Maret 10, 2022

LANGKAH-LANGKAH DALAM MEMULAI WIRAUSAHA

Oleh: Zulfa Habibah (@U47-Zulfa)

Abstrak

kewirausahaan adalah suatu ilmu bagaimana menciptakan suatu ide yang baru bahkan berani menanggung resiko untuk mengorbankan waktu, biaya dan tenaga demi terwujudnya ide tersebut sesuai dengan apa yang telah diharapkan.


Pendahuluan

Pada dasarnya seseorang untuk menjadi wirausaha yang handal tidaklah mudah. Tetapi tidaklah sesulit yang dibayangkan banyak orang, karena sebenarnya berwirausaha dapat dipelajari oleh setiap orang. Kemauan dan kemampuan untuk mengambil risiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausaha yang tidak mau mengambil risiko akan sukar memulai atau berinisiatif, namun tidak hanya itu saja. Memulai usaha merupakan suatu hal yang penting dalam melakukan usaha, oleh sebab itu memerlukan kiat yang tepat untuk memperoleh kesuksesan. Ada beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila seseorang ingin memulai wirausaha, antara lain pilih bidang usaha yang Anda minati dan memiliki hasrat dan pengetahuan di dalamnya, perluas dan perbanyak jaringan bisnis dan pertemanan, pilihlah keunikan dan nilai unggul dalam produk/jasa anda, jaga kredibilitas dan brand image. Disamping itu dalam berwirausaha sangat diperlukan kejujuran dalam usahanya, karena akan membawa keberhasilan dan kesuksesan dari akibat kepercayaan pelanggan.

Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dil. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18). Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/ sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi bar (Garter, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803).

Berikut adalah tujuan kewirausahaan :

1.      Meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia.

2.      Menyejahterakan masyarakat.

3.      Menebarkan semangat bisnis di tengah masyarakat.

4.      Memicu semangat berinovasi.

5.      Membuat masyarakat sadar akan pentingnya berwirausaha.

Adapun tujuan wirausaha menurut para ahli :

1. Josep Schumpeter

Tujuan wirausaha adalah mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru.

2. Kathleen

Tujuan wirausaha adalah menjalankan, mengatur, dan berani mengambil resiko bagi pekerjaan yang dijalankannya dalam dunia usaha.

3. Stein dan John F. Burgess

Tujuan wirausaha adalah mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala risiko untuk menciptakan peluang usaha dan usaha baru.

4. Ahmad Sanusi

Tujuan wirausaha adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.

5. Zimmerer

Tujuan wirausaha adalah mampu menciptakan bisnis baru, dan orang yang biasanya langsung berhadapan dengan risiko mampu mengidentifikasikan dalam mencapai keberhasilan.

6. Richard Cantillon

Tujuan wirausaha adalah dapat meningkatkan sumber daya ekonomi dari produktivitas rendah menjadi produktivitas tinggi.

7. Soeharto Prawiro

Tujuan wirausaha adalah nilai yang dibutuhkan untuk memulai bisnis dan mengembangkan bisnis.

8. Effendy

Tujuan wirausaha adalah melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan/atau nilai tambah, melalui penoleran atau penetasan gagasan dengan memadukan sumber daya dan merealisasikan tersebut menjadi kenyataan.

9. Kasmir

Tujuan wirausaha adalah berani mengambil resiko untuk membuka sebuah usaha di berbagai kesempatan yang ada.

10. Syamsudin

Suryana Tujuan wirausaha adalah percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, orang yang berani mengambil risiko, kepemimpinan yang lugas, kemampuan inovasi yang kuat, dan orang yang berorientasi pada masa depan.

11. Peter F Drucker

Tujuan wirausaha adalah membuat atau menciptakan sesuatu yang baru & berbeda. Peter Drucker berkata bahwa wirausaha tidak mencari risiko, mereka mencari peluang.

12. Andrew J Dubrin

Tujuan wirausaha adalah menjalankan dan mendirikan bisnis inovatif.

13. Jean Baptista Say

Tujuan wirausaha adalah menggabungkan berbagai alat produksi & menemukan nilai dari apa yang dia hasilkan.

14. Raymond

Tujuan wirausaha adalah inovatif, kreatif dan mampu mewujudkan kreativitasnya guna meningkatkan kesejahteraan diri di lingkungan dan masyarakat.

15. Harvey Leibenstein

Tujuan wirausaha adalah berbagai kegiatan yang diperlukan untuk menjalankan & mendirikan perusahaan di saat pasar belum terbentuk / belum teridentifikasi secara jelas, atau beberapa komponen fungsi produksi belum teridentifikasi sepenuhnya.

16. F. Hadiputra

Tujuan wirausaha adalah mampu mengambil risiko yang dibutuhkan untuk mengatur dan mengelola bisnis dan menerima manfaat finansial atau non-moneter.

Konsep Dasar Kewirausahaan

Untuk menjalankan kewirausahaan, kita tidak hanya memerlukan modal berupa dana saja. Selain dana, ada beberapa konsep dasar kewirausahaan yang harus lebih dlu dipahami dengan baik agar bisnis bisa berhasil. Berikut konsep-konsep dasar kewirausahaan :

1. Agility (Kemampuan untuk Bergerak Cepat)

Bergerak cepat atau kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk berubah arah secara tepat dan cepat tanpa kehilangan tujuan. Konsep ini sangat penting dimiliki dan dipahami seorang pengusaha karena kondisi pasar dan lingkungan yang terus berubah. Jika tidak gesit, maka Anda bisa ketinggalan dibanding kompetitor.

2. Endurance (Daya Tahan)

Konsep selanjutnya yang wajib dipahami seorang pengusaha adalah endurance atau kemampuan untuk melakukan berbagai tugas terus-menerus. Daya tahan sebuah bisnis biasanya didukung oleh produksi dan penjualan yang tetap lancar dan ini memerlukan kerja ekstra. Jika seorang pengusaha tidak punya daya tahan yang tinggi, maka bisnisnya akan sulit bertahan.

3. Kecepatan

Situasi di pasar bersifat dinamis dan akan selalu berubah. Seorang wirausahawan yang baik akan mampu mengikuti semua perubahan itu dengan cepat.Pada dasarnya, selalu berinovasi untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen merupakan kunci penting agar sebuah bisnis maju dan berkembang.

4. Fleksibilitas

Kemampuan beradaptasi dengan situasi baru adalah bentuk fleksibilitas seorang pengusaha. Di mana pun dirinya berada, peluang dan kesempatan mesti selalu bisa dimanfaatkan dengan baik tanpa banyak mengeluh.

5. Strength (Kekuatan)

Kekuatan baik secara fisik maupun mental sangatlah diperlukan oleh seorang pengusaha. Dengan fisik dan mental yang kuat, fungsi dari setiap komponen dalam bisnis bisa dijalankan dengan baik dan maksimal.

Sifat Kewirausahaan dalam Konsep Dasar Kewirausahaan

Seorang wirausahawan dituntut untuk memiliki sejumlah sifat atau karakteristik. Karakteristik inilah yang nantinya akan menentukan keberhasilannya dalam bisnis.

1.      Keberanian untuk mengambil risiko.

2.      Kemampuan untuk berinovasi dan menciptakan produk baru yang berbeda dengan yang sudah ada.

3.      Memiliki kualitas seorang visioner dan mampu memimpin timnya.

4.      Memiliki pemikiran yang terbuka (open-minded) sehingga mampu menghadapi perubahan di sekitar dengan bijak.

5.      Memahami produk yang akan dibuat dan dipasarkan.

Selain itu, seorang wirausahawan atau pengusaha juga sebaiknya mampu menerima masukan, baik itu kritik maupun saran dari orang-orang di sekitarnya. Dengan kritik itulah, biasanya sebuah bisnis bisa tumbuh menjadi besar.

Potensi diri dalam kewirausahaan

Pengertian Potensi Diri

Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. Jadi kalau dihubungkan dengan kewirausahaan berarti kemampuan, kekuatan yang dimiliki sescorang dalam berusaha atau melakukan suatu usaha.

Secara umum, potensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

1.      Kemampuan dasar, seperti tingkat intelegensi, kemampuan abstraksi, logika dan daya tangkap.

2.      Etos kerja, seperti ketekunan, ketelitian, efisiensi kerja dan daya tahan terhadap tekanan.

3.      Kepribadian, yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmaniah, rohaniah, emosional maupun sosial yang ditata dalam cara khas di bawah aneka pengaruh luar.

Menurut "Howard Gardner", potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai berikut:

1.      Intelegensi linguistik, intelegensi yang menggunakan dan mengolah kata-kata, baik lisan maupun tulisan, secara efektif. Intelegensi ini antara lain dimiliki oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis.

2.      Intelegensi matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan pada kepekaan pola logika dan perhitungan.

3.      Intelegensi rang, kemampuan yang berkenaan dengan kepekaan mengenal bentuk dan benda secara tepat serta kemampuan menangkap dunia visual secara cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek, dekorator dan pemburu.

4.      Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan ini dimiliki oleh aktor, penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.

5.      Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Kemampuan ini terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.

6.      Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, dan watak temperamen orang lain seperti yang dimiliki oleh seseorang motivator dan fasilitator.

7.      Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan berefleksi (merenung) dan keseimbangan diri.

8.      Intelegensi naturalis, kemampuan seseorang untuk mengenal alam, flora dan fauna dengan baik.

9.      Intelegensi eksistensial, kemampuan seseeorang menyangkut kepekaan menjawab persoalan terdalam keberadaan manusia, seperti apa makna hidup, mengapa manusia harus diciptakan dan mengapa kita hidup dan akhirnya mati.

10.  Potensi diri sebaiknya dikembangkan dengan cara berusaha dengan keras. Karena potensi ini tidak akan berpengaruh bila kita tidak berusaha untuk mengembangkan dan mewujudkanya.

Motivasi Berwirausaha

Motivasi berwirausaha merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri seorang enterpreneur yang menimbulkan kegiatan enterpreneur yang menjamin kelangsungan dari kegiatan enterpreneur dan yang memberi arah pada kegiatan enterpreneur tersebut sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai (Vanesaar, 2006). motivasi berwirausaha adalah daya Penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas berwirausaha demi mencapai tujuan wirausaha (Koranti, 2013). Menurut Ratnawati dan Kuswardani (2010) motivasi berwirausaha adalah keadaan yang mendorong menggerakkan dan mengarahkan keinginan individu untuk melakukan kegiatan Kewirausahaan dengan cara mandiri, percaya pada diri sendiri, berorientasi ke masa depan, berani mengambil resiko, kreatif, dan menilai tinggi hasrat inovasi. Enterpreneurial Motivation atau motivasi berwira usaha melibatkan motivasi yang diarahkan pada tujuan Kewirausahaan (tujuan yang melibatkan kesadaran dan Eksploitasi peluang bisnis) (Wibowo dan Ardrianti, 2014).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi berwira usaha adalah keadaan yang mendorong menggerakkan dan mengarahkan keinginan individu untuk melakukan kegiatan wirausaha dengan cara mandiri, percaya pada diri sendiri, berorientasi ke masa depan, mengambil resiko, kreatif, dan menilai tinggi serat inovatif serta berorientasi laba dan keuntungan.

Faktor-faktor Motivasi Berwirausaha

Menurut Susanto (2009) faktor-faktor motivasi berwirausaha terdiri dari:

1.       Faktor lingkungan. Faktor lingkungan mempunyai peran yang signifikan dalam pembentukan jiwa kewirausahaan. Menurut Suryana (2003) faktor pemicu yang berasal dari lingkungan sosial salah satunya dari orang tua.

2.       Faktor sosiologis. Kondisi sosial juga turut memberikan andil dalam meningkatnya aktivitas kewirausahaan dalam kelompok- kelompok tertentu seperti kaum wanita, minoritas, serta akademisi.

3.       Faktor ketersediaan sumber daya. Ketersediaan modal adalah, hal yang sangat penting.

4.       Faktor personal. Seorang wirausahawan memiliki locus of control internal yang lebih tinggi ketimbang seorang non wirausahawan, yang berarti bahwa mereka memiliki keinginan yang lebih kuat untuk menentukan nasib sendiri.

5.       Adversity Quotient juga menjadi salah satu faktor motivasi berwirausaha. Adversity Quotient (AQ) adalah suatu ukuran untuk mengetahui daya juangindividu dalam menghadapi kesulitan, kepercayaan diri dalam menguasai hidupdan kemampuan untuk mengatasi tantangan dan hambatan yang dihadapi (Stoltz, 2004). Dalam penelitian yang dilakukan ole Wisesa dan Indrawati (2016) menunjukkan bahwa Adversity Quotient memiliki hubungan yang positif dengan motivasi berwirausaha, yang artinya apabila adversity quotient tinggi maka motivasi berwirausaha juga tinggi.

Dari penjelasan diatas, faktor-faktor yang mendorong motivasi berwirausaha adalah faktor lingkungan sosial, faktor sosiologis, faktor sumber daya, faktor personal dan advertisy quotient.

Karakteristik Wirausaha

Memiliki Komitmen yang Tinggi

Karakteristik seorang wirausaha untuk sukses yang pertama adalah dia harus mempunyai komitmen yang tinggi. Karena komitmen berkaitan dengan setiap perkataan maupun tindakan yang akan kamu pertanggung jawabkan. Dengan komitmen yang tinggi dalam membangun usaha membuat sebuah kepercayaan terhadap diri kamu ataupun perusahaan. Maka dari itu, bisa membuat langkah kamu dalam berbisnis juga lebih mudah.

Disiplin

Sebagai seorang wirausahawan kamu haru mempunya karakter disipilin dengan begitu memperlihatkan bahwa kamu berusaha keras untuk melakukan apapun dalam urusan bisnis. Disiplin disini maksudnya adalah keteraturan kamu dalam menjalankan usaha. Jika disiplin kamu dapat memotivasi dan membangkitkan semangat diri untuk mencapai sebuah tujuan.

Percaya Diri

Percaya diri sebagai langkan awal kamu untuk bisa memulai usaha, karena kamu percaya terhadap kemampuan dirimu bahwa dapat membangun dan menjalankan bisnis. Kepercayaan diri menandakan kalau kamu siap menghadapi segala rintangan kedepannya tapi jangan terlalu berlebihan, kamu harus mengimbanginya juga dengan pengendalian diri agar kesannya tidak sombong.

Pantang Menyerah

Membangun dan mengembangkan sebuah usaha tentu tidak mudah, makanya dibutuhkan sifat pantang menyerah bagi seorang wirausaha dalam membuat bisnis. Tentu saja, membuat usaha dari awal itu pasti ada tantangannya atau kegagalan selama berjalannya usaha. Sifat pantang menyerah wajib dimiliki oleh wirausahawan agar kita tidak mudah menyerah jika mengalami suatu kegagalan. Dan dari kegagalan tersebut dapat dijadikan motivasi untuk kamu kedepannya agar meminimalisir gagal dalam berwirausaha.

Memiliki Kreativitas Tanpa Batas

Kreativitas salah satu karakteristik yang penting juga untuk dimiliki oleh wirausaha. Dengan kreativitas yang dimiliki seorang wirausaha dapat menciptakan ide usaha maupun produk yang tidak terbatas dengan produk atau usaha serupa. Maka dari itu, suatu kreativitas harus dibarengi dengan adanya inovasi tujuannya adalah agar menarik minat para pelanggan terhadap usaha kamu. Caranya kamu bisa mengadakan riset kepada orang-orang mengenai tren yang sedang berkembang saat itu. Berani Mengambil Resiko Karakteristik lainnya seorang wirausaha berani bertanggung jawab atas semua keputusannya dan mengambil resiko terberat sekalipun. Berani mengambil resiko jika bisnisnya nanti akan mengalami kerugian bahkan produk yang dia jual tidak laku. Dengan adanya permasalahan tersebut, biasanya wirausahawan dapat mengatasinya dengan baik dan sudah memiliki solusi supaya kejadian yang terjadi tidak dapat terulang kembali.

Keuntungan dan Kerugian dalam berwirausaha

Keuntungan Berwirausaha

1.      Menentukan penghasilan sendiri

Anda menjadi bos atas diri sendiri. Anda tidak perlu menunggu gaji dari orang, tapi Anda yang menggaji diri Anda sendiri.Ketika ingin hasil yang banyak, maka Anda harus bekerja lebih giat. Anda yang menentukan sendiri target pendapatan Anda.

2.      Mengembangkan Potensi Diri

Jika Anda bekerja sebagai karyawan, Anda mungkin akan terpaksa mengerjakan apa yang tidak Anda pahami. Anda mungkin bekerja bukan pada bidang yang paling Anda kuasai. Sedangkan jika Anda berbisnis sendiri, Anda bisa lebih bebas dalam mengeksplorasi dan mengembangkan kemampuan diri. Tidak ada yang menghalangi Anda untuk melakukan apapun, kecuali Anda sendiri yang tidak mau mencobanya.

3.      Melakukan apa yang disukai

Saat berbisnis, Anda punya kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang Anda sukai. Anda bisa menjalankan usaha yang sesuai hobi dan bersenang-senang sambil menghasilkan uang. Namun, jika Anda bekerja dengan orang lain, Anda akan dibebankan tugas yang tidak disukai. Lama-lama, pekerjaan pun akan menjadi rutinitas yang monoton dan membosankan.

4.      Melatih mental sebagai pemimpin

Sekecil apapun usaha yang Anda rintis, Anda langsung menjadi seorang pemimpin atas bisnis Anda. Anda adalah bos bagi diri sendiri dan juga orang lain yang bekerja dengan Anda. Hal ini akan melatih mental kepemimpinan Anda. Anda akan belajar banyak hal, mulai dari mengambil keputusan, mendelegasikan pekerjaan, menyelesaikan masalah, dan sebagainya.

5.      Menciptakan perubahan

Keuntungan menjadi wirausaha adalah Anda berkesempatan untuk menciptakan perubahan. Anda harus bisa berinovasi dan menghadirkan sesuatu yang baru bagi dunia.

6.      Membantu membuka lapangan kerja

Anda berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran. Anda berperan penting untuk membantu masyarakat yang ingin mencari nafkah. Semakin besar bisnis Anda, semakin banyak lapangan kerja yang bisa dibuka. Banyak orang yang bisa Anda pekerjakan, sehingga hidup Anda akan terasa lebih berguna.

7.      Wawasan bertambah banyak

Jika Anda adalah seorang karyawan, setidaknya Anda hanya perlu menguasai bidang pekerjaan Anda saja. Sedangkan jika Anda menjadi wirausaha, mau tak mau Anda harus mempelajari banyak hal. Anda harus tahu bagaimana cara memanajemen keuangan, membuat strategi marketing, memimpin anak buah, melayani pelanggan, dan lain-lain. Wawasan Anda pasti akan bertambah banyak, karena itulah yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis supaya berhasil.

8.      Relasi semakin luas

Anda akan bertemu dengan banyak orang ketika berbisnis, mulai dari konsumen, sesama pebisnis, investor, sampai aparatur pemerintah. Anda memang memerlukan banyak relasi tersebut. Koneksi Anda harus luas agar Anda bisa lebih mudah dalam memasarkan produk, mengembangkan bisnis, menjalin kerja sama, dan juga mengurus perizinan usaha.

9.      Waktu lebih fleksibel

Memang ada banyak hal yang harus dikerjakan ketika menjalankan bisnis. Namun, bisa dibilang bahwa waktu Anda menjadi lebih fleksibel, karena Anda sendiri yang menentukan jam kerja Anda. Terlebih lagi jika bisnis Anda sudah punya sistem yang baik, Anda tidak perlu mengawasinya setiap saat. Sebab bisnisnya bisa terus berjalan, walaupun Anda sedang tidak berada di tempat usaha atau kantor Anda.

10.  Meningkatkan kepercayaan diri

Tidak ada yang meningkatkan kepercayaan diri Anda lebih dari melawan keraguan diri dan menjadi yang teratas. Banyak pengusaha menjadi lebih percaya diri dalam mengelola usaha mereka seiring berjalannya waktu dan mereka melihat apa yang benar-benar mampu mereka lakukan.

Kerugian Berwirausaha

1.      Jam Kerja Panjang dan Tidak Pasti

Pada saat sebagian orang telah tidur lelap di malam hari, seorang wirausahawan kadang masih bekerja, hal ini dilakukan agar keesokan harinya dapat berbisnis dengan mitranya atau melayani para pelanggan dengan baik. Selain itu tidak jarang menggunakan jam makan siang diisi dengan membicarakan bisnis dengan mitra atau mengantarkan pesanan ke tempat pelanggannya.

2.      Pendapatan Tidak Stabil

Pendapatan seorang wirausahawan tergantung dari waktu dan kondisi, seperti pedagang pakaian jadi akan menghasilkan lebih banyak pada hari biasa dibanding hari menjelang lebaran.

3.      Menanggung Resiko

Wirausahawan yang merangkap pemilik dan sebagai direktur bila dalam pengambilan keputusan yang diambilnya salah, maka resikonya ditanggung dan dirasakan langsung olehnya terhadap pihak ketiga lainnya.

4.      Belajar tak ada akhirnya

Untuk meningkatkan usahanya, wirausahawan harus mempunyai strategi belajar yang jitu. Caranya bisa . menonton tayangan pengusaha sukses, mengikuti seminar atau lokakarya yang dibawakan oleh pengusaha sukses. Prinsipnya selama hayat masih dikandung badan, seorang pengusaha tidak boleh berhenti belajar.

5.      Sering terlibat masalah keuangan

Wirausahawan harus mampu mengalokasikan uang yang ada untuk berbagai kepentingan. Setiap masalah keuangan harus diselesaikan dengan baik. Adanya keterlambatan pembayaran akan berimbas kepada jenis pengeluaran yang lainnya.



Daftar Pustaka

https://media.neliti.com/media/publications/24325-ID-analisis-jiwa-kewirausahaan-pengusahakecildi-desa-suka-maju-kecamatan-rambah-k.pdf
https://www.academia.edu/8118113/Artikel_Kewirausahaan
https://www.academia.edu/40887767/ARTIKEL_KEWIRAUSAHAAN_SOSIAL_DALAM_ERA_DIGITAL
https://iainpspblog.blogspot.com/2019/03/makalah-proses-kewirausahaan.html https://midtrans.com/id/blog/konsep-dasar-kewirausahaan https://www.scribd.com/document/355777835/Potensi-Diri-Dalam-Kewirausahaan https://repository.uin-suska.ac.id/17059/7/7.%20BAB%20II%20OK.pdf https://jubelio.com/2021/pengertian-dan-karakteristik-wirausaha-sukses/ https://entrepreneurcamp.id/keuntungan-menjadi-wirausaha/ https://www.asikbelajar.com/kerugian-keuntungan-menjadi-wiraswasta/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.