Maret 24, 2022

KREATIVITAS DAN INOVASI PENGARUHNYA TERHADAP USAHA KECIL

 

PENDAHULUAN

Program Pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 menekankan program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM dan program pengembangan kewirausahaan dan kemampuan berdaya saing (RPJMN, 2005 : 213). Pemerintah dalam memberikan perhatian terhadap UMKM hal ini disebabkan UMKM memiliki peranan dalam perekonomian nasional. Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia sangat besar dan telah terbukti menyelamatkan perekonomian bangsa pada saat krisis ekonomi tahun 1997. Sekretaris Kementrian Negara Koperasi dan UMKM (2006), menjelaskan bahwa upaya pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari tahun ke tahun selalu dimonitor dan dievaluasi perkembangannya baik dalam hal kontribusinya terhadap penciptaan produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja, ekspor dan perkembangan pelaku usahanya serta keberadaan investasi usaha kecil dan menengah melalui pembentukan modal tetap bruto (investasi). Keseluruhan indikator ekonomi makro di atas selalu dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan pemberdayaan UKM serta menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan kebijakan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Perkembangan jumlah UKM periode 2006- 2007 mengalami peningkatan sebesar 2,18% yaitu dari 48.779.151 unit pada tahun 2006

 

METODE

Lokasi penelitian pada Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang, dengan alamat Jl. MT. Haryono XI D/ 474 Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru. Alasan pemilihan lokasi penelitian yaitu Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang merupakan sentra industri keramik di Kota Malang yang memiliki pasar yang luas di wilayah Jawa Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian penjelasan (explanatory). Dalam penelitian ini data yang dipergunakan adalah data primer. Dalam hal ini data diperoleh dari kuesioner yang diberikan kepada responden yang berisi pertanyaan – pertanyaan yang mengarah pada variable penelitian yang di digunakan dan selanjutnya akan dianalisis untuk dijadikan pembahasan. Daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden mengenai variabel penelitian meliputi kreativitas, inovasi dan pemarasan kewirausahaan. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang yaitu sebanyak 34 jumlah sentra usaha kecil. Seluruh populasi dijadikan sebagai obyek penelitian sehingga menggunakan metode sensus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner. Pengukuran data yang digunakan adalah skala Likert, yang mengharuskan responden untuk menunjukkan jawaban setuju atau tidak setuju kepada setiap statemen yang berkaitan dengan obyek yang dinilai. Uji Instrumen penelitian menggunakan uji validitas dan relaibilitas Metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda yaitu merupakan pengujian untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y), yaitu dengan rumus: Y = a + b1.X1 + b2.X2 + e Di mana : Y = Pemasaran kewirausahaan pada usaha kecil Keramik Dinoyo Malang a= Bilangan konstanta, b1…b2= Koefisien regresi masingmasing variable X1= Variabel Kreativitas, X2= Variabel Inovasi, e = Standart error. Untuk menguji hipotesis menggunakan uji F dan t yang bertujuan untuk menguji pengaruh secara simultan dan parsial antara variable bebas dengan variable terikat dalam hal ini yaitu pengaruh kreativitas dan inovasi terhadap pemasaran kewirausahaan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambaran Karakteristik Responden. Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan kepada 34 responden yaitu para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang, maka dapat diperoleh gambaran mengenai usia, pendidikan terakhir dan lamanya usaha.

1. Usia Responden. Dari 34 responden para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang menunjukkan bahwa jika dilihat berdasarkan usia para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang yang paling dominan adalah berusia 21 – 30 tahun yaitu sebanyak 21 responden atau 61,76%. Kenyataan tersebut dapat membuktikan bahwa sebagian besar para pemilik Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang memiliki pengalaman usaha, sehingga dimana usaha yang dilakukan oleh pemilik pengalaman yang cukup dalam menjalankan usaha yang dilakukan.

2. Tingkat Pendidikan Dari 34 responden para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang menunjukkan bahwa sebagian besar para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang mempunyai tingkat pendidikan terakhir adalah Sekolah Menengah Umum yaitu sebanyak 18 responden atau 52,94%. Hasil tersebut dapat membuktikan bahwa selama ini dalam melakukan kegiatan produksi para pemilik lebih mengutamakan pengalaman yang dimiliki apabila dibandingkan dengan pendidikan formal. Jadi kemampuan dalam berkreativitas dan melakukan inovasi atas produk yang dihasilkan selama ini lebih dikarenakan adanya pengalaman yang dimiliki.

3. Lamanya Usaha Dari 34 responden para pemilik usaha Hadiyati 143 Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang dapat diketahui bahwa sebagian besar para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang yaitu selama 6 tahun sampai 10 tahun. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa lamanya usaha yang dimiliki para pemilik masuk dalam kategori yang tinggi atau lama sehingga proses pengendalian atas aktivitas produksi dapat dilakukan oleh pemilik sendiri.

Diskripsi Jawaban Responden. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada responden maka dapat diperoleh diskripsi jawaban responden yang secara lengkap dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Variabel Kreativitas (X1) Diskripsi jawaban responden untuk variabel kreativitas (X1.1),menunjukkan bahwa dalam melakukan proses produksi selalu berusaha untuk membuat produk yang bervariasi dalam ukurannya. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 22 orang atau 64,7% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 11 orang (32,4%). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa dalam melakukan proses produksi selalu berusaha untuk membuat produk yang bervariasi dalam ukurannya. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa para pemilik usaha selalu berusaha untuk membuat produk yang bervariasi dengan harapan dapat diterima oleh konsumen. Item X1.2, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai dalam melakukan proses selalu berusaha membuat produk dengan desain yang berbeda dan benarbenar mampu bersaing dengan produk sejenis. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 19 orang atau 55,9%dan responden yang menyatakan netral sebanyak 14 orang atau (41,2%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa dalam melakukan proses selalu berusaha membuat produk dengan desain yang berbeda dan benar-benar mampu bersaing dengan produk sejenis. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik usaha selalu berusaha untuk membuat produk yang dapat diterima oleh konsumen sehingga dapat diterima dengan baik oleh pasar. Item X1.3, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai dalam membuat produk berusaha untuk menciptakan produk yang memiliki motif yang berbeda dengan motif produk pesaing. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang atau (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 26 orang atau 76,5% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 7 orang atau (20,6%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa dalam membuat produk berusaha untuk menciptakan produk yang memiliki motif yang berbeda dengan motif produk pesaing. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik selalu berusaha untuk membuat motif yang berbeda dengan harapan dapat menghindari terjadinya kejenuhan konsumen terhadap produk. Item X1.4, yaitu tanggapan responden atas pernyataan dalam melakukan kegiatan promosi berusaha dalam menggunakan cara-cara baru yang lebih komunikatif. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 3 orang atau (8,8%), menyatakan setuju sebanyak 26 orang atau 76,5% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 5 orang atau (14,7%). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa dalam melakukan kegiatan promosi berusaha dalam menggunakan cara-cara baru yang lebih komunikatif. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa para pemilik selalu berusaha untuk mengenalkan produk kepada konsumen yaitu melalui kegiatan promosi yang dilakukan secara kreatif. Item X1.5, yaitu tanggapan responden atas

pernyataan mengenai berusaha menciptakan pembungkus produk yang menarik. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 2 orang atau (5,9%), menyatakan setuju sebanyak 23 orang atau 67,6% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 9 orang atau (26,5%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa berusaha menciptakan pembungkus produk yang menarik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik selalu berupaya untuk menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian yaitu dengan membuat bungkus yang menarik. Item X1.6, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai berusaha mencari peluang usaha yang baru. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 2 orang (5,9%), menyatakan setuju sebanyak 21 orang atau 61,8% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 11 orang atau (32,4%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa berusaha mencari peluang usaha yang baru. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik usaha selalu berupaya untuk mencari peluang baru untuk mengembangkan atau meningkatkan volume penjualan atas produk yang dihasilkan.

2. Variabel Inovasi (X2)

Diskripsi jawaban responden yaitu para pemilik usaha Industri Kecil Keramik Dinoyo Malang mengenai variabel inovasi. Item X2.1, yaitu mengenai tanggapan responden atas pernyataan bahwa dalam menghasilkan produk berusaha mengikuti teknologi baru yang lebih efisien. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang atau (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 20 orang atau 58,8% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 13 orang atau (38,2%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa dalam menghasilkan produk berusaha mengikuti teknologi baru yang lebih efisien. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik selalu berupaya untuk mengikuti perkembangan teknologi dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dalam aktivitas produksinya. Item X2.2, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai pembungkusan dan pengepakan barang menggunakan teknologi yang lebih efisien. Responden yang menyatakan setuju sebanyak 22 orang atau 64,7% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 12 orang atau (35,3%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa pembungkusan dan pengepakan barang menggunakan teknologi yang lebih efisien. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik dalam proses pengepakan produk telah menerapkan sistem teknologi yang lebih baik sehingga dalam proses pembungkusan atau pengepakan dapat memberikan nilai tambah atas produk yang ditawarkan. Item X2.3, yaitu mengenai tanggapan responden atas pernyataan bahwa promosi mengikuti teknologi informasi yang baru. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang atau (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 20 orang atau 58,8% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 13 orang atau (38,2%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa promosi mengikuti teknologi informasi yang baru. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik dalam memberikan informasi atas produk kepada pasar telah menggunakan media promosi yang mengikuti perkembangan teknologi sehingga produk yang ditawarkan dapat dikenal secara luas oleh pasar. Item X2.4, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai sistem penjualan barang mengikuti teknologi perbankan yang ada. Responden yang menyatakan

sangat setuju sebanyak 1 orang atau (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 23 orang atau 67,6% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 10 orang atau (29,4%) responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa sistem penjualan barang mengikuti teknologi perbankan yang ada. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa para pemilik usaha telah melakukan sistem transaksi yang lebih modern sehingga dapat mempermudah dalam proses transaksi yang dilakukan. Item X2.5, yaitu mengenai tanggapan responden atas pernyataan bahwa mensuplay bahan baku dan bahan penunjang dengan menggunakan inovasi yang baru. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 1 orang atau (2,9%), menyatakan setuju sebanyak 24 orang atau 70,6% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 9 orang atau (26,5%). Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa mensuplay bahan baku dan bahan penunjang dengan menggunakan inovasi yang baru. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik merasakan bahwa adanya dukungan atas bahan baku dan bahan penunjang sebagai pendukung proses inovasi yang dilakukan. Item X2.6, yaitu tanggapan responden atas pernyataan mengenai saluran distribusi yang digunakan berusaha mencari peluang-peluang yang baru. Responden yang menyatakan sangat setuju sebanyak 2 orang atau (5,9%), menyatakan setuju sebanyak 24 orang atau 70,6% dan responden yang menyatakan netral sebanyak 8 orang atau (23,5%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa saluran distribusi yang digunakan berusaha mencari peluang-peluang yang baru. Hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa selama ini para pemilik telah berupaya secara maksimal dalam proses pemasaran produk dimana para pemilik selalu melakukan atau mencari peluangpeluang pasar dalam proses pemasaran produk.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan regresi linier berganda, maka pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Kreativitas dan inovasi berpengaruh signifikan secara silmutan terhadap pemasaran kewirausahaan pada usaha kecil Keramik Dinoyo Malang.

2. Kreativitas dan inovasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pemasaran kewirausahaan pada usaha kecil Keramik Dinoyo Malang.

3. Kreativitas berpengaruh dominan terhadap pemasaran kewirausahaan pada usaha kecil Keramik Dinoyo Malang.

 

REFERENSI

Bannon, 2008. Marketing Segmentation and Political Marketing, Paisley Business School, University of Paisley. Birley, S., 2007. Marketing Entrepreneur And Bussines Performance. Journal SMEs: Marketing Entrepreneur, Vol.3.No.7. Bjerke, B., 2005. Managing Entrepreneurship On Whose Terms? In Research at the Marketing/ Entrepreneurship Interface , Edited by Hills, G. And Miles, M. Chicago: Universityof Illinois at Chicago. Bjerke dan Hultman, 2006. Marketing Entrepreneurship and National Culture, In Research at the Marketing Entrepreneurship Interface. Chicago: University of Illionis at Chicago.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.