saja, tapi membuat laporan keuangan juga diwajibkan untuk usaha yang kecil sekalipun atau seperti UKM. Seperti yang kita tahu, keuangan merupakan unsur terpenting dalam dunia usaha atau bisnis. Sebab, keuangan menjadi penentu sebuah usaha akan berkembang atau sebaliknya. Untuk itu, dalam membangun sebuah bisnis dibutuhkan seorang akuntan yang mengelola keuangan. Namun sayangnya, hingga saat ini masih banyak para pelaku usaha kecil atau UKM yang mengabaikan laporan keuangan. Alhasil, keuangan tidak terkontrol dengan baik, uang bisa habis begitu saja, yang pada akhirnya uang UKM tidak bisa mengembangkan UKMnya lagi, kemudian bangkrut. Kemungkinan besar, tidak mengerti cara membuat laporan keuangan menjadi alasan kuat kenapa para pelaku UKM mengabaikan laporan keuangan usaha.  

Pelaporan keuangan (financial reporting) merujuk pada pemberian informasi keuangan kepada pemangku kepentingan. Biasanya, suatu perusahaan akan menyiapkan dan menyajikan laporan keuangan secara berkala. Sederhananya, pelaporan keuangan dibuat untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan secara keseluruhan. Sehingga para pengguna informasi akuntansi dapat melakukan evaluasi dan pencegahan dengan cepat dan tepat jika kondisi usaha sedang mengalami masalah.

Kata kunci: Keuangan, kondisi, akuntansi, pencegahan

 



Pengertian Financial Reporting (Laporan Keuangan)

Mengutip Maxmanroe, laporan keuangan memiliki pengertian sebagai hasil akhir dari proses pencatatan transaksi keuangan suatu perusahaan. Pencatatan ini akan menunjukkan kondisi keuangan perusahaan tersebut pada satu periode akuntansi dan merupakan gambaran umum mengenai kinerja suatu perusahaan.

Menurut pendapat dari Munawir (2010:5), laporan keuangan pada umumnya terdiri atas neraca serta perhitungan laba rugi dan juga perubahan ekuitas dari suatu entitas di dalam neraca terdiri dari data sejumlah aset kewajiban perusahaan dan juga ekuitas dari sebuah perusahaan dalam satu periode tertentu. Sementara di dalam bagian laba rugi berisi berbagai hasil dan juga beban perusahaan yang berhasil diraih.

FASB (1980) menyebutkan:
Pelaporan keuangan mencakup tidak hanya laporan keuangan tetapi juga media pelaporan informasi lainnya, yang berkaitan langsung atau tidaklangsung, dengan informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi-yaituinformasi tentang sumber-sumber ekonomi, hutang, laba periodik dan lain-lain.

Secara umum, pelaporan keuangan adalah laporan yang berisi pencatatan uang dan transaksi dalam sebuah bisnis, baik penjualan maupun pembelian. Sederhananya, pelaporan keuangan dibuat untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan secara keseluruhan. Sehingga para pengguna informasi akuntansi dapat melakukan evaluasi dan pencegahan dengan cepat dan tepat jika kondisi usaha sedang mengalami masalah.

Dalam sebuah laporan keuangan perusahaan, berisi data-data penting seperti aset, kewajiban, beban, networth, pendapatan dan juga perubahan ekuitas serta arus kas.

Berikut adalah masing-masing penjelasannya:

  • Aset : Aset adalah semua hak yang dapat digunakan dalam operasi perusahaan. Biasanya aset berisi gedung perusahaan, tanah yang dimiliki oleh perusahaan, dll.
  • Kewajiban : Kewajiban meliputi utang lancar, utang jangka panjang, gaji karyawan, serta tunjangan pensiun untuk karyawan.
  • Ekuitas : Ekuitas adalah modal yang tersedia untuk dibagikan kepada pemegang saham. Nilai Nilai Ekuitas terdiri dari Aset residual dari suatu entitas setelah dikurangi Kewajiban.
  • Arus kas : Berisikan data aliran masuk dan keluarnya uang perusahaan.

Alasan Kenapa Perusahaan Harus Memiliki Laporan Terkait Keuangan

Berikut adalah alasan pentingnya laporan keuangan ada pada setiap perusahaan: 

1. Memberikan informasi jelas tentang kondisi keuangan perusahaan, untuk para calon investor yang hendak melakukan investasi ke perusahaan tersebut. 

2. Dari sudut pandang pelanggan, laporan keuangan bisa menjadi pegangan untuk percaya dengan suatu perusahaan. 

3. Pentingnya laporan keuangan bagi karyawan perusahaan, laporan keuangan memberitahukan kondisi perusahaan. 

4. Untuk pemegang saham, perusahaan dengan kondisi keuangan yang stabil tentunya akan lebih dipercaya

5. Bagi perusahaan itu sendiri, laporan keuangan menjadi evaluasi tentang kondisi keuangan perusahaan. 

 

Selain beberapa alasan pentingnya laporan keuangan di atas, laporan keuangan juga bisa dibilang penting karena alasan fungsi berikut:

  • Membantu perusahaan menilai kondisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu. 
  • Menyajikan informasi atau data-data yang komprehensif mengenai kedudukan keuangan perusahaan. Misalnya seperti ulasan kondisi perusahaan secara menyeluruh atau ulasan kondisi keuangan perusahaan secara spesifik.
  • Sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan penting perusahaan. Terutama keputusan yang berhubungan dengan keuangan perusahaan atau kelangsungan hidup perusahaan.
  • Menciptakan hal baru bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas kinerja perusahaan.
  • Kredibilitas perusahaan juga meningkat karena perusahaan dengan laporan keuangan yang stabil dan baik berarti berhasil mengelola perusahaan terutama keuangan dengan baik.

 

Untuk membuat laporan keuangan, Anda harus mempersiapkan beberapa buku catatan transaksi keuangan, di antaranya:

  1. Buku Kas
  2. Buku Persediaan Barang
  3. Buku Pembelian Barang
  4. Buku Penjualan
  5. Buku Biaya
  6. Buku Piutang
  7. Buku Utang

Siapkan tujuh buku dengan kegunaannya masing-masing untuk mencatat tujuh poin di atas. Karena pada prinsipnya untuk satu transaksi, Anda akan melibatkan minimal dua buku, seperti saat mencatat pengeluaran biaya maka Anda akan mencatat di buku kas dan buku biaya. Begitu juga saat ada transaksi penjualan atau pembelian, Anda akan melibatkan beberapa buku untuk mencatat transaksi tersebut.

 

Mengenal Jenis-jenis Laporan Keuangan

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah jenis laporan keuangan suatu perusahaan yang melaporkan tiga informasi keuangan dalam periode tertentu, yaitu pendapatan, pengeluaran, dan laba atau rugi.


2. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan jenis laporan yang menggambarkan perputaran ke perusahaan, mengenai jumlah kas masuk (penerima kas) dan pengeluaran kas dalam suatu periode tertentu.

3.  Neraca

Neraca atau disebut juga sebagai laporan posisi keuangan menunjukkan saldo asset, kewajiban, dan ekuitas pada akhir periode waktu akuntansi. Selain itu, neraca juga menunjukkan nilai-nilai kekayaan bersih perusahaan.



4. Laporan Perubahan Ekuitas/Modal

Laporan perubahan ekuitas merupakan jenis laporan yang timbul atas transaksi dengan pemilik yang juga termasuk jumlah investasi, perhitungan deviden dan distribusi lain ke pemilik ekuitas selama periode tertentu.


Mind Mapping Laporan Keuangan

 

Kesimpulan

Laporan keuangan tentu memiliki berbagai fungsi dalam sebuah usaha, salah satunya untuk menilai kondisi usaha. Dengan kata lain, jika catatan keuangan terlalu banyak kerugian, perusahaan sedang mengalami kemunduran. Sebaliknya, jika dalam laporan tersebut banyak data profit, usaha sedang berkembang.

Selain itu, pelaporan keuangan juga berfungsi sebagai bahan evaluasi. Hampir dapat dipastikan jika tidak ada laporan tersebut, evaluasi yang dilakukan tidak akan maksimal bahkan seperti melakukan hal yang sia-sia.

Dengan mengetahui prinsip dasar laporan keuangan sederhana untuk UKM seperti uraian di atas, setidaknya kita akan mendapatkan gambaran lebih mudah dan jelas posisi keuangan usaha. Selain itu, kita juga mengetahui bagaimana harus menjalankan bisnis dalam menghadapi persaingan ke depannya.

Referensi

https://www.merdeka.com/jateng/mengenal-tujuan-pelaporan-keuangan-ketahui-jenis-dan-contohnya-kln.html?page=3

https://www.mbizmarket.co.id/news/pengertian-laporan-keuangan-dalam-dunia-usaha-dan-bisnis/ 

https://www.jurnal.id/id/blog/laporan-keuangan-perusahaan/

Gambar diambil dari:

https://www.cermati.com/artikel/cara-membuat-laporan-keuangan-sederhana-untuk-ukm

https://accurate.id/akuntansi/cara-dan-contoh-membuat-laporan-keuangan-sederhana/


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.